
Dari jauh.
Qing Ruo yang melihat Yanshi Gong yang mulai kewalahan segera melepaskan tembakan pisau cahaya Shen Guang, untuk mengalihkan perhatian hewan buas tersebut.
" Pisau cahaya Shen Guang," ucap Zhiliao Gu dan rombongannya membatin, menatap Qing Ruo dengan begitu penasaran.
" Tetua, sepertinya kadal ini sudah lemah," ucap Qing Ruo saat melihat kadal itu mulai sempoyongan dan meyerang dengan membabi buta.
" Benar," ucap Zhiliao Gu, sambil melepaskan pukulan fisik pada hewan buas itu, lalu diikuti oleh rombonganya.
" Tetua aku serahkan pada kalian," ucap Qing Ruo lalu bergerak membantu Long Chen, sambil meminta Yanshi Gong untuk menyerang dan menjaga jarak.
" Baik, jawab Zhiliao Gu sambil terus menghajar kadal hitam raksasa tersebut.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo langsung melepaskan tembakan pedang Xue Luo, mengunci pergerakan tikus hitam raksasa yang sedang mengamuk tersebut.
" Dhuar... dhuar...." tembakan petir dari pedang Xue Luo menyambar tubuh tikus itu dan mulai mengacaukan serangannya.
" Terima kasih penguasa," ucap long Chen sambil melepaskan serangan tapak perak pada tikus tersebut.
" Long Chen, tikus hitam ini sangat sensitif oleh serang petir, serang matanya."
" Baik penguasa...."
Qing Ruo yang memang memiliki kekuatan terbatas karena tingkatnya yang masih rendah itu, terus melepaskan serang pengalihan pada hewan buas tersebut.
" Dhuar... dhuar " Tembakan pedang Xue Luo yang mecoba merobek dan memotong tubuh tikus raksasa itu, terus gagal.
" Bulunya sangat keras," ucap Qing Ruo membatin sambil mencoba mencari kelemahan hewan buas tersebut.
Setelah mengamati pergerakan dan pola serangan tikus tersebut, Qing Ruo lalu melepaskan tembakan pedang ke arah ekor tikus hitam tersebut.
" Slash...." ekor tikus itu terpotong, menyemburkan darah hitam, membuatnya meraung kesakitan dan mulai sempoyongan.
" Terus Serang," ucap Qing Ruo pada Long Chen, yang kini telah menemukan kelemahan dari sosok hewan pengerat raksasa tersebut yang mulai kehilangan dominasinya.
" Penguasa, sepertinya pertahanannya mulai melemah. Coba serang bagai perutnya," ucap Long Chen.
" Baik," jawab Qing Ruo.
" Swhuss...swhus ..." Empat bilah pedang Xue Luo bergerak menyerang bagian wajah tikus tersebut untuk mengalihkan perhatiannya, dua pedang menyerang bagian perut dan satu pedamh menyerang bagian ekornya yang mencoba untuk memulihkan diri.
" Slash.... Slash...." Pedang itu melesat, merobek perut tikus tersebut dan mengeluarkan isinya.
Raungan kemarahan dan kesakitan dari tikus tersebut bergema dengan sosoknya yang langsung roboh. Walaupun demikian, tikus tersebut tidak menyerah begitu saja, dan terus mencoba untuk melakukan perlawanan.
" Long Chen, aku serahkan padamu." ucap Qing Ruo sambil bergerak pergi.
" Baik penguasa."
" Swhus.... Swhus...." Qing Ruo bergerak dengan cepat lalu muncul di sisi Yanshi Gong, dan melepaskan tembakan pedang Xue Luo pada tikus tersebut, dan menarik serangan pisau cahaya Shen Guang.
" Tuan muda, tikus ini sangat kuat," ucapnya tampak begitu kewalahan.
" Terus Serang," ucapnya sambil membagi serangan pedang Xue Luo untuk mengalihkan perhatian dan tingkat kewaspadaan hewan tersebut.
" Swhus... swhus...." Tiga pedang menyerang bagian wajah dan empat pedang, bergerak menyerang bagian tubuh lainnya, tanpa bergerak menyerang bagian ekornya.
" Dhaur... dhaur...." Pedang Xue Luo menyerang hewan buas itu dengan intens.
" Slash...." Salah satu pedang tiba-tiba membelokkan serangannya, menebas ekor tikus tersebut, dan memotongnya.
" Swhuss...." Darah hitam menyembur, dan membuatnya sempoyongan.
" Tuan Muda, ini..." ucap Yanshi Gong dengan gembira.
" Tetua terus serang. Kelemahannya memang terletak pada ekornya," ucap Qing Ruo menjelaskan pola serangannya yang memang ingin mengecoh kewaspadaan hewan gelap tersebut.
" Baik," jawab Yanshi Gong sambil terus melepaskan serangan tapak.
__ADS_1
" Swhus...." Long Chen muncul sambil melepaskan serangan tapak perak. Membuat tikus tersebut kini menjadi bulan-bulanan mereka.
" Tuan muda, sekarang!" ucap Long Chen.
" Swhus.... " ketujuh pedang Xue luo yang telah menyatu dan menjadi pedang besar sepanjang tujuh meter itu, melesat menembus tubuh tikus tersebut dan merobohkannya.
" Dhuar... dhuar...." pedang tersebut melepaskan ledakan petir dan menewaskan tikus tersebut.
" Akhirnya," ucap Yanshi Gong sambil bergerak mundur dan memulihkan diri.
" Long Chen," ucap Qing Ruo sambil menarik pedang Xue Luo dan menyimpannya.
" Baik penguasa...." lalu mengambil mutiara jiwa hewan buas tersebut.
" Satu hewan lagi, penguasa muda bisa naik tingkat menjadi semi abadi tingkat lima." membatin gembira.
" Swhus...swhus...." Zhiliao Gu dan rombongannya menghampiri Qing Ruo dan Yanshi Gong.
" Tuan muda, ini," ucapnya sambil menyerahkan mutiara jiwa kadal hitam raksasa yang telah mereka taklukan.
" Tetua, itu punya kalian. Ambilah," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Tapi tuan muda....."
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tetua, lihatlah kami juga punya," ucapnya sambil menunjuk Long Chen yang sedang mengambil mutiara jiwa pada sosok tikus hitam yang terkoyak oleh ledak petir.
Zhiliao Gu dan rombongannya yang menatap tubuh tikus hitam itu tampak bergidik.
" Hewan buas semi abadi tingkat delapan, terkoyak seperti itu. Shen Guoshi Qing benar-benar menakutkan," ucap Zhiliao Gu, berbicara pada rombongannya melalui telepati.
" Tetua sebaiknya kita segera pergi, aku khawatir hewan gelap lainnya akan datang," ucap Qing Ruo.
" Tuan muda benar. Tapi kami juga akan segera pergi," ucap Zhiliao Gu.
" Maksud tetua?"
Qing Ruo yang sebenarnya ingin membicarakan banyak hal dengan rombongan tersebut hanya bisa mengangguk kepala.
" Baik tetua. Suatu saat aku akan mengunjungi kalian," ucap Qing Ruo dengan hangat sambil menyerahkan cicin penyimpanan yang berisi buah-buahan abadi dan pil peledak energi.
" Tuan muda, ini?"
" Terimalah. Hanya ini yang dapat aku berikan. Semoga tetua sekalian segera tiba di wilayah barat dengan selamat."
" Terima kasih tuan muda. Mohon diterima," ucapnya sambil menyerahkan cincin penyimpanan pada Qing Ruo.
" Terima kasih, berhati-hatilah," ucap Qing.
Setelah berpamitan, Zhiliao Gu dan rombongannya lalu bergerak kembali menuju kota Da Men, sedangkan Qong Ruo dan rombongannya lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Lima menit setelah Qing Ruo dan rombongannya pergi. Sepuluh ekor kadal hitam raksasa yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat enam hingga tingkat delapan datang di tempat itu, memeriksa sisa pertempuran dengan kemarahan menyala.
" Aura emas. Para dewa keparat!" Berbicara melalui bahasa mereka dengan murka.
" Jenderal, mereka semakin berani."
" Benar. Perintahkan yang lain untuk bersiaga."
" Baik jenderal." Lalu bergerak meninggalkan tempat itu, mencari keberadaan Qing Ruo dan rombongannya.
***
Di tempat lain.
Zhiliao Gu dan rombongannya terus bergerak keluar dari hutan gelap itu dengan gembira.
" Untung saja kita bertemu dengan tuan muda Qing Ruo. Jika tidak, mungkin kita akan berada dihutan gelap ini dalam waktu yang cukup lama," ucap Zhiliao Tang Ye dengan gembira.
" Benar, ini semua karena ide saudara Gu. Dan sebelum tuan Muda Qing Ruo juga mengatakan ingin mengunjungi klan."
" Benar, ini adalah keberuntungan kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan mereka," ucap Zhiliao Gu sambil terus bergerak meninggalkan hutan tersebut.
__ADS_1
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan rombongannya terus bergerak memasuki hutan gelap.
" Penguasa, kita sudah memiliki tiga inti jiwa hewan buas tingkat tinggi, apakah penguasa akan segera menggunakannya?" Tanya Long Chen berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
" Sebenarnya aku sangat ingin segera naik tingkat, karena jujur saja dalam pertempuran sebelumnya aku begitu kewalahan. Tunggu hingga kita menemukan tempat yang aman untuk beristirahat."
" Baik Penguasa. Tapi bagaimana dengan tuan Yanshi Gong?"
" Tenanglah, mengenai itu aku ada ide."
" Baik." Sambil terus bergerak.
Setelah bergerak sejauh dua puluh kilometer, mereka kembali merasakan kehadiran beberapa aura hewan gelap yang bergerak secara berkelompok.
" Sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran kita," ucap Yanshi Gong.
" Aku rasa demikian," ucap Qing Ruo menanggapi.
" Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?"
" Terus bergerak. Kita akan memastikan situasinya terlebih dahulu. Jika kita mampu menghadapi mereka, maka kita serang saja jika tidak, maka kita harus bergerak mundur, mencari jalan lain yang dapat kita lewati."
" Baik," ucap Yanshi Gong terus bergerak memimpin rombongan itu mendekati gerombolan hewan gelap yang ada di depan mereka.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya melihat lima belas ekor semut hitam raksasa, yang terlihat sedang berjaga di tempat itu.
" Semi abadi tingkat enam hingga tingkat tujuh. Tuan muda, apakah kita akan....." ucap Yanshi Gong ragu.
" Kita harus mencobanya. Jika gagal kita pergi," ucap Qing Ruo sambil bersiap-siap, membuat Yanshi Gong hanya bisa mengangguk kepalanya.
" Lalu apa rencana tuan muda?"
" Serahkan mereka padaku. Tugas tetua, berjaga dan mengawasi situasi serta membuat pengalihan."
" Baik," jawab Yanshi Gong lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Ling Chen, bantu dan awasi tetua Yanshi Gong."
" Tapi penguasa..." ucapnya dengan ragu.
" Tenanglah," ucap Qing sambil tersenyum santai.
" Baik," jawab Long Chen dengan wajah ragu, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah Long Chen bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhus...swhus....." sosok Long Yu Wei, Long Fu dan Long Qe muncul di tempat itu.
" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.
" Lihatlah," ucap Qing Ruo menunjukkan kelima belas semut raksasa yang berada tiga ratus meter di depan mereka.
" Penguasa, apakah kita akan menyerang semut tersebut?"
" Benar. Long Fu, Long Ge, bantu aku menjaga segel," ucapnya pada kedua naga perak yang sudah berada di tingkat tujuh tersebut.
" Lalu aku penguasa?" tanya long Yu Wei dengan penuh semangat.
" Membunuh mereka dengan cepat. Apakah kamu siap?"
" Baik. Serahkan saja padaku."
" Bergerak," ucap Qing Ruo.
" Swhus... Swhus...." Sosok Qing Ruo dan rombongan, bergerak mendekati pasukan semut hitam raksasa tersebut, sambil melepaskan tembakan Cakram Langit Ling.
" Swhuss... swhus...." Cakram emas itu membelah diri, menjadi jutaan cakram emas kecil lainnya, lalu membentuk kubah raksasa, menyegel seluruh kawasan itu.
__ADS_1