Sang Penguasa

Sang Penguasa
259. Informasi Dari Murid Klan Xia.


__ADS_3

Di tepi danau es hitam.


Qing Ruo dan rombongan dapat melewati malam di tempat itu dengan tenang. Menjelang pagi, Qing Ruo mengakhiri berkultivasinya, menatap Mayi Gui dan Mao Bing yang berada di tempatnya tanpa bergeming sedikitpun.


" Penguasa...." Menyapa Qing Ruo dengan hormat.


" Aku akan melanjutkan perjalanan. Kalian berdua kembalilah." Sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Tapi penguasa....."


" Bergerak dengan jumlah banyak orang, itu akan menarik perhatian. Lagi pula bukankah aku dapat langsung memanggil kalian?"


Mayi Gui dan Mao Bing hanya bisa menganggukan kepalanya.


" Baik penguasa...." Lalu memasuki pusaran angin biru keemasan yang muncul di hadapan mereka.


Setelah Mayi Gui dan Mao Bing kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo tidak langsung meninggalkan tempat itu, tetapi menikmati minumannya dengan tenang, sambil menunggu hari benar-benar terang.


" Tempat ini sangat tenang dan aman. Itu berarti sosok yang dirumorkan di dalam danau es hitam itu benar-benar ada," batinnya, sambil menyesap minumannya dengan tenang.


Pada saat hari telah benar-benar siang, Qing Ruo lalu mengemas tenda tersebut, dan bergerak meninggalkan tempat itu.


" Swhus... swhus...." sosoknya bergerak meninggalkan tempat itu.


Pada saat Qing Ruo bergerak pergi, lima sosok yang merupakan murid klan Xia yang sedang mengawasi kawasan danau Es Hitam, tiba di tempat itu, menatap kepergian Qing Ruo dengan tajam.


" Semi abadi tingkat enam tahap menengah. Sangat berani...." Menatap kepergian Qing Ruo dengan penasaran.


" Saudara benar, dia bahkan berani berkeliaran seorang diri di tempat ini. Apakah dia mata-mata?"


" Itu tidak mungkin, namun aku yakin dia pasti orang luar yang tidak tahu kawasan ini." Sambil bergerak mengejar Qing Ruo.


" Saudara, apakah kita akan menangkapnya?"


" Tentu saja, tugas kita adalah untuk mengawasi, memeriksa dan memastikan keamanan wilayah ini." Sambil terus bergerak.


" Baik."


****


Di tempat lain.


Qing Ruo yang terus bergerak meninggalkan kawasan Danau Es Hitam dengan tenang, tiba-tiba merasakan kehadiran lima aura Semi abadi tingkat tujuh tahap menengah bergerak mengikutinya.


Karena tidak ingin terus-menerus di ikuti, Qing Ruo lalu berhenti, menunggu kelima sosok yang mengikutinya tersebut dengan tenang.


" Saudara, aku tahu kalian mengikutiku. Jika ada yang perlu dibicarakan, mari kita bicarakan dengan baik," ucapnya dengan hormat.


Kelima murid klan Xia yang tidak menyangkal keberadaan mereka diketahui oleh Qing Ruo, tampak begitu terkejut.

__ADS_1


" Saudara...." Saling berpandangan.


" Sebaiknya kita temui saja," ucap pemimpin kelompok, lalu bergerak menghampiri Qing Ruo.


" Swhus... swhus..." sosok mereka muncul di hadapan Qing Ruo.


" Saudara," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan ramah dan hormat.


" Saudara, kami murid Klan Xia, dan sedang mengawasi tempat ini," ucap pemimpin kelompok memperkenalkan diri dengan hormat.


" Klan Xia? Kebetulan sekali...." Qing Ruo membatin.


" Saudara Aku Yin Ruo, sebelumnya aku beristirahat di tepi danau es hitam, dan sekarang akan kembali ke klan," ucapnya sambil memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuanya dengan ramah.


" Tuan, identitas," ucap pemimpin kelompok itu ragu.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, lalu menujukan lencana Klan milik Yin Gan.


" Tuan muda, sebaiknya tinggalkan tempat ini," ucap pemimpin kelompok dengan serius.


" Saudara, apakah ada yang salah? Bukankah klan Xia masih menjadi bagian dari klan Yin?" tanya Qing Ruo berpura-pura.


" Tuan muda, Patriark klan Shi, Shi Thong telah menempatkan pasukan elitnya di kawasan ini." Berbicara melalui telepati.


" Apa yang mereka lakukan! Apakah mereka telah menguasai tempat ini?" Dengan wajah serius.


" Tuan muda, kekisruhan internal klan yang semakin memanas dan situasi ini dimanfaatkan oleh klan Shi untuk menancap taringnya, bahkan pada setiap wilayah yang berada di bawah naungan klan Yin, dengan tujuan mengakuisi wilayah tersebut sebelum diambil oleh klan Jin."


" Untuk menghindari pertumpahan darah, Patriark Xia Mo dengan terpaksa bekerjasama dengan mereka, namun dalam hati kami, Shen Guoshi Yin tetaplah tuan kami, tuan muda." Pemimpin kelompok tersebut menjelaskan.


Qing Ruo menanggukkan kepalanya.


" Prajurit, terima kasih. Jika demikian aku harus segera kembali ke klan." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Baik tuan muda, berhati-hatilah," ucap prajurit tersebut dengan hormat, menatap kepergian Qing Ruo dengan penuh harap.


" Swhus... swhus...." Sosoknya bergerak meninggalkan para murid klan Xia tersebut.


" Semoga Klan besar dapat keluar dari kekacauan ini." Membatin pelan, lalu membawa rombongannya bergerak mengawasi kawasan tersebut.


***


Di tempat lain.


Qing Ruo terus bergerak, meninggalkan kawasan danau Es Hitam.


Dua puluh lima kilometer kemudian, Qing Ruo lalu bergerak dengan perlahan.


" Swhus..." sosok elang perak keluar dari dalam dunia jiwa.

__ADS_1


" Ying Yin, terus bergerak," ucap Qing Ruo sambil duduk di atas punggung elang perak tersebut.


" Baik Penguasa." Bergerak dengan perlahan.


***


Di tempat lain.


Dua hari kemudian menjelang malam.


Kota Gu Lu, kota kecil yang berada 100 kilometer dari wilayah terlarang gunung Langit Yin.


Mayi Xian dan Mayi Cao yang berada di sebuah kedai sederhana di kota itu, menikmati minumannya berbincang-bincang santai, sambil mendengar percakapan para tamu yang ada di tempat itu.


" Saudara, sepertinya ini adalah akhir dari era kekuasaan Shen Guoshi Yin," ucap seorang pemuda sambil menyesap minumannya.


" Saudara, klan kuno tetaplah klan kuno. Kita tidak pernah tahu rahasia mereka dengan jelas, karena selama ini kita hanya mendengar isu, lagipula siapa yang sudah pernah datang ke klan itu lalu keluar?"


" Saudara benar, bisa saja ini adalah ide mereka...."


" Maksud saudara?"


" Membiarkan musuh memancing di air yang keruh...." ucap pemuda tersebut dengan serius, membuat perbincangan itu semakin hangat.


Di sudut ruangan, Mayi Xian dan Mayi Cao dengan tenang menyesap minumanya sambil menyimak percakapan tersebut.


" Saudara, ini sudah lima hari sejak saudara Hu Yan Lan melaporkan bahwa mereka telah bergerak meninggalkan gunung Ping Xie...." ucap Mayi Xian.


" Tenanglah, jika terjadi sesuatu, penguasa dan saudara yang lain pasti menghubungi kita," ucap Mayi Cao.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat dari pusat kota, menggetarkan tempat itu.


" Apa yang terjadi?" Semua orang bertanya dengan heran, sambil berhamburan keluar dari kedai tersebut.


" Swhus... Swhus...." Puluhan para pendekar bergerak menjauh dari pusat kota tiba di kedai tersebut.


" Suadara, ada apa?" tanya Mayi Xian dengan penasaran.


" Shen Guoshi Yin menyerang kota," jawab pemuda tersebut lalu bergerak pergi.


" Saudara tunggu. Mengapa mereka menyerang kota? Bukankah kota Gu Lu berada di bawah kekuasaan mereka?"


" Saudara, kami tidak tahu. Namun yang pasti segera tinggalkan tempat ini, atau kita juga akan terkubur di dalamnya," jawab pemuda tersebut lalu bergerak pergi tanpa menggubris Mayi Xian dan Mayi Cao.


" Saudara, mereka telah bergerak, apa yang harus kita lakukan?" tanya Mayi Cao.


" Kita telah berjanji pada penguasa akan bertemu di kota ini, kita akan menunggu," jawab Mayi Xian sambil mencari tempat perlindungan.


" Baik," ucap Mayi Cao, bergerak menjauh dari pusat kota.

__ADS_1


🙏🙏1 bab 🙏🙏


__ADS_2