
Setelah para pemuda itu pergi, Qing Ruo lalu bergerak menuruni tangga sepanjang lima ratus meter itu dengan tenang.
Setelah mendapat pengakuan sebagai murid dan bagian dari klan Shen Guoshi Shenghuo, aturan ruang dan waktu yang mengikat kekutan, kini tidak lagi bekerja padanya.
Sambil menuruni tangga yang sudah berada di atas awan itu santai, matanya yang tajam mengawasi tempat itu dengan seksama. Tiba-tiba Qing Ruo melihat tiga sosok ular hijau mata emas yang pernah menyerangnya berada tidak jauh dari tangga emas tersebut.
" Kebetulan sekali," batinnya lalu mempercepat langkahnya.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di dasar tangga. Dengan kekuatan Semi abadi tingkat enam tahap menengah, Qing Ruo bergerak mendekati ketiga ular yang sepertinya sedang bersembunyi di tempat itu.
" Swhuss.... swhus...." sosoknya muncul di hadapan ketiga ular hijau mata emas tersebut.
" Apakah kalian masih mengenalku?" tanya Qing Ruo mengejutkan ketiga ular tersebut.
" Tu-tuan, kami...." Ucap ular itu terbata.
" Apakah kalian masih ingin pergi lagi!" Dengan tatapan tajam.
" Ti-tidak berani, tuan ..."
" Lalu apakah kalian masih ingin hidup dan tinggal di wilayah ini?"
" Be-benar tuan.... "
" Jika demikian aku tugaskan kalian untuk menjaga di wilayah dalam dan melarang siapapun yang memasuki tempat ini, tapi ingat! Jangan mempermainkan nyawa orang lain."
" Baik tuan, tapi apakah kami boleh membunuh mereka?"
" Usir saja. Jika mereka bersikeras maka pilihan terakhir bunuh saja. Dan ini berlaku untuk semua hewan buas yang ada di tempat ini, sampaikan pada mereka..."
" Baik tuan...."
" Kebetulan aku ingin keluar dari gunung, aku juga ingin kalian bergerak mengawasi tempat ini," ucap Qing Ruo sambil melompat ke atas punggung salah satu ular tersebut dengan santai.
" Baik, tuan." Lalu bergerak meninggalkan tempat itu dengan tenang.
Di sepanjang tempat, Qing Ruo melihat puluhan sosok hewan ilusi yang muncul dari kekuatan cahaya, berjaga di tempatnya masing-masing.
" Ternyata selama ini guru Zhuanjia dan guru Congming mengajarkan orang-orang yang ingin mempelajari tanda suci dengan kemunculan hewan ilusi ini, tapi bagaimanapun juga, belajar tanpa petunjuk benar-benar menguras pikiran dan pemahaman," batinnya.
Di sepanjang jalan, ketiga ular itu terus bergerak dengan tenang, sambil melepaskan aura kekuatan puncak mereka, membuat orang-orang yang ada di kawasan itu berhamburan pergi menyelamatkan diri.
" Lihat bagaimana mereka pergi. Kalian cukup kepung mereka, lalu arahkan ke pintu keluar," ucap Qing Ruo.
" Ba-baik tuan muda."
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di tanah lapang dengan dua pilar batu hitam yang terlihat seperti batu bernyawa yang pernah Qing Ruo jumpai sebelumnya.
" Sudah sampai, tuan muda," ucap ular itu dengan hormat.
" Baik, kalian kembalilah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Baik, tuan muda." Lalu bergerak perlahan meninggalkan tempat itu.
Setelah ketiga ular itu pergi, Qing Ruo lalu melewati kedua pilar batu hitam itu, lalu lenyap di dalamnya.
" Swhus...." sosoknya muncul di dinding gunung, tempatnya memasuki gunung Ping Xie sebelumnya.
" Penguasa...." Ucap Hu Yan Lan menyambut kedatangannya dengan hormat.
" Hu Yan Lan, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Qing Ruo senang, sambil menatap Hu Yan Lan dengan penuh selidik.
" Seperti yang penguasa lihat," Jawabnya dengan bahagia.
" Syukurlah, lalu apakah ada masalah?"
Hu Yan Lan menganggukan kepala, lalu menjelaskan kemunculan orang-orang dari klan Jin yang ingin mengusiknya.
" Tapi Penguasa tenang saja, karena para tetua klan Jin itu sedikit lebih bijaksana, tidak seperti tuan muda mereka yang terlihat cerdas tapi bodoh," ucapnya santai, membuat para murid klan Jin yang mendengar perbincangan itu merasa kesal.
Pada saat mereka sedang bergerak meninggalkan kawasan itu, tiba-tiba beberapa pemuda dari klan Jin itu, bergerak menghampirinya.
" Kamu!" ucap Hu Yan Lan dengan tatapan tajam.
" Tetua, kami hanya ingin bertanya dengan tuan muda Anda," ucap sang pemuda dengan hormat.
" Hu Yan Lan," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik, tuan muda." Lalu bergerak mundur.
" Tuan muda, silakan," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Tuan, kami telah kehilangan beberapa saudara kami, apakah tuan melihat jasad mereka?"
" Maksud tuan muda?" tanya Qing Ruo berpura-pura tidak tahu.
" Tuan, sebelumnya saudara kami
memanggil bantuan dan melaporkan bahwa mereka diserang oleh seorang pemuda dan seorang tetua," ucap pemuda tersebut menatap Hu Yan Lan dengan tajam.
" Kamu!" ucap Hu Yan Lan memelototi pemuda tersebut.
__ADS_1
Qing Ruo yang tidak ingin membuat kekacauan di tempat itu meminta Hu Yan Lan untuk tetap tenang.
" Tuan muda, maaf aku tidak tahu. Namun yang pasti, gunung ini sangat luas dan berbahaya, jadi siapapun bisa terbunuh," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Baik tuan, terima kasih," ucap pemuda tersebut sambil menangkupkan tangan dengan hormat.
" Baik, kami pergi dulu," ucap Qing Ruo lalu membawa Hu Yan Lan meninggalkan tempat itu.
" Penguasa, bocah-bocah dari klan Jin ini sangat menjengkelkan," ucap Hu Yan Lan kesal, berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
" Hu Yan Lan, tenanglah. Sebisa mungkin kita tidak boleh melakukan pertempuran di tempat ini," ucap Qing Ruo menenangkan.
" Tapi penguasa, mengapa demikian?"
" Hu Yan Lan, pertama kita harus menghormati kediamanan orang lain, karena walaupun terlihat seperti gunung mati, tetapi gunung ini masih berpenghuni. Selain itu, di dasar puncak gunung Ping Xie ada artefak suci yang sangat menakutkan sedang memulihkan diri, dan aku tidak ingin mengganggu proses pemulihannya," jawab Qing Ruo membuat Hu Yan Lan semakin bergitu penasaran.
" Jadi penguasa?"
" Apakah kamu masih ingat lencana giok hijau polos sebelumnya?'
" Ingat penguasa...."
" Itu adalah lencana klan Shen Guoshi Shenghuo. Selain menjadi anggota klan, aku juga murid langsung yang abadi guru Shenghuo Zhuanjia dan guru Shenghuo Congming," ucap Qing Ruo, membuat Hu Yan Lan hampir terjatuh karena begitu terkejut.
" Yang abadi....?"
" Benar, apakah ada yang salah dengan hal itu?"
" Aku tidak pernah menyangka jika anggota klan yang tersisa bahkan sudah berada di tingkat abadi. Sangat mengerikan."
" Aku juga tidak menyangka akan bertemu mereka," ucap Qing Ruo dengan gembira.
" Lalu apakah penguasa berhasil memasuki istana yang berada di atas awan itu?"
" Benar, istana segel suci Shenghuo. Itu adalah tempat terlarang bagi mereka yang bukan anggota klan. Tanpa lencana giok hijau tidak ada seorangpun yang dapat memasuki tempat itu," jawab Qing Ruo menjelaskan, membuat Hu Yan Lan terkagum-kagum.
" Perjalan ke gunung Ping Xie benar-benar perjalanan yang luar biasa. Penguasa, selamat...." menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Terima kasih..." ucap Qing Ruo dengan santai.
Setelah bergerak sejauh lima puluh kilometer dari gunung tersebut, Qing Ruo lalu berhenti sejenak untuk memanggil Ying Yin dari dunia jiwa, namun belum sempat dirinya mengeluarkan elang perak itu, tiba-tiba beberapa aura yang sangat kuat, bergerak mendekati mereka.
" Penguasa, mereka lagi...." ucap Hu Yan Lan yang kini sudah tidak bisa menahan diri.
" Tetap tenang," ucap Qing Ruo dengan santai, sambil berdiri menunggu kelompok yang bergerak menghampirinya dengan niat membunuh.
__ADS_1