Sang Penguasa

Sang Penguasa
286. Perbincangan Bersama Yin Rongyou 1.


__ADS_3

Di dalam kamar.


Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu dengan mantra formasi perlindungan tingkat tinggi. Setelah memastikan bahwa tempat itu benar-benar telah tersegel, Qing Ruo lalu mengeluarkan Hu Yan Lan dan Long Chen dari dalam dunia jiwa.


" Swhus... swhus..." sosok mereka berdua muncul di hadapan Qing Ruo.


" Penguasa," ucap mereka berdua menyapa Qing Ruo dengan hormat.


" Hu Yan Lan, Long Chen, saat ini kita sudah berada di dalam kawasan gunung langit Yin, tepatnya puncak Dong Yin," ucap Qing Ruo menjelaskan tempat itu dengan rinci, sambil mengembalikan lencana giok putih milik Hu Yan Lan.


Hu Yan Lan dan Long Chen yang mendengar penjelasan  Qing Ruo, tampak begitu terkagum-kagum.


" Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan," ucap Hu Yan Lan dengan takjub.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Kawasan luar memang sangat ketat, aku bahkan telah menguji pengawasan di wilayah tersebut," ucap Qing Ruo menjelaskan tindakannya yang sebelumnya dengan sengaja membuat keributan di kawasan luar gunung tersebut dengan rinci. Selain itu, Qing Ruo juga  menjelaskan situasi di klan Yin yang kini benar-benar telah berubah. 


" Walaupun Gunung Langit  Yin adalah kediamanan Klan Yin, tetapi status tempat ini telah berubah menjadi sekte. Selain itu, ternyata ada banyak semi abadi tingkat sembilan," ucap Qing Ruo mejelaskan, membuat Hu Yan Lan dan Long Chen terngaga.


" Lalu penguasa, bagaimana dengan rencana kita?"


" Rencana akan tetap berjalan. Kita akan bergerak setelah aku selesai melakukan penyelidikan," ucap Qing Ruo.


" Baik penguasa..."


Setelah berbincang-bincang sejenak di tempat itu, Qing Ruo lalu memasuki dunia jiwa. 


" Swhus ...." sosoknya lenyap dari pandangan Hu Yan Lan dan Long Chen, menyisakan bola emas mengambang  yang melindungi cahaya biru kemasan yang merupakan cahaya Dunia jiwa.


" Saudara mengenai perubahan informasi ini, apa yang harus kita lakukan?" tanya Hu Yan Lan dengan serius.


" Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi  kemungkinan yang akan terjadi. Mengenai rencana dan pergerakan, kita serahkan sepenuhnya pada Penguasa..." jawab Long Chen dengan serius.


" Baik," ucap Hu Yan Lan lalu berjaga di tempat itu.


***


Di atas langit kediaman Yin Rongyou. 


Xu Mubai dan Ding Dugong yang ditugaskan mengawasi Qing Ruo di tempat itu,  tampak begitu terkejut saat aura Qing Ruo yang telah mereka tandai, tiba-tiba lenyap dari pengawasannya.


" Saudara auranya  telah lenyap dari tempat itu," ucap Ding Dugong dengan wajah serius.


" Aku juga merasakan hal yang sama. Saudara, mengenai hal ini apakah  kita juga akan  melaporkannya pada guru?" tanya Xu Mubai.


" Aku juga bingung, tapi untuk memastikannya kita tunggu saja dulu," jawab Ding Dugong.


" Baik," ucap Xu Mubai dengan serius.


****


Di dalam dunia jiwa.


" Swhus ...." sosok Qing Ruo muncul istana emas.


" Gege," ucap Qing Ling menyambut kedatangannya dengan hangat.


" Ling er," ucapnya menghampiri Qing Ling dan memeluknya dengan erat.


" Apakah kita sudah di gunung langit Yin?" tanya Qing Ling sambil melepas pelukannya,  menatap Qing Ruo dengan penasaran.


Qing Ruo menganggukan kepalanya lalu menceritakan dirinya, mulai saat memasuki kawasan gunung langit Yin, tindakannya  yang menguji  kekuatan klan Yin serta perubahan yang terjadi di klan itu, hingga dirinya berada di puncak Dong Yin.


Qing Ling menganggukan kepalanya.


" Berhati-hatilah," ucapnya dengan lembut.

__ADS_1


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Tenanglah," ucapnya dengan lembut, sambil memohon izin untuk mengganti pakaiannya.


" Baik," ucap Qing Ling dengan lembut sambil menatap kepergian Qing Ruo ke kamar mandi dengan senyumnya yang manis.


****


Di dunia luar.


Yin Rongyou yang sedang menyiapkan makanan di kejutkan dengan kedatangan seorang tetua yang dikawal oleh dua murid elit.


" Tetua Dalu," ucap Yin Rongyou menyambut kedatangan sosok itu  dengan hormat.


" Rongyou, kami telah menerima laporanmu, dan tujuan kedatangan kami adalah untuk memanggil Yin Gan untuk menghadap wakil pemimpin puncak," ucap tetua tersebut menjelaskan tujuan kedatangannya.


" Tapi tetua, saudara Yin Gan sedang beristirahat," jawab Rongyou yang menjelaskan situasi Qing Ruo yang sepanjang mala  berada di luar kediamanannya.


" Jika demikian, kami tunggu dua jam lagi. Mohon sampaikan padanya," ucap tetua itu dengan ramah.


" Baik tetua, terima kasih," ucap Rongyou dengan hormat.


Setelah menyampaikan tujuan kedatangannya, tetua tersebut lalu meninggalkan tempat itu.


Setelah tetua itu pergi, Yin Rongyou lalu menemui Qing Ruo yang berada di dalam kamarnya.


****


Di dunia jiwa.


Qing Ruo yang telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya menemui Qing Ling yang sedang mengasuh Qing Lian An.


Pada saat dirinya hendak berbincang-buncang santai, tiba-tiba Hu Yan Lan yang sedang berjaga di dunia luar melaporkan bahwa seseorang sedang mendekati ruangannya.


" Ling er, seseorang sedang mendekati kamar ini," ucapnya sambil mengecup kening Qing Ling dan kening Qing Lian An dengan lembut.


" Gege, berhati-hatilah," ucapnya dengan lembut.


Setelah berpamitan, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.


"Swhuss...." sosoknya muncul di dalam kamarnya.


" Penguasa," ucap Hu Yan Lan dan Long Chen dengan hormat.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil meminta mereka kembali ke dalam dunia jiwa.


Tidak lama berselang setelah Hu Yan Lan dan Long Chen kembali ke dalam Dunia Jiwa, Yin Rongyou tiba di depan pintu kamarnya.


" Saudara," ucapnya memanggil Qing Ruo dengan hormat.


" Ya," ucap Qing Ruo sambil membuka pintu kamarnya.


" Saudara, maaf menganggangu. Baru saja tetua Dalu datang, meminta saudara untuk menemui pemimpin puncak dua jam lagi," ucapnya.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan hormat.


" Baik, kebetulan makanan telah siap," ucapnya.


" Baik," jawab Qing Ruo lalu keluar dari ruangannya, mengikutiku sosok ramah tesebut dengan tenang.


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di ruang makan, membuat Qing Ruo terkagum-kagum.


" Saudara, apakah ada yang salah?" tanya  Yin Rongyou   dengan heran.


" Makanan ini banyak sekali," jawab Qing Ruo.


Yin Rongyou terseyum tipis. " Aku sudah yakin saudara Yin Gan sudah lama tidak melihat hal ini,"  ucapnya sambil mempersilakan Qing Ruo menempati kursi yang tersedia.

__ADS_1


" Saudara, silahkan," ucapnya mempersilakan Qing Ruo dengan ramah.


" Saudari, terima kasih." Sambil meraih makanan itu dan mulai menikmatinya.


" Ini benar-benar nikmat," ucap Qing Ruo,  membuat Yin Rongyou terkekeh kecil.


" Jika demikian silakan dinikmati," ucapnya dengan penuh kehangatan.


Sambil menikmati makan itu, Qing Ruo lalu mengeluarkan arak rumput kristal yang di racik dengan buah abadi.


" Saudari." Sambil memberikannya pada Yin Rongyou.


" Saudara, arak apa ini?"


" Coba saja," jawab Qing Ruo sambil menikmati makanannya.


Dengan tenang, Yin Rongyou lalu menuangkan minuman itu pada gelasnya dan menyesapnya dengan perlahan.


" Sauadara, ini nikmat sekali," ucapnya dengan wajah serius mengejutkan Qing Ruo yang sedang mengunyah makanannya.


" Saudari, aku secara tidak sengaja menemukannya di sebuah restoran mewah yang berada di kawasan perbatasan utara," ucap Qing Ruo sambil menikmati makanannya dengan berbincang-bincang santai.


*****


Di atas langit kediaman Yin Rongyou.


Ding Dugong dan Xu Mubai yang sebelumnya kehilangan aura Qing Ruo kini  merasakan kehadirannya kembali.


" Hal ini terlihat begitu sederhana, tetapi sulit untuk dijelaskan," ucap Xu Mubai.


" Benar, kemampuannya yang menghilangkan jejaknya benar-benar luar biasa," ucap Ding Dugong dengan serius.


*****


Di dalam kediamanan Yin Rongyou.


Qing Ruo dan Yin Rongyou yang telah selesai menikmati makanannya, lalu melanjutkan perbincangan santai mereka di ruang tamu.


" Saudara, banyak hal telah berubah. Klan kini telah menjadi sekte rahasia, dan itu semua setelah Pangeran Zuo menjadi abadi," ucap Yin Rongyou, membuat Qing Ruo hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.


" Zuo, bocah itu..." berbicara melalui telepati.


" Benar, kami bahkan  tidak tahu bagaimana dia melakukannya," ucap Yin Rongyou dengan serius.


" Lalu bagaimana dengan tetua Xie?"


Yin Rongyou menggelengkan kepalanya.


" Tetua saat ini ada di dalam penjara terlarang Es Hitam. Tidak hanya tetua Xie, tetapi banyak tetua lainnya yang juga dimasukkan ke dalam penjara," jawabnya dengan sedih.


Qing Ruo terdiam, menatap gadis cantik itu dengan serius.


" Selain Pangeran Zuo, siapa lagi yang telah menjadi abadi?"


" Pemimpin kubu selatan, Pangeran Bei," jawab Yin Rongyou lirih.


" Lalu bagaimana dengan patriark Quan?"


" Patriark Quan tetap menjabat sebagai seorang patriark, tetapi itu hanya formalitas saja, karena yang berkuasa di gunung Langit Yin saat  ini adalah Pangeran  Zuo di kubu timur dan Pangeran Bei di kubu selatan. Adapun kubu barat bergabung dengan kubu selatan, dan kubu Utara bergabung dengan kubu timur."


" Tapi bagaimana Tetua Jue  bisa bergabung dengan kubu timur?" tanya Qing Ruo dengan heran.


" Dia lah yang menghasut Pangeran Zuo untuk menangkap tetua Xie," jawab Yin Rongyou dengan bibir bergetar.


Qing Ruo menanggukkan kepalanya.


" Aku mengerti, ternyata tatapan kebencian para murid padaku sebelumnya karena alasan itu, lalu bagaimana dengan saudari bisa bebas sedangkan...."  Menjeda kata-katanya.

__ADS_1


Yin Rongyou yang memahami maksud Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Saudara aku tidak memiliki pilihan selain mengaku setia pada pangeran  Zuo," ucapnya lirih.


__ADS_2