
Di hadapan Yin Zuo yang begitu murka, Jin Kong yang sebenarnya tidak berani melakukan provokasi tersebut berusaha tetap bersikap tenang dan menujukan dominasinya, sedangkan Yin Zuo masih menahan diri dan begitu waspada pada Jin Kong karena kekuatan serangan yang digunakan untuk menyerang Yin Bei sebelumnya.
" Jika kamu memang kuat, mengapa untuk membunuh seorang Yin Bei saja harus begitu lama?" ucap Jin Kong memprovokasi.
" Badj***n! Itu karena aku ingin bermain-main terlebih dahulu," jawabnya dengan kesal.
" Pangeran, bermain-main itu hanyalah pekerjaan anak kecil, apakah Anda..." Menjeda kata-katanya menatap wajah Yin Zuo yang kini telah merah padam.
" Jika memang hebat, aku ingin melihat kamu membunuhnya dengan serangan tunggal," ucap Jin Kong memprovokasi.
" Kamu...!" ucap Yin Zuo sambil mengedarkan kekuataan puncaknya, membuat Yin Bei yang berpura-pura terluka itu semakin panik.
" Swhuss..." lingkaran kekuatan yang ada di belakang punggung Yin Zuo melepaskan kekuatan gelap yang begitu luar biasa.
" Jika aku dapat membunuhnya dengan serangan tunggal, lalu apa yang aku peroleh?" Dengan serius.
" Buktikan dulu. Jika kamu dapat membunuhnya maka aku akan menghancurkan tingkat kekuatanku hingga ke tingkat pendekar spirtual, jika gagal, maka Aku akan menamparmu hingga seratus kali, bagaimana?" tanya Jin Kong memprovokasi.
Di luar perisai pertahanan, Yin Baohu dan pasukannya menatap kemunculan sosok bertopeng perak itu dengan penasaran.
" Saudara, apakah dia Patriark..." ucap Yin Zhanshi Zhe berusaha untuk mengenali sosok itu, namun gagal.
" Saudara, aku juga tidak tahu," ucap Yin Baohu yang juga begitu penasaran, Berharap sosok itu adalah Yin Quan.
Di saat Yin Baohu dan rombongannya sedang mendiskusikan kemunculan Jin Kong, di dalam Segel perisai pertahanan, Yin Zuo sudah menyepakati perjanjiannya dengan Jin Kong yang kini telah bersiap untuk melepaskan serangan terkuatnya.
" Yin Bei, mari kita akhiri pertarungan ini," ucapnya sambil mengerahkan seluruh kekuatannya.
" Swhuss.... swhuss...." lingkaran kekuatan yang berada di belakang punggungnya menghisap kekuatan gelap yang ada di kawasan Gunung Langit Yin dengan ekstrem, sedangkan Yin Bei yang juga tidak ingin mati oleh serangan itu juga mempersiapkan dirinya.
Tidak jauh dari kedua sosok yang akan bertempur itu, Jin Kong yang begitu tenang dengan diam-diam mengedarkan seluruh kekuatan puncakya, sambil mengeluarkan tombak api hitam, yang merupakan pusaka klan Jin.
Di balik perisai ilusi.
Qing Ruo dengan diam-diam melepaskan mantra formasi ilusi untuk mempengaruhi penglihatan Yin Zuo.
" Yin Zuo jika kamu tidak dapat membunuhnya dalam satu serangan tunggal, maka aku yang akan melakukannya," ucap Jin Kong memprovokasi.
" Bad***n! Kamu terlalu meremehkanku. Lihat saja bagaimana aku akan melakukannya..." Sambil bergerak ke arah Yim Bei.
" Mati!" Teriaknya sambil melepaskan pukulan puncaknya.
__ADS_1
Dalam hitungan detik, seluruh kekuatannya seperti terhisap lalu melesat menyerang Yin Bei yang tampak kebingungan, bersamaan dengan melesat tombak Api Hitam milik Jin Kong.
" Dhuar...." Ledakan maha dahsyat bergema, mengguncang kawasan itu dengan hebat, menghancurkan perisai perlindungan yang dibuat oleh Yin Baohu dan rombongannya.
" Swhuss... swhuss...." Yin Baohu dan rombongannya terlempar ke berbagai arah bersamaan dengan terlemparnya sosok Yin Zuo dengan punggung tertancap Tombak Api Hitam.
" Argh...." Teriaknya murka sambil berusaha melepaskan tombak Api Hitam yang langsung menghisap dan menyegel kekuatannya.
" Swhuss...." sosok Yin Bei yang selamat dari serangan tunggal Yin Zuo itu melesat melepaskan tembakan bola cahaya yang langsung menghantam tubuh Yin Zuo dengan telak.
" Dhuar...." Ledakan maha dahsyat sekali lagi bergema bersamaan dengan terlemparnya sosok Yin Zuo yang melesat seperti kilatan cahaya.
" Bad***n kalian menipu ku!" Teriaknya murka sambil memulihan diri dan melepaskan tombak Api Hitam, namun tiba-tiba lengkingan Phoneix bergema bersamaan kilatan tombak Petir berwarna hitam keemasan melesat, menyambut sosoknya yang masih terlempar tersebut.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema kembali melempar sosok Yin Zuo dengan keras.
" Argh.... Ka-kalian!" Teriak Yin Zuo kesakitan dengan murka.
" Swhuss... swhus...." sosok Qing Ruo yang tiba-tiba muncul dari kehampaan dengan tubuh transformasinya, melepaskan tembakan petir tanpa warna.
" Dhuar... dhuar...." Ledakan petir yang dapat membunuh Semi abadi tingkat sembilan tahap puncak itu menghantam sosok Yin Zuo dari berbagai arah.
" Argh...! Kamu hanya sampah!" Teriak Yin Zuo murka sambil bergerak ke arah Qing Ruo sambil melepaskan niat membunuh yang sangat kuat.
" Swhus..." cahaya kecil itu melesat dengan cepat bergerak menyerang sosok Yin Zuo yang hanya menyilang kedua tangannya.
" Sampah!" ucapnya tanpa menghindari serangan Qing Ruo yang melepaskan kekuatan aura Semi abadi tingkat sembilan itu dengan santai.
" Swhus...." cahaya biru keemasan yang dianggap remeh itu tiba-tiba menjadi tombak Emas Teratai Biru dan menembus perisai pertahanannya.
" Akh..." teriaknya kesakitan saat tombak itu menancap di dadanya.
" Mati!" teriak Qing Ruo dengan keras.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat yang melepaskan cahaya biru keemasan itu memghancurkan sosok Yin Zuo dan melempar bagian tubuhnya ke berbagai arah.
" Swhuss...." Jaring Emas dari cakram emas kecil muncul, mengurung kepala Yin Zui tersebut dan menyegelnya.
Dengan sisa kekuatannya yang terkuras oleh Tombak Emas Teratai Biru, Qing Ruo melesat meraih kepala tersebut dan menyimpannya.
__ADS_1
" Oh Tidak...." ucap Yin Bei dan Jin Kong bersamaan sambil bergerak menolong Qing Ruo yang telah kembali berubah dengan wujud aslinya yang tiba-tiba terjatuh.
" Saudara Ruo..." ucap Yin Bei panik, hendak meraih sosok Qing Ruo, namun tiba-tiba Qilin Api Hitam muncul dari kehampaan menyambut tubuhnya.
" Swhuss... swhus..." Sosok Yin Bei dan Jin Kong muncul di tempat itu.
" Saudara tenanglah, aku baik-baik saja," ucap Qing Ruo yang masih tersadar karena kehabisan tenaga itu, mencoba memulihkan kekuatannya.
" Tuan muda, apa yang terjadi?" tanya Jin Kong dengan wajah panik.
" Tombak cahaya.... " Jawab Qing Ruo sambil menunjuk Tombak Emas Teratai Biru yang masih mengambang di atas langit bersama tombak Api Hitam yang kini siap untuk saling menyerang, membuat Jin Kong segera menarik senjata pusakanya tersebut.
Setelah tombak Api Hitam lenyap, Tombak Emas Teratai Biru lalu bergerak menghampiri Qing Ruo dan memasuki tubuhnya.
" Swhuss...." Kekuatan Qing Ruo dengan perlahan mulai pulih kembali.
" Saudara Bei, Patriark waktunya mencari Yin Quan, aku akan segera ke puncak Nan Yin untuk menemui pangeran Yin Gang," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Baik," jawab Yin Bei dan Jin Kong secara bersamaan, bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah Yin Bei dan Jin Kong pergi, Qing Ruo lalu meminta Huo Mingzhi bergerak menuju puncak Nan Yin.
" Swhuss..." Sosok Qilin Api Hitam itu bergerak meninggalkan tempat tersebut.
***
Dari jauh, di tempat persembunyian. Yin Baohu, Yin Zhanshi Zhe beserta rombongan yang sebelumnya selamat dari ledakan maha dahsyat pertempuran kedua sosok abadi itu, masih mematung di tempatnya dengan mulut ternganga.
" Ba-bagaimana mungkin. Siapa kedua sosok itu..." ucap para murid itu dengan terbat.
" Sa-sangat kuat. Senjatanya bahkan mampu membunuh pangeran Yin Zuo tanpa sisa," ucap beberapa prajurit lainnya menimpali.
" Yin Zuo telah mati, itu artinya puncak timur di ambang kehancuran, dan ini adalah kesempatan kita untuk membuat perhitungan dengan Jue," ucap Yin Baohu dengan serius, membuyarkan lamunan Yin Zhanshi Zhe.
" Apakah itu artinya kita akan membantu kubu selatan?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius.
" Saudara, konsepnya tidak seperti itu, karena kita juga akan berperang melawan kubu Selatan. Yang kita lakukan adalah mempercepat akhir peperangan tersebut, lalu melanjutkan peperangan dengan kubu selatan, karena aku yakin, Bei, Xiolong dan yang lainnya, tidak akan melepaskan kita," jawab Yin Baohu menjelaskan.
" Saudara benar. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Zhanshi Zhe.
" Aku akan kembali ke puncak Zhu Yin dan saudara, bawa saudara Coi untuk segera pergi ke puncak Dong Yin. Habisi mereka yang ada di tempat itu tanpa sisa," jawab Yin Baohu, lalu membawa rombongannya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Baik," ucap Yin Zhanshi Zhe yang juga bergerak meninggalkan tempat itu.