
" Dhuar... dhuar...." Ledakan keras terus bergema dengan pukulan yang terus beradu.
" Badj***n mengapa bisa seperti ini," ucap Yin Lao Weida yang mulai kewalahan sambil melepaskan serangan puncaknya.
" Swhus...." Pukulan tapak hitam melesat kearah diding ruangan, dengan ledakan dahsyat yang terlihat seperti terpantul oleh kekuatan segel.
" Apa!" dengan mata terbelalak, saat melihat ratusan cakram emas kecil yang terlihat samar memperbaiki dinding yang terkena serangan tersebut dengan cepat.
" Kamu!" Ucapnya sambil bergerak mudur dan menghindar, namun tebasan kilat pedang Xue Luo menghentikan pergerakannya.
" Swhus..." Tubuhnya terlempar hingga menghantam dinding ruangan.
" Akh...." teriaknya kesakitan saat darah segar menyembur dari tangan kanannya yang terpotong.
" Argh... Bad***n. Siapa kamu sebenarnya dan apa tujuanmu datang kemari?" Menatap Qing Ruo dengan kemarahan menyala namun dalam keadaan tidak berdaya.
" Kamu tidak perlu tahu, karena hal itu juga tidak ada gunanya," ucap Qing Ruo santai sambil meraih cincin penyimpanan dari tangan Yin Lao Weida yang terpotong tersebut.
" Kamu...." teriakannya murka sambil memulihkan tangannya.
" Yin Lao Weida, apakah kamu masih ingin melawan? Apakah kamu sudah yakin tidak sayang dengan nyawamu yang sangat berharga itu..." ucap Qing Ruo dengan santai.
" Badj***n beraninya kamu mengertakku!" dengan kemarahan memyala.
" Sebelumnya aku hanya mencoba kekuatanku, apakah kamu benar-benar ingin mencobanya," ucap Qing Ruo sambil memeriksa cincin penyimpanan yang ada di tangannya dengan santai, membuat sosok paruh baya itu semakin kesal.
" Aku bukan anak kecil yang bisa kamu gertak!" ucapnya dengan murka, melesat menyerang Qing Ruo.
" Majulah!" Ucap Qing Ruo tanpa bergerak sedikitpun, sambil melepaskan segel ilusi yang menyamar keberadaan gerbang dimensi dunia jiwa yang ada di hadapannya.
" Mati!" teriak Qing Ruo berpura-pura bergerak ke arahnya.
" Swhus...." Sosok Yin Lao Weida tiba-tiba menembus perisai ilusi tersebut dan lenyap ke dalam dunia jiwa.
" Swhus... swhus..." sosok Hu Yan Lan dan Long Chen muncul di dalam ruangan itu.
" Penguasa..." ucap mereka berdua, menyapa Qing Ruo dengan hormat.
" Awasi tempat ini," ucap Qing Ruo dengan serius, lalu memasuki dunia jiwa.
" Baik penguasa " Dengan sikap hormat.
****
__ADS_1
Di dalam dunia jiwa.
" Swhus...." sosok Yin Lao Weida muncul di atas langit puncak gunung selatan dunia jiwa.
" Tempat apa ini. Apakah aku telah terlempar di kawasan emas," ucapnya dengan heran saat merasakan aura emas yang begitu luar biasa. Mata yang tajam lalu memeriksa tempat itu dengan seksama. Tiba-tiba matanya melihat Yin Gan dan rombongannya yang sedang memulihkan diri di bawah pohon persik raksasa.
" Kalian....!" Teriaknya murka, mengejutkan Yin Gan, Yin Rongyou dan Yin Xie yang sedang beristirahat di tempat itu.
" Lao Weida!" ucap Yin Xie yang juga tidak kalah terkejutnya, sambil berdiri bersama Yin Gan dan Yin Rongyou.
" Ternyata kalian bersembunyi di tempat ini. Kebetulan sekali!" ucapnya dengan gembira sambil mengedarkan kekuatan semi abadi tingkat sembilan tahap puncak.
" Leluhur..." ucap Yin Rongyou dengan panik, karena kekuatan mereka bertiga berada dibawah kekuatan Yin Lao Weida.
" Mati!" Teriaknya bergerak menyerang Yin Gan dan rombongannya. Namun tiba-tiba suara petir muncul dari kehampaan.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat, melempar sosok Yin Lao Weida ratusan meter, hingga menghantam gunung batu dan melukainya dengan parah.
" Pengecut... Jangan bermain-main denganku!" Teriaknya kesal, sambil mencari sosok yang menyerangnya.
" Siapa yang kamu maksud pengecut itu..." ucap Qing Ruo yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
" Kamu melakukan serangan secara diam-diam. Bukankah itu adalah tindakan seorang pengecut!" ucapnya sengit dengan tatapan menyala.
" Kamu saja yang lemah!" ucap Qing Ruo sambil mengedarkan kekuatan semi abadi tingkat sembilan tahap puncak dari tubuhnya.
" Petir abadi tanpa warna..." ucapnya dengan bibir bergetar.
Dari jauh. Yin Gan, Yin Rongyou dan Yin Xie yang juga mengawasi pertarungan Qing Ruo dengan Yin Lao Weida, hanya bisa berdiri dengan mulut ternganga, tanpa berani mendekat sedikitpun.
" Saudara, tuan muda Qing Ruo benar-benar memiliki kekuatan yang sangat mengerikan," ucapnya dengan takjub.
" Sudah aku katakan sebelumnya, nyawa kita ada di ujung jarinya," ucap Yin Gan menanggapi, membuat Yin Lao Weida yang dapat mendengarkan perbincangan itu terdiam dengan wajah pucat pasi.
" Badj***n ini ternyata dari klan Qing...." Menatap Qing Ruo dengan tajam, sambil mempersiapkan diri untuk menyambut serangan yang dilepaskan oleh Qing Ruo.
Tiba-tiba Qing Ruo melepaskan pukulan tapak penghapus langit.
" Swhus...." Tapak putih keemasan muncul dari atas langit dunia jiwa dengan suara petir yang menggelegar dahsyat, membuat Yin Lao Weida langsung bergerak, menghindari serangan itu, namun kecepatan serangan tapak emas raksasa itu lebih cepat dari pergerakannya.
" Swhus...." tapak emas raksasa itu menampar tubuhnya dengan dahsyat.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema saat tapak itu beradu dengan tubuhnya dan melemparnya dengan ekstrem hingga menghantam gunung batu yang kembali membuat suara ledakan.
__ADS_1
" Akh...." Raungan pilu terdengar dengan kedua tangan dan kakinya yang telah yang telah remuk, bahkan perisai es hitam yang melindungi tubuhnya juga telah hancur, membuat Yin Rongyou dan rombongannya yang menyaksikan kondisi mengenaskan Yin Lao Weida itu ternganga.
" Sepertinya tuan muda tidak ingin membunuhnya," ucap Yin Rongyou.
" Benar," ucap Yin Gan menanggapi.
" Swhus...." sosok Qing Ruo muncul di hadapan Yin Lao Weida saya sedang berusaha untuk memulihkan kedua tangan dan kakinya.
" Bagaimana? Aku bahkan belum menggunakan kekuatan puncakku," ucap Qing Ruo sambil melepaskan rantai jiwa.
" Kamu!" ucapnya, mencoba berdiri dan melakukan perlawanan, namun rantai jiwa yang telah memasuki tubuhnya itu, langsung mengikat kekuatan jiwanya.
" Akh..." teriaknya kesakitan.
Tiba-tiba terdengar ledakan kecil berturut-turut dari tubuhnya, membuat Lao Yin Weida yang terluka parah itu berguling-guling kesakitan.
" Hentikan... hentikan..." teriaknya memohon, namun rantai jiwa itu terus menghancurkan tingkat kultivasinya, hingga membuat kekuatannya berada di tingkat pendekar dewa langit.
" Argh.... tidak... tidak..." Teriaknya kesakitan, mencoba untuk menghancurkan dirinya namun gagal.
" Jika kamu ingin menggunakan teknik penghancur roh, seharusnya dari awal kamu melakukannya, bahkan teknik terlarang Yin itu," ucap Qing Ruo dengan santai.
Setelah Yin Lao Weida berhenti meronta, Qing Ruo lalu mencengkram lehernya dan mulai menyerap pengetahuan, kekuatan jiwa dan kekuatan darahnya.
" Argh...." Teriaknya mecoba untuk melawan, membuat Qing Ruo mengeratkan cengkeramannya.
" Aku tahu tujuanmu, tapi aku tidak akan membuatmu mati dengan mudah," ucap Qing Ruo dengan santai.
Setelah menyerap pengetahuannya, Qing Ruo lalu membawa Yin Lao Weida yang masih berada dalam cengkramannya menuju tempat Yin Gan dan rombongannya berada.
" Yin Gan, perlakukan apa yang menurut kamu perlu, tetapi jangan sampai mengambil nyawanya," ucap Qing Ruo.
" Baik penguasa..."
Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu melempar Yin Lao Weida dari cengkramannya.
" Swhus...." Sosok paruh baya yang telah kehilangan tingkat kultivasinya itu, melesat dengan cepat hingga menghantam tanah.
" Akh...." Rintihnya kesakitan dengan tubuh terhempas dengan keras.
" Lao Weida, saatnya membuat perhitungan," ucap Yin Xie dengan tatapan dingin, membuat sosok yang sudah terluka parah itu langsung menagis dan memohon.
" Saudaraku Xie aku-"
__ADS_1
" Plak.... pak..." tamparan keras Yin Xie langsung menghentikan kata-katanya.
🙏 ***satu bab ya kak*** 🙏