
Di dalam kubah perisai air transparan. Para tetua dari klan naga itu terus menyerang sang gadis, dengan tujuan melemahkan kekuatannya.
" Dhuar.... Dhuar...." Ledakan keras bergema saat serangan mereka beradu, melempar tubuh gadis itu ke berbagai arah, yang semakin lama semakin kewalahan.
" Swhuss... swhus....!" Gadis itu bergerak menghindari serangan, tanpa menghiraukan darah segar yang kini menetes dari sudut bibirnya.
Dari jauh, para pendekar tingkat tinggi yang ada di kota itu menyaksikan pertempuran tersebut menggelengkan kepalanya.
" Sungguh gadis yang malang..."
" Benar, tapi ada yang aneh dengan tindakan para tetua ini..."
" Suadara benar. Aku rasa mereka sepertinya memang ingin menyiksa gadis itu."
Di tempat persembunyiannya, Qing Ruo dengan tenang terus bergerak mendekati pusat pertempuran, untuk mencari kesempatan.
" Apa..." Qing Ruo terkejut saat merasakan aura semi abadi tingkat empat tahap akhir keluar dari tubuh gadis itu, namun yang membuatnya semakin terkejut adalah kekuatan darah gadis itu.
" Shen Luo, tapi mengapa dia tidak menggunakan kekuatan petir..." membatin.
" Dhuar...." Tubuh gadis itu sekali lagi terkena serangan tapak dari salah satu tetua klan naga, dan melukainya dengan parah.
" Akh..." rintihnya kesakitan dengan tubuh bersimbah darah, terkapar di tanah lapang, mencoba bangkit berdiri.
" Swhuss...." Salah satu tetua bergerak melepaskan serangan susulan untuk melumpuhkan gadis tersebut, namun tiba-tiba kubah perisai transparan bergetar, mengejutkan semua orang yang ada di dalamnya.
" Swhuss...." sosok Qing Ruo dengan topeng emas, melepaskan tembakan kabut bayangan, lalu meraih tubuh gadis itu dan membawanya pergi.
" Swhus.... Swhuss...." tubuhnya melesat meninggalkan kubah transparan tersebut, dan menembus kubah perisai pertahanan kota Tongzhe.
Kedua belas tetua dari klan naga itu terdiam, menatap kepergian Qing Ruo yang dapat keluar masuk dari segel perisai pertahanan mereka dengan mulut ternganga. Tidak hanya para tetua tersebut, namun semua orang yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Dari jauh.
Lu Zhun, Ao Fei dan Ye Fang juga tidak kalah terkejutnya.
" Saudara Ao Fei, apakah itu...." Ye Fang menjeda Kalimatnya.
" Saudara Fang, aku juga tidak tahu. Tapi dari kekuatannya yang dapat menembus perisai pertahanan itu terlihat seperti tuan Muda Qing Ruo," ucap Ao Fei dengan gugup.
" Benar, aku juga merasa demikian," ucap Ye Fang.
" Hush, jangan sebut nama itu atau kita semua akan menanggung akibatnya," ucap Lu Zhun dengan cemas, menatap para tetua klan naga yang masih terdiam di tempatnya.
***
Di dalam kubah emas perisai transparan.
Kemunculan sosok Qing Ruo yang menggunakan topeng emas, dan meledakan kabut bayangan, membuat ratusan para pendekar yang selamat dari penginapan yang hancur sebelumnya menjadi panik.
" Saudara..." ucap salah satu tetua klan naga tersadar dari ketekerjutannya.
" Bergerak!" ucap salah satu tetua, memimpin rombongan meninggalkan tempat itu dengan kemarahan menyala. Namun pada saat akan melewati perisai kubah air transparan, tiba-tiba perisai pertahanan itu melepaskan serangan berupa tombak-tombak air.
" Dhaur... dhuar...." serangan tombak air itu beradu dengan pertahanan para tetua tersebut, dan melemar mereka ke bawah.
" Argh..." teriak para tetua itu murka, membuat para pendekar yang begitu panik sebelumnya segera menjauh dari dinding kubah perisai transparan tersebut.
Semua orang yang ada di tempat itu terdiam, bahkan para tetua klan naga itu begitu terkejut dan heran. Mereka tidak menyangka jika kubah perisai yang mereka buat, berubah menjadi perisai pembunuhan.
" Serang bersama-sama!" ucap salah satu tetua, lalu di ikuti oleh para tetua dan semua orang yang ada di dalam kubah itu.
" Swhuss...." kilatan cahaya, serangan gabungan dari semua orang ada di dalam kubah itu melesat, membelah kubah transparan itu dan menghancurkannya.
__ADS_1
" Dhuar...." ledakkan dahsyat itu mengguncang kota Tongzhe.
" Swhuss.... swhus...." sosok para tetua Klan Naga itu melesat, meninggalkan tempat itu. Namun sekali lagi mereka tiba-tiba terhenti.
" Perisai kubah perlindungan kota..." ucap salah satu tetua dengan kesal.
" Tunggu sebentar," ucap salah satu tetua lalu bergerak menghampiri Ao Fei dan rombongannya yang tidak jauh dari tempat itu.
" Kamu. Buka segel kubah perlindungan kota ini sekarang juga. Atau kami merusaknya dengan paksa!" ucapnya pada Ao Fei dan Ye Fang dengan kasar.
" Yang Mulia," ucap Ye Fang dan Ao Fei bersamaan, menantap Lu Zhun yang terdiam di tempatnya.
" Kebetulan sekali. Pemimpin kota, jangan bertele-tele. Kami perlu sekarang!" ucapnya kesal.
" Ba-baik tuan," ucap Lu Zhun sambil membuat segel tangan dan mematikan segel serangan pembunuhan dari perisai perlindungan kota itu.
" Sudah tuan..."
" Baik," ucap lalu bergerak menuju rombongannya.
" Swhus... swhus..." kedua belas sosok itu bergerak, menembus langit malam kota Tongzhe, menyusul jejak aura yang di sengaja di tinggalkan oleh Qing Ruo.
Dari jauh.
Lu Zhun dan rombongannya menatap kepergian para tetua dari klan Naga itu dengan menghembuskan nafas panjang.
" Semoga kedepan, tidak ada kekacauan seperti ini lagi," ucap Lu Zhun menggelengkan kepalanya, meninggalkan tempat itu, sambil meminta Ao Fei dan Ye Fang mengurus kerusakan yang terjadi.
***
Di tempat lain. Timur kota Tongzhe.
Qing Ruo terus bergerak meninggalkan kota itu, sambil membawa tubuh gadis yang terluka parah dalam pelukannya, yang kini sudah tidak sadarkan diri.
Setelah bergerak sejauh lima belas kilometer, Qing Ruo menghapus jejak auranya.
" Penguasa," ucap dengan hormat.
" Bergerak ke utara." Sambil naik ke atas punggung hewan buas itu.
" Baik penguasa..." Lalu meninggalkan tempat itu, bergerak dengan kecepatan puncaknya.
Tiga menit kemudian, setelah Huo Zhaodau pergi dari tempat itu.
" Swhuss...swhus..." dua belas sosok tetua klan Naga, tiba di tempat itu.
" Saudara, jejak auranya menghilang." Dengan wajah gusar.
" Aku bahkan tidak merasakan jejak auranya sama sekali...." Membuat mereka semua terdiam.
" Kebodohan kita adalah tidak meninggalkan jejak jiwa pada gadis tersebut..." ucap salah satu dari mereka, sambil menggelengkan kepala.
" Saudara, kita tidak perlu membahas hal itu lagi. Karena kita semua memang tidak menyangka akan ada kekuatan lain yang terlibat. Yang perlu kita pahami saat ini adalah, jejak aura yang kita rasakan sebelumnya adalah pengalihan."
" Saudara benar. Lalu yang harus kita lakukan?"
" Tentu saja tetap melakukan pengejaran. Saudara, sebaiknya kita membagi kelompok."
" Baik..."
Setelah membagi rombonganya, lalu masing-masing kelompok yang terdiri dari tiga orang itu, bergerak menuju empat arah mata angin yang berbeda.
***
__ADS_1
Di tempat lain.
Qing Ruo duduk dengan tenang sambil membuka topeng emasnya, menatap gadis berpakaian serba merah yang masih belum sadarkan diri tersebut dengan bingung.
" Penguasa, Siapa dia?" tanya Huo Zhoudau penasaran.
" Zhoudau, aku juga tidak tahu. Tapi apakah kamu mengenal kekutan darah ini?"
" Benar penguasa, aku merasakan kekuatan darah petir. Qpakah dia baik-baik saja?"
" Aku rasa situasinya sedikit kacau," ucap Qing Ruo pelan.
" Penguasa, lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Terus bergerak. Hal yang harus kita lakukan adalah pergi sejauh mungkin dari kota Tongzhe. Aku yakin para tetua klan naga itu tidak akan diam."
" Baik Penguasa."
Tanpa terasa pagi pun tiba, namun gadis itu masih belum sadarkan diri.
" Penguasa, aku belum merasakan tanda-tanda jika dia akan segera sadar." ucap Huo Zhaodau yang begitu penasaran dengan sosok asing yang dibawa oleh Qing Ruo tersebut.
" Aku rasa juga demikian," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil meminta Huo Zhaodau untuk terus bergerak dengan kecepatan puncaknya.
" Shwus... Swhus...." tubuhnya melesat, bergerak sepanjang waktu, hingga tanpa terasa, malam pun tiba.
" Penguasa," ucap Huo Zhaodau pelan, sambil memperlambat gerakannya di kawasan hutan gelap yang berbatasan dengan danau raksasa.
" Terus bergerak, kita akan beristirahat di dalam pulau kecil yang ada di tengah danau itu." ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik penguasa, tapi aku ..."
" Tenanglah, aku juga merasakan aura yang sangat kuat itu. Selama kita tidak menganggu mereka, maka mereka juga tidak akan mengganggu kita. Jadi tidak perlu khawatir."
" Baik penguasa...."
Setelah bergerak sepanjang waktu, Huo Zhaodau lalu turun dengan perlahan menuju sisi timur pulau kecil yang ada di tengah danau itu.
" Penguasa, tempat ini sangat beracun..."
" Benar, aku juga merasakannya," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil memberikan satu kelopak bunga teratai merah, pada Huo Zhaodau untuk menangkal racun tingkat tinggi itu.
" Seraplah," ucapnya pelan, sambil mengamati kawasan yang ditutupi pohon-pohon raksa dan kabut tebal yang begitu luar biasa.
" Zhoudau, di sana..." sambil menunjuk gua kecil, yang terlindung oleh pohon persik biasa yang telah meranggas.
" Baik. Penguasa." sambil bergerak dengan perlahan.
Sepanjang jalan menuju tempat itu, Qing Ruo dengan tenang terus mengarahkan Huo Zhaodau untuk menghindari tempat-tempat yang dipenuhi oleh mantra formasi pembunuhan tingkat tinggi.
" Penguasa, sepertinya tempat ini adalah kawasan terlarang."
" Benar," jawab Qing Ruo saat melihat keberadaan susunan mantra formasi pembunuhan yang terpasang di setiap tempat yang mereka lewati.
" Penguasa, apakah gua itu aman?"
" Sepertinya demikian," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Tidak lama kemudian, setelah melewati berbagai jebakan yang terpasang di dalam kawasan timur hutan pulau tersebut, mereka akhirnya tiba di depan mulut gua.
Qing Ruo yang telah memeriksa keamanan tempat itu dengan kesadaran dewanya, lalu meminta Huo Zhaodau memasuki gua itu.
🙏🙏
__ADS_1
Masih satu bab. Maaf author tidak bisa update normal, mungkin hingga beberapa hari kedepan. Akhir tahun pekerjaan bukannya berkurang, tetapi justru sebaliknya. Harap menjadi Maklum. terima kasih.🙏🙏