
Kawasan gua perak Terlarang.
Di tempat persembunyiannya.
" Tuan Long Chen, ini sudah lima hari berlalu tetapi tuan muda Qing Ruo masih belum juga datang. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yanshi Gong dengan wajah khawatir.
" Tuan Yanshi Gong, aku juga tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh tuan muda. Tenanglah," jawab Long Chen dengan sikap waspada.
Sikap Long Chen yang tidak menunjukkan kekhawatiran sedikitpun membuat Yanshi Gong sedikit tenang, namun sebelum penasaran.
****
Di tempat lain.
Lima ratus meter dari tempat Long Chen dan Yanshi Gong bersembunyi, sosok Qing Ruo keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu.
" Swhus......" Sosoknya muncul di hadapan Xiong Mao Shanliang dan rombongannya.
" Ruo er, apakah kamu sudah mau pergi?" tanya Xiong Mao Zhu.
" Benar tetua. Aku akan melanjutkan perjalananku ke klan Yin," jawab Qing Ruo menjelaskan.
" Berhati-hatilah," ucap mereka dengan hangat da ramah.
" Tetua, terima kasih telah membawaku bertemu dengan kakek guru. Aku akan merindukan kalian," ucapnya dengan penuh kehangatan, sambil memberikan masing-masing satu cincin penyimpanan yang berisi buah-buahan abadi pada Xiong Mao Shanliang dan rombongannya.
" Ruo er, terima kasih. Ini untukmu," ucap Xiong Mao Zhu sambil memberikan cincin penyimpanan yang berisi sumber daya tingkat tinggi.
" Ruo er, berhati-hatilah," ucap Xiong Mao Shanliang dengan hangat.
" Terima kasih, tetua." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menuju tempat persembunyian Long Chen dan Yanshi Gong.
" Swhus..... swhus...." sosok Qing Ruo lenyap dari pandangan mereka.
" Saudara, apakah kita sudah bisa pergi sekarang?" tanya Xiong Mao Zhu.
" Sepertinya demikian. Sambil menunggu perintah dari patriark, sebaiknya kita memeriksa kawasan ini," jawab Xiong Mao Shanliang, sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat tersembunyi.
Long Chen dan Yanshi Gong yang sedang duduk dengan sikap waspada, tiba-tiba merasakan kehadiran aura asing mendekati mereka.
" Tuan Long Chen," ucapnya berdiri dengan sikap siaga.
" Tenanglah,' ucap Long Chen yang mengenal aura itu.
Baru saja Long Chen selesai berkata-kata, sosok Qing Ruo muncul di hadapan mereka.
" Maaf membuat kalian menunggu," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Tuan muda," ucap Yanshi Gong dengan gembira.
__ADS_1
" Penguasa," ucap Long Chen dengan perasaan haru dan bahagia, menatap sosok Qing Ruo yang terlihat baik-baik saja.
" Mari kita lanjut perjalanan," ucap Qing Ruo.
" Tapi tuan muda, gua perak terlarang telah dihancurkan...." ucap Yanshi Gong dengan wajah serius.
" Apakah tetua yakin mereka telah menghancurkan gua itu? Sebaiknya kita periksa dulu," ucap Qing Ruo sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
" Tapi tuan muda, tempat itu...." ucap Yanshi Gong dengan ragu, sambil bergerak mengikuti Qing Ruo.
" Tetua, apakah Anda mengetahui jalur lain yang dapat kita gunakan untuk melewati hutan ini?" tanya Qing Ruo.
" Tidak ada tuan muda. Satu-satunya rute yang dapat digunakan dan lebih aman adalah tempat itu. Adapun rute lain walaupun tidak berbahaya, tetapi cukup jauh," jawabnya pelan.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya dapat melihat gunung dengan puncaknya yang tertebas oleh bilah angin.
" Long Chen, bukankah ini gunung yang kita lihat dari hutan bambu ungu sebelumnya?"
" Benar penguasa," jawab Long Chen yang juga tidak menyangka bahwa gunung dengan puncaknya yang terpotong ini adalah tempat yang mereka tuju.
Dari jauh mereka dapat melihat gua kecil dengan dinding batu yang terlihat seperti perak berada pada dinding gunung tersebut.
" Tidak heran gua perak terlarang ini aman," ucap Qing Ruo pelan. Sambil terus bergerak, mengamati kawasan di sekitar gua yang telah porak poranda.
" Tuan Long Chen, sepertinya kita salah, karena gua perak itu masih ada," ucap Yanshi Gong dengan gembira.
" Ternyata sebelumnya, mereka memang ingin menghancurkan tempat ini, tetapi mereka tidak mampu menghancurkanmu gunung ini," ucap Long Chen, sambil terus bergerak mengikuti Qing Ruo.
" Swhus... swhus...." Mereka tiba di depan mulut gua, lalu bergerak memasuki gua kecil tersebut dan lenyap di dalamnya.
****
Tiga sosok yang berada di tempat persembunyian, mengawasi pergerakan Qing Ruo dan rombongannya dengan tajam.
" Jenderal Mao Bing, aku ragu penyusup itu adalah mereka," ucap Mayi Gui menggelengkan kepalanya.
" Aku juga," jawab Mao Tang.
" Tapi jika bukan mereka, lalu siapa lagi?" tanya Mao Bing, membuat mereka yang ada di tempat itu terdiam.
" Jiak demikian, satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan menangkap mereka," ucap Mayi Gui.
" Jika demikian, bergerak," ucap Mao Bing sambil beranjak dari tempat persembunyian mereka, lalu bergerak menyusul Qing Ruo dan rombongannya.
" Swhus... swhus...." sosok mereka memasuki gua kecil tersebut.
***
Di dalam lorong gua perak terlarang.
Qing Ruo dan rombongannya terus bergerak memasuki lorong gua yang semakin dalam semakin sempit itu dengan berhati-hati.
Di bagian tempat-tempat tertentu, Qing Ruo dan rombongannya merasakan kekuatan kultivasi mereka ditekan, bahkan hilang sama sekali, sehingga membuat Yanshi Gong dan Long Chen hampir terjatuh dan tersandung. Tidak hanya itu, gelapnya lorong gua itu membuat Qing Ruo dan rombongannya harus bergerak dengan menggunakan mata emas.
__ADS_1
" Tulang-tulang ini sangat aneh," ucap Long Chen sambil terus bergerak, saat melihat tulang-belulang yang beserakan di sepanjang lorong gua yang tidak membusuk.
" Tuan Long Chen, ini adalah tulang hidup," ucap Yanshi Gong.
" Tulang hidup?"
" Benar. Disebut demikian, karena tulang-tulang ini akan hidup jika tersentuh," jawab Yanshi Gong menjelaskan.
Pada saat mereka terus bergerak, satu kilometer kemudian, mereka merasakan tiga sosok begerak menyusul mereka dengan cepat.
" Tuan muda," ada yang mengikuti kita," ucap Yanshi Gong, sambil menambah kecepatannya.
" Tetua, jangan bergerak sembarangan, atau kita akan celaka," ucap Qing Ruo saat merasakan hewan gelap tingkat rendah bereaksi saat merasakan pergerakan mereka.
" Swhuss...." Tembakan tombak angin dari ujung lorong menyerang mereka dengan ekstrem.
" Dhuar...." Ledakan kecil bergema saat tembakan angin itu beradu dengan tapak perak yang dilepaskan oleh Long Chen.
" Tuan muda, maaf."
" Tetua, tetap tenang, walaupun keberadaan hewan tingkat rendah ini tidak terlalu berbahaya, namun berurusan dengan mereka akan memperlambat pergerakan kita. Selain itu, aku tidak ingin pertarungan kita dengan hewan buas dan tulang hidup ini, dimanfaatkan oleh mereka yang mengejar kita," ucap Qing Ruo sambil bergerak dengan perlahan. Baru saja Qing Ruo selesai berkata-kata, tiba-tiba tulang-tulang itu bereaksi dan membentuk monster tulang, dan mulai menyerang mereka.
***
Di belakang Qing Ruo dan rombongannya.
Mao Tang dan rombongannya terus bergerak memasuki lorong yang semakin sempit itu dan menindas kekuatan mereka.
" Suadara Bing, apakah kita akan terus bergerak mengikuti mereka seperti ini?" Tanya Mao Tang yang mulai tidak tenang, karena terus tertindas oleh kekuatan lorong.
" Kita akan bergerak, tapi tunggu saat mereka tiba lorong besar, karena lorong ini tidak memungkinkan kita menggunakan teknik transformasi," jawab Mao Bing.
" Maksud Saudara?" tanya Mao Tang dengan heran.
" Saudara, jika mereka benar-benar penyusup itu, kita tidak bisa menghadapi mereka dengan sembarangan," jawab Mao Bing.
" Jenderal Mao Bing benar. Lihatlah reaksi mereka yang begitu tenang, bahkan setelah merasakan kehadiran kita yang mengikutinya," ucap Mayi Gui sambil terus bergerak.
Pada saat mereka sedang bergerak, tiba-tiba terdengar ledakan di ujung lorong.
" Dhuar.... dhuar...." Ledakan keras itu terus bergema dengan semakin intens.
" Sepertinya mereka sedang menghadapi hewan tingkat rendah dan tulang hidup yang berada di dalam lorong gua ini," ucap Mayi Gui.
" Benar, ini adalah kesempatan kita untuk mengetahui apakah mereka benar-benar pendekar tingkat rendah atau sebaliknya," ucap Mao Bing.
" Jika demikian, mari kita awasi," ucap Mayi Gui sambil mempercepat pergerakan mereka.
****
Di depan Mao Tang dan rombongannya.
Qing Ruo dan rombongannya terus melepaskan pukulan, menghalau serangan hewan buas tingkat dewa langit hingga semi abadi tingkat dasar serta tulang-tulang putih yang terus bergerak menyerang mereka tanpa henti.
__ADS_1
" Tuan Long Chen, tuan muda, serahkan padaku saja. Kita harus menghemat tenaga, karena lorong gua ini masih panjang," ucap Yanshi Gong sambil melepaskan tembakan panah perak pada hewan buas dan monster tulang yang terus bergerak mendekati mereka.
" Baik," jawab Qing Ruo dan Long Chen sambil terus bergerak dengan tenang.