Sang Penguasa

Sang Penguasa
95. Kota Danau Emas.


__ADS_3

Dengan tenang, Qing Ruo dan rombongannya terus bergerak menuju Utara. Dua hari kemudian, menjelang pagi, mereka akhirnya melihat kota  berbenteng, yang merupakan kota besar yang di diami oleh klan manusia dan klan Dewa.


" Penguasa, kota itu?"


" Kota Danau Emas. Di kota ini,  kalian bisa mempelajari bagaimana interaksi klan manusia dan klan Dewa," ucap Qing Ruo, membuat Hu Shan dan rombongannya akhirnya mengerti. 


" Penguasa, mengapa kota ini disebut dengan kota Danau Emas?" tanya Jinse.


" Jinse, aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita lihat saja," ucap Qing Ruo, sambil terus bergerak membawa rombongannya mendekati gerbang kota.


Tidak lama kemudian, Qing Ruo dan  rombongannya tiba di gerbang kota, yang langsung mendapat pemeriksaan dari prajurit yang berjaga. Dengan tenang Hu Shan lalu menjelaskan tujuan kedatangan mereka yang ingin beristirahat di kota tersebut.


Tampak pasukan dan prajurit yang berjaga di tempat itu, begitu terkejut saat melihat Hu Shan menunjukkan lencana Klan Nan, namun mereka hanya diam, dan tidak mengomentari hal tersebut.


" Baik, tuan-tuan, silakan." Ucap sang komandan mempersilakan.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan ramah.


Setelah membayar biaya masuk, Qing Ruo dan rombongannya lalu memasuki kota.


Di dalam kota.


Qing Ruo terus bergerak membawa rombongannya untuk mencari penginapan di kota tersebut. Setelah berjalan sepanjang waktu, mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan sederhana yang berada di pusat kota itu.


" Penginapan Giok Biru," ucap Tu Hai.


" Kita akan beristirahat beberapa hari di tempat ini," ucap Qing Ruo sambil membawa rombonganya  memasuki penginapan tersebut.


Kedatangan Qing Ruo dan rombongan di tempat itu,  disambut oleh pelayan dengan ramah. Setelah  melakukan pembayaran, pelayan lalu mengarahkan mereka menuju ruangannya masing-masing.


" Pelajarilah segala sesuatu yang menurut kalian itu  penting," ucap Qing Ruo berbicara kepada Hu Shan dan rombongannya l melalui telepati.


" Baik penguasa..."


****


Di dalam ruangan rahasia penginapan Giok Biru.


" Nona, kami baru saja menerima  beberapa  para pendekar tingkat rendah,  menyewakan kamar penginapan untuk tiga hari kedepan, bahkan mereka langsung melunasi biayanya." Sang pelayan melapor pada sang manager penginapan.


" Apakah mereka dari klan Dewa atau klan manusia?"


" Masalah itulah yang ingin kami bicarakan dengan anda Nona, karena para penjaga rahasia bahkan tidak mengetahui masalah itu."


" Benarkah?" tanya sang manager heran, mengerutkan keningnya.


" Benar nona, para penjaga itu bahkan tidak bisa membedakan,  apakah kelompok tersebut berasal dari Klan  manusia atau Klan Dewa." sambil melaporkan hal penting lainnya.


" Baik, Terima kasih laporannya," ucap sang gadis, beranjak dari tempat duduknya lalu keluar bersama sang pelayan tersebut.


" Tunjukkan kamar pemimpin kelompok tersebut."


" Baik Nona..."


****

__ADS_1


Di tempat lain.


Qing Ruo duduk dengan tenang, menyerap kristal jiwa abadi, untuk memulihkan tenaga. Namun tiba-tiba dia merasakan dua sosok aura  bergerak mendekati kamarnya.


" Hais, jika seperti ini bagaimana bisa tenang..." membatin, merasa menyesal menginap di penginapan sederhana tersebut.


Tidak lama kemudian pintu kamarnya diketuk.


" Maaf mengganggu tuan. Nona penginapan ingin bertemu dengan Anda," ucap sang pelayan berbicara dengan sopan.


Dengan tenang Qing Ruo beranjak dari tempat duduknya, lalu menemui kedua tamunya yang sudah menunggu di depan pintu kamarnya tersebut.


" Baik nona," ucap Qing Ruo sambil membukakan pintu kamarnya.


Dengan perlahan pintu kamar terbuka, memunculkan wajahnya yang ramah dan hangat, membuat Nona penginapan itu terkesiap.


" Sangat tampan," membatin dengan wajah bersemu merah.


" Nona, silakan," ucap  Qing Ruo dengan ramah,  mempersilakan kedua tamunya memasuki ruangan.


" Terima kasih tuan," ucap Sang manager penginapan, sambil memasuki ruangan, sedangkan sang pelayan menunggu di depan pintu kamarnya.


Setelah duduk pada kursi yang ada di dalam ruangan, sang manager penginapan itu lalu mengutarakan tujuan kedatangannya.


" Tuan, aku Liu Ye, manager penginapan ini, ingin menanyakan sesuatu. Mohon tuan untuk menjawab dengan jujur." dengan wajah serius, membuat Qing Ruo merasa heran.


Qing Ruo terdiam cukup lama, hingga akhirnya menganggukkan kepala.


" Baik."


" Silakan," ucap Qing Ruo.


" Tuan, jujur saja kami menempatkan beberapa pendekar untuk mengawasi dan memeriksa semua orang, namun para penjaga kami tidak bisa membedakan kekuatan  tuan dan rombongan, sehingga aku perlu untuk menanyakan hal ini."


" Maksud Nona?"


" Tuan,  otoritas kota telah memerintahkan kami untuk melakukan pengawasan pada klan Dewa, dan Klan manusia," ucap Liu Ye.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Nona mohon penjelasannya," ucap Qing Ruo.


" Tuan, sebenarnya kota Danau Emas ini berada dibawah tekanan Klan Nan, sehingga pemimpin kota meminta kami untuk mengawasi setiap orang yang datang di penginapan kami, terlebih lagi, beberapa waktu yang lalu, prajurit kota melaporkan bahwa beberapa murid klan Nan memasuki kota." Liu Ye menjelaskan.


Qing Ruo terdiam sejenak, menatap Liu Ye yang terlihat berhati-hati padanya. Selain itu, Dia juga dapat merasa lima sosok Semi abadi tingkat dua dan tingkat tiga berjaga  di luar ruangan.


" Nona Liu Ye, jujur saja, yang memasuki kota dengan menggunakan identitas klan Nan sebelumnya adalah orang-orangku-"


Belum sempat Qing Ruo menuntaskan kalimatnya, Liu Ye langsung berdiri, menjaga jarak dan semakin berhati-hati dengan Qing Ruo. Tidak hanya itu, dan pelayanan wanita dan Kelima penjaga  yang  berada diluar,  langsung memasuki  ruangan.


" Swhus.. swhus..." Para pendekar itu muncul,  dan berdiri di sisi Liu Ye.


Qing Ruo tersenyum.


"Nona, tuan-tuan, tenanglah. Aku Qing Ruo," ucap Qing Ruo memperkenalkan diri, membuat Liu Ye dan rombongan begitu terkejut dan semakin berhati-hati.

__ADS_1


" Tuan Qing Ruo, mohon penjelasannya," ucap Liu Ye dengan tatapan penuh selidik.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Nona Liu Ye, dua hari yang lalu di kawasan hutan kota Sungai Biru, kami bertemu dengan puluhan murid klan Nan, dan kami berhasil melumpuhkan mereka. Aku yang tidak ingin  menggunakan indentitasnya Klan asli kami,  meminta orang-orangku menggunakan lencana klan Nan  untuk memasuki kota, dengan tujuan supaya urusan kami di kota ini lebih lancar, tapi kami tidak tahu jika klan Nan justru bermasalah dengan kota ini."


" Apakah tuan Qing Ruo bisa membuktikan hal itu?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu menunju kekuatan petir dari telapak tangannya, membuat Liu Ye dan rombongannya menurunkan tingkat kewaspadaannya.


" Tuan Qing Ruo, terima kasih. Maaf telah berburuk sangka sebelumnya," ucap Liu Ye, sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, yang tidak menyangka bahwa sosok yang ada dihadapannya itu berasal dari Klan Dewa Kuno dari wilayah selatan. Walaupun demikian, dirinya masih belum yakin karena, belum melihat identitas Qing Ruo, namun dirinya tidak berani menanyakan hal itu lebih jauh lagi.


" Tidak heran jika para penjaga tingkat tinggi tidak dapat melihat lingkaran kekuatannya." Liu Ye Membatin.


" Nona Liu Ye, mencurigai orang asing dan bersikap waspada, bukankah itu adalah hal yang wajar. Jika aku yang berada di posisi kalian, akupun juga melakukan hal yang sama," ucap Qing Ruo mencairkan suasana.


" Tuan, Jika aku boleh tahu, apa tujuan tuan di kota kami?"


" Nona Liu Ye, kami hanya beristirahat saja. Setelah itu, orang-orangku akan kembali ke selatan, dan aku akan melanjutkan perjalananku ke Utara." Jawab Qing Ruo dengan jujur, untuk menghilangkan kesan yang mencurigakan dari pemilik penginapan tersebut.


" Baik tuan, itu berarti kami telah mengetahui latar belakang kalian. Terima kasih kerjasama," ucap Liu Ye dengan hormat.


" Nona Liu Ye, jika Anda  perlu bantuan ataupun yang berkaitan dengan keamanan tempat ini, jangan sungkan untuk menghubungi kami," ucap Qing Ruo menawarkan diri. 


" Baik tuan. Memang hal yang seperti itulah yang kami perlukan. Karena bagaimanapun, kami juga kekurangan pendekar tingkat tinggi," ucap Liu Ye yang kini mulai ramah.


" Baik Nona, walaupun ini terlihat aneh,"ucap Qing Ruo tertawa kecil.


" Tuan Qing Ruo benar. Karena pihak kami lah yang menjaga Anda. Namun bbagaimanapun, kekuatan kami bahkan tidak ada apa-apanya di hadapan tuan," ucap Liu Ye merendah.


Qing Ruo tertawa santai.


" Aku hanya seorang diri, sedangkan penginapan ini memiliki puluhan pendekar semi abadi tingkat menengah. Jika perhitunganku tidak salah, dari pintu masuk sampai tempat ini, nona Liu yang memiliki dua  puluh  pendekar tingkat tinggi, dan itu bukanlah kekuatan kecil," ucap Qing Ruo, membuat Liu Ye dan rombongannya terperangah.


" Benar-benar orang kuat. Dia bahkan mengetahui jumlah kekuatan penginapan ini dengan benar." Liu Ye membatin.


" Tuan terlalu melebihkan-lebihkan," ucap Liu Ye tersipu malu.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang santai, seorang pelayan wanita tiba-tiba memasuki ruangan.


" Nona Liu Ye, Shen Nan Xu,  bersama lima  puluh  pendekar Semi abadi  tingkat dasar,  sepuluh semi abadi tingkat tiga, dan lima semi abadi tingkat empat,  tiba di gerbang Utara kota." Berbicara dengan wajah tegang.


Liu Ye menganggukkan kepalanya. Menatap Qing Ruo dengan tenang.


" Tuan Qing Ruo, aku Liu Ye, putri tuan kota Danau Emas, Liu Hwang,  memohon bantuan Anda." Menangkupkan tangan dengan hormat.


Qing Ruo yang sebelumnya tidak menyangka dengan latar belakang Liu Ye, dan telah berjanji akan membantunya,  hanya bisa menganggukkan kepalanya.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan tenang.


👉👉👉


Teman-teman, Author sudah membuka paket dukungan di Kary*Kars*. Bagi teman-teman yang berminat di persilahkan. Terima kasih.🙏🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2