Sang Penguasa

Sang Penguasa
324. Cerita Yin Gang di Istana Puncak Nan Yin.


__ADS_3

Lembah puncak Xi Yin dan Nan Yin.


" Swhuss.. swhus...." dua kilatan cahaya bergerak meninggalkan tempat itu, sambil bercerita dengan


tenang.


" Saudara Ruo, setelah perang besar ini selesai, dan jika aku masih hidup, aku akan meninggalkan Gunung Langit Yin ini," ucap Yin Bei dengan serius.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Sepertinya memang seperti itu, karena kekuatan darah suadara kini sudah tidak bisa bekerjasama dengan tempat ini," ucap Qing Ruo menanggpi.


" Selain itu, sudah saatnya aku menikmati kebebasan ini," ucapnya yang ingin menjelajahi daratan ilahi.


" Saudara Bei," ucap Qing Ruo tiba-tiba berhenti sambil mengeluarkan pedang Xue Luo.


" Saudara Ruo, ini?"


" Ini adalah pedang Xue Luo. Mereka yang memiliki pedang ini adalah para pelayanku dan saudaraku," ucap Qing Ruo mejelaskan, supaya orang-orangnya tidak berurusan dengan Yin Bei.


" Terima kasih, suadara..." sambil meraih pedang tersebut dan menyimpannya.


Pada saat mereka akan bergerak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba Yin Bei melihat kilatan cahaya bergerak kearah mereka.


" Saudara Ruo," ucap Yin Bei bergerak menghentikan kilatan cahaya kehitaman yang  sepertinya mengejar sosok Qing Ruo.


" Swhuss..." kilatan cahaya kehitaman itu menembus tubuhnya.


" Apa..." ucapnya terkejut, menantap kilatan cahaya itu terus bergerak mengejar Qing Ruo.


" Biarkan saja," ucap Qing Ruo  membuat Yin Bei begitu heran.


" Tapi saudara," ucapnya ragu menatap Qing Ruo yang bergerak pergi menghindari kilatan cahaya itu.


" Saudara, aku akan segera kembali," ucapnya bergerak pergi.


" Swhuss...." kilatan cahaya terus bergerak mengejarnya.


" Baik," ucapnya lalu menunggu di tempat itu.


****


Di tempat lain.


" Swhuss... swhus..." sosok Qing Ruo yang terus bergerak meninggalkan kawasan terlarang itu, tiba-tiba merasakan puluhan aura berhenti bergerak dan menjauh dari kawasan terlarang itu.


" Sepertinya seseorang mengawasi pergerakan cahaya segel tersebut," batinnya sambil bergerak menuju aura tersebut.


****


Dari jauh.


Puluhan prajurit elit puncak Zhu Yin yang di tugaskan untuk mengawasi keberadaan jejak segel rantai iblis kecil itu, tiba-tiba menghentikan pergerakannya saat melihat kilatan cahaya itu memasuki lembah terlarang milik kubu puncak selatan tersebut.


" Sialan, pencuri itu ternyata berada di kawasan terlarang gunung Xi Yin. Saudara, apa yang harus kita lakukan?"


" Itu artinya pencuri itu memang berasal dari puncak Nan Yin. Sebaiknya segera laporkan hal ini pada tetua..."

__ADS_1


" Baik..."


Namun pada saat mereka akan melaporkan hal itu, tiba-tiba pemimpin kelompok melihat kilatan cahaya kehitaman yang kembali muncul, bergerak menjauh dari mereka namun keluar dari wilayah terlarang dengan cepat.


" Saudara, lihat .."


" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema dengan cipratan darah memenuhi tempat itu, membuat puluhan prajurit itu langsung bergerak melepaskan jaring hitam untuk menyelamatkan bagian tubuhnya yang masih utuh untuk mengenali sosok itu."


" Swhuss... swhus..." Potongan kepala, tangan dan kaki yang masih tersisa, terjatuh pada jaring hitam.


" Sia***n! Ini adalah prajurit puncak Dong Yin," ucap pemimpin pasukan yang ternyata mengenali wajah sosok itu dengan geram.


" Maksud Saudara?"


" Ini adalah Mang Tou, salah satu pelayan Di Lu, cucu tetua Jue," jawab pemimpin pasukan itu menjelaskan.


" Saudara, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya prajurit lain.


" Sebagian tetap berada di tempat ini, lakukan pencarian pada cincin Penyimpanannya, dan aku akan menemui para tetua..." sambil bergerak meninggalkan tempat itu.


" Baik saudara..."


Di atas langit, di balik perisai ilusi. Qing Ruo yang sebelumnya dengan sengaja melempar Yin Mang Tou dari dalam dunia jiwa, menatap puluhan prajurit itu dengan tersenyum santai, lalu meninggalkan tempat itu.


" Swhuss...." sosoknya bergerak pergi.


***


Di tempat lain.


" Apakah saudara Ruo..." Batinnya hendak bergerak menuju suara ledakan. Namun pada saat dirinya akan bergerak pergi, tiba-tiba, " Swhuss...." sosok Qing Ruo kembali muncul di hadapannya.


" Saudara Ruo," ucapnya menatap Qing Ruo dengan heran.


" Seseorang terlah mengaktifkan segel rantai iblis kecil," ucapnya, membuat Yin Bei semakin penasaran.


" Maksud saudara?" Menatap Qing Ruo dengan heran.


" Saudara Bei, segel rantai ibis kecil selain dapat digunakan menandai  seseorang, juga dapat di aktifkan untuk membunuh orang yang telah ditandai,  namun hal itu memerlukan pengorbanan yang lebih tinggi, karena sang penyegel harus mengorbankan tingkat kultivasinya,"  ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Lalu segel sebelumnya?"


" Saudara, sebelumnya aku telah di tandai oleh Gu Jian, namun segel itu telah aku pindahkan pada Yin Mang Tou, pelayan Yin Di Lu, sosok yang juga aku gunakan untuk memindahkan segel rantai iblis kecil dari tubuh saudara sebelumnya," jawab Qing Ruo menjelaskan.


" Jadi tindakan saudara sebelumnya?" tanya Yin Bei dengan penasaran.


" Saudara, kebetulan sekali tadi aku bertemu dengan prajurit dari puncak Zhu Yin, dan aku membiarkan Yin Mang Tou terbunuh di depan mereka," jawab Qing Ruo yang menjelaskan tindakannya untuk menghasut kubu timur dengan kubu puncak utama, membuat Yin Bei tersenyum kecil.


" Aku mengerti. Gu jian yang malang, ide saudara untuk menghasut kubu Zhu Yin dengan Dong Yin benar-benar luar biasa," ucapnya sambil  terus bergerak dengan santai.


" Ini hanya kebetulan saja, karena aku juga tidak sengaja menawan Yi Di Lu dan pelayannya," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak mengikuti Yin Bei dengan tenang.


***


Puncak Nan Yin.


Aula istana utama yang biasanya begitu sepi kini tampak ramai.

__ADS_1


" Swhus... swhus..." Satu persatu pada tetua tingkat tinggi yang berasal dari puncak Nan Yin dan Xi Yin terus berdatangan memasuki tempat itu.


Di atas kursi kehormatan, duduk Yin Gang, putra ketiga Yin Quan yang  menjadi wakil dan tangan kanan Yin Bei pemimpin puncak Nan Yin, menatap kehadiran para tetua tingkat tinggi itu dengan ramah, sambil mempersilakan mereka menempati kursi yang tersedia.


Semakin lama ruangan itu semakin ramai, hingga akhirnya semua tetua yang berasal dari puncak Nan Yin dan puncak Xi Yin berada di dalam ruangan itu.


Setelah memastikan semua tetua dari kedua puncak telah datang, Yin Gang  dengan tenang lalu memulai pertemuan tersebut.


" Para tetua, maaf telah mengumpulkan kalian mendadak seperti ini, karena ada hal penting ingin aku bicarakan," ucapnya dengan serius.


" Silakan pangeran," ucap Yin Xiolong menanggapi.


" Baik, ada ada kabar buruk dan kabar baik, jadi kabar apa yang ingin para tetua dengar terlebih dahulu?"


" Kabar buruk, dulu." jawab para tetua itu menanggapi.


Yin Bei menganggukkan kepalanya.


" Baik kita mulai dengan kabar buruk. Para tetua, perang besar akan segera tiba, jadi kita harus segera mempersiapkan pasukan." ucapnya dengan serius.


" Pangeran, kami semua sudah menduga hal itu, karena hilangnya Trisula Kegelapan pasti akan berujung pada perang besar" ucap para tetua itu menanggapi.


Yin Gang menganggukkan kepalanya.


" Terim kasih atas kesiapan tetua sekalian," ucapnya dengan hormat.


" Baik, lalu bagaimana dengan kabar baiknya. Pangeran, mohon penjelasannya," ucap seorang tetua dengan tidak sabar.


" Baik, kabar pertama datang dari saudara Bei yang saat ini telah pulih," ucap Yin Bei dengan tenang.


" Benarkah?" tanya Yin Xiolong.


" Tetua, aku sudah memastikan hal itu. Bahkan yang memerintah aku mengadakan pertemuan ini juga saudara Bei," jawab Yin Gang dengan serius, membuat semua orang yang di dalam ruangan itu bersorak gembira.


" Akhirnya pangeran Bei pulih. Itu artinya puncak Nan Yin aman kembali," ucap para tetua itu dengan gembira.


" Benar, aku tidak menyangka jika pangeran Bei akan pulih secepat ini," ucap tetua lainnya menanggapi dengan penasaran.


" Tetua, jika dilihat dari lukanya, sangat sulit bagi saudara Bei untuk pulih, mungkin akan memerlukan puluhan ribu tahun," jawab Yin Gang dengan wajah serius.


" Tapi bagaimana pangeran Bei melakukannya?" tanya Yin Xiolong dengan penasaran.


" Saudara Bei di tolong oleh saudara seperguruannya," jawab Yin Gang membuat ruangan itu kembali riuh.


" Saudara seperguruan? Apakah dia juga  sudah berada di tahap abadi?"


Yin Gang menggelengkan kepalanya.


" Tapi kekuataannya seperti seseorang yang sudah berada di tahap abadi. Tetua, apakah kalian masih ingat saat aku kembali dengan tubuh bersimbah darah sebelumnya?" tanya Yin Gang dengan serius, yang di jawab dengan anggukan dari  para tetua tersebut.


" Jika saat itu dia tidak datang, mungkin aku sudah mati. Dan perlu tetua ketahui, dia bahkan membunuh ketiga tetua pelindung klan yang ingin menangkap ku seperti menampar lalat," ucap Yin Gang menjelaskan, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu tercengang.


" Lalu pangeran, dimana sosok itu?" tanya Yin Xiolong.


" Saat ini sedang bersama saudara Bei, dan sebentar lagi akan tiba ke tempat ini. Dan kabar baik lainnya adalah, saudara seperguruan saudara Bei juga telah menyiapkan pasukan bantuan untuk membantu  kita menghancurkan kekuatan kubu Dong Yin dan kubu Zhu Yin," ucap Yin Gang membuat ruangan itu  menjadi gempar.


🙏 satu bab 🙏

__ADS_1


__ADS_2