
Di atas makam.
Qing Ruo dan rombongannya yang sedang bersembunyi di dalam ceruk, dikejutkan dengan ledakan maha dahsyat yang menggetarkan tempat itu.
" Penguasa, teknik penghancuran diri," ucap Long Yu Wei.
" Ini kesempatan kita," ucap Qing Ruo, yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu sambil membuka segel mantra yang menutup pintu makam, sedangkan Long Yu Wei dan rombongannya yang merasa yakin bahwa sosok yang ada di dalam makam dalam keadaan terluka , langsung bergerak memasuki makam.
" Swhus...swhus..." mereka melompat ke dalam makam. Sedangkan Qing Ruo bertugas menjaga ceruk, bersiap untuk menghadapi pasukan bantuan dari hewan gelap yang mungkin akan kembali setelah mendengar suara ledakan yang sangat mengerikan tersebut.
***
Di dalam makam.
Kedua jenderal besar hewan gelap itu mengapung di atas air dengan tubuh terkoyak.
" Dewa keparat!" Mao Teng mengumpat sambil memulihkan diri.
" Menggunakan teknik terlarang, benar-benar memalukan!" ucap Mao Cheng.
Pada saat mereka sedang memulihkan diri, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kemunculan Long Yu Wei dan rombongan yang langsung melepaskan serangan puncaknya.
" Kep***t ternyata kalian-"
" Dhuar....dhuar...." Ledakan dahsyat kembali bergema, dengan serangan tapak perak yang dilepaskan oleh Long Fu dan Long Qe, dan tapak es petir yang di lepaskan Long Yu Wei menghantam sosok Mao Cheng dan Mao Teng, membuat luka yang belum sembuh itu semakin parah.
" Tidak tahu malu!" ucap Mao Cheng sambil menggunakan sisa kekuatan untuk melakukan perlawanan.
" Sekarang!" ucap Long Yu Wei sambil melepaskan tebasan pedang Xue Luo yang tiba-tiba muncul di tangannya, tanpa menghiraukan Mao Cheng yang sedang mengumpat, lalu di ikuti Long Qe yang juga memenggal kepala Mao Teng.
" Saudara, aku tidak menemukan cincin penyimpanan Kongqi Duyun," ucap Long Fu.
" Suadara, kota tidak berlama-lama di tempat itu,"ucap Long Yu Wei dan rombongannya lalu membawa jasad kedua kucing hitam bermata gelap tersebut.
" Swhus....swhus....." sosok mereka muncul di dalam ceruk.
" Masuk!" Ucap Qing Ruo yang telah menunggu dengan membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Swhuss... swhus...." sosok mereka lenyap di dalam dunia jiwa.
Tanpa ingin berlama-lama, Qing Ruo juga langsung bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhus...." sosoknya melesat, meninggalkan tempat itu.
Satu menit kemudian setelah Qing Ruo pergi. Lima ekor ular hitam raksasa yang merupakan para jenderal tingkat rendah pasukan hewan gelap, muncul di tempat itu.
" Swhuss.... swhus...." Mereka bergerak, memeriksa ceruk.
" Si*l ceruk ini tersegel!" Dengan kesal.
" Serang!" ucap yang lainnya, sambil melepas serang.
Tidak lama kemudian muncul tiga sosok semi abadi tingkat sembilan tahap puncak.
" Jenderal Besar Bing, mereka ada di dalam..." ucap ular hitam raksasa melapor.
__ADS_1
" Sepertinya kita terlambat. Lencana Giok jiwa Jenderal Teng dan jenderal Cheng telah hancur," ucapnya, berharap sosok pembunuh itu masih ada di dalam makam.
****
Di tempat lain. ( Perbatasan hutan hidup).
Di atas pohon raksasa. Long Chen dan Yanshi Gong tampak begitu gelisah karena ledakan maha dahsyat sebelumnya terdengar hingga di tempat persembunyiannya tersebut.
" Tuan Long Chen, apakah kita akan kembali memeriksa?" Dengan wajah khawatir.
" Tuan Yanshi Gong, jangan gegabah. Jika kita kembali, kita akan semakin mempersulit tuan muda." Sambil berusaha tetap tenang.
" Tapi tuan...."
" Tuan, aku bahkan lebih khawatir, tetapi tuan muda belum memberi tanda bahaya. Itu artnya dia sedang baik-baik saja," ucap Long Chen yang juga sedang menenangkan dirinya.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Tuan tenanglah. Sebaiknya kita tunggu beberapa waktu, Jika tuan muda tidak datang, maka pilihannya adalah kembali," jawab Long Chen dengan pikiran yang tidak karuan.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo terus bergerak menuju perbatasan hutan hidup. Dengan kekuatan semi abadi tingkat enam tahap menengah, kecepatannya juga kini meningkatkan hingga lima kali lipat.
" Swhuss.... swhus....." Sosoknya terus bergerak di antara pohon-pohon raksasa.
Dua puluh menit kemudian, Qing Ruo akhirnya melihat pohon raksasa yang di tandai dengan segel emas.
" Swhus.... swhus...." Sosoknya mendekati pohon tersebut. Namun belum sampai Qing Ruo tiba di tempat itu, sosok Long Chen dan Yanshi Gong muncul, menyambut kedatangannya dengan wajah panik.
" Tuan muda, apa yang terjadinya?" tanya Yanshi Gong.
" Tetua, aku akan menjelaskan nanti, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini terlebih dahulu."
" Baik." Lalu bergerak, memimpin rombongan memasuki kawasan hutan hidup.
" Swhus... swhus...." sosok mereka melesat bergerak meninggalkan tempat itu.
" Tuan muda, berhati-hati. Jangan sampai menyentuh bagian pohon-pohon ini, karena satu pohon yang tersentuh, maka akan mengaktifkan suruh hamparan hutan hidup ini." Yanshi Gong menjelaskan, karena begitu terkejut saat melihat kecepatan Qing Ruo meningkat hingga lima kali lipat dari kecepatan sebelumnya.
" Baik, jawab Qing Ruo sambil terus bergerak.
" Penguasa, apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Long Chen melalui telepati.
" Aku telah mengadu kedua kucing hitam itu dengan Kongqi Duyun," jawab Qing Ruo menjelaskan.
" Lalu bagaimana dengan hasil pertempuran itu?" Dengan semakin penasaran.
" Ledakan maha dahsyat sebelumnya berhasil melukai kedua kucing hitam itu."
" Apakah penguasa memanfaatkan peluang itu?"
" Tentu saja. Kedua Mutiara jiwa mereka adalah milikku," jawab Qing Ruo terkekeh, membuat Long Chen juga ikut senang.
__ADS_1
" Perjalanan melewati tempat ini benar-benar luar biasa, tapi bagaimana dengan sumber daya yang di miliki Kongqi Duyun?" tanya Long Chen.
" Long Fu gagal menemukannya, kemungkinan besar cincin itu hancur," jawab Qing Ruo.
" Sangat disayangkan. Aku yakin Kongqi Duyun pasti memiliki sumber daya tingkat tinggi," ucap Long Chen sambil terus bergerak.
Sepanjang waktu, mereka terus bergerak melintasi hutan hidup itu tanpa berbicara sepatah katapun. Hingga menjelang sore pada saat mereka hendak keluar dari kawasan hutan tersebut, tiba-tiba pohon raksasa yang berada di hadapan mereka bergerak.
" Tuan muda, seseorang telah menyentuh pohon ini," ucap Yanshi Gong dengan serius.
" Terus bergerak. Kita harus segera keluar dari hutan ini," ucap Qing Ruo.
" Tuan Muda, Jagan...." teriak Yanshi Gong panik saat Qing Ruo tiba-tiba melepaskan tembakan pedangnya Xue Luo, yang bergerak mendahului mereka.
" Dhuar..... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, saat pedang tersebut menebas dan memotong setiap dahan pohon yang mulai membentuk sulur-sulur raksasa yang bergerak menutup arah pergerakan Qing Ruo dan rombonganya.
Sepuluh detik kemudian, suara ledakan dahsyat bergema di belakang Qing Ruo dan rombongannya.
" Ternyata ada sosok lain yang memang sedang mengejar kita," ucap Long Chen.
" Benar, dan Pohon hidup telah membantu kita untuk menahan mereka," ucap Qing Ruo.
" Swhuss..... Swhus...." Sosok Qing Ruo dan rombongan melesat keluar dari hutan tersebut.
" Akhirnya," ucap Yanshi Gong dengan wajah gembira.
" Tetua, seranganku sebelumnya adalah untuk mengaktifkan kawasan hutan hidup ini," ucap Qing Ruo menjelaskan tindakannya.
" Tuan muda benar. Jika tidak demikian, kita tidak akan tahu bahwa ada mereka yang bergerak mengejar kita." lalu terus bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss.... swhus...." Mereka terus bergerak, hingga menjelang malam, mereka akhirnya tiba di sungai kecil bercabang dua.
" Tuan muda, arah kiri menuju pusat terdalam Hewan gelap, dan arah kanan menuju kawasan terlarang serangga gelap. Jadi kita akan bergerak lurus. Gua perak terlarang ada di tengah-tengah hutan ini."
" Tetua, apakah tidak berbahaya jika kita memasuki hutan ini pada malam hari?"
" Tuan muda, selama kita berada di kawasan hutan gelap, tidak ada tempat yang aman untuk beristirahat. Satu-satunya tempat yang sedikit lebih aman adalah gua perak terlarang. Jika tidak ada halangan, kita akan tiba dua hari lagi."
" Baik, mari kita bergerak," ucap Qing Ruo.
" Baik, tuan muda."
" Swhus.... swhus...," sosok mereka kembali bergerak, memasuki kawasan hutan yang mulai gelap tersebut dengan berhati-hati.
Tiga jam kemudian, mereka mulai mendengar raungan keras dan suara pertempuran yang menggetarkan kawasan hutan.
" Sepertinya para penghuni hutan gelap ini mulai keluar untuk berburu," ucap Qing Ruo.
" Benar tuan, saat ini kita telah memasuki kawasan netral yang menjadi pusat perburuan dan latihan mereka," ucap Yanshi Gong menjelaskan.
" Sepertinya tuan Yanshi Gong tidak terlihat khawatir lagi," ucap Long Chen terkekeh.
" Tuan Long Chen, walaupun kawasan ini adalah tempat perburuan dan pelatihan mereka, tetapi kawasan ini hanya dimasuki oleh mereka yang berada di tingkat rendah."
" Apakah itu berarti kawasan ini sedikit lebih aman dari kawasan terluar?" tanya Long Chen.
__ADS_1
" Tuan Long Chen, aku tidak bisa memastikan hal seperti itu, karena kita tidak pernah tahu jika penguasa hutan gelap ini telah mengubah aturannya. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah bergerak dengan hati-hati, agar dapat segera tiba di gua perak terlarang."
" Baik. Semoga saja kawasan ini sedikit lebih aman," ucap Long Chen.