
suasana di tempat itu tiba-tiba menjadi hening. dihadapan Qing Ruo, Luo Jiao Lie masih tampak ragu.
" Tenanglah, aku hanya tertarik untuk melihatnya saja, karena yang aku tahu, mutiara air tak berbentuk itu adalah bentu sisa yang telah digunakan," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Ba-bagaimana saudara bisa tahu?"
" Dari pemilik sebelumnya?"
" Maksud saudara Ruo, Naga es itu?" menatap Qing Ruo dengan penasaran.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Ba-bagaimana bisa?" Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Apakah saudari ingin bertemu dengan naga es itu?"
" Saudara Ruo, jangan bercanda. Jika dia ada di sini, apakah kita sanggup melawannya?" dengan wajah yang begitu serius, membuat Qing Ruo terkekeh.
" Saudara, apakah ada yang lucu?" dengan wajah sedikit kesal.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya, menatap Luo Jiao Lie yang masih tampak kesal itu dengan tertawa.
" Aku tahu saudara adalah orang yang menolongku dan menghindar dari kedua belas tetua klan naga itu, tetapi mereka hanyalah semi Abadi tingkat enam. Sedangkan Naga Es ini sudah berada di tingkat tujuh tahap akhir. Naga es itu adalah hewan buas-"
Belum sempat Luo Jiao Lie menuntaskan kata-katanya, tiba-tiba Long Yu Wei dengan sosok naganya, muncul di dalam gua itu.
" Sa-saudara...." ucap Luo Jiao Lelie dengan wajah pucat pasi. Mematung, bahkan hampir tidak mampu menggerakkan tubuhnya, menatap Qing Ruo yang tampak begitu santai.
" Long Yu Wei," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Swhus...." Sosok naga Es itu mengubah diri menjadi manusia.
" Penguasa Qing Ruo, Long Yu Wei memberikan hormat." Berlutut di hadapan Qing Ruo dengan khidmad. Membuat sosok Luo Jioa Lie dengan wajah pucat pasi itu hampir menjatuhkan rahangnya.
" Nona," ucap Long Yu Wei menyapa Luo Jiao Lie dengan ramah.
" Sa-saudara, Le-luhur Qing Ruo..." ucap Luo Jiao Lie tergagap, membuat Qing Ruo yang terkekeh. Bahkan Long Yu Wei yang hampir tidak mampu menahan tawanya, mengarahkan pandangannya ke arah lain.
" Saudari, tenangkan dirimu," ucap Qing Ruo menenangkan.
Luo Jiao Lie seperti membeku. Dihadapannya, duduk sosok Qing Ruo yang dia kira berasal dari Klan Luo, dan sosok Long Yu Wei yang telah dia usik sebelumnya. Namun yang membuatnya hampir tidak bisa bernafas adalah hewan buas tingkat tinggi itu adalah pelayan orang yang seharusnya dia panggil leluhur tersebut.
" Nona, tenanglah. Aku tidak akan mengambil mutiara air tak berbentuk itu lagi," ucap Long Yu Wei dengan ramah, mencairkan suasana.
" Te- terima kasih, tuan." Terbata, dengan wajah memerah malu.
" Yu Wei," ucap Qing Ruo.
" Baik Penguasa." Sambil menatap Luo Jiao Lie. " Nona Jiao Lie, penguasa memanggilku untuk menjelaskan pada nona, bahwa mutiara air tak berbentuk yang ada pada nona adalah inti dari bentuk sisa yang telah aku serap, dan itu adalah bentuk yang sangat kuat dan rentan, yang aku sendiri tidak berani menyerapnya. Selain sangat rentan, kekuatan yang ada di dalamnya juga bisa membunuh nona dengan seketika," ucap Long Yu Wei menjelaskan, membuat Luo Jiao Lie terdiam.
Tiba-tiba tempat itu menjadi hening. Di hadapan Qing Ruo dan Long Yu Wei, Luo Jiao Lie tampak sedang bergelut dengan pikirannya.
" Apakah aku harus percaya kata-katanya? Terlebih lagi mereka juga tidak berasal dari klan Luo." Membatin. Namun yang membuatnya begitu heran adalah, cara Long Yu Wei memanggil Qing Ruo.
" Sejak kapan klan leluhur mengubah panggilannya pada tuan muda mereka."
__ADS_1
Setelah berpikir cukup lama dan melihat keseriusan wajah Long Yu Wei dan Qing Ruo, Luo Jiao Lie lalu mengeluarkan bola bening sebesar kepalan tangan manusia dewasa dari dalam cincin penyimpanannya.
" Saudara Ruo, ini..." sambil menyerahkan sumber daya tersebut.
" Saudari, aku hanya ingin melihatnya," ucap Qing Ruo.
Luo Jiao Lie menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada gunanya aku memiliki benda yang tidak bisa aku gunakan. Saudara Ruo, ambillah. Lagi pula ini memang bukan milikku. Anggap saja ucapan terima kasih karena saudara telah menolongku." Dengan wajah serius.
Qing Ruo terdiam dengan ragu.
" Sepertinya Yu Wei lebih memerlukannya." Hendak menyerahkan mutiara air tak berbentuk, namun dengan segera di tolaknya oleh naga es tersebut.
" Untuk penguasa saja," ucapnya dengan wajah serius.
Karena Luo Jiao Lie tidak menginginkan benda itu lagi, dan Long Yu Wei juga menolak, maka Qing Ruo lalu menyimpan sumberdaya tersebut.
" Saudari Jiao Lie, Yu Wei, terima kasih."
Setelah menyimpan mutiara air tak berbentuk ke dalam cincin penyimpanannya, Qing Ruo lalu meminta Long Yu Wei kembali ke dalam dunia jiwa.
" Penguasa, nona, aku pergi dulu," ucapnya dengan hormat, lalu lenyap dari pandangan Qing Ruo dan Luo Jiao Lie.
Setelah Long Yu Wei pergi, tempat itu kini menjadi hening kembali, menyisakan suara dengungan udara yang bergetar di sisi Huo Zhaodau yang sedang menyerap kristal jiwa abadi.
" Saudari, terima kasih." Sambil menyerahkan cincin penyimpanan kitab jurus teknik perubahan petir yang dia salin dari kitab dewa Luo.
" Saudara Ruo, ini ...." Menatap Qing Ruo dengan mata berkaca-kaca.
Pada saat melihat isi cincin penyimpanan yang berisi puluhan buah-buah abadi, dan pil tingkat tinggi serta senjata yang lebih kuat dari pisau perak yang dimilikinya. Tanpa dia sadari, dari sudut matanya yang indah itu, bulir-bulir bening mengalir, membasahi pipinya.
" Saudara Ruo, terima kasih."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku juga berterima kasih."
" Saudara Ruo," ucapnya ragu.
" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Apakah klan leluhur telah mengubah aturan?"
" Maksud saudari?"
" Panggilan penguasa, karena hanya para penguasa dari la Walayah utama yang menggunakan panggilan itu, bahkan kaisar dan raja kota tidak berani menggunakanya...." dengan wajah penasaran.
" Tidak ada yang berubah dengan aturan. Namun bagaimana bisa aku mendapat panggilan itu, ceritanya panjang."
Luo Jiao Lie menganggukkan kepalanya. mencoba memahami tindakan Qing Ruo yang tidak ingin membahas masalah itu.
" Lalu apakah ada lagi?"
" Mengenai Long Yu Wei. Sudah berapa lama naga es itu menjadi pelayan saudara?"
__ADS_1
" Baru beberapa waktu yang lalu."
" Baru? Apakah yang menenangkan kemarahannya di kota Tongzhe itu...?"
Qing Ruo menganggukkan kepalanya, membuat Luo Jiao Lie ternganga.
" Tidak heran dia bisa menyelamatkanku dari kedua belas sosok manusia naga, ternyata dia adalah orang yang mengalahkan Naga Es itu." Membatin menatap Qing Ruo dengan takjub.
" Saudari Jiao Lie, apakah ada yang salah dengan wajahku?"
Luo Jiao Lie menggelengkan kepalanya.
" Saudara Ruo sungguh hebat. Mampu mengalahkan Long Yu Wei adalah sesuatu yang diluar nalar."
" Aku hanya beruntung," jawab Qing Ruo merendah.
" Saudara Ruo terlalu merendah. Setelah ini, kemana tujuan saudara?"
" Gerbang Es Hitam," jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Saudara, itu adalah tempat yang sangat berbahaya." Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Aku ada urusan di sana. Lalu saudari?" tanya Qing Ruo dengan santai.
" Saat ini aku masih belum memiliki tujuan." Dengan tatapan menerawang.
" Mengapa bisa demikian?"
" Prioritas utama ku saat ini adalah mencari sumber daya dan menjadi kuat. Karena dengan demikian, barulah aku kembali dan melindungi saudara-sauadaraku." Dengan wajah serius, membuat Qing Ruo terdiam.
" Lalu bagaimana dengan saudara yang lain, apakah mereka juga melakukan hal yang sama?"
Luo Jiao Lie menganggukkan kepalanya.
" Mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. Kami generasi muda adalah ujung tombak klan yang ditugaskan oleh para tetua untuk membangun ulang kekuatan Shen Luo. Saudara Ruo, apakah klan leluhur tidak mau campur tangan?" Menatap Qing Ruo dengan penuh harap.
Qing Ruo tersenyum kecut menggelengkan kepalanya.
" Aturan dibuat untuk menata tatanan yang ada, jika aturan itu dilanggar, maka rusaklah tatanan itu. Ada sebab, ada akibat. Dalam hal ini, Shen Luo harus bangkit sendiri," ucapnya pelan, dengan perasaan haru. Niatnya yang tidak ingin menjelaskan identitas pada Luo Jiao Lie, tergugah.
Luo Jiao Lie menganggukkan kepalanya, menatap perubahan wajah Qing Ruo yang tiba-tiba serius dengan heran.
" Suadari, tunjukan kekuatan sejatimu," ucap Qing Ruo dengan serius, yang langsung ditanggapi oleh gadis itu.
" Slash...." Kekuatan petir berwarna biru muncul, bersamaan dengan ledakan aura semi abadi tingkat empat terus mengedar dari tubuhnya.
Qing Ruo tediam cukup lama, menatap sosok itu yang terus mengedarkan kekuatan dari tubuhnya.
" Gadis bodoh..." ucapnya pelan, tiba-tiba meneteskan air mata, membuat Luo Jiao Lie begitu terkejut.
" Saudara Ruo...?" Menatap Qing Ruo dengan heran.
*****
Masih satu bab. 🙏
__ADS_1