
" Swhuss.... swhuss...." sosok Qing Ruo bergerak sambil menebas kelima sosok prajurit yang bergerak menyerangnya bersamaan dengan menyerangnya pasukan bantuan.
" Dhuar... dhuar...." ledakan dahsyat bergema bersamaan dengan terlemparnya potongan tubuh kelima sosok itu ke berbagai arah.
" Oh tidak, darah emas itu benar-benar kuat," ucap prajurit puncak Dong Yin panik.
" Mundur!" ucap Yin Gu Chi memberi perintah, sambil merapatkan barisan pasukannya.
Dari berbagai arah.
" Swhuss... swhuss..." tiga puluh prajurit klan Jin dan prajurit kota Gu Lu beserta dua puluh ribu prajurit puncak Nan Yin muncul di tempat itu, mengepung dan langsung menyerang, membuat dua puluh ribu prajurit puncak Dong Yin semakin kalang kabut.
" Formasi Cincin api!" ucap Yin Gu Chi dan Yin Theng Lai bersamaan, memberi perintah untuk membuat formasi serangan.
" Dhuar... dhuar...." ledakan pukulan dari berbagai arah mulai mengguncang kawasan tersebut, bersamaan dengan mulai terbentuknya Formasi serangan raksasa, namun tiba-tiba Formasi Serangan itu kacau balau saat ledakan petir abadi tanpa warna tiba-tiba muncul dari tengah lingkaran tersebut.
" Dhuar...dhuar ..." Ledakan dahsyat petir yang berderak-derak itu mengoyakkan tubuh semi abadi tingkat tiga hingga tingkat empat, dan melempar puluhan sosok semi abadi tingkat enam hingga tingkat delapan ke berbagai arah.
" Bad***n! Ini serangan darah emas lagi!" ucap Yin Theng Lai dengan kesal, sambil terus mengarahkan pasukannya untuk kembali membiat formasi serangan Cincin Api.
" Tetua, di sana," ucap Ding Dugong menunjukkan sosok Qing Ruo yang menggila dengan pedang Xue Luo.
" Sialan, bad***n itu lagi! ucapnya sambil bergerak hendak menyerang Qing Ruo.
" Tetua, biarkan prajurit melemahkan kekuatannya terlebih dahulu..." ucap Xu Munbai, menahan Yin Theng Lai yang begitu kesal tersebut. .
" Tidak ada waktu. Jika dia terus melepaskan serangan petirnya, formasi serangan kita tidak akan pernah terbentuk," ucap Yin Gu Chi.
" Tetua benar, tetapi sosok yang ada di sisinya itu sangat kuat dan tidak tersentuh," ucap Di Dugong menjelaskan sosok Jin Kong yang menggila bersama Qing Ruo.
" Tetua, aku juga yakin jika sosok itu pasti sedang menyamarkan tingkat kultivasinya," ucap Xu Mubai, membuat Yin Gu Chi dan Yin Theng Lai mengurungkan niatnya.
" Terus serang!" ucapnya memberi perintah.
" Dhuar.... dhuar ..." ledakan dahsyat terus bergema tanpa henti, diiringi teriakan kesakitan dan dentingan senjata yang terus beradu.
" Swhus... swhuss...." cipratan darah dan potongan tubuh yang terlempar ke berbagai arah membasahi kawasan itu dan mengubahnya menjadi merah.
Tidak jauh dari sosok Qing Ruo dan Jin Kong, Yuan Bai, Yuan Hei dan rombongannya bertempur dengan ganas, membabat prajurit elit dari puncak Dong Yin itu tanpa ampun, sambil mengawasi pergerakan Qing Ruo dengan seksama.
" Saudara Yuan Hei, mengapa patriark Jin Kong tidak menggunakan kekuataan abadi? Bukankah hal itu akan membuat pertempuran ini akan menjadi lebih mudah," ucap Mayi Cao dengan heran.
__ADS_1
" Saudara Cao, itu adalah strategi Penguasa, agar dapat membunuh mereka dengan perlahan tanpa membuat kekacauan dan kepanikan pasukan yang ada di luar perisai perlindungan," ucap Yuan Hei menjelaskan.
" Maksud saudara?" tanya Mayi Cao.
" Saudara Cao, apa jadinya jika pasukan yang ada di luar perisai tahu bahwa ada sosok abadi di dalam perisai ini," jawab Yaun Hei sambil melepaskan pukulannya.
" Saudara Yuan Bei, aku mengerti," ucap Mayi Cao sambil terus melepaskan pukulan tapak beracun.
Di sisi lain.
" Saudara Yuan Bai, lihat penguasa dan patriark Jin Kong. Serangan mereka terus menghancurkan formasi serangan pasukan Puncak Dong Yin, ini akan menjadikan mereka sebagai target utama," ucap Mayi Xian dengan khawatir sambil bergerak dengan perlahan mendekati Qing Ruo.
" Saudara Mayi Xian benar, tapi jangan terlalu dekat dengan penguasa. Serangan petir abadi tanpa warna akan muncul kapan saja, dan serangan itu dapat menewaskan semi abadi tingkat sembilan," ucap Yuan Bai mengingatkan.
" Tapi saudara..." ucap Mayi Xian dengan ragu, saat melihat serangan petir tanpa warna hanya melukai Semi abadi tingkat tujuh dan tingkat delapan.
" Saudara, serangan yang dilepaskan oleh penguasa tersebut hanya serangan pancingan yang di sengaja," ucap Yuan Bai menjelaskan.
" Terus menjaga jarak," ucap Long Chen mengingat dengan wajah serius.
" Baik saudara..."
****
" Swhuss... swhus...." sosok Qing Ruo dan Jin Kong terus bergerak, berkerja sama menyerang formasi Cincin Api yang terus dibangun oleh pasukan puncak Dong Yin tersebut.
" Patriark, target kita adalah semi abadi tingkat sembilan," ucap Qing Ruo sambil melepas tebasan pedang Xue Luo.
" Baik, tuan muda...."
" Argh.... Badj***n!" Teriak para tetua dari puncak Dong Yin dengan kesal, menatap Qing Ruo dan Jin Kong yang menggunakan cadar perak dengan kemarahan dan niat membunuh membara.
" Saudara, aku akan menyerangnya secara bersama-sama!" ucap Yin Theng Lai sambil membawa sepuluh sosok semi abadi tingkat sembilan tahap dasar hingga tahap menengah, bergerak menyerang Qing Ruo dan Jin Kong.
" Baik," ucap Yin Gu Chi sambil mengarahkan pasukannya.
" Swhuss... swhuss...." Sosok Yin Theng Lai dan rombongannya, bergerak dari berbagai arah, mengepung Qing Ruo dan Jin Kong dari berbagai sisi.
" Mendekatlah," ucap Qing Ruo membatin sambil bersiap melepaskan serangan petir tanpa warna.
" Patriark, menjauh..." ucap Qing Ruo berbicara melalui telepati, sambil menjelaskan rencananya.
__ADS_1
" Baik tuan Muda," ucap Jin Kong, sambil bergerak menjauh.
" Lihat sosok itu ketakutan..." ucap para tetua itu dengan penuh semangat, menatapnya Qing Ruo yang tersudut tersebut seperti mangsa.
" Kalian..." ucap Qing Ruo dengan wajah panik Sambil bergerak mundur, agar kesepuluh sosok yang terus melepaskan serangannya itu melonggarkan pertahanan mereka.
" Saudara jangan membuatnya mudah, karena aku ingin menangkap dan menyiksanya terlebih dahulu," ucap Yin Theng Lai dengan senyum penuh arti.
" Baik," ucap tetua tersebut sambil bergerak mendekati Qing Ruo.
" Swhus... swhuss..." Qing Ruo bergerak menjauh, menghindari kejaran kesepuluh pendekar tingkat tinggi tersebut, membuat Ding Dugong, Xu Mubai dan prajurit puncak Dong Yin tertawa gembira.
" Trak.... " Suara ledakan petir yang berderak bergema bersamaan dengan ledakan dahsyat yang tiba-tiba melempar para tetua tersebut.
" Apa!" ucap Yin Teng Lai dan tetua lainnya serta seluruh prajurit puncak Dong Yin yang melihat peristiwa itu terkejut, saat lima sosok tetua yang yang terlempar itu telah tewas dengan tubuh tercabik-cabik.
" Mundur!" ucap Yin Theng Lai panik, sambil membuat perisai perlindungan, namun tiba-tiba ledakan petir kembali bergema, menghantam tubuhnya dan kelima tetua yang tersisa tersebut dan melemparnya ke berbagai arah.
" Oh tidak dia ternyata berpura-pura...!" ucap prajurit elit puncak Dong Yin panik saat melihat Yin Theng Lai dan kelima tetua yang bergerak pergi itu tewas seketika.
" Sangat mengerikan, kekuatannya seperti sosok abadi..." ucap Yin Gu Chi panik, saat melihat Qing Ruo yang kini semakin menggila, bergerak mengejar para pendekar semi abadi tingkat sembilan.
****
Di sisi lain.
Mayi Cao, Mayi Xian dan rombongannyan juga tidak kalah terkejutnya.
" Saudara Yuan Bai benar, serangan petir penguasa benar-benar dapat membunuh semi abadi tingkat sembilan tahap dasar hingga tahap menengah begitu saja," ucapnya Mayi Xian dengan tubuh bergidik.
" Sudah aku katakan sebelumnya, jika saudara berada di sekitarnya, saudara juga akan bernasip seperti para tetua tersebut. Lihatlah, Patriark Jin Kong saja menjaga jarak, apalagi saudara," ucap Yuan Bai menanggapi.
" Kekuatan petir benar-benar mengerikan, tidak heran jika kawasan gerbang es hitam selalu menolak kehadiran klan Qing," Mayi Xian membatin.
Di antara pasukan puncak Nan Yin, tidak jauh dari tempat Qing Ruo berada, Yin Shenkai serta para tetua tingkat tinggi puncak Nan Yin juga dibuat ternganga. Kekuatan Petir Qing Ruo yang langsung membunuh para tetua puncak Dong Yin itu membuat mereka bergidik ngeri.
" Saudara Shenkai, benar yang diceritakan oleh pangeran Gang sebelumnnya, ternyata tuan muda Qing Ruo ini benar-benar mengerikan. Dia bahkan dapat membunuh sepuluh pendekar Semi abadi tingkat sembilan begitu saja," ucap para tetua tersebut berbicara pada rombongannya.
" Benar," ucap Yin Shenkai menanggapi, sambil menatap Qing Ruo yang semakin mendominasi.
" Semoga dengan bantuan tuan Qing Ruo dan patriark Jin Kong, kita dapat memenangkan peperangan ini," ucap para tetua tersebut dengan penuh harap.
__ADS_1
" Semoga pangeran Bei juga dapat mengalahkan lawannya," ucap Yin Shenkai dengan penuh harap, sambil bergerak melepaskan pukulan tapak hitam.
" Semoga demikian," ucap para tetua tersebut menanggapi.