
Liu Whang dan semua orang yang ada di tempat itu menatap bilah pedang yang tertancap di tengah halaman istana tersebut dengan penasaran.
" Tuan Muda, apakah ini benar-benar sudah selesai?" tanya Liu Ye.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Apakah ada yang ingin mencobanya?" tanya Qing Ruo, yang langsung membuat para jenderal tersebut menggelengkan kepalanya, bahkan Liu Whang.
" Tuan muda, kami percaya mantra formasi pembunuh dewa ini bekerja dengan baik," ucap Liu Whang.
" Jika tidak ada yang ingin mencobanya, lalu bagaimana kalian bisa tahu bahwa segel mantra ini bekerja? tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tidak masalah tuan muda, kami benar-benar yakin jika segel mantra ini bekerja," ucap Liu Heng yang begitu merinding saat Qing Ruo meminta mereka mengujinya.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Jenderal Liu Ninglong, ikut aku," sambil bergerak meninggalkan halaman istana.
" Tu-tuan muda, ini." dengan wajah pucat pasi, menatap Liu Whang yang menganggukkan kepalanya.
" Baik Yang mulia," lalu bergerak menyusul Qing Ruo yang sudah menunggu di atas langit kota.
" Swhus..." sosoknya tiba di hadapannya Qing Ruo yang sedang mengamati seluruh langit kota.
" Terus bergerak," ucap Qing Ruo sambil terus terbang, hingga tiba di atas awan.
" Jenderal," ucap Qing Ruo, meminta Liu Ninglong melepaskan serangan ke arah langit kota.
" Ba-baik tuan," ucapnya sambil melepaskan serangan tapak.
" Swhus..." tapak raksasa melesat, mendekati langit kota yang langsung di hadapan ratusan pedang yang tiba-tiba muncul dari kehampaan."
" Dhuar...." ledakan dahsyat bergema, membuat Liu Ninglong begitu ketakutan saat ratusan pedagang itu tiba-tiba bergerak ke arahnya.
" Sepertinya cukup," ucap Qing Ruo, mengibaskan tangannya, dan menghentikan serangannya itu. lalu bergerak kembali menuju ke istana kota.
" Baik tuan muda..." bergerak mengikuti Qing Ruo dengan jantung berdetak cukup kencang.
" Swhus... swhus..." mereka berdua tiba di halaman istana kota.
" Tuan muda, mantra formasi bekerja dengan baik," ucap Liu Whang dengan gembira, sambil menghampiri Qing Ruo dan Liu Ninglong yang masih dengan tubuh bergetar.
" Aku rasa demikian," ucap Qing Ruo.
" Baik tuan muda, karena hari sudah malam, dan anda juga perlu untuk beristirahat, Maka dengan berat hati, aku mengakhiri pertemuan hari ini. Para Jenderal, para komandan, maaf atas ketidaknyamanan ini," ucap Liu Whang dengan hormat.
" Baik yang mulia, kami rasa juga demikian," jawab para komandan, dan Jenderal pasukan tersebut, lalu satu per satu undur diri meninggalkan tempat itu, kembali menuju kediaman mereka masing-masing.
Setelah para Jenderal dan Komandan pasukan pergi, Liu Whang lalu meminta Liu Ye membawa Qing Ruo menuju istana kehormatan, untuk beristirahat di tempat itu, namun dengan segera ditolak oleh Qing Ruo.
" Yang mulia , waktuku di kota Danau Emas ini terbatas. Jika yang mulia berkenan, apakah boleh aku segera langsung pergi ke danau suci, dan beristirahat di tempat itu?"
" Tentu saja, tempat suci itu selalu terbuka untuk tuan," ucap Liu Whang dengan hormat.
" Terima kasih Yang mulia," ucap Qing Ruo dengan hormat.
__ADS_1
" Mari tuan muda." Ucap Liu Ye, lalu membawa Qing Ruo meninggalkan tempat itu.
" Baik," ucap Qing Ruo.
Liu Hwang dan Liu Heng menatap kepergianmu Qing Ruo dan Liu Ye dengan tersenyum kecut.
" Seandainya saja mereka berdua...." batinnya.
" Yang Mulia," ucap Liu Heng, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Liu Ye terus bergerak membawa Qing Ruo memasuki kawasan terdalam istana kota Danau Emas.
" Putri, jika aku boleh tahu. Tempat seperti apakah Danau Emas ini?" tanya Qing Ruo membuka perbincangan mereka, sambil berjalan santai.
" Berdasarkan catatan kuno, yang ditulis oleh pendiri kota Danau Emas, leluhur Shen Liu Tian. Danau emas adalah tempat yang unik, hanya mereka yang tercerahkan yang dapat memahami kekuatan emas di dalam Danau tersebut. Selain itu, kekuatan spiritual emas langit dan bumi dibyempat itu bahkan lebih banyak dan lebih padat dari tempat lain. Selebihnya, jika mereka kurang beruntung, tempat itu tidak lebih daripada danau biasa." Liu Ye menjelaskan.
" Aku mengerti," ucap Qing Ruo.
Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di sebuah gerbang hitam, yang dijaga oleh dua semi Abadi tingkat dua.
" Putri, tuan.." memberi hormat pada Qing Ruo dan Liu Ye.
" Paman, tuan muda ingin memasuki danau suci." Liu Ye menjelaskan.
" Baik."
" Swhung..." mantra formasi yang ada pada pintu gerbang bereaksi, munculkan pusaran angin hitam keemasan.
" Tuan muda, untuk melindungi tubuh, gunakan lencana emas," ucap Liu Ye.
" Baik putri," ucap Qing Ruo sambil mengeluarkan lencana emas yang langsung bereaksi menjadi perisai air transparan, yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
" Putri, jika aku boleh tahu, berapa lama aku boleh tinggal di dalam?"
" Paling lama dua hari. Biasanya jika Danau merasakan sesuatu yang tidak beres dari tubuh seseorang, dia secara langsung akan melempar orang tersebut keluar. Liu Ye menjelaskan.
" Baik, " ucap Qing Ruo, lalu melangkahkan kakinya, memasuki pusaran angin hitam keemasan tersebut, dan lenyap di dalamnya.
" Swhuss...." Pusaran angin hitam keemasan itu secara perlahan menghilang.
" Putri, apakah anda ingin menunggu?"
Liu Ye menggelengkan kepala.
" Aku rasa tidak perlu."
" Baik..."
" Paman, jika terjadi sesuatu, segera kabari aku." Lalu meninggalkan tempat itu.
" Baik putri," jawab kedua pendekar itu dengan hormat.
__ADS_1
***
Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu.
Qing Ruo terus bergerak, membiarkan dirinya dibawa oleh angin hitam keemasan.
Lima belas menit kemudian.
" Swhuss..." Qing Ruo keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu, muncul di puncak gunung berkabut raksasa.
Dengan tenang, Qing Ruo mulai mengedarkan mata emas, memeriksa tempat tersebut dengan seksama.
" Ini adalah dunia kecil." Batinnya, mendekati danau biru raksasa yang ada di puncak gunung itu dengan penasaran dan heran.
Tidak ingin terburu-buru, Qing Ruo lalu duduk di tepi danau, sambil melepaskan kesadaran Dewa memeriksa seluruh kawasan dengan seksama, namun tidak menemukan sesuatu yang aneh si tempat itu.
" Ini aneh, bahkan satu ekorpun tidak ada hewan buas di tempat ini, aneh." Qing Ruo membatin.
Setelah merasa yakin bahwa tempat tersebut benar-benar aman, Qing Ruo lalu mengeluarkan Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau.
" Penguasa, tempat apa ini?" tanya Huo Mingzhi.
" Dunia kecil milik klan Liu." ucap Qing Ruo meminta mereka berjaga sambil memasuki Danau.
Baru saja kaki kirinya memasuki danau, kekuatan emas yang ada di dalam Danau itu langsung bereaksi, memasuki tubuhnya dengan ekstrem.
" Kekuatan spiritual emas yang sangat kuat, ini benar-benar luar biasa.." terus bergerak memasuki danau, hingga seluruh tubuhnya berada di dalam air, yang kini hanya menyisakan kepalanya saja,
Berada di dalam Danau tersebut, benar-benar membuat Qing Ruo merasa nyaman, bahkan membuat fondasi kultivasi semi abadi tingkat tiga tahap dasarnya benar-benar stabil.
" Jika seperti ini, aku sudah bisa menaikan tingkat kekuatanku ke tahap menengah..."membatin senang.
Tiga jam kemudian, seluruh kekuatan yang ada di tubuh Qing Ruo terasa begitu penuh dan stabil, membuatnya menghentikan tindakannya, bahkan luka-lukanya dari sisa pertempuran kini benar-benar telah b sembuh.
" Ini seperti air penyembuhan," ucapnya sambul mengeluarkan Youlin Sha dari dalam dunia jiwa.
" Penguasa, ini?" Terkejut saat merasakan kekuatan spiritual emas langsung memasuki tubuhnya dengan ekstrem.
" Danau emas suci klan Liu," ucap Qing Ruo menjelaskan, membuatnya begitu bersemangat.
Sejak lautan Jiwanya terluka saat berada di pulau Wugou, Youlin Sha bahkan tidak pernah berlatih lagi, sehingga dirinya leboh fokus membantu para pekerja di kebun buah-buahan abadi yang berada di selatan dunia jiwa.
" Swhus...." Qing Yong Jun muncul di sisinya.
" Ayah, ini..?" Dengan wajah gembira.
" Danau emas klan Liu," ucap Qing Ruo menjelaskan tempat tersebut dengan jelas, hingga Qing Yong Jun dan Youlin Sha mengerti, lalu mulai menyerap kekuatan aura spiritual emas Danau emas tersebut.
Lima belas menit kemudian.
" Zhoudao, Mingzhi," ucap Qing Ruo memanggil Qilin api langit itu untuk ikut bmenyerap kekuatan spiritual emas air danau tersebut, sambil mengawasi Youlin Sha dan Qing Yong Jun.
" Baik penguasa," ucapnya dengan hormat.
Pada saat Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau, mulai menyerap aura spiritual emas , Qing Ruo lalu bergerak memasuki bagian dalam untuk memeriksa dasar danau raksasa tersebut.
__ADS_1