Sang Penguasa

Sang Penguasa
Bingung


__ADS_3

Namun nyatanya apa yang dipercayainya tak sepenuhnya benar.


Max akan dengan senang hati menjelaskan apa yang terjadi kalau orang tua itu bertanya.


Sudah lama sejak terakhir kali ia dapat banyak kejutan begini.


Orang tua ini malah teringat masa lalunya.


Yah kesibukannya tak jauh dari mengusir makhluk gelap, dan terus saja begitu sampai sekarang.


Namun kini ia dapat kesempatan untuk bebas dari lingkaran rutinitasnya.


Tak lain tak bukan adalah dengan membinasakan pemuda yang ada di hadapannya ini.


Kedatangan sekaligus kematian sang penguasa terhebat adalah kunci membuat dunia ini kembali seperti semula.


“Tuan.” Terdengarlah suara yang membuyarkan lamunannya.


“….” Orang tua ini menatap dengan serius.


“Aku percaya pada rumor yang beredar.” Akhirnya Max mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.


Meski apa yang terjadi tak sesuai dugaannya, namun ia tetap percaya apa yang dilakukan beliau tak salah.


“Sang penguasa gelap, itulah alasanku di sini.”


Statement singkat namun mengandung arti yang dalam.


Max yakin ia tak perlu panjang lebar menjabarkan siapa dirinya dan mau apa ia di sini.


Max yakin para pelindung dunia ini lebih tahu tentang dirinya dibanding makhluk lain.


Ada alasan jelas dan masuk akal kenapa beliau menginginkan nyawanya.


“Kau takkan bisa.”


“!”  Max tak bisa menahan keterkejutannya.


Kenapa? Kenapa beliau mengatakan itu?


“Jadi penjaga langit bohong?” Max tak menyangka.


“Kau sudah bertemu dengannya.” Orang tua ini baru tahu.


“Jangan samakan aku dengannya.” Ketegasannya memancar kuat.


Oh, tapi ia sudah melakukannya di awal sih.


Yah penampilan mereka mirip sih.


Kalau saja rambut pria tua pelindung dunia ini panjang, pasti akan sulit membedakannya sih.


Jadi siapa yang harus dipercayainya?


Sang penjaga langit, atau salah satu pelindung dunia?


Apakah dengan kedatangannya atau dengan kematiannya agar bisa mengubah dunia ini?


Pada akhirnya konflik berkembang lebih cepat dari dugaannya, dan Max tak bisa melakukan apapun soal itu.


Tak ada elemen santai slice of life, comedy, romance atau apapun.


Yang ada malah keseriusan dan pertaruhan nyawanya.


Siapa yang tertarik pada hal itu coba?


Entah kenapa ia malah membandingkan kehidupan fantasy-nya dengan cerita lain.


Namun yah, inilah yang terjadi.


Tak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menerima apa adanya.


Max sudah mulai bisa mengerti apa yang terjadi di sini.


Apa yang ia sangka di awal ternyata salah besar.


Rencana besarnya untuk mengulik info adalah kesia-siaan belaka.


Buktinya sudah terjadi dan dialaminya sendiri.


Dari awal pun mereka sudah berselisih jalan.


Tujuan mereka tak sama.


Max memang masih tak habis pikir apa untungnya kalau ia mati sekarang.


Padahal musuh mereka sama, lah kenapa harus milih jalan yang beda gini?

__ADS_1


Namun yah, disitulah yang namanya fungsi kebebasan.


Siapapun boleh memilih jalan apapun yang dianggap benar.


Tak beda jauh dengan keadaan sekarang sih.


Sang pria tua pelindung dunia ini masih belum menyerah.


Tak bisa dipungkiri tekadnya memang beberapa kali tergoncang akibat melihat kebolehan pemuda ini.


Namun kini tekadnya sudah lebih kuat lagi dari yang sebelumnya.


Ia takkan berhenti sebelum tujuannya tercapai.


Ini bukan karena alasan pribadi atau apapun, tapi demi keselamatan dunia….


HUSH!


Orang tua itu melesat maju!


*


Sementara itu di sisi lain….


“UHUK!” Love batuk brutal.


Lama-lama bikin muak juga energi dua makhluk yang meluber ini.


Gadis pirang ini melihat ke sekitarnya, namun sulit sekali mendeteksi dimana keberadaan dua makhluk yang sedang tarung itu.


Yah bukannya ia sok mau datang juga ke tempat mereka sih.


Ia hanya penasaran aja.


Sementara itu di langit banyak dentuman keras.


Padahal langit kelihatannya masih cerah juga, tapi kok ada guntur sih?


Mungkinkah ada fenomena alam unik yang sedang terjadi?


Gadis ini sama sekali tak sadar dua makhluk yang dicarinya sedang ada di atas sana.


Aura kekuatan pertarungan mereka banyak terkumpul di bawah sini dan membuat indra pelacaknya jadi terganggu.


Love terdiam, tak ada yang berubah kalaupun ia tahu keberadaan mereka berdua.


Ia sangat beruntung karena tuan pelindung dunia itu hanya menganggapnya main-main.


Kalau tidak, tentu ia tak akan ada di sini.


Lantas dimana?


Tentu saja di alam lain.


Dengan kata lain kehidupannya berakhir.


Ia sudah mengerahkan segenap kekuatannya, namun tetap aja ia tak bisa menunjukkan kebolehannya dan terlihat keren.


Love terdiam, tak disangka ia jadi karakter sampingan yang tak berguna begini.


Kalau dalam cerita novel pasti ia dibenci pembaca gara-gara nggak guna.


Dan yah mau gimana lagi, terkadang kenyataan memang tak sesuai dengan ekspektasi.


Yang penting masih bisa bertahan juga sih.


Pada dasarnya ia harus sabar dan menunggu semua ini berakhir.


Ia tak bisa memaksakan diri berada di ranah pertarungan mustahil begini.


“Heeee~”


“!” Ada suara!


SWUSH!


Love langsung berkelit dan menjauh!


“HAH!?” Mata gadis ini terbuka lebar, tak mneyangka dengan yang dilihatnya.


“NONA GELAP!”


Sosok yang punya penampilan sama dengannya, kini datang lagi!


“Ho, kau ingat denganku ya.”


“Mana mungkin nggak ingat!” Belum sampai bertahun-tahun juga sih.

__ADS_1


Terlihatlah sesosok berjubah hitam, yang tak lain tak bukan adalah perempuan gelap yang jadi lawan perdana tangguh mereka.


‘Kenapa ada di sini!?’ Love sama sekali tak merasakan ada hawa kehadiran siapapun.


Ia berusaha menenangkan dirinya, panik bukanlah pilhan yang tepat.


“Aku datang kembali.” Sosok perempuan gelap itu tersenyum kecil.


“Oke?” Itu sudah jelas sih, tak perlu diumumkan lagi.


Akhirnya setelah sekian lama, sosok gelap yang pergi itu menunjukkan batang hidungnya juga.


Love terdiam, ia tak tahu dari kapan makhluk gelap ini ada, namun yang pasti ini mengejutkan juga sih.


Gadis pirang ini akhirnya ingat, sudah bukan rahasia lagi makhluk kuat bisa menyembunyikan hawa keberadaannya.


Semkain terampil menyembunyikan keberadaannya, maka tak perlu diragukan lagi kekuatannya.


Namun Love yakin perempuan gelap ini belum lama ada di tempat ini.


Sang tuan penguasa pasti bisa mendeteksinya lebih awal.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Perempuan gelap ini baru saja ke tempat ini dan langsung menemui rekan targetnya.


“KENAPA NONA GELAP BISA MIRIP DENGANKU?” Love langsung ke intinya.


Ia kagum dengan kecantikannya, tapi orang-orang bisa salah paha kalau wajahnya semirip ini.


“Heee, kenapa ya?” Perempuan gelap itu malah nanya balik, tanpa memberi jawab apapun.


Love terdiam, yah kalau nggak dijawab ya mau gimana lagi sih.


Nggak bisa maksa juga.


SRET.


Love memasang kuda-kudanya.


Tak disangka penantiannya yang damai kini jadi seperti ini.


Bertemu dengan makhluk gelap yang sangat kuat seorang diri bukanlah kejadian bagus.


Tapi yah elemen menegangkan nggak sepenuhnya buruk untuk sekarang.


Inilah jawaban dari harapannya sebelumnya.


Ia tak perlu bosan menunggu dan tak melakukan apa-apa.


Kini lawan sangat kuat sudah hadir di hadapannya.


Apalagi yang bisa dimintanya?


Sementara itu di sisi lain.


Sang perempuan gelap terkesan dengan kepercayaan diri gadis ini.


Ia pikir dia bakal minta ampun atas nyawanya, namun malah pasang pose bertarung.


Sang perempuan gelap ini tak buru-buru menanggapi gadis itu.


Ada alasan jelas dibalik kedatangannya di sini.


Ya sudah jelas untuk mengecek keadaan gadis ini sih.


Ia tak berniat untuk bertarung.


Lagipula ia sendiri memang tak punya urusan apapun dengan gadis pirang ini.


Satu-satunya urusannya adalah dengan sang musuh utama tuannya sendiri yang sekarang ini sedang sibuk.


Karena tak mau mengganggu jadilah ia datang ke sini.


‘HM.’ Love masih diam, siaga, dan waspada untuk kemungkinan apapun yang bisa terjadi.,


Yah meski belum terjadi apapun sih.


TAPI BUKAN BERARTI TAKKAN TERJADI!


Bisa jadi musuh sedang berusaha membuatnya bingung dengan diam saja!


‘BOLEH JUGA.’ Kalau begitu ia juga bisa pakai strategi yang sama.


Baiklah dia juga bingung dengan aksinya ini.


Dengan begitu tak hanya dirinya sendiri yang bingung.

__ADS_1


Love menggelengkan kepalanya, malah jadi beneran bingung.


__ADS_2