Sang Penguasa

Sang Penguasa
Mengganti


__ADS_3

Max terdiam, ia terlihat tenang meski pandangannya dihalangi badai pasir hebat.


Inilah hasil dari aduan kekuatan tadi.


Dan kini ia masih menunggu pergerakan lawan lagi.


SWUSH!


Tak butuh waktu lama, terlihatlah orang tua itu memecah badai pasir yang sangat kuat ini.


Dan akhirnya situasi kembali teduh dan tenang.


“….” Pria tua serba putih itu terdiam, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Kenapa tak ada kehancuran apapun di sini?


Ledakan energi besar tadi bahkan sampai membuat badai energi besar, namun kenapa malah tak ada kerusakan seperti yang ada dipikirannya?


“….” Perlahan namun pasti keheranannya itu akhirnya terjawab juga.


Jadi itulah yang terjadi.


Tak butuh waktu lama untuknya agar bisa tahu apa yang terjadi di sini.


Semua ini karena pemuda itu.


Kejadian lama terulang lagi.


Ia tak menyangka dia menetralkan semua energi pertarungan mereka.


Itulah sebabnya tak ada kehancuran sedikitpun di sini.


‘Hm.’ Max sudah menyangka kekuatannya bakal terbuang di sini.


Ia ternyata berhasil menekan dampak kerusakan akibat energi pertarungan yang tercipta.


Meski tak benar-benar sempurna karena masih tercipta badai, namun yah setidaknya keadaan tempat ini tak terlalu berantakan.


Namun kenapa pemuda ini begitu peduli dengan keadaan tempatnya bertarung?


Biasanya yang dipedulikan orang yang bertarung hanyalah kemenangan sih.


Dan ternyata bukan tanpa alasan Max melakukan itu.


Ia hanya tak ingin melihat banyak kehancuran, itu saja.


Alasan singkat nan sederhana.


Sebisa mungkin ia ingin meminimalisir kekacauan, ia datang bukan untuk menghancurkan dunia juga sih.


Pria tua itu akhirnya bisa menerima apa yang terjadi.


Pada akhirnya ia tak bisa meremehkan makhluk yang jadi lawannya juga.


Tak peduli penampilan bocahnya, dia tetap ‘tuan penguasa’ yang dielu-elukan orang banyak.


Ia akhirnya bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kekuatan makhluk yang banyak dirumorkan ini.


SWUSH!!!


Hempasan energi dahsyat langsung tercipta dari orang tua ini.


Ia tak peduli dengan rumor atau apapun tentangnya.


Tujuannya tak berubah.


Makhluk itu pantas mati dengan semua kesalahan yang sudah diperbuatnya.


“….” Max terdiam, lagi-lagi ia bisa merasakan kebencian yang kuat dari orang tua itu.


Namun ia tetap tenang, tak terpancing dengan tatapan tajam itu.


Max tak ber-ekspektasi akan cepat selesai juga sih.


Dan tujuannya tak berubah, ia tetap akan meladeni beliau.


Max tak bisa merasakan aura keberadan rekannya.


Mereka berpindah tempat sangat cepat saat baku hantam tadi.


Pria tua itu terdiam, lagi-lagi ia tak melihat adanya pergerakan apapun dari pemuda itu.


Akhirnya kini raut wajah muaknya terlihat juga.


Beginilah sikap makhluk kuat yang penuh kesombongan dan keangkuhan, dia tetap meremehkannya dan tak kunjung serius.


Pemuda itu akan membayar dengan nyawanya atas sikapnya ini.

__ADS_1


Sayang sekali, sedikit yang ia tahu soal Max.


Orang tua itu tak tahu memang beginilah ekspresi normal pemuda ini


Bahkan dari semenjak ia ada di dunianya yang asli pun, ia tetap terlihat diam dan dingin.


Itulah salah satu faktor kenapa tak banyak orang mau bersamanya.


Max tak punya punya pilihan lain selain mengambil jalur nole.


Tak bisa dipungkiri kemampuan sosialnya memang rendah, jadilah kesalahpahaman ini bisa terjadi.


Lantas bagaimana dengan hari-hari awalnya jadi pemimpin wilayah? Bukankah ia banyak bicara di depan orang dan bisa mengerti pendapat mereka?


Pada akhirnya semua itu hanya kedok belaka.


Max terpaksa jadi orang lain demi memenuhi keinginan orang-orang.


Namun kini setelah menjalani tujuan sebenarnya, ia kembali lagi ke sifat aslinya.


Ia bukan makhluk yang tahu segalanya tentang yang lain.


SRING!


Orang tua itu bersinar terang, dan perlahan namun pasti tubuhnya diselimuti oleh zirah cahaya.


Max terdiam, beliau tak menyerangnya dan malahan pakai armor, ada apakah gerangan?


Dan bukan hanya itu pertanyaannya, namun soal kekuatan yang dipancarkannya itu.


“….” Sejauh yang ia tahu, tak ada energi biasa yang memancarkan sinar cahaya murni.


Konon katanya itu hanya berlaku bagi makhluk yang punya energi suci saja.


Sudah sedari tadi ia melihat aura putih murni dari sosok pria tua itu.


Namun beliau tak memancarkan aura suci sih.


Gimana nggak curiga sih kalau begini.


Namun Max masih belum bisa membuat kesimpulan, ia hanya meningkatkan kewaspadaannya.


Pria tua ini berhasil mempertahankan kemisteriusannya sampai sekarang.


Membuat lawannya bingung adalah salah satu strategi bagus juga.


Bukan tanpa alasan orang tua ini melakukan ini.


Yang jelas ia mementingkan dahulu survivability-nya.


Setelah melihat betapa besarnya kekuatan pemuda itu, tak lucu kalau ia cuman bisa bertahan sebentar.


Belum bergerak bukan berarti takkan menyerang.


Orang tua ini jadi lebih waspada sekarang.


Kini situasi kembali hening dan belum ada siapapun yang bergerak.


Baik dari pemuda ini maupun orang tua ini, keduanya hanya menatap satu sama lain.


Keadaan jadi lebih tenang dan siapapun bisa salah sangka ada pertarungan di sini.


Aura kekuatan mereka terasa lebih tenang dan tak seagresof sebelumnya.


Max dengan kediamannya (dengan arti yang sebenarnya) dan orang tua itu dengan zirah cahayanya.


Jadi setelah ini apa?


Apa mereka akan begini saja terus?


Nggak bosan apa?


Pada akhirnya mereka tetap pada apa yang mereka percayai sekarang.


Momen hening ini sangat pas untuk mencurahkan unek-unek dan pendapat masing-masing.


“Tuan….” Max akhirnya membuka mulutnya juga setelah keheningan yang cukup panjang.


“….” Orang tua itu tetap diam dan malahan raut wajahnya makin serius.


HUSH!


Ia langsung melesat dan melancarkan rentetan serangan!


BUAGH!


BUGHH!

__ADS_1


BUMM!!


Semua serangannya kena telak dan memaksa pemuda ini terhempas jauh!


“….” Pria tua ini terdiam, ia jelas tak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.


Serangan fisiknya benar-benar ampuh sekarang!


Ia pikir semua serangannya akan sia-sia saja dan pemuda itu bakal makin meremehkannya lagi.


Padahal ia hanya menguatkan pertahanannya, namun tak disangka serangannya ikut efektif.


Sulit dipercaya, namun inilah kenyataannya.


“….” Max terdiam, kini terlihatlah bekas serangan pada tubuhnya.


Ada tanda hitam pada pakaian dan beberapa bagaian tubuhnya.


Meski tak sampai membuat luka parah mengerikan, namun ini jelas serangan terkuat yang pernah diterimanya selama karirnya di alam fantasi ini.


Max tetap terlihat tenang meski sudah terkena telak serangan kuat tadi.


Mungkin sekarang ada yang penasaran kenapa pemuda ini malah terpojok, padahal sebelumnya ia selalu di atas angin.


Kenapa serangan simpel begini bisa memukul mundurnya dengan mudah?


Apa dia sengaja membiarkan serangan itu mengenainya?


Pada akhirnya banyak spekulasi kenapa kejadian ini bisa terjadi.


Namun hanya ada satu hal yang pasti.


Max benar-benar-benar tak melihat jelas serangan tadi.


Itulah kenyataannya.


Gerakan orang tua itu sangat cepat.


Max terdiam, ekspresinya tak banyak berubah.


Jadi beginikah rasanya kena pukul?


Yah setidaknya ia dapat pengalaman baru.


Sementara itu orang tua serba putih ini paham kenapa serangannya bisa kena semudah ini.


Tak lain tak bukan karena aksinya yang sebelumnya.


Menetralkan kekuatan untuk menahan dampak serangan butuh kekuatan yang tak sedikit.


Itulah sebabnya dia sekarang agak lembek.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Max masih dalam tahap pemulihan kekuatan setelah sebagian besar tenaganya terkuras demi mencegah kehancuran.


Akselerasi kekuatannya tak secepat sebelumnya.


Dan Max masih tenang seperti biasanya.


Namun bukan berarti ia baik-baik saja setelah kena serangan.


Kini efeknya sudah mulai terasa.


‘Oh.’ Akhirnya setelah sekian lama ia merasa sakit juga.


Tubuhnya terasa nyeri sekarang.


Shhh…


Perlahan namun pasti tubuh Max mulai diselimuti cahaya putih juga.


Aura suci mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dan tak butuh waktu lama, keluhan pada tubuhnya sudah hilang dan ia sudah bugar lagi.


Sret.


Orang tua itu kembali bersiap menyerang.


“….” Max terdiam, akhirnya ia sadar juga.


Meladeni orang tua ini sampai beliau sadar adalah tujuan yang diusahakannya.


Tapi apa ada jaminan beliau mau mengerti dan menghentikan aksinya ini?


Waktu terlalu berharga untuk dibuang begitu saja.

__ADS_1


Mau tak mau harus ganti strategi juga sih.


__ADS_2