Sang Penguasa

Sang Penguasa
305. Menjadi Pelayan.


__ADS_3

Tiba-tiba ruangan itu menjadi hening. Yin Xie dan Yin Rongyou terdiam dengan pikirannya, terutama cara untuk mencari kitab yang hilang tersebut, sedang di hadapannya, Qing Ruo begitu senang, karena ketiga kitab itu sudah ada padanya.


"  Yang perlu aku lakukan saat ini adalah  mengikat perjanjian kerjasama, agar Yin Xie tetap berada dibawah perintahku," batinnya sambil mengulur waktu.


" Tuan muda, sebaiknya lupakan saja. Mencari ketiga kitab yang tersisa merupakan sesuatu yang sangat mungkin, dan aku juga tidak ingin menyusahkan tuan muda. Budi yang telah anda lakukan sebelum bahkan belum mampu aku balas," ucap Yin Xie.


Mendengar kata-kata Yin Xie, membuat Qing Ruo segera membuang keraguannya.


" Tetua, mengenai keinginanku sebelumnya, aku serius," ucap Qing Ruo sambil mengeluarkan ketiga kitab dari dalam cincin penyimpanannya.


" Swhuss.... swhus..." Tiga kitab mengambang di hadapan mereka.


" Tu-tuan muda...." ucap Yin Xie dan Yin Rongyou terbata, menatap Qing Ruo dengan serius.


" Tetua Xie, nona Rongyou, ini adalah kitab rantai api iblis, kabut racun iblis dan kitab pengendali roh," ucap Qing Ruo mejelaskan, membuat Yin Xie tiba-tiba berlutut.


" Penguasa muda, hutang benda dapat aku ganti, tetapi hutang budi ini bagaimana aku bisa membalasnya," ucapnya dengan sungguh-sungguh sambil mengubah panggilannya pada Qing Ruo, lalu di ikuti oleh Yin Rongyou yang juga mengubah panggilannya.


" Tetua, nona Rongyou, bangunlah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Penguasa muda, hamba..." ucap Yin Xie ragu.


" Tetua, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Penguasa muda, hamba telah memutuskan untuk melayani Anda. Mohon penguasa mengabulkan keinginan kami ini," ucapnya dengan sungguh-sungguh.


" Penguasa, hamba juga," ucap Yin Rongyou sambil menundukkan kepalanya dengan sikap yang sungguh-sungguh.


Qing Ruo terdiam sesaat dan berpura-pura ragu, namun di dalam hatinya dia begitu gembira.


" Apakah tetua Xie dan Nona Rongyou, yakin?" tanya Qing Ruo.


" Sangat yakin penguasa, dari awalnya kami memang sudah ingin melakukannya, dan ini bukan bukan karena hutang budi, tetapi lebih kepada keyakinan, bahwa penguasa dapat memimpin dan mengubah gunung langit ini menjadi tempat yang lebih baik dari saat ini," jawab Yin Xie dengan serius.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Tetapi akan ada syarat," ucapnya dengan serius.


" Katakan saja penguasa," ucap Yin Xie dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


" Kalian akan menerima kekuatan  darah dan rantai jiwa dariku," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa," ucap Yin Xie dan Yin Rongyou dengan hormat.


Qing Ruo lalu melepaskan rantai jiwa dan memberikan  setetes kekuatan darahnya, yang secara perlahan bergerak mendekati tubuh Yin Xie dan Yin Rongyou.


Tanpa mendapat perintah, Yin Rongyou dan Yin Xie  lalu menyerap kekuatan darah tersebut dengan perlahan.


Setelah Yin Xie dan Yin Rongyou selesai menyerap kekuatan darahnya, Qing Ruo lalu mengeluarkan pedang Xue Luo dari dalam cincin penyimpanannya.


" Swhus.... swhus ...." Dua bilah pedang berwarna biru keemasan itu muncul di hadapan mereka.


" Yin Rongyou, Yin Xie, ini adalah pedang Xue Luo yang merupakan tanda bahwa kini kalian telah menjadi orang-orangku, adapun rantai jiwa serta kekuataan darahku sebelumnya adalah untuk menggunakan pedang ini. Selain itu, jika kalian melihat seseorang menggunakan pedang seperti ini,  maka mereka ada  saudara kalian dan kewajiban seorang saudara adalah saling  membantu,"  ucap Qing Ruo dengan sungguh-sungguh, lalu meminta mereka untuk melakukan kontrak darah dengan pedang tersebut.


" Baik Penguasa..." ucap Yin Xie dan Yin Rongyou dengan sungguh-sungguh.


Setelah Yin Rongyou dan Yin Xie melakukan kontrak darah dengan pedang Xue Luo, Qing Ruo lalu meminta mereka untuk berdiri dan duduk kembali.


" Terim kasih penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Baik, kembali pada rencana semula. Yin Xie pelajari dan  kuasai ketiga kitab ini," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Lalu hamba penguasa?" tanya  Yin Rongyou.


" Kamu bisa berlatih dan naik tingkat sesegera mungkin,  untuk sumber daya dan tempat berlatih, minta dan  tanyakan saja  pada Yuan Bai dan Yuan Hei," jawab Qing Ruo dengan ramah.


" Tapi bagaimana jika mereka tidak mau dan menganggap aku mengada-ada...." ucap Yin Rongyou ragu.


" Baik, nanti aku akan memanggil mereka," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa...." sambil melanjutkan perbincangan mereka.


Menjelang malam, Qing Ruo lalu mengakhiri pembicaraannya.


" Sebelumnya berlatih, beristirahatlah dan persiapkan diri kalian," ucap Qing Ruo.


" Baik penguasa..."


Tidak lama kemudian, Yuan Bai dan Yuan Hei memasuki ruangan.

__ADS_1


" Yuan Bai, Yuan Hei, kini Yin Xie dan Yin Rongyoubtelah menjadu saudara kalian, dampingi mereka untuk mengenal tempat ini," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Baik penguasa," ucap Yuan Bai dan Yuan Hei dengan hormat.


" Baik, aku pergi dulu," ucapanya lalu meninggalkan tempat itu.


Dengan perasaan gembira, Qing Ruo terus melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan itu. Setelah berada di halaman istana, " Swhus...." sosoknya melesat meninggalkan tempat itu.


***


Di dalam aula istana Naga Emas.


" Saudara Xie, saudari Rongyou, aku Yuan Bai dan saudaraku Yuan Hei," ucap Yuan Bai memperkenalkan diri dengan ramah.


" Terima kasih saudara, aku Yin Rongyou..." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Aku Yin Xie..." dengan hormat sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Suadara Xue, saudari Rongyou, sesuai perintah penguasa sebelumnya, apakah ada pertanyaan?" tanya Yuan Bai.


"  Terima kasih saudara, ada banyak pertanyaan dalam pikiranku, namun  yang ingin aku tanyakan terlebih dahulu adalah pedang ini," ucap Yin Rongyou sambil mengeluarkan pedang Xue Luo.


" Saudari, apakah ada yang salah dengan pedang ini?" tanya Yuan Hei.


" Saudara Yuan Bai, pedang ini terasa sangat mengerikan," ucap Yin Rongyou dengan serius menatap pedang yang terus mengeluarkan kekuatan petir tersebut.


" Saudari, pedang ini telah menyatu dengan kekuatan darah kita jadi tidak perlu khawatir. Selain itu kekuatan petirnya   juga tidak akan berpengaruh pada kita.  Menurutku pedang Xue Luo adalah pusaka yang diciptakan oleh penguasa dengan sempurna, karena  tingkat kekuatannya akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat kultivasi kita. Saat ini saudari  berada di tingkat delapan, itu artinya kekuataan pedang ini juga berada di tingkat delapan, tujuan penguasa menciptakan pedang Xue Luo seperti itu agar ketika di gunakan kekuatan pedang  tidak mempengaruhi kekuatan kita dan justru memberi kekuatan tambahan yang seimbang," ucap Yuan Bai menjelaskan, sambil menunjukkan pedang Xue Luo yang dimilikinya, membuat Yin Xie dan Yin Rongyou ternganga.


" Apakah itu berarti penguasa juga seorang ahli senjata?" tanya Yin Xie.


Yuan Bai dan Yuan Hei menganggukan kepalanya.


" Penguasa adalah kultivator petir dan mantra formasi yang sangat ahli dalam bidang senjata dan obat-obatan," ucap Yuan Bai menjelaskan.


" Jika demikian, apakah kami boleh mengetahui latar belakang serta semua hal tentang penguasa?" tanya Yin Xie.


" Tentu saja boleh karena itu adalah kewajiban, kami akan  menjelaskan aturan yang ada serta latar belakang penguasa dengan rinci, tetapi penguasa ingin saudara Xie untuk segera mempelajari kitab terlarang dan saudari Rongyou untuk segera naik tingkat," ucap Yuan Bai tersenyum ramah


" Hais, aku hampir lupa," ucap Yin Xie tersenyum kecil.

__ADS_1


" Baik, tuntaskan tugas saudara dan saudari terlebih dahulu, setelah itu kami akan menjawab semua pertanyaan saudara dan saudari," ucap Yuan Hei, lalu membawa mereka meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2