
Di belakang Qing Ruo dan rombongannya, Mao Tang, Mao Bing dan Mayi Gui, juga terus bergerak mengawasi pertempuran yang ada di depan mereka dengan tenang.
" Seperti kedua sosok itu benar-benar pendekar tingkat rendah," ucap Mayi Gui, mengamati sosok Qing Ruo dan Long Chen yang berlindung di belakang Yanshi Gong.
" Kita masih belum dapat memastikannya, karena hingga sampai hari ini, pasukan yang kita sebar masih belum menemukan penyusup itu. Jadi besar kemungkinannya penyusup itu adalah mereka," ucap Mao Bing, menatap Qing Ruo dan Long Chen dengan penuh selidik.
Setelah bergerak sepanjang waktu dengan pertempuran yang terus terjadi di depan mereka, Mao Tang dan rombongan akhirnya melihat cahaya terang di depan mereka.
" Saudara, bersiaplah," ucap Mao Bing pada rombongannya.
Di depan kelompok Mao Bing dan rombongannya.
Qing Ruo rombongannya akhirnya tiba di bagian lorong yang cukup luas dan terang. Namun di tempat itu, Yanshi Gong masih berjibaku dengan hewan buas dan monster tulang yang terus mengejar mereka.
" Tikus-tikus api ini benar-benar tidak takut mati!" ucap Yanshi Gong sambil terus mengibaskan tangannya, melepaskan tembakan tombak perak, membunuh hewan buas dan menghancurkan monster tulang tersebut.
" Tuan Yanshi Gong, biar aku saja," ucap Long Chen. Namun belum sempat Long Chen melepaskan pukulannya.
" Swhus.... Swhus...." Sosok Mao Bing, Mao Tang dan Mayi Gui tiba di tempat itu. Menatap Qing Ruo yang begitu tenang di hadapan mereka.
" Swhuss...." Ledakan aura semi abadi tingkat sembilan muncul dari tubuh mereka, menyapu lorong gua tersebut, membuat semua hewan buas yang ada di dalam lorong gua itu berhamburan pergi, tidak hanya itu monster tulang yang sebelumnya tidak bisa hancurkan oleh Yanshi Gong, juga ikut bergerak menjauh.
" Penguasa, mereka mengancam kita. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Long Chen berbicara pada Qing Ruo lalu melalui telepati.
" Tenanglah. Serahkan padaku," jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Baik," ucap Long Chen sambil berusaha tetap tenang n
" Tuan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya Yanshi Gong dengan hormat, sambil menyembunyikan ketegangannya, yang tidak di tanggapi oleh Mao Tang dan rombongannya.
" Tuan-tuan, kalian telah mengancam kami," ucap Qing Ruo dengan wajah kesal, membuat wajah Yanshi Gong pucat pasi, bahkan tindakan Qing Ruo tersebut membuat Mao Tang dan rombongannya ikut terkejut.
__ADS_1
" Darah emas. Kalian memasuki kawasan terlarang hutan gelap dan kalian juga telah membuat kekacauan sepanjang waktu di tempat ini," ucap Mao Tang dengan serius.
" Lalu siapa kalian?" Tanya Qing Ruo dengan tatapan tajam.
" Kami adalah para pelindung tempat ini," jawab Mao Tang dengan serius.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Setelah mengancam, kalian lalu menuduh. Apakah memang seperti ini kehebatan para pelindung hutan gelap yang sangat ditakuti itu," ucap Qing Ruo membuat Mao Tang begitu murka.
" Kalian penyusup tidak tahu diri. Apakah seperti itu cara kalian berprilaku di rumah orang lain!"
Qing Ruo mengerutkan keningnya, menatap Mao Tang yang begitu ingin mencabiknya dengan santai.
" Adakah di antara kalian yang bisa menjelaskan sikap ini. Pertama kalian melepaskan aura tingkat tinggi untuk mengintimidasi, lalu teman kalian ini juga menuduh kami dengan sembarangan tanpa bukti, bahkan mengaku jika kawasan hutan gelap ini adalah rumah kalian." Ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat Mao Bing dan rombongannya semakin yakin jika penyusup yang membuat kekacauan di tempat itu adalah sosok pemuda yang ada di hadapan mereka.
" Aku sangat yakin, penyusup itu adalah pemuda ini," ucap Mayi Gui berbicara pada rombongannya melalui telepati.
" Tapi kita tidak memiliki bukti," ucap Mao Bing.
" Jenderal Mao Tang, jangan gegabah. Apakah anda lupa jika Jenderal Mao Cheng dan Mao Teng terbunuh oleh mereka," ucap Mayi Gui dengan serius.
" Jenderal Mayi Gui, benar. Lihatlah sikapnya yang begitu tenang di hadapan kita," ucap Mao Bing.
" Lalu apa yang harus kita lakukan pada mereka?"
" Jika demikian, kita bawa saja mereka kembali ke istana Besi Hitam. Di sana kita memiliki banyak kekuatan, jadi lebih aman," ucap Mayi Gui.
" Jika tidak ada yang mau dibicarakan lagi, maka kami akan melanjutkan perjalanan," ucap Qing Ruo. dengan santai.
Belum sempat Qing Ruo bergerak pergi, tiba-tiba Mao Bing berbicara.
__ADS_1
" Tuan, Sebelumnya kami telah bertindak kasar, dan aku Mao Bing memohon maaf. Mengenai tuduhan kami sebelumnya, kami ingin tuan ikut bersama kami ke istana Besi Hitam dan menjelaskan masalah ini pada penguasa, bahwa tuan memang bukan sosok yang kami maksud," ucapnya sambil memperkenalkan diri dan berbicara dengan serius.
" Tuan Mao Bing, apakah anda tidak bercanda? Lalu jika aku menolak, apakah kalian akan memaksa?" dengan tatapan serius.
" Tuan, jika anda benar-benar tidak bersalah mengapa anda harus takut. Kami hanya ingin anda-"
" Kalian adalah pemegang otoritas tertinggi setelah penguasa tempat ini. Sekarang pun kalian bisa menilai dan memutuskan apa yang harus kalian lakukan. Jangan menggunakan cara kotor di hadapanku, bahkan anak kecil pun tahu trik kalian itu! Menghambat perjalanan saja," ucap Qing Ruo dengan berani, membuat Mao Bing terdiam.
" Badj****n ini ternyata dapat memahami maksud kita. Saudara Bing, apakah yang harus kita lakukan?" tanya Mao Tang, berbicara melalui telepati.
" Pemuda ini bahkan tidak takut dengan anacaman. Menyerang dan Memaksanya adalah tindakan yang sangat beresiko, namun kita juga tidak memiliki cara untuk membawanya pergi," ucap Mao Bing kebingungan.
" Dan kita juga tidak mungkin melepaskannya begitu saja," ucap Mayi Gui.
" Jangan mengganggu perjalananku, atau aku akan mengubur Kalian di tempat ini," ucap Qing Ruo dengan tatapan tajam, sambil membawa Yanshi Gong dan Long Chen bergerak meninggalkan tempat itu.
Kata-kata Qing Ruo yang penuh ancaman itu membuat Mao Bing dan rombongannya seperti kehilangan arah. Bahkam mereka hanya bisa terdiam saat melihat sosok Qing Ruo dan rombongannya yang meninggalkan tempat itu.
Satu menit kemudian, Mao Tang akhirnya bersuara.
" Ini benar-benar memalukan!" ucapnya dengan kesal, membuat Mao Bing dan rombongannya menggelengkan kepala.
" Saudara, masalahnya kita tidak memiliki bukti yang cukup. Seandainya kita memiliki satu bukti kecil saja, aku pasti sudah membunuhnya," ucap Mao Bing yang begitu dongkol.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Mao Tang, membuat mereka kembali terdiam.
" Karena kita tidak memiliki bukti yang cukup, maka membunuhnya di tempat ini adalah sebuah kesalahan, tetapi kisahnya akan berbeda jika kita melakukannya di tempat lain," ucap Mayi Gui dengan serius.
" Jenderal Mayi Gui benar. Jika demikian panggil jenderal Xian dan jenderal Cao. Dengan kita berlima, mustahil kita tidak bisa membunuhnya," ucap Mao Tang dengan penuh semangat.
" Baik," ucap Mayi Gui sambil mengirim pesan jiwa, memanggil Mayi Xian dan Mayi Cao untuk ikut dalam perburuan tersebut.
__ADS_1
" Baik, mari kita ikuti mereka," ucap Mao Bing, bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss.... swhus...." sosok mereka melesat memasuki lorong gua, menyusul Qing Ruo dan rombongan yang telah mendahului mereka.