
Di atas langit wilayah Utara. Huo Mingzhi dengan kekuatan hewan buas semi abadi tingkat dua, terus bergerak meninggalkan puncak gunung batu terpencil, melesat dengan kecepatan puncaknya, membelah angin seperti kilatan cahaya.
" Swhus... Swhus...." api hitam yang menyelimuti tubuhnya melepas jejak cahaya.
Dari jauh.
Beberapa pasang mata, yang berada di tempat tersembunyi, tiba-tiba bergerak mengikutinya.
" Penguasa," ucap Long Chen saat merasakan beberapa sosok pendekar tingkat semi abadi bergerak mengikuti mereka.
" Biarkan saja. Selama mereka tidak menyerang, itu tidak masalah," jawab Qing Ruo dengan tenang.
Qing Ruo sadar, dengan menggunakan hewan buas seperti Qilin langit itu akan menarik perhatian kekuatan lain, namun dirinya juga tidak ingin berlama-lama di wilayah Utara. Selain itu, dengan menggunakan Hewan buas sebagai tunggangannya, dirinya juga bisa menghemat tenaga dan membuatnya dalam kondisi prima.
" Long Chen, lepaskan kekuatanmu agar mereka tahu bahwa kita tidak sendiri."
" Baik Penguasa." Dengan perlahan Long Chen lalu melepaskan aura Pendekar semi abadi tingkat enam dari tubuhnya.
Kemunculan aura semi Abadi tingkat enam dari tubuh Long Chen dengan perlahan membuat beberapa pendekar itu memperlambat gerakannya.
" Penguasa," ucap Long Chen senang, karena cara Qing Ruo menjauhkan para pendekar itu ternyata itu berhasil.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya dan mereka senang karena caranya tersebut berhasil.
" Long Chen, sebenarnya dengan kekuatan yang kita miliki saat ini, kita tidak perlu takut pada mereka, tetapi aku tidak ingin melakukan pertempuran yang sia-sia, karena hanya akan membuang waktu dan memperlambat perjalanan kita."
Long Chen menganggukkan kepalanya.
" Penguasa benar..." sambil menatap punggung Qing Ruo duduk di depannya dengan hormat.
****
Di tempat lain.
Tiga sosok pendekar yang mengikuti Qing Ruo sebelumnya memperlambat kecepatan mereka, menjaga jarak sejauh mungkin agar tidak diketahui.
" Hewan Langit, telah muncul dan ini adalah hal yang luar biasa."
" Lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Sebaiknya kita melaporkan hal ini pada tetua, karena bagaimanapun caranya, kita harus mendapatkan hewan langka disebut."
" Tapi bagaimana dengan aura Semi abadi tingkat enam yang kita rasakan sebelumnya?"
" Tenanglah, dia hanya sendiri. Selagi dia bukan dari klan kuno dan pihak kekaisaran langit, kita tidak perlu merisaukan hal itu..."
__ADS_1
" Saudara benar."
" Baik, terus bergerak, jangan sampai kita kehilangan jejaknya." sambil terus bergerak dan menjaga jarak.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan rombongannya yang tidak mengetahui rencana para pendekar tersebut, terus bergerak menujunya kota Bei Shan dengan tenang.
Tiga hari kemudian, mereka akhirnya melihat kota besar yang berada di atas gunung raksasa.
" Penguasa, kita telah tiba di kota Bei Shan," Ucap Long Chen, sambil menunjuk Gunung besar yang di penuhi bangunan indah dan megah di setiap sudutnya.
" Baik, kita akan beristirahat di kota ini."
" Baik Penguasa."
Satu kilometer dari kota Bei Shan, Qing Ruo meminta Huo Mingzhi berhenti, sambil meminta Qilin Api Hitam itu beristirahat di dalam dunia jiwa.
" Baik penguasa," ucap Huo Mingzhi dengan hormat.
Setelah Huo Mingzhi kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu melanjutkan perjalanannya, mendekati kota tersebut.
" Benar-benar kota yang sangat terbuka," ucap Qing Ruo.
" Penguasa, kota Bei Shan merupakan kota persinggahan. Jadi siapapun bisa singgah di kota ini. Walaupun terlihat terbuka dan begitu bebas, tetapi kota ini sebenarnya dilindungi oleh perisai transparan." Long Chen menjelaskan, sambil mendekati dua pilar putih yang merupakan gerbang untuk memasuki kota itu.
Pada saat mereka berdua mendekati pilar putih tersebut, dua sosok menggunakan jubah perak mendekati mereka.
" Tuan-tuan, mohon identitasnya..." Menatap Qing Ruo dan Long Chen dengan hormat dan ramah.
Dengan tenang Qing Ruo lalu menunjukkan lencana emas klan Hua yang diberikan oleh Hua Zuigao sebelumnya.
" Tuan muda," ucap prajurit itu dengan ramah mempersilahkan Qing Ruo dan Long Chen melewati pilar putih.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Long Chen, apakah kota ini tidak meminta bayaran?" Tanya Qing Ruo dengan heran, berbicara melalui telepati pada Long Chen yang berjalan di sisinya.
" Penguasa, aku juga tidak tahu. Biasanya setiap kota selalu meminta bayaran," jawab Long Chen yang juga merasa heran.
" Apakah mereka telah mengubah aturannya?"
" Penguasa, aku tidak yakin mengenai hal itu, karena setiap kota selalu memerlukan pemasukan walaupun kecil untuk membangun kota mereka. Mengenai hal ini membuat perasaanku tidak nyaman," ucap Long Chen yang merasa sangat janggal dengan perlakuan prajurit itu.
__ADS_1
" Sudahlah, jangan jangan terlalu dipikirkan. Mungkin kota ini memberikan perlakuan yang berbeda pada klan-klan tertentu, seperti lencana emas klan Hua yang aku gunakan sebelumnya..." ucap Qing Ruo menenangkan Naga Perak tersebut.
" Mungkin, karena bagaimanapun juga, Klan Hua adalah klan Dewa kuno," ucap Long Chen.
Sambil berjalan memasuki pusat kota, Qing Ruo juga membicarakan rencananya di kota itu.
" Sebaiknya kita mencari penginapan terlebih dahulu, setelah itu mungkin kita mencari informasi penting lainnya."
" Baik Penguasa. Tapi untuk mencari informasi itu, biar aku saja," ucap Long Chen meminta Qing Ruo untuk fokus beristirahat dan menikmati suasana kota itu.
" Baik, aku akan meminta long Fu dan Long Qe menemanimu," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Tapi Penguasa, aku ingin mereka berdua selalu berada di sisi Anda." Dengan wajah serius.
" Tenanglah, aku mengerti kekhawatiranmu, tapi bukankah kita di dalam kota. Lalu siapa yang ingin membuat masalah."
" Penguasa benar, tapi aku tidak ingin mengambil resiko."
" Baiklah..baiklah..." ucap Qing Ruo yang tidak ingin berdebat dengan sosok paruh baya tersebut.
Semakin mendekati pusat kota, maka semakin ramai orang yang mereka jumpai. Di sepanjang jalan, berderet bangunan indah dan megah yang menjual sumber daya, senjata dan hewan buas.
" Penguasa," ucap Long Chen terlihat kesal saat menatap hewan buas yang dirantai dalam kurungan besi tersegel.
" Long Chen," ucap Qing Ruo pelan, memintanya untuk tidak membuat masalah dan memancing perhatian banyak orang di tempat itu.
Selain banyaknya pengunjung, kehadiran para tuan muda yang menunggangi hewan peliharaannya, membuat jalanan kota yang ramai itu menjadi semakin sempit. Bahkan sesekal Qing Ruo dan Long Chen minggir, memberi jalan pada hewan buas tersebut untuk lewat.
" Sangat tidak tertib," ucap Qing Ruo, menggelengkan kepala melihat para tuan muda kaya yang berlalu-lalang dengan hewan buas mereka.
Setelah terus berjalan, mereka berdua akhirnya tiba lihat sebuah penginapan.
" Sepertinya tidak buruk, " ucap Qing Ruo sambil memasuki tempat itu.
" Baik penguasa. Serah padaku," ucap Long Chen dengan sigap.
Qing Ruo yang sebenarnya sangat tidak ingin dilayani seperti itu hanya bisa menganggukan kepalanya, terlebih lagi sosok Long Chen yang seharusnya dia hormati. Namun karena Naga perak itu memaksa, membuat Qing Ruo akhirnya menyerah.
" Selamat datang di penginapan Bunga Emas, tuan." ucap pelayan tersebut menyambut kedatangan Qing Ruo dan Long Chen dengan hormat, yang langsung di jawab oleh Long Chen dengan ramah.
Di penginapan tersebut, Long Chen lalu mengurus semua keperluan yang di butuhkan oleh Qing Ruo, mulai dari memesan kamar, makanan dan sebagainya.
Setelah melakukan pembayaran, pelayan itu lalu membawa Qing Ruo dan Long Chen ke dalam ruangannya.
" Mari tuan-tuan," ucap pelayan tersebut dengan hormat, bergerak meninggalkan tempat itu, mengarahkan Qing Ruo dan Long Chen menuju kamar yang dimaksud.
__ADS_1