Sang Penguasa

Sang Penguasa
Kaget


__ADS_3

“HAH!?” Love tak bisa menahan kekagetannya.


“MAX!?” Sang tuan penguasa ada di sisinya!


Dan rekan ngobrolnya tadi hilang entah kemana!


Ada apa ini!?


“Pertarungan masih belum selesai.” Max terdengar serius.


‘OH IYA!’ Gadis ini akhirnya ingat.


Saking serunya ngobrol ia malah lupa sang tuan penguasa lagi tarung.


Jadi pertarungan masih belum selesai.


Love terdiam, bahkan salah satu makhluk pelindung dunia bisa berurusan selama ini.


Biasanya pertarungan yang melibatkan sang tuan penguasa berlangsung cepat juga sih.


“Musuhnya bertambah.” Max terdengar makin serius.


“Apa?” Love terdiam.


Jadi gara-gara itu pertarungannya lama!


SRET.


Gadis pirang ini langsung bersiaga.


Dan perlahan namun pasti terlihatlah tiga sosok yang yang tengah menatap mereka tajam.


“ORANG TUA LAIN?” Love tak menyangka kini ada tambahan nenek di sana.


“Hm.” Max mengangguk kecil.


Ini tak sesuai dengan bayangannya sih.


Love pikir member yang lain punya penampilan muda dan segar, namun nyatanya lain sih.


Semua ilustrasi tentang para makhluk pelindung dunia sungguhlah beda dengan kenyataan yang sebenarnya.


“Jangan terlalu berharap.” Pemuda ini bisa tahu apa yang dipikirkan rekannya.


Love mengangguk kecil, terkadang sesuatu yang berlebihan tidak baik.


Terlepas dari penampilannya yang sudah senja, tapi aura kekuatannya benar-benar besar.


Sesuai dengan julukan yang disematkan pada mereka.


“Lho?” Love terdiam, kok matanya pada merah gitu?


Jadi agak serem.


“Yah sayang sekali waktu santai kita berakhir.” Sang perempuan gelap membuka mulutnya.


“!” Love langsung paham apa yang terjadi, bahkan tanpa perlu dijelaskan sekalipun.


Semua yang dilihatnya sudah sangat jelas.


Bahkan para makhluk pelindung dunia yang terkenal kuat pun pada akhirnya….


“Kau.” Max menatap tajam, akhirnya mereka bertemu lagi setelah sekian lama.


“Merindukanku?” Perempuan gelap itu tersenyum kecil.


“Licik.” Love tak bisa menahan komentarnya.


Ia tak menyangka makhluk gelap satu ini menggunakan cara kotor.


“Hmh….” Perempuan gelap itu hanya membalasnya dengan senyuman kecil.


Max tak menyangka musuhnya yang kabur kini datang kembali dengan strategi di luar nalar.


Dua makhluk pelindung dunia berkekuatan tak main-main pun bisa dikendalikannya.


Ada apa ini?


Max penasaran dengan apa yang terjadi.


Kenapa kekuatan perempuan gelap ini bisa meningkat drastis dalam waktu singkat begitu?


Max sendiri bahkan kewalahan menghadapi satu, lah ini dua sekaligus?


Apa jangan-jangan dulu dia sengaja kabur?


Namun kini datang dengan kekuatannya yang sebenarnya?


Terlalu banyak dugaan dan spekulasi yang muncul dibenaknya.


Namun pada akhirnya itu semua tak bisa menjawab pasti alasan sebenarnya kenapa perempuan gelap itu bisa mengendalikan dua makhluk pelindung dunia dengan mudah.


“Ada kata-kata terakhir?” Sang perempuan gelap ini dengan murah hatinya memberi kesempatan.


“….” Oke ini bakal sulit.


Plot twist sudah berlalu namun masalah utama masih berjalan.


Yah kehidupan memang penuh dengan kejutan ya.


“….” Love merasa bersalah karena sudah mengobrol santai sama musuh utamanya.


Padahal dia bisa melakukannya dari awal, namun ternyata tidak begitu.


Max sendiri bisa merasakan aura gelap dari sekitaran rekannya.


Nona ini sudah berkontak lebih dulu dengan perempuan ghelap itu.


Entah melakukan apa, namun ia lega rekannya baik-baik saja.


Tak bisa dipungkiri perempuan gelap ini memang bisa melakukan apapun yang dikehendakinya ketika berduaan tadi.


Namun ia tetap pada tujuannya.


Lagipula urusan utamanya memang sama musuh utama tuannya sih.

__ADS_1


“Tak ada?” Sang perempuan gelap ini masih menunggu.


“Baiklah.” Makhluk gelap itu tersenyum, yah ia tak bisa maksa tahu pesan terakhir mereka sih.


Perlahan dua orang tua super kuat itu berjalan ke depan.


Kekuatan suci sudah memenuhi mereka berdua, namun ekpresi mereka kosong.


Sorot mata merah mengerikan itu jadi tanda jelas mereka dalam kendali lawannya.


Bahkan kekuatan suci yang besar pun bisa takluk dengan pengaruh kekuatan gelap.


Alis mata pemuda ini menurun tajam, kini ia tak punya pilihan lain selain serius.


Shhh….


Perlahan namun pasti ada asap keluar dari tubuh gadis ini.


‘EH KOK ADA ASEP!?’


SERANGAN MUSUH KAH?


Bisa jadi serangan diam-diam yang mematikan!


Ia membiarkan dirinya lengah!


“Tenang saja.”


“Eh?” Perlahan namun pasti asap itu mulai menghilang, dan entah kenapa tubuhnya jadi lebih enak.


Jadi ini perbuatan sang tuan penguasa?


Sang perempuan gelap itu terdiam, biarlah lawan melakukan apapun yang dia suka sebelum meninggalkan dunia ini.


Love terdiam, bahkan sang tuan penguasa mempedulikannya.


Ya bukannya ia nggak mau dipedulikan sih.


Hanya saja dia sudah bertarung keras dari awal.


Max tak bisa mengabaikan rekannya.


BUM!


Max langsung melesat dan begitupula dengan dua makhluk kuat itu!


DUAAAR!!!


Ledakan energi langsung tercipta dan baku hantam pun tak terhindarkan.


“….” Love tak bisa melihat apa yang sedang terjadi di sini.


Ini benar-benar diluar apa yang bisa ia pikirkan.


Level pertarungannya sudah kejauhan.


BUAGH!!!


BUAGH!!!


Namun dengan mudahnya dua orang tua penjaga dunia ini menangkis dan menghindarinya.


Ia tak kaget memang sekuat itulah mereka.


BUMMM!!!


SREEET….


Pemuda itu terhempas kencang namun ia berhasil berhenti.


Sang rekannyalah yang menghentikannya.


Max melihat kedua lawannya dengan serius.


Sementara luka baru mulai bermunculan pada tubuhnya.


Love tak menyangka tuan penguasa bisa terdesak begini.


Namun tak bisa dipungkiri lawannya memang tak main-main juga sih.


“Heh.” Sang perempuan gelap puas melihat ini.


Pada akhirnya makhluk kuat juga ada batasnya, dan ia tak sabar melihat akhirnya.


“….” Max terdiam, baru saja sebentar kekuatannya sudah banyak terkuras begini.


HUSH!!


Kedua orang tua itu tak memberi jeda dan langsung melesat!


INI GAWAT!


Kekuatannya masih belum cukup untuk menanganinya!


BUAAAGGHHH!!!


“!”


LOVE LANGSUNG MAJU DAN MENINJU KEDUA MUSUH DI WAJAHNYA!


SWWUSSH!!


DAN MEREKA BERDUA LANGSUNG TERHEMPAS JAUH!


Sungguhlah sama sekali tak terduga.


“….” Sang perempuan langsung tak baik-baik saja melihat ini.


Kok bisa-bisanya gadis lemah itu melancarkan serangan seperti tadi?


“….” Max kehabisan kata-katanya, ia juga masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


Yah ia tahu rekannya memang kuat, namun ternyata lebih kuat dari dugaannya.


Inilah raut wajah terserius sang gadis pirang ini.

__ADS_1


Memang di situasi begini serius saja tak cukup, tapi harus SERIUS!


BUMMMM!!!


Ledakan besar dari kejauhan tercipta, dan pasti semua sudah tahu apa sebabnya.


“….” Sang perempuan gelap terdiam dan masih berusaha memproses apa yang baru saja terjadi.


Tak disangka makhluk yang paling diremehkannya punya performa yang mencengangkan.


Kejadian ini benar-benar tak terlintas sedikitpun dalam benaknya.


“….” Max memang jarang melihat rekannya ini serius, namun sekalinya serius jadi begini.


“Ehm.” Sang perempuan gelap itu terbatuk kecil, berusaha menenangkan diri dari keterkejutannya.


Belum ada tanda-tanda dua makhluk pelindung bumi itu akan segera datang ke sini.


Sang perempuan gelap tak bisa menyembunyikan ketegangannya.


‘Kenapa aku!?’


Sang perempuan gelap ini menolak apa yang dirasakannya.


Perasaan ini sama seperti waktu ia mundur dari pertarungannya sebelumnya.


Pada akhirnya raut wajahnya menunjukkan apa yang ia rasakan.


Ia tak bsia terlihat percaya diri setiap saat.


Apalagi setelah melihat hal yang tak disangkakan begini.


Shhh….


Tiba-tiba asap keluar dari tubuh gadis pirang ini.


Sebagai tanda ia tak main-main mengeluarkan tenaganya.


Max terdiam, entah kenapa ia tak senang melihat keberadaan asap itu.


BLUGH.


“!”


Dan benar saja, sang gadis pirang itu tumbang ke depan dan terbaring begitu saja.


“HEI.” Dengan cepat Max menghampirinya dan mengecek keadaannya.


Tubuhnya benar-benar lemas….


Max terdiam, nona ini sudah mengerahkan semua yang ia bisa.


Dan sekarang aura kekuatannya perlahan menurun.


“Heh….” Kepercayaan diri sang perempuan gelap langsung balik lagi.


Ia terlalu cepat panik.


Kini kenyataan yang sebenarnya sudah terjadi.


Si gadis pirang itu sudah mengeluarkan semua tenaganya di serangan tadi.


Wajar saja kalau tumbang begitu.


Max terdiam, ia tak melakukan apapun.


Kenapa begitu? Tidakkah pemuda ini berusaha membantunya lebih jauh?


Kenapa malah diam saja?


Max ingin membantu, namun sayang sekali kondisinya tak memungkinkan.


Tubuh rekannya ini terlalu lemah dan berisiko kalau menerima transferan tenaga lagi.


Tak bisa dipungkiri Max sudah memberikan sejumlah besar kekuatannya pada gadis ini.


Semua itu agar dia bisa bertahan dari apa yang akan terjadi.


Namun akhirnya momen tak disangka ini terjadi.


Max tak tahu apa yang harus dilakukannya.


Entah menolongnya atau membiarkannya, dua-duanya sama berisiko.


“….” Sang perempuan gelap senang melihat ini.


Lawannya bingung dan ia menikmatinya.


“Serangan bunuh diri, huh?” Akhirnya sang makhluk gelap ini berkomentar juga.


Max terdiam, apa yang dikatakannya tidak salah.


Gadis pirang ini all out dengan serangannya tadi bahkan sampai kekuatannya sendiri pun habis.


Serangan yang bisa memukul mundur dua makhluk kuat itu datang dengan harga yang mahal.


SWUSH!


Seketika itu juga aura perlindungan kuat menyelimuti tubuh gadis pirang ini.


Aura perlindungan tak membuat kondisinya membaik, tapi hanya ini yang bisa dilakukannya.


TAP.


Max akhirnya berdiri dan menatap lawannya.


Misinya untuk menjaga rekannya gagal begitu saja.


“Dia sudah mati.” Sang perempuan gelap itu tersenyum kecil.


Max terdiam, ia tak senang mendengar pernyataan itu.


Dan sudah bisa ditebak, raut wajahnya sudah serius.


Set.

__ADS_1


Max perlahan mengangkat tangan kanannya.


__ADS_2