
Di dalam kegelapan malam.
" Swhuss.. swhus...." Qing Ruo dan rombongannya bergerak meninggalkan kawasan gunung Bunga es dengan santai, dengan tujuan supaya tidak menarik perhatian kelompok lain yang ada di kawasan gunung tersebut.
Sepuluh menit kemudian setelah Qing Ruo dan rombongannya pergi, satu pasukan Klan Yin, yang terdiri dari dua ratus prajurit tingkat pendekar kaisar dewa, dan lima pendekar semi abadi tingkat lima, muncul dari persembunyiannya di atas puncak gunung Bunga es.
" Segera tinggalkan tempat ini," ucap sang pemimpin dengan berhati-hati, yang telah memastikan situasi di tempat itu yang benar-benar aman untuk mereka. Namun pada saat mereka akan bergerak, tiba-tiba prajurit yang berada di barisan paling depan menabrak perisai transparan dan melempar tubuhnya.
" Dhuar..." ledakan keras mengejutkan semua orang.
" Apa! Tempat ini disegel!" pemimpin kelompok tersebut terkejut
" Tetua, bagaimana ini?" tanya para murid itu dengan panik.
" Serang!" ucap sang pemimpin memberi perintah, sambil melepaskan pukulan.
" Dhuar... dhuar..." ledakan dahsyat di kegelapan malam itu menghadirkan cahaya yang terlihat dari jarak jauh, bahkan mengguncang puncak Gunung tersebut.
Dari jauh.
Qing Ruo dan rombongannya yang melihat ledakan cahaya tersebut segera menghentikan pergerakannya.
" Saudara Ruo, itu..." Ucap Heian Bai.
" Saudara Bai, aku juga tidak tahu," jawab Qing Ruo yang juga tidak menyangka akan ada kelompok lain yang terkurung di dalam kawasan puncak gunung tersebut.
" Saudara Ruo," ucap Heian Bai membawa Qing Ruo untuk memeriksa tempat itu.
" Baik," jawab Qing Ruo.
" Kami akan segera kembali," ucap Heian Bai, lalu bergerak bersama Qing Ruo memeriksa puncak gunung tersebut.
" Baik," jawab Dalu Rong dan rombongannya menatap kepergian Qing Ruo dan Heian Bai dengan penasaran.
Di tempat lain.
" Swhuss.. swhus..." Qing Ruo dan Heian Bai melesat dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu singkat, mereka akhirnya dapat melihat satu pasukan bertopeng perak yang sedang berusaha menghancurkan perisai transparan yang mengurung mereka.
" Saudara Bai, mereka..." ucap Qing Ruo, sambil membuat segel tangan, menguatkan dan memperbaiki perisai transparan tersebut.
" Aku mengerti," ucap Heian Bai sambil mengeluarkan lencana giok, melaporkan keberadaan klan Yin pada pasukan jubah emas
" Jadi saudara Ruo, apa yang harus kita lakukan?"
" Tunggu konfirmasi dari pasukan jubah emas," ucap Qing Ruo sambil terus melepaskan segel, mengunci seluruh kawasan, yang menganggap kemunculan Klan Yin sebagai sebuah kebetulan yang menguntungkan.
" Baik," jawab Heian Bai,lalu memanggil Dalu Rong untuk membantu mereka menjaga segel formasi.
****
Di tempat lain.
Dalu Rong dan rombongannya yang sedang menunggu Qing Ruo dan Heian Bai, Tiba-tiba mendapat panggilan dari Heian Bai untuk kembali ke gunung Bunga es.
" Tetua Zun, tetua Thong, mereka adalah orang-orang dari klan Yin. Saudara Ruo dan Saudara Bai meminta kita untuk membantu mereka menjaga segel perisai," ucap Dalu Rong.
" Baik," ucap Hua Zun lalu bergerak meninggalkan tempat itu, menuju kawasan puncak gunung Bunga Es.
****
Di atas puncak gunung Bunga Es.
Pasukan klan Yin yang terkurung di dalam segel perisai transparan begitu terkejut, saat bagian dinding perisai yang sebelumnya retak, kini pulih kembali.
" Itu berarti sosok yang menyegel tempat ini ada di luar perisai," ucap pendekar semi abadi tingkat lima yang pemimpin kelompok tersebut.
__ADS_1
" Tetua, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang prajurit.
" Tidak ada pilihan lain. Kita harus menghancurkan perisai transparan ini, karena bebicarapun percuma, mereka tidak akan melepaskan kita."
" Tetua, apakah kita akan menggunakan teknik terlarang?"
" Tidak ada pilihan. Ini adalah segel kuno. Hanya ahli mantra formasi yang dapat melepaskan segelnya. Kalian bersiaplah. Setelah aku menghancurkan perisai segel ini, kalian harus segera pergi," ucap sosok Itu.
" Baik tetua..."
***
Di atas langit.
Qing Ruo dan rombongannya yang sedang menjaga segel dikejutkan dengan percakapan para pemimpin pasukan klan Yin tersebut.
" Saudara, tetua, kita harus pergi sekarang juga..." ucap Qing Ruo dengan serius.
" Penguasa muda Ruo, ada apa?" tanya Hua Thong.
" Tetua mereka akan menggunakan teknik terlarang," jawab Qing Ruo.
"Maksud saudara Ruo?" tanya Hua Zhen penasaran.
" Sebaiknya kita pergi dulu," ucap Qing Ruo yang langsung bergegas pergi.
" Baik," jawab Hua Zhen lalu bergerak mengikuti Qing Ruo, lalu di ikuti oleh Heian Bai dan rombongannya.
***
Di dalam perisai transparan.
" Swhus... Swhus...." ledakan aura gelap mulai muncul, menyelimuti tubuh tetua tersebut.
" Roargh...." tetua itu meraung bersamaan dengan perubahan teknik transformasinya, menjadi sosok berwajah tengkorak dengan api biru menyala di matanya.
" Swhus..." Ledakan aura semi abadi tingkat delapan mengedar dari tubuhnya.
" Baji***b yang memaksaku melakukan hal ini akan aku jadikan umpan api," ucapnya dengan suara seraknya, sambil menghampar perisai transparan yang menyelimuti puncak Gunung bunga es.
" Dhuar... " ledakan dahsyat itu langsung menghancurkan perisai transparan tersebut.
" Swhus... swhus...." Dua ratus prajurit, beserta empat pendekar semi Abadi tingkat lima bergerak meninggalkan puncak Gunung.
Dari jauh.
Qing Ruo dan rombongannya yang berada di tempat persembunyian, melihat sosok berwajah tengkorak dengan mata api biru muncul di antara kerumunan tersebut.
" Lihat, Itu adalah teknik terlarang rahasia mereka," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Sangat kuat. Kita semua bahkan bukan tandingannya," ucap Hua Zun menatap sosok bermata api biru tersebut dengan tubuh bergidik.
" Walaupun demikian, teknik tersebut memiliki kelemahan," ucap Qing Ruo.
" Maksud Penguasa muda?" tanya Hua Zun.
" Aku pernah menghadapi semi abadi tingkat tujuh dengan tampilan seperti itu," jawab Qing Ruo, membuat Hua Thong dan Hua Zun ternganga.
Di hadapan mereka.
" Argh...." sosok itu meraung murka, mencari sosok yang menyegel tempat itu.
" Swhuss... swhus..." Tapak hitam muncul, melihat berbagai arah.
" Dhuar.. dhuar..." ledakan dahsyat mengguncang seluruh kawasan puncak gunung Bunga Es, dan menggetarkannya, membuat para pendekar tingkat rendah yang ada di sekitar Gunung tersebut bergegas pergi.
__ADS_1
" Benar-benar kekuatan yang sangat mengerikan," Qing Ruo membatin, saat melihat kawasan yang begitu indah sebelumnya kini menjadi porak-poranda tanpa sisa.
" Argh...! Baj***n. Tunjukkan wajahmu dan Hadapi aku!" Teriaknya murka, dan menyerang apa saja yang ada di hadapannya.
Dari jauh.
Dari tempat persembunyian. Qing Ruo dan rombongannya dengan tenang menunggu teknik transformasi itu berakhir.
" Baj***n. Aku Yin Gan. jika kamu berani, hadapi aku!" teriak sosok itu memprovokasi Qing Ruo dan rombongannya.
Lima belas menit kemudian. Yin Gan yang merasa telah di tipu karena harus menggunakan teknik terlarang yang mengorbankan tingkat kultivasinya begitu kesal. lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Saudara, tetua, tunggu di sini," ucap Qing Ruo, bergerak meninggalkan tempat itu, menjalankan rencana pribadinya, membuat Hua Zhen dan rombongannya begitu penasaran.
Murong Jianyu yang merasa khawatir dengan keselamatan Qing Ruo, hendak bergerak menyusul, namun langsung di hentikan oleh Heian Bai dan Dalu Rong.
" Saudara Jianyu, kehadiran saudara justru akan mempengaruhi pergerakan saudara Ruo," ucap Heian Bai mengingatkan.
" Tapi saudara, sosok itu adalah semi abadi tingkat delapan...." Menatap ke arah sosok Qing Ruo yang bergerak mengejar tetua klan Yin sebelumnya.
" Setelah kita bersama beberapa waktu, hingga saat ini, apakah saudara masih meragukannya?" tanya Dalu Rong, membuat Murong Jianyu menganggukkan kepalanya.
" Saudara benar. Penguasa muda adalah orang yang penuh dengan perhitungan," ucap Murong Jianyu dengan sedikit lega.
***
Di tempat lain.
Qing Ruo terus bergerak, mengikuti sosok Yin Gan yang sedang meninggalkan kawasan gunung Bunga Es.
Sambil tetap menjaga jarak dan melindungi tubuhnya dengan perisai ilusi, Qing Ruo mulai dapat merasakan aura dari sosok Yin Gan yang mulai melemah.
Lima belas kilometer kemudian, kekuatan Semi abadi tingkat delapan dari tubuh Yin Gan benar-benar lenyap, berganti menjadi pendekar semi abadi tingkat dua.
" Shwus...." Qing Ruo melesat dengan cepat, sambil melepaskan pukulan, dan menyegel seluruh kawasan itu dengan segel ilusi.
" Shwus.... swhus..." tapak putih keemasan muncul dengan beruntun, melesat ke arah Yin Gan.
Yin gan yang benar-benar tidak menyadari kehadiran Qing Ruo begitu terkejut saat melihat tapak putih tersebut yang kini hanya berjarak berapa inci dari tubuhnya.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema dengan keras, saat tapak roh itu mengenai tubuhnya.
" Swhuss...." tubuh itu terlempar dengan ekstrem, menghantam pohon-pohon raksasa hingga menghantam permukaan es, hingga membentuk palungan sedalam puluhan meter.
" Akh..." Rintihnya kesakitan, berusaha untuk berdiri mencari sosok yang menyerangnya.
" Pengecut! Beraninya menyerang dengan diam-diam. Jika berani, tunjukkan wajahmu!" Teriaknya murka, dengan tubuh yang masih terhuyung-huyung.
" Swhus...." Qing Ruo muncul dihadapannya, sambil melepaskan tinjuan pada wajahnya.
" Dhuar...." Pukulan mereka beradu, mendorong Yin Gan kembali, hingga puluhan meter.
" Akh..." Teriaknya kesakitan saat telapak tangannya terkoyak, bahkan memunculkan tulang-tulangnya.
" Swhus..." Qing Ruo bergerak, tanpa memberikan kesempatan pada Yin Gan untuk memulihkan diri.
" Dhuar... dhuar..." Pukulan mereka kembali beradu. Yin Gan yang belum sempat memulihkan tangan kanannya, menyambut pukulan Qing Ruo dengan tangan kirinya.
" Dhuar...." Kembali dengan ledakan dahsyat bergema.
" Argh... Baj***n! Siapa kamu sebenarnya?" Merasakan kesakitan yang luar biasa pada tangan kirinya yang telah remuk.
" Aku adalah orang yang mengurung kalian di puncak Gunung Bunga Es sebelumnya," jawab Qing Ruo santai, membuat Yin Gan yang sudah begitu murka, kini benar-benar menjadi kalap.
" Argh...!" Teriaknya sambil bergerak menyerang.
__ADS_1