Sang Penguasa

Sang Penguasa
73. Gua Gunung Bunga Es.


__ADS_3

Qing Ruo dan rombongannya terus bergerak meninggalkan kawasan gurun dan area pertempuran, menuju kawasan hutan es. Setelah bergerak sepanjang waktu, menjelang malam, mereka akhirnya  tiba di sungai es utara.


" Sepertinya sudah sedikit aman," ucap Qing Ruo meminta mereka untuk lebih santai, supaya tidak menarik perhatian kekuatan lain yang ada di kawasan tersebut.


" Saudara Ruo benar," ucap Heian Bai sambil mengurangi kecepatannya.


"  Tetua Hua Zun, Hua Thong, sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat untuk memeriksa harta yang kita dapatkan sebelumnya," ucap Qing Ruo.


" Baik, aku tahu tempat yang aman," ucap Hua Zun, pemimpin rombongan itu bergerak menuju tempat yang di maksud.


" Saudara Ruo, setelah ini. Apa rencana saudara?" Tanya Heian Bai, berbincang-bincang santai.


" Aku akan pergi ke selatan, namun sebelum itu, aku akan pergi ke kota Hua terlebih dahulu," jawab Qing Ruo.


" Lalu bagaimana dengan Jenderal besar dan prajurit Zhuo?" Tanya Dalu Rong.


" Sebenarnya dari awal aku ingin menemui jenderal Luo Xing, namun aku memikir ulang keinginan itu. Dan akan lebih bagus jika dia masih belum mengetahui rahasia ini."


" Tapi saudara," ucap Heian Bai ragu.


" Saudara, aku tidak ingin membuatnya khawatir. Terlebih lagi pergerakan para jenderal utama, yang selalu diawasi oleh pasukan mata langit dan  telinga bumi, ini akan sangat berbahaya. Selain itu, mengingat jarak perbatasan menuju ibukota sangatlah jauh."


"Aku mengerti," ucap Dalu Rong.


Heian Bai, Dalu Rong dan Murong Jianyu sangat memahami alasan Qing Ruo. Terlebih lagi dengan identitasnya sebagai seorang Penguasa muda.  Sekali saja jejaknya di ketahui, maka pasukan mata langit dan telinga bumi akan menyelidikinya, apalagi  Luo Liang, penguasa wilayah selatan saat ini adalah orang kepercayaan Baoyang Tian yang sangat membenci trah pertama.


" Saudara Bai, aku ingin saudara menyampaikan pesanku pada prajurit Zhao untuk pergi ke kota Bunga Semi Selatan."


" Baik, saat kami kembali, aku sendiri yang akan berbicara padanya," ucap Heian Bai dengan serius.


" Terima kasih saudara. Lalu setelah ini, apa rencana saudara?" tanya Qing Ruo.


" Pertama kami akan pergi ke kota Hua, setelah itu kami akan kembali ke kaisaran langit," jawab Dalu Rong.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


"Baik, aku rasa Itu ide yang Bagus, karena aku ada rencana di kota Hua."


"Maksud saudara?" Tanya Dalu Rong heran.


" Kita akan membicarakannya di kediaman saudara Hua Zhen," ucapnya sambil menatap Hua Zhen yang tampak begitu terkejut dan heran.


" Maksud saudara Ruo?" tanya  Hua Zhen penasaran.


" Menyelesaikan sesuatu yang seharusnya perlu untuk diselesaikan," jawab Qing Ruo santai, membuat Hua Zhen semakin penasaran, namun karena Qing Ruo mengatakan akan membahas masalah itu saat berada di kediamannya, Hua Zhen mengurungkan pertanyaannya.


" Baik," jawab Hua Zhen pelan.


Di sisi mereka, Murong Jianyu, Hua Zun dan Hua Thong, terus bergerak, menyimak percakapan mereka dengan santai.

__ADS_1


Setelah bergerak sepanjang waktu, menjelang pagi mereka tiba di kawasan gunung Bunga Es.


" Para jenderal, penguasa muda, kita akan beristirahat di gunung itu..." sambil bergerak santai mendekati tersebut.


" Baik," jawab Qing Ruo.


Dari jauh, mereka dapat melihat puncak gunung Bunga Es yang menjulang tinggi menyentuh awan. Dari arah selatan, keluar air  dari puncak gunung, mengalir tanpa henti, membentuk air terjun yang indah, membasahi tebing gunung yang terus  mengalir, membentuk sungai besar yang bermuara di sungai es Utara.


Dari atas langit. Qing Ruo mengitari padangan sambil mengedarkan mata emas memeriksa seluruh kawasan tersebut, melihat beberapa kelompok para pendekar tingkat raja hingga tingkat kaisar dewa yang sedang mencari sumber daya, dan berburu hewan buas di kawasan gunung Itu.


" Saudara Ruo, ada apa?" tanya Heian Bai, menatap Qing Ruo yang terlihat sedang memperhatikan para pendekar tersebut.


Qing Ruo tersenyum santai, lalu menunjuk para pemuda yang sedang bertempur melawan hewan buas tingkat rendah.


" Saudara Ruo, ada apa dengan mereka?" tanya Heian Bai semakin penasaran.


" Aku menyukai perjuangan mereka."


" Mengapa bisa demikian?"


" Saudara Bai, aku pernah melewati masa sulit, bahkan ibuku diam-diam membantuku dengan melukai dan membunuh hewan buas untukku," ucap Qing Ruo dengan mata berkaca-kaca, mengingat Ling Yun yang pernah membantunya membunuh macan batu bersayap di gunung petir, dan mengingat semua keluarganya yang ada di benua teratai biru.


" Kita semua pernah melewatinya," ucap Heian Bai pelan, sambil terus bergerak tanpa menggangu keberadaan para pendekar tingkat rendah yang berada di kawasan gunung tersebut.


" Swhus... swhus...." Hua Zun membawa mereka menuju tempat rahasia yang berada di balik tirai air air terjun, yang ada di tengah tebing gunung, dan tiba di depan sebuah mulut gua yang cukup besar.


Qing Ruo mencoba memeriksa tempat itu, tetapi tidak menemukan hal aneh yang mencurigakan.


" Tetua, apakah tempat ini aman?" Tanya Murong Jianyu.


" Jenderal, gua ini  adalah tempat yang aman, dan aku menjamin hal itu, karena selama ini, aku telah beberapa kali menggunakankannya." Sambil terus melangkahkan kakinya.


Dua puluh meter kemudian, Qing Ruo  tiba-tiba memberi tanda pada rombongannya,  menghentikan pergerakan mereka.


" Apakah kalian merasakannya.." Berbicara melalui telepati, sambil meminta mereka menyembunyikan auranya.


" Benar, aura yang sangat kacau." Hua Thong menimpali.


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Hua Zhen.


" Karena kita juga memerlukan tempat ini untuk beristirahat, sebaiknya kita memastikan kekuatan asing ini, tapi jangan menggunakan kesadaran dewa, karena aku yakin sosok itu juga pasti telah melindungi tempat ini," jawab Dalu Rong.


" Benar, mari kita bergerak,"ucap Heian Bai.


Di sisi mereka, Hua Zun terlihat salah tingkah, karena tempat yang dia janjikan sebagai tempat yang paling aman itu ternyata  telah di masuki  oleh kekuatan lain.


" Tetua, jangan terlalu di pikirkan, karena gua ini berada di kawasan bebas, jadi siapa saja bisa memasukinya," ucap Qing Ruo menenangkannya.


" Penguasa benar, tapi aku bahkan telah menyegelnya kawasan ini," ucapnya ragu.

__ADS_1


" Tetua, sekuat apapun segel, tetap saja  memiliki kelemahannya."


Hua Zun menganggukan kepalanya, namun kata-kata Qing Ruo membuat Dalu Rong, Heian Bai, Murong Jianyu dan Hua Zhen mengingat kembali tindakan Qing Ruo yang mampu memecahkan mantra formasi tingkat tinggi pada batu penutup makam sebelumnya.


" Semoga kita menemukan keberuntungan di dalam gua ini," ucap Qing Ruo membuat mereka tersenyum kecil.


" Aku tidak menyangka, jika saudara Ruo selalu memikirkan sumberdaya," ucap Heian Bai.


" Tentu saja aku memikirkannya. Lihatlah, hanya aku sendiri yang berada di tingkat dua, dan aku harus melampaui kalian semua," ucapnya dengan penuh semangat.


Dua puluh meter kemudian, mereka tiba-tiba menghentikan pergerakan.


" Perisai segel," ucap Hua Thong, memeriksa segel mantra formasi tersebut. Sedangkan Heian Bai dan rombongan mengarahkan pandangan pada Qing Ruo, membuat heran Hua Zun dan Hua Thong.


" Perisai segel elemen air," ucap Qing Ruo.


" Benar, segel ini sangat rentan dan sensitif, dan biasanya, perisai segel elemen air ini disertai dengan formasi pembunuh..." Hua Thong menjeda kata-katanya, menatap rombongan itu dengan ragu.


" Itu berarti yang berada di dalam gua ini pasti mereka yang menguasai elemen air," ucap Qing Ruo.


" Penguasa Muda benar. Kita tidak mungkin mengusik mereka, terlebih lagi kita masih belum mengetahui jumlah kekuatan mereka yang sesungguhnya," ucap Hua Thong.


" Apakah tetua takut?" Tanya Heian Bai.


" Jenderal, aku tidak mengatakannya. Aku hanya menanyakan pendapat kalian..."


" Saudara Ruo, ayolah. Jangan membuat Kita menunggu," ucap Dalu Rong, membuat Hua Thong dan Hua Zun semakin heran.


" Baik," jawab Qing Ruo menganggukan kepalanya, sambil menyentuh perisai mantra formasi itu.


" Penguasa Muda," ucap Hua Zun panik, sambil meminta Heian Bai dan rombongannya mempersiapkan diri.


" Srark..." Lingkaran biru yang merupakan pusat formasi, yang ada di tengah dinding perisai transparan itu bergerak dengan perlahan.


" Sekarang," ucap Qing Ruo.


Tanpa ragu Heian Bai,  Dalu Rong dan Murong Jainyu  memasuki perisai air itu,  membuat Hua Thong dan Hua Zun ternganga. 


" Ba-bagaima mungkin," ucap Hua Zun dengan heran.


" Tetua," ucap Hua Zhen mengejutkan mereka sambil melewati perisai transparan tersebut.


" Swhus... swhus..." Mereka melewati perisai air itu tanpa halangan.


" Swhus..." Qing Ruo muncul di belakang mereka, menatap Dalu Rong dan rombongannya yang tersenyum kecil padanya.


" Saudara Ruo," ucapnya menunjuk jebakan yang tersusun di sepanjang lorong gua.


Sedangkan Hua Zun dan Hua Thong masih terdiam dalam keterkejutannya.

__ADS_1


" Baik," jawab Qing Ruo sambil membuat segel tangan.


__ADS_2