Sang Penguasa

Sang Penguasa
144. Kota Tongzhe 1.


__ADS_3

.Menjelang pagi. Qing Ruo yang masih tertidur tiba-tiba terbangun, membuat Qing Ling yang berada dalam pelukannya juga ikut terbangun.


" Ling er, maaf," ucap Qing Ruo dengan rasa bersalah.


" Gege, ada apa?


" Ada yang mendekati kamar. Ling er, aku pergi dulu," jawab Qing Ruo pelan.


" Gege, berhati-hatilah..." ucapnya lembut.


Qing Ruo menganggukan kepalanya pelan, mengecup kening Qing Ling dengan lembut, lalu menghampiri Qing Lian An yang masih tertidur pulas.


" An. er, ayah pergi dulu..." ucapnya sambil mengecup keningnya dengan lembut, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


" Swhus...." Tubuhnya muncul di dalam kamar penginapan.


" Penguasa," ucap kedua sosok hewan penjaga itu dengan hormat.


" Mao Lei, Zhoudau, terima kasih. kembalilah," ucapnya dengan ramah, sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik Penguasa...."


Baru saja Mao Lei dan Huo Zhaodau kembali ke dalam dunia jiwa, beberapa aura mendekati kamarnya.


" Tuan, apakah Anda ada di dalam? kami pelayan penginapan..." Berbicara di balik pintu ruangan dengan hormat.


Dengan tenang Qing Ruo lalu membuka pintu kamar, dan menemui pelayan tersebut.


" Nona, ada apa?"


" Tuan silakan keluar dan tinggalkan kota ini. Situasi di luar sedang sedang tidak aman."


" Maksud Nona?" tanya Qing Ruo dengan heran.


" Tuan, Dewa Naga Es, hewan pelindung kota Tongzhe sedang murka," ucap pelayan itu menjelaskan.


" Baik nona, terima kasih informasinya."


Setelah mengabari Qing Ruo, kedua pelayan itu lalu menuju kamar lain, dan melakukan hal yang sama.


Pada saat Qing Ruo hendak kembali ke dalam ruangannya, Long Chen tiba-tiba datang menemuinya.


" Penguasa," dengan tergesa-gesa.


" Masuklah," ucap Qing Ruo sambil memasuki ruangannya.


" Long Chen, ada apa?" Sambil duduk pada kursi ruangan.


" Penguasa, Dewa Naga Es pelindung kota sedang terbangun. Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini." Menatap Qing Ruo dengan serius.


" Alasannya?"


" Dewa Naga Es adalah hewan buas yang sangat kuat. Menurut informasi yang aku terima, hewan pelindung kota itu adalah hewan buas Semi abadi tingkat tujuh tahap akhir."


" Lalu Apakah kamu tahu alasan mengapa hewan buas tersebut terbangun?"


" Seseorang telah mencuri Mutiara Air Tak Berbentuk," ucap Long Chen.


" Mutiara Air Tak Berbentuk?"


" Benar penguasa. Itu adalah mutiara suci, yang merupakan kekuatan sejati naga tertinggi yang telah mati, dan biasanya yang memiliki Mutiara Naga, adalah para dewa Naga."


" Ini sangat aneh, karena hal itu tidak tulis di dalam kitab gerbang sembilan naga."


Long Chen terlihat sedikit terkejut saat Qing Ruo menyebut nama kitab tersebut. Matanya yang tajam menatap Qing Ruo dengan dekat.

__ADS_1


" Penguasa, Kitab Gerbang Sembilan Naga?"


" Benar, apakah ada yang salah dengan kitab tersebut?"


" Itu adalah kitab kuno ras naga yang telah lama hilang. Aakah anda telah mempelajari kitab itu?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya, membuat Long Chen semakin penasaran.


" Apakah itu berarti penguasa tahu diriku?"


Sekali lagi Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Benar, berdasarkan pembagian kekuatan yang ada, kalian para naga perak termasuk naga tingkat rendah, dan naga tingkat tinggi, atau naga ilahi ditandai dengan kekuatan Petir. Lalu apakah Dewa Naga Es itu termasuk Naga ilahi?"


Penjelasan dan pertanyaan Qing Ruo membuat Long terdiam mematung, membuat tempat itu menjadi hening.


" Be-benar penguasa. Dewa Naga Es itu adalah Naga Ilahi..." Menatap Qing Ruo dengan lekat.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Naga ilahi ternyata juga di sebut dengan dengan Naga Dewa," ucap Qing Ruo pelan.


" Penguasa..." Dengan wajah ragu.


" Bicaralah..."


" Apakah penguasa juga menguasai jurus-jurus yang ada di dalam kitab tersebut?"


" Tentu saja," jawab Qing Ruo sambil menunjukkan tangan kanannya yang tiba memunculkan sisik emas.


" Tapak Emas Naga Ilahi," ucap Long Chen takjub.


" Benar, selain itu ada jurus raungan naga dan yang terakhir, lilitan Naga," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Penguasa, Anda benar-benar beruntung. Dengan menguasai teknik yang ada di dalam kitab itu, anda secara tidak langsung dapat menekan kekuatan para naga."


" Aku bahkan sudah melakukannya beberapa kali dan itu terbukti," ucapnya.


" Penguasa, lalu dimana kitab jurus itu. Apakah aku bisa melihatnya?"


" Long Chen, maaf. Kitab jurus itu sudah aku berikan pada putra pertamaku, Qing Zilong.


Kitab jurus itu hanyalah gulungan bambu sederhana yang tersegel," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Baik penguasa..."


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ruangan itu bergetar.


" Penguasa, sebaiknya kita segera pergi," ucapnya dengan khawatir.


" Long Chen, jika seperti ini, sangat mustahil seseorang dapat meninggalkan kota, karena Penguasa kota pasti tidak akan membiarkan siapapun pergi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu."


" Benar penguasa, kita pasti akan mendapat pemeriksaan, tapi bukankah kita tidak melakukan kesalahan, apalagi mencuri Mutiara Air Tak Berbentuk itu, jadi kita tidak perlu takut."


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Jika demikian, mari kita pergi." sambil meminta Long Chen kembali ke dalam dunia jiwa.


" Tapi penguasa..." Menatap Qing Ruo dengan ragu.


" Tenanglah, aku tahu apa yang harus aku lakukan."


" Baik Penguasa...."


Dengan berat hati, Long Chen akhirnya kembali ke dalam dunia jiwa.

__ADS_1


Setelah Long Chen kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu meninggalkan ruangan itu dengan tenang, sambil menyimpan cincin penyimpanan utamanya ke dalam dunia jiwa dan mengubah lingkaran kekuatan kultivasinya.


Di sepanjang lorong menuju lantai dasar penginapan. Tampak para pengunjung yang juga meninggalkan ruangannya dengan tergesa-gesa, membuat para penjaga yang melihat tindakan Qing Ruo yang begitu santai menjadi heran.


" Tuan, mohon cepat sedikit. Kami akan mengosongkan lantai dua dan seterusnya," ucap pelayan mengingatkan.


" Jika demikian, apakah kami diperbolehkan untuk pergi dengan menggunakan kekuatan?"


" Tuan, maksud kami tidak seperti itu. Jika tuan melakukannya, maka bangun ini akan rusak, lagi pula menggunakan kekuatan dengan sembarangan di dalam kota itu terlarang," jawab pelayan tersebut menjelaskan.


Qing Ruo hanya bisa menggelengkan kepalanya, sambil mempercepat langkahnya, hingga akhirnya tiba di lantai dasar penginapan.


" Anda, cepat kemari..." ucap seorang prajurit berjubah emas, yang telah menunggu di dalam ruangan itu memanggil Qing Ruo untuk segera mempercepat langkahnya.


" Pemeriksaaan," Qing Ruo membatin, sambil mempercepat langkahnya.


" Berkumpul," ucapnya selali lagi, meminta Qing Ruo segera keluar dari ruangan untuk segera berkumpul dengan para pengunjung lainnya yang sudah berada di halaman penginapan.


Sambil meninggalkan ruangan itu, sesekali raungan keras terdengar, menggetarkan tempat itu.


" Sungguh hewan buas yang sangat kuat," Qing Ruo membatin.


Pada saat tiba di halaman penginapan, beberapa prajurit yang berada di tempat itu lalu menghampiri Qing Ruo dan langsung melakukan pemeriksaan.


" Identitas tuan," ucapnya meminta Qing Ruo menunjukkan lencana Klan dan kekuatan darahnya.


Dengan tenang, Qing Ruo lalu menunjukkan lencana Klan Na dan kekutan darah Na Mu yang telah dia miliki sebelumnya.


Setelah memeriksa identitas dan kekuatan darahnya, prajurit itu lalu meminta Qing Ruo menyerahkan cicin penyimpanannya.


" Tuan, cicin penyimpanannya..." Menatap Qing Ruo dengan penuh selidik.


" Silakan tuan," ucap Qing Ruo santai, sambil memberikan cincin penyimpananya yang langsung di periksa oleh prajurit tersebut.


" Terima kasih tuan," ucapnya sambil menyerahkan cincin penyimpanan pada Qing Ruo, lalu memintanya untuk berbaris di belakang pengunjung yang lain.


" Tuan prajurit, apakah kami tidak bisa langsung pergi, tuan?" tanya Qing Ruo sambil menerima cincin penyimpanamnya.


" Tuan, situasi sedang kacau, dan kami tidak bisa membiarkan siapapun berkeliaran dengan bebas...."


" Tapi tuan-" ucap Qing Ruo.


" Diam! Jangan membuat kekacauan!" Ucap prajurit itu tiba-tiba menjadi kasar.


Perubahan sikap prajurit itu begitu mengejutkan Qing Ruo dan semua orang yang ada di tempat itu.


Qing Ruo terdiam sesaat, lalu menyeringai.


" Apakah kalian dapat menjamin keselamatan kami di tempat ini? Jika tidak, itu sama saja dengan menunggu kematian di tempat ini, atau jangan-jangan kalian ingin menjadikan kami umpan hewan buas itu!" Suara Qing Ruo meninggi, mengejutkan semua prajurit yang ada di tempat itu.


Kata-kata yang dilontarkan oleh Qing Ruo membuat pengunjung lainnya ikut berbicara, sehingga tempat yang tenang itu menjadi riuh.


" Saudara benar. Bagaimana bisa mereka melindungi kita, sedangkan mereka sendiri tidak tertolong..." ucap beberapa pendekar tingkat kaisar dewa, menatap prajurit itu dengan berani.


" Benar, tingkatan mereka juga sama dengan kita, lalu bagaimana bisa mereka melindungi kita selain menjadikan kami umpan."


Komentar pedas yang dilontarkan oleh para pengunjung itu membuat prajurit yang berjaga semakin murka.


" Diam! Apakah kalian ingin melawan perintah pemimpin kota?"


" Kami tidak melawan, tetapi sikap kalian yang membuat kami muak!" ucap seorang pengunjung yang di ikuti oleh pengunjung lainnya.


Pada saat suasana menjadi semakin panas, tiba-tiba aura yang sangat kuat bergerak mendekati tempat itu, membuat suasana yang begitu panas tersebut menjadi hening.


👉1🙏

__ADS_1



__ADS_2