Sang Penguasa

Sang Penguasa
337. Menghentikan Pertempuran di Puncak Nan Yin.


__ADS_3

Setelah kedua teia itu pergi, Qing Ruo lalu meminta Yin Lang  Hong dan  lima belas tetua  yang ada di tempat itu menghancurkan tingkat kultivasinya hingga ke tingkat pendekar pertapa.


" Lakukan sekarang juga atau aku akan menurunkannya ke tingkat yang lebih rendah," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin.


" Ba-baik tuan..."  ucap Yin Lan Hong   dengan terbata, sambil menghancur tingkat kultivasinya  hingga ke tingkat pendekar pertapa, lalu diikuti oleh para tetua yang lainnya.


" Swhuss... swhuss..." sosok Hu Yan Lan dan Long Yu Wei muncul di tempat itu.


" Penguasa," ucap mereka berdua dengan hormat.


" Kebetulan sekali kalian datang. Awasi mereka. Jika ada yang melawan, bunuh saja," ucap Qing Ruo berbicara melalui telepati.


" Baik Penguasa, lalu bagaimana dengan prajurit itu?" tanya Hu Yan Lan dengan serius, menatap dua puluh tujuh ribu prajurit yang tersisa.


" Biarkan para tetua ini membawa mereka pergi, tugas kalian adalah mengawasi mereka supaya tidak meninggalkan kawasan gunung Langit Yin," jawab Qing Ruo. 


" Baik penguasa," ucap Hu Yan Lan dengan hormat. 


Setelah memberi perintah pada Hu Yan Lan dan rombongannya, Qing Ruo lalu membawa Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau meninggalkan tempat itu.


Setelah Qing Ruo dan kedua Qilin Api itu pergi, Yin Lang Hong lalu membawa pasukan itu bergerak menyerang puncak Zhu Yin.


****


Di tempat lain.


Di titik penyergapan kawasan selatan.


Pertempuran dahsyat terus berlanjut dengan sangat mengerikan, saat lima pulu ribu pasukan dari puncak Dong Yin berhasil menguasai jalannya pertempuran.


" Terus bunuh mereka tanpa sisa!" ucap Yin Kun dan Yin Lun menyemangati pasukannya yang kini berhasil mendorong pasukan aliansi hingga ke puncak Nan Yin.


Pada saat pertempuran ganas itu sedang berlangsung, tiba-tiba dua  tetua yang di utus oleh Yin Lang Hong dan rombongannya tiba di tempat itu.


" Saudara Kun, saudara Lun,  kita mendapat perintah untuk menyerah," ucapnya sambil bergerak menuju penabuh genderang perang dan memberikan tanda untuk menyerah dan mundur.


" Apa..." ucap kerumunan besar itu terkejut dan begitu kecewa,  bahkan beberapa di antara mereka tampak enggan untuk mundur.


" Saudara Dun, saudara Wang, apa yang terjadi?" tanya Yin Kun dengan penasaan.


" Pengeran Yin Zuo telah terbunuh dan puncak Zhu Yin saat ini sedang bergerak menuju puncak Dong Yin," jawab Yin Dun menjelaskan.

__ADS_1


" Apa? Bagaimana bisa!" ucap Yin Kun  dengan tatapan tidak percaya.


" Saudara aku tidak bercanda," ucap Yin Dun dengan serius sambil menjelaskan sosok Qing Ruo yang juga telah membunuh Yin Jue di barak pasukan sebelumnya dengan rinci.


" Ini terdengar sangat tidak masuk akal, walaupun dia memiliki kekuatan yang begitu mengerikan, tapi bagaimana mungkin dia dapat membunuh pangeran Zuo, apalagi-"


Yin Kun tiba-tiba menghentikan kata-katanya saat melihat kilatan api hitam dan api ungu bergerak memasuki medan pertempuran.


" Saudara lihat, dia adalah sosok yang membunuh pangeran Zuo," ucap Yin Dun dan Yin Wang bersamaan, menatap sosok  Qing Ruo yang berdiri di atas punggung Huo Zhoudau dengan ketakutan.


" Swhuss.... swhus..." Long Chen dan rombongannya muncul di sisi Qing Ruo dan melindungi.


" Penguasa, mereka..." dengan nafas tersengal-sengal.


" Tenanglah," ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil mengarahkan pandangannya pada Yin Dun dan Yin Wang.


" Apakah kalian patung?" Dengan tatapan tajam.


" Tu-tuan, mereka yang tidak percaya dengan perintah kami..." ucapnya sambil menatap Yin Kun dan Yin Lun. 


" Menyerah atau mati!" ucap Qing Ruo dengan keras, membuat ribuan prajurit puncak Dong Yin yang telah mendominasi pertempuran itu tertawa terbahak-bahak, bahkan Yin Kun dan Yin Lun juga tidak menggubris hal itu.


" Yin Kun, Yin Lun, aku tidak bercanda," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Apakah kamu pikir-"


" Dhuar.....dhuar..." Serangan Petir Tanpa warna melempar sosok Yin Kun dan Yin Lun yang langsung kehilangan kepalanya, membuat ribuan prajurit itu menjadi murka.


" Majulah," ucap Qing Ruo dengan santai sambil mengeluarkan kepala Yin Zuo dari dalam cincin penyimpanannya, sambil menunjukkannya pada semua orang,  membuat pasukan puncak Dong Yin yang sebelumnya begitu murka menjadi panik ketakutan.


" Jika kalian tidak mau mundur, maka bersiaplah!" ucap Qing Ruo sambil menembakan serangan petir tanpa warna.


" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, mengubah prajurit semi abadi tingkat empat hingga tingkat enam menjadi kabut darah.


" Mundur!" teriak Yin Dun dan Yin Wang memberi tanda agar pasukan itu segera pergi dari tempat itu, namun sebagian dari pasukan langsung melakukan perlawanan.


 


" Saudara sekalian, puncak Zhu Yin sedang menyerang  puncak Dong Yin, kita harus bergegas,"  ucap Yin Wang dengan serius.


Mendengar kata-kata Yin Wang, ribuan prajurit puncak Dong Yin itu langsung bergerak pergi. Sebagian di antara mereka menggunakan menggunakan kesempatan itu untuk menyelamatkan diri, namun sebagian lainnya memang ingin menyelamatkan puncak Dong Yin, membuat pasukan aliansi puncak Nan Yin bersorak gembira.

__ADS_1


" Tetua, biarkan saja mereka pergi," ucap Qing Ruo saat Yin Xiolong,  Yin Shenkai,  Yuan Shui, Yuan Ding, serta tetua dari klan Jin hendak  menyerang  pasukan yang sedang melarikan diri tersebut.


" Tapi tuan," ucap Yin Xiolong dengan hormat.


" Tetua, jangan terburu-buru," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik tuan," ucap Yin Xiolong dengan sikap hormat.


" Tuan Qing Ruo, terima kasih. Jika tuan tidak hadir, mungkin kita akan..." ucap Yin Shenkai menjeda kata-katanya saat melihat Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Tetua, perang ini masih belum selesai, jadi masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan,"  ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Tuan Qing Ruo, dengan tewasnya Yin Zuo dan Yin Jue, itu artinya puncak Dong Yin telah kehilangan kekuatan utamanya, lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Yin Shenkai dengan serius.


" Tetua, walaupun mereka telah kehilangan pemimpin, namun bukan berarti mereka kehilangan pasukan," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Tuan Qing Ruo benar, jika demikian, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Xiolong dengan hormat.


" Tetua, saat ini puncak Zhu Yin langsung memanfaatkan kematian pangeran Zuo untuk  menyerang puncak Dong Yin, jadi biarkan mereka saling berperang terlebih dahulu. Tugas kita adalah membersihkan mereka," ucap  Qing Ruo dengan tenang


" Baik tuan, kami mengerti," ucap Yin Xiolong dengan penuh semangat, lalu  mengerahkan pasukannya, meninggalkan tempat itu.


" Lalu kami, penguasa?" tanya Yuan Bai dengan serius.


" Yuan Bai, bantu Yu We dan Hu Yan Lan yang sedang mengawasi pasukan puncak  Dong Yin," ucap Qing Ruo menjelaskan keberadaan dua puluh tujuh ribu pasukan Dong Yin yang sedang bergerak menuju puncak Zhu Yin.


" Baik, tapi bagaimana dengan penguasa sendiri?" tanya Long Chen menatap Qing Ruo dengan khwatir.


" Tenanglah, aku baik-baik saja. Aku akan memulihkan diri sejenak,"  ucapnya sambil mengeluarkan Jine Xun dan rombongannya.


" Swhuss... swhuss...." Sosok Jine Xun,  Jine Fan, Jine Mu dan  Jine Mi yang merupakan para pelayan Yin Sha, Yin Wu dan Yin Huo muncul di tempat itu.


" Penguasa," ucapnya menyapa Qing Ruo dengan hormat.


" Jine Xun, maaf. Aku perlu bantuan kalian untuk mengarahkan Long Chen dan yang lainnya untuk membersihkan. Puncak Dong Yin dan Zhu Yin,"  ucap Qing Ruo menjelaskan situasi yang ada di tempat itu dengan rinci, membuat Jine Xun dan rombongannya ternganga.


" Baik penguasa," ucapnya dengan penuh semangat.


" Baik, aku akan segera menyusul," ucap Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.


Setelah Qilin Api Hitam dan Qilin Api Ungu yang membawa Qing Ruo pergi, Jine Xun lalu membawa Long Chen dan rombongannya meninggalkan tempat itu, bergerak menuju kawasan puncak Zhu Yin.

__ADS_1


__ADS_2