Sang Penguasa

Sang Penguasa
138. Bersama Xun Ping.


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju ke Klan Xun, Xun Ping dan Qing Ruo terus berbincang-bincang santai.


" Saudara Ruo, jika kita bergerak dengan kecepatan penuh,   mungkin kita akan tiba menjelang pagi," ucapnya dengan santai.


" Saudara Ping, tidak masalah. Lagi pula aku juga tidak terburu-buru,"  ucap Qing Ruo dengan penuh semangat.


" Saudara Ruo, jika aku boleh tahu, apa alasan saudara memilih Elang Emas ?"


" Saudara Ping, Elang emas adalah hewan langit yang memiliki kecepatan tinggi. Dan aku adalah orang yang sangat menyukai petualangan dan berpergian jauh. Dengan hewan buas itu, Bukankah akan lebih memudahkan perjalananku. Satu hal lagi yang kau sukai, karena elang emas bukanlah  hewan langka, maka aku yakin tidak ada  kekuatan lain yang menginginkannya." 


" Saudara Ruo benar..."


" Saudara Ping, sebagai klan yang dapat  mengendalikan hewan buas,  mengapa saudara sendiri tidak menggunakan hewan buas menjadi hewan tunggangan?"


" Saudara Ruo, dengan kekuatan kami saat ini, kami tidak memerlukan hal itu, lagi pula membawa hewan buas sebagai tunggangan hanya akan menarik perhatian. Walaupun demikian, para pendekar tingkat rendah di klan rata-rata memiliki hewan buas sebagai tunggangan dan peliharaan mereka." Xun Ping menjelaskan.


" Aku mengerti," ucap Qing Ruo berbincang-bincang santai sambil terus  bergerak.


****


Di tempat lain.


Lima kilometer di depan  Qing Ruo dan Xun Ping, Long Chen dan kedua saudaranya Long Fu dan Long Qe terus bergerak mendahului mereka dan menjaga jarak.


" Saudara Chen,  setelah ini apa yang harus kita lakukan?" tanya Long Fu.


" Kita akan mencari tempat dan bersembunyi di dekat kawasan Klan Xun."


" Hais, apa yang ingin penguasa lakukan di tempat itu," ucap Long Qe khawatir.


" Tetap tenang dan bertindak sesuai dengan arahannya. Berdasarkan penjelasan saudara Yuan Bai dan yang lainnya, penguasa muda adalah orang yang penuh dengan  pertimbangan dan perhitungan," ucap Long Chen menenangkan kedua saudaranya.


" Apakah Penguasa akan membuat perhitungan dengan mereka?" tanya Long Fu.


" Aku juga tidak tahu. Tapi penguasa bukankah orang yang seperti itu. Terus bergerak dan menjaga jarak," ucap Long Chen memberi perintah.


****


Kota Bei Shan.


Xun Theng dan Xun Shang yang masih berada di penginapan Bunga Emas duduk di tempat mereka sambil menikmati minuman dengan santai.


" Aku tidak menyangka jika kita akan bertemu dengan orang kaya yang  bodoh,  yang berpikir dirinya dapat membeli apapun. Semoga audara Ping segera kembali dengan rampasan yang banyak sehingga kita dapat bersenang-senang di kota ini," ucap Xun Shang sambil tertawa.


" Benar. Dia kira hewan buas yang kita taklukan dapat dibeli begitu saja. Sungguh lucu. Tapi bukankah ini sudah terlalu lama..." ucap Xun Theng dengan heran.


" Mungkin saudara Ping sedang mencari tempat yang aman," ucap Xun Shang.


" Pendekar tingkat rendah seperti itu,  cukup satu tamparan saja. Mengapa harus repot-repot..."

__ADS_1


" Saudara Shang, setidaknya mencari tempat yang aman akan lebih baik untuk menghindari masalah yang akan datang."


" Saudara Theng, benar."


" Tapi ini aneh, selama beberapa waktu di tempat ini, kita bahkan tidak melihat, atau merasakan aura sosok yang dicurigai itu. Apakah mereka mendekam di dalam ruanganya? Atau mereka dari awal sudah pergi...." ucap Xun Shang dengan heran.


" Tenanglah, aku yakin mereka masih berada di dalam ruangannya. Jika mereka sudah pergi, prajurit jaga pasti sudah mengabari kita..." ucap Xun Theng sambil menyesap minumannya.


*****


Di tempat lain.


Xun Ping yang sedang bergerak membawa Qing Ruo menuju Klan Xun, tiba-tiba memperlambat gerakannya.


" Saudara, ada apa?" tanya Qing Ruo dengan heran.


" Kita akan beristirahat sejenak," ucapnya sambil membawa Qing Ruo bergerak menuju puncak gunung kecil yang tidak tidak jauh dari tempat itu.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan tenang, yang mulai merasakan keanehan sikap Xun Ping, sambil meminta Long Chen dan rombongannya mendekati gunung tempat mereka akan beristirahat tersebut.


" Swhus.. Swhus..." Mereka berdua mendarat di puncak gunung tersebut.


" Saudara Na Ruo, duduklah," ucap Xun Ping dengan santai,  namun terlihat gugup.


" Saudara Xun Ping, bicaralah..." ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Saudara Na Ruo, sebenarnya kan klan Xun tidak pernah menjual hewan buas yang telah di  taklukan, karena hewan buas itu   kami jadikan sebagai pasukan khusus untuk melindungi klan." ucapnya dengan jujur.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Berarti kalian telah berbohong padaku..."


Xun Ping menganggukan kepalanya.


" Itu adalah ide kedua saudaraku, Xun Shang dan Xun Theng. Alasan aku menyanggupi permintaan mereka sebelumnya adalah untuk menghindarkan saudara dari hal buruk yang akan mereka lakukan. Karena jujur saja, aku adalah orang yang punya prinsip. Bagaimana  mungkin melakukan hal buruk pada seseorang yang telah memberikan aku makanan dan minuman," ucapnya dengan jujur.


" Lalu mengapa tidak saudara katakan dari awal?"


" Aku ingin saudara Na Ruo tetap tenang. Selain itu, dengan membawa saudara pergi, aku juga membuat jarak dari mereka."


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Saudara Xun Ping, terima kasih. Lalu apa tujuan mereka sebenarnya?"


" Mereka tahu bahwa saudara adalah orang kaya, jadi mereka ingin aku mengambil...." Menjeda kata-katanya, menatap Qing Ruo dengan rasa bersalah.


" Aku tahu saudara juga berada dalam posisi yang sulit,  tapi aku juga tidak mau menyerahkan barangku..." Ucap Qing Ruo dengan tenang.


Xun Ping menganggukan kepalanya.

__ADS_1


" Jika aku jadi saudara, aku juga akan melakukan hal yang sama."


Mereka berdua sama-sama terdiam,  membuat tempat itu menjadi semakin hening.


" Saudara Na Ruo, aku akan  kembali  ke kota Bei Shan.  Ada pekerjaan yang akan kami selesaikan di sana. Saudara pergilah..." Dengan wajah serius.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Saudara Xun Ping, terima kasih. Aku Qing Ruo akan mengingat anda sebagai suadaraku," ucap Qing Ruo menangkupkan tangannya dengan hormat. Kata-kata Qing Ruo membuat Xun Ping langsung berdiri dari tempat duduknya, menatap Qing Ruo dengan lekat.


" Saudara Na Ruo, maksud saudara?" Dengan gugup. Dari sorot matanya, tampak keterkejutan yang begitu luar biasa.


" Saudara Xun Ping, Na Ruo itu adalah nama samaranku." Ucap Qing Ruo dengan senyumnya yang ramah, membuat Xun Ping semakin gugup.


" Jadi Qing Ruo itu adalah nama saudara ?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya, membuat Xun Ping langsung berlutut, namun dengan segera dihentikan oleh Qing Ruo.


" Saudara Xun Ping, jangan. Kita adalah saudara," ucap Qing Ruo tegas, membuat Xun Ping mematung.


" Saudara Xun Ping, selain itu aku sudah tahu tujuan kalian  datang di kota itu," ucap Qing Ruo santai.


" Maksud saudara?"


" Sebelumnya aku telah mendengar percakapan saudara dengan para tetua tersebut, yang sedang mencari sosok yang menunggangi  Qilin Api Hitam. Apakah benar demikian?"


" Be-benar suadara..."


" Qilin Api hitam itu adalah tungganganku," ucap Qing Ruo dengan santai. Membuat Xun Ping pucat pasi.


" Saudara Ruo, mohon ampun-"


" Saudara, tenanglah. Tidak perlu memohon ampun seperti itu. Sebelumnya aku telah meminta pelayanku melepaskan aura semi abadi tingkat enam untuk memperingatkan kalian untuk tidak mengejar, tapi kalian bersikeras, bahkan telah bekerjasama dengan penjaga kota untuk menyelidiki keberadaan kami."  


" Sekali lagi mohon pengampunan saudara. Lalu tujuan saudara menemui kami sebelumnya?" dengan sikap berhati-hati.


" Murni karena aku memang ingin membeli Elang Emas. Saudara, sebenarnya aku sedikit kesal karena waktuku  untuk beristirahat di kota itu terganggu, tapi aku juga orang yang memiliki prinsip. Bagaimana mungkin aku melakukan hal yang buruk pada orang yang baik dan jujur seperti saudara," ucap Qing Ruo dengan senyum yang ramah.


" Terima kasih saudara," ucap Xun Ping dengan hormat.


" Baiklah, saudara Ping, aku akan segera pergi. Sebaiknya saudara juga tidak perlu kembali ke kota Bei Shan."


" Baik saudara. Sekali lagi terima kasih..." ucap Xun Ping sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


Baru saja Qing Ruo akan bergerak pergi, tiba-tiba dua kekuatan bergerak mendekati mereka.


" Swhus... swhus...." Dua sosok yang dikenali Xun Ping dan Qing Ruo muncul di tempat itu.


__ADS_1


__ADS_2