Sang Penguasa

Sang Penguasa
283. Tindakan Qing Ruo di Luar Kawasan Gunung Langit Yin.


__ADS_3

Dari tiga arah yang berbeda.


" Swhuss... swhus....." Ketiga kelompok tersebut terus bergerak, mencoba untuk menghentikan  Qing Ruo. 


" Berhenti!" suara lantang dari belakangnya memberi perintah, namun tidak digubris oleh Qing Ruo, membuat pemimpin kelompok tersebut begitu marah.


" Bad****n!" Teriaknya kesal sambil  melepaskan tebasan pedang kearah Qing Ruo yang berada di depannya.


" Slash....." Kilatan cahaya  tebasan pedang tersebut  melesat.


" Dhuar....." tebasan pedang itu mengenai ruang hampa.


Dari arah yang berbeda, dua kelompok lainnya juga langsung melepaskan serangannya.


" Swhus.. swhus....." Tombak perak kehitaman yang melepaskan cahaya putih, melesat ke arah Qing Ruo.


" Swhus... swhus...." Qing Ruo Bergerak Zig-zag, menghindari serangan itu.


" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema saat kedua tombak dari dua arah yang berlawanan tersebut beradu.


Melihat Qing Ruo yang mampu menghindari serangannya, membuat kelompok tersebut semakin kesal.


" Badj***n itu benar-benar menantang kita. Panggil tetua!" ucap pemimpin kelompok memberi perintah.


Dalam waktu singkat, puluhan kelompok lainnya yang terdiri dari lima murid terus berdatangan, membuat formasi serangan dengan mengepung pergerakan Qing Ruo.


" Swhus.... swhus...." Qing Ruo bergerak menghindari setiap serangan yang dilepaskan padanya, tanpa melakukan serangan balasan.


" Dhuar....dhuar...." ledakan dahsyat itu  terus bergema melepaskan percikkan cahaya menerangi kawasan gelap tersebut.


Dalam waktu singkat muncul lima sosok semi abadi  tingkat sembilan bersama puluh semi abadi tingkat delapan, yang langsung memasuki lingkaran formasi serangan.


" Swhus... swshus...." kelima sosok itu bergerak sambil melepaskan serangan tapak hitam keemasan.


" Senior, ini aku!" ucap Qing Ruo sambil  melepaskan aura semi Abadi  tingkat lima milik Yin Gan, serta menunjukkan lencana klan yang di milikinya.


Walaupun demikian serangan tapak itu   tetap bergerak padanya.


" Dhuar...." Ledakan maha dahsyat itu mengguncang kawasan hutan tersebut.


" Junior Yin Gan, apa yang kamu!" Teriak sosok semi abadi tingkat sembilan tahap puncak sambil  bergerak menghampiri Qing Ruo dengan kesal.


Qing Ruo yang menyamar dengan tampilan Yin Gan itu tersenyum santai.


" Senior," ucapnya menyapa kelima sosok paruh baya itu dengan hormat.


" Apa yang kamu lakukan!" ucap salah satu dari mereka dengan wajah kesal.


" Senior, aku memang sengaja melakukannya," jawab Qing Ruo terseyum santai.


"  Kamu!" ucap tetua yang lain yang kesal dan ingin menghajar Qing Ruo.

__ADS_1


" Tetua, jika aku tidak melakukannya, bagaimana  aku tahu kekuatan dan kesiapan pasukan kita," ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat kelima sosok paruh baya itu menghentikan tindakannya.


" Kamu benar..." ucap sosok itu menganggukan-angguk kepalanya.


Qing Ruo yang memang ingin menguji tingkat penjagaan di kawasan itu tersenyum kecut, yang tidak menyangka bahwa kawasan itu benar-benar di jaga dengan ketat.


" Yin Gan, lalu dimana yang lain?" tanya tetua yang ingin menghajarnya tersebut.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Semua pasukan yang ada di perbatasan utara tidak ada yang tersisa, jika pun ada, mungkin tidak akan bisa kembali," jawab Qing Ruo dengan wajah sedih.


" Mengapa bisa demikian?"


" Senior, berurusan dengan kekaisaran langit bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi kekuatan pasukan  Mata Langit dan Telinga Bumi yang mengintai  di setiap tempat," jawab Qing Ruo dengan pelan.


Kelima pria paruh baya tersebut menganggukkan kepalanya.


" Senior, berkaitan dengan tindakanku sebelumnya, sebenarnya ada hal penting yang ingin segera aku sampaikan," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Oh apa itu?" tanya seorang tetua dengan serius.


" Klan Shi," jawab  Qing Ruo.


" Ada apa dengan klan Shi?" tanya tetua itu dengan santai.


" Mereka secara diam-diam telah melakukan pergerakan dengan mengambil kota dan klan yang berada di dalam jangkauannya," jawab Qing Ruo menjelaskan, membuat para tetua tersebut tersenyum santai.


" Jadi selama ini...?"


" Yin Gan, kamu sudah terlalu lama di luar jadi tidak tahu perkembangan klan. Sudahlah, kita kembali ke klan dulu. Dan kalian semua kembali pada posisi kalian masing-masing..."


" Baik tetua..."  Bergerak meninggalkan tempat itu.


Di belakang Qing Ruo,  tiga kelompok yang  mengejarnya masih  belum beranjak pergi,  menatap Qing Ruo dan kelima tetua dengan kesal.


" Nu Ming, bicaralah," ucap tetua tersebut dengan ramah..


" Apakah tetua yakin dengan sosok ini?" Menatap Qing Ruo dengan tajam. 


Qing Ruo yang sebelumnya tampak ramah tiba menjadi murka.


" Kamu!"  ucapnya dengan wajah memerah.


" Plak...." Suara tamparan keras  tiba-tiba  melempar sosok Yin Nu Ming hingga puluhan meter. Tidak hanya itu, Qing Ruo yang tampak begitu marah tersebut  juga  menampar para pemuda lainnya.


" Plak... plak...." tamparan kerasnya melempar para pemuda tersebut ke berbagai arah.


" Swhus...." Qing Ruo bergerak menghampiri sosok Yin Nu Ming dan mencengkeram lehernya.


" Yin Gan, cukup!" ucap seorang tetua.

__ADS_1


" Senior, semua saudaraku telah mati dan satupun tidak ada yang kembali,  tetapi bocah ini...." Menjeda kata-kata sambil.


" Argh...." teriaknya murka sambil  melempar tubuh Yin Nu Ming dengan keras.


" Swhus...." Sosok Yin Nu Ming yang  merupakan pendekar semi abadi tingkat lima itu terlempar dengan ekstrem hingga mengantam pohon-pohon raksasa dan  merobohkannya.


Dengan mata berkilat, Qing Ruo menatap para pemuda yang tersisa.


" Hari ini adalah hari keberuntungan kalian, tetapi tidak lain kali!" lalu meninggalkan tempat itu dengan kesal.


Setelah Qing Ruo pergi, salah satu dari sosok itu menceramahi murid tersebut dengan kesal.


" Kalian ini benar-benar mencari masalah," ucap tetua itu menggelengkan kepalanya.


" Tapi tetua...." ucap seorang pemuda dengan ragu.


" Tidak seharusnya kalian bersikap seperti itu. Lain kali jangan mengusiknya."


" Baik tetua...." Sambil menundukkan kepalanya.


" Satu hal yang harus kalian pahami. Selama bertahun-tahun dia  mengalami kesulitan,  berjuang dengan susah payah  hingga dapat kembali di tempat ini adalah hal yang begitu luar biasa, selain itu statusnya juga  masih sebagai tetua tingkat rendah, tetapi sikap kalian benar-benar keterlaluan," ucap seorang tetua menggelengkan kepalanya, menatap Yin Nu Ming yang telah berkumpul bersama kelompoknya dengan kesal.


" Tetua, mohon izin berbicara," ucap Nu Ming bersikeras sambil menahan rasa sakit yang masih bergelayut di wajahnya.


" Bicaralah..."


" Tetua, di kota Gu Lu sebelumnya, ada pemuda dengan pakaian yang sama memata-matai kami, jadi kami curiga jika tetua  Yin Gan adalah orang yang sama," ucap Yin Nu Ming.


" Benarkah?"


" Benar tetua, kami sangat yakin," ucap murid yang lain, membuat kelima tetua itu saling berpandangan.


" Jika demikian, masalah ini kami yang menangani. Kalian kembali lah," ucap tetua tersebut dengan ramah.


" Baik tetua, jawab para pemuda itu lalu bergegas pergi.


" Saudara Lun, apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang tetua dengan serius.


" Saudara Kun, yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan melakukan penyelidikan, tetapi lakukan dengan diam-diam," jawab Yin Lun dengan serius.


" Baik, karena masalah ini hanya kita yang tahu, jadi mohon kerjasamanya untuk menyelidiki masalah ini dengan benar. Lakuan secara diam-diam dan tenang, jangan sampai dia mengetahui tindakan kita," ucap Yin Kun.


" Baik," jawab tetua lainnya lalu bergegas pergi.


*****


Di tempat lain.


Qing Ruo yang  menggunakan tampilan Yin Gan, terus bergerak menuju kawasan puncak gunung Langit Yin. Dengan teknik perubahan bintang dan ikatan rantai jiwa, secara garis besar Qing Ruo dapat mengetahui kawasan itu dengan benar.


" Swhus... swhus....." sosoknya terus bergerak, hingga akhirnya dapat melihat  dua pilar emas raksasa yang memancarkan cahaya terang.

__ADS_1


" Gerbang gunung langit Yin,"  batinnya sambil mempercepat pergerakanya.


__ADS_2