Sang Penguasa

Sang Penguasa
322. Menentukan Batas Wilayah Terlarang.


__ADS_3

Setelah Yin Gang pergi, Qing Ruo terus bekerja, menghapus jejak aura kekuatan petir dan segel cakram emas langit Ling dari tempat itu.


Setelah memastikan tidak ada jejak aura yang tersisa, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.


" Swhus...." sosoknya  bergerak, menyusul Yin Gang yang telah mendahuluinya, bersamaan dengan munculnya lima aura yang sangat kuat bergerak mendekati tempat itu.


" Swhuss... swhuss...." sosoknya berhe dengan cepat, hingga akhirnya melihat sosok Yin Gang yang terus bergerak menjauh dari tempat itu.


" Tu-tuan..." ucap Yin Gang dengan tergagap, sambil bergerak disisi Qing Ruo.


" Pangeran, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Tuan, untuk mengalihkan perhatian mereka, sebaiknya kita kembali ke puncak Xi Yin dulu," ucapnya sambil terus bergerak mengikuti Qing Ruo  yang mengubah arah pergerakannya  menuju danau es hitam.


" Sebaiknya pangeran kembali ke Puncak Nan Yin saja," ucap Qing Ruo.


" Tapi tuan," ucapnya ragu.


" Pangeran, aku yakin para tetua pelindung klan akan mencari anda, di sana,"  ucap Qing Ruo dengan serius.


" Tapi tuan, bagaimana dengan pengalihan?" tanya Yin Gang dengan serius.


" Pangeran, kita tidak perlu membuat pengalihan, karena hal itu akan membenarkan tuduhan  mereka pada kubu  kita, yang perlu pangeran lakukan saat ini adalah berada di puncak Nan Yin, dan menunggu mereka di sana," jawab Qing Ruo.


" Baik tuan, aku mengerti," ucapnya lalu bergerak menuju puncak Nan Yin.


Setelah Yin Gang pergi, Qing Ruo lalu   bergerak menuju danau es hitam.


*****


Di tempat terjadinya pertempuran.


" Swhuss... swhus..." Yin Zhanshi Zhe dan lima tetua lainnya tiba di tempat itu, melihat tempat yang porak-poranda itu dengan heran.


" Aneh, mengapa pertempuran ini tidak menyisakan  jejak aura sedikitpun," ucap Yin Zhanshi Zhe sambil terus memeriksa tempat itu dengan heran.


Setelah memeriksa tempat itu berulang kali, Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya masih tidak menemukan jejak aura asing di tempat itu.  


" Bergerak menuju puncak Nan Yin," ucap Yin Zhanshi Zhe tiba-tiba dengan serius


" Tapi saudara, apakah ini tidak akan memperkeruh suasana?" Seorang tetua menanggapi.


" Saudara Yaocheng, Kita telah kehilangan tiga saudara, bahkan tanpa jejak dan aku ingin memastikan hal ini saja," ucap Yin Zhanshi Zhe dengan serius.


" Tapi saudara, bagaimana jika mereka menanggapi kedatangan kita sebagai tuduhan, dan ini akan menjadi masalah lagi..." ucap Yin Yaocheng   sambil menggelengkan kepalanya, membuat Yin Zhanshi Zhe terdiam.


" Jika demikian, saudara bersama yang lain lakukan pemeriksaan di tempat ini. Aku dan saudara Lin akan pergi ke puncak Nan Yin," ucap Zhanshi Zhe  bersikeras lalu membawa Yin Lin bergerak meninggalkan tempat itu, membuat Yin Yaocheng dan dua tetua lainnya hanya bisa menggelengkan kepala.


" Semoga tindakan saudara Zhanshi Zhe tidak memperkeruh suasana," ucapnya sambil bergerak menyelidiki tempat yang begitu kacau tersebut.


****


Di tempat lain.

__ADS_1


Qing Ruo yang sebelumnya terus bergerak menuju danau es hitam, akhirnya tiba di tempat itu, lalu kembali menemui Yin Bei yang masih berada di di dasar danau.


" Swhuss...." sosoknya muncul di dalam bola emas transparan, mendapati segel  mantra formasi  pemurni darah yang menyegel Yin Bei telah hancur.


" Saudara Bei..." ucap Qing Ruo dengan wajah khawatir.


" Saudara Ruo, lihatlah. Aku hanya perlu memulihkan diri," ucapnya dengan tenang.


Qing Ruo yang sebelumnya begitu terkejut dengan situasi tersebut, memeriksa sosok Yin Bei dengan seksama.


" Ternyata berhasil," batinnya saat melihat kekuatan darah emasnya bekerja pada tubuh Yin Bei dengan baik.


" Saudara Ruo, apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Yin Bei, memecah keheningan itu.


" Tetua pelindung klan," Jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Maksud saudara?"


" Mereka ingin menculik pangeran Yin Gang, sebelumnya aku ingin menginterogasi mereka, tetapi salah satu dari mereka tiba-tiba menggunakan teknik penghancur jiwa, sehingga aku membunuh mereka semua," jawab Qing Ruo menjelaskan.


" Lalu bagaimana dengan Yin Gang?"


" Sebelumnya hampir dilumpuhkan, namun saat ini telah kembali ke puncak Nan Yin," jawab Qing Ruo menjelaskan dengan rinci.


" Syukurlah," ucap Yin Bei menanggapi.


" Saudara, pulihkan dirimu. Aku akan berjaga," ucap Qing Ruo.


Sambil berjaga di tempat itu. Qing Ruo lalu mengirim pesan jiwa pada Mao Tang dan rombongannya, menjelaskan situasi yang ada di gunung Langit Yin dengan rinci.


***


Di tempat lain. Puncak Nan Yin.


" Swhuss..." sosok Yin Gang memasuki perisai perlindungan puncak Nan Yin, lalu terus bergerak menuju istana utama.


" Pangeran," ucap Yin Xiaolong dengan wajah khawatir, menatap kemunculan Yin Gang dengan pakaian bersimbah darah.


" Tetua tenanglah, aku baik-baik saja.  aku yakin sebentar lagi para pelindung klan akan mendatangi kita, tahan mereka sebentar, aku ingin mengganti pakaian dulu," ucapnya sambil berlalu.


" Baik pangeran..." Lalu bergerak meninggalkan aula istana.


Setelah Yin Xiaolong pergi, Yin Gang lalu bergegas menuju kediamannya.


***


Di tempat lain.


" Swhuss... swhus..." sosok Yin Zhanshi Zhe dan Yin Lin terus bergerak menuju puncak Nan Yin.


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di langit puncak Nan Yin.


" Swhuss..." sosoknya berhenti di balik perisai perlindungan.

__ADS_1


" Swhuss.... swhuss...." Sosok Yin Xiolong muncul di dalam perisai, menatap kehadiran Yin Zhanshi Zhe dan Yin Lin dengan tajam.


"  Zhanshi Zhe," ucapnya dengan nada dingin.


" Xiolong, aku datang tanpa pasukan jadi pahami hal itu."


" Sebelumnya kalian telah menuduh kami, bahkan  ingin menyerang tempat ini, apakah kami percaya dengan kata-kata mu itu?" dengan kemarahan menyala.


" Xiolong, aku hanya ingin bertemu dengan Pangeran Yin Gang, jadi jangan membuat masalah ini menjadi rumit."


" Kalianlah yang membuat masalah ini menjadi rumit. Jadi pergilah,  kehadiran kalian kami tolak!" ucap Yin Xiolong dengan tegas sambil memanggil pasukannya dan bersiap.


" Swhuss... swhus..." ratusan prajurit elit puncak Nan Yin dengan senjata lengkap,  muncul di belakang Yin Xiolong.


" Xiolong, apakah seperti ini cara kalian menerima tamu?"


" Zhanshi Zhe, sudah aku katakan sebelumnya bahwa kami menolak kalian, jadi tinggalkan tempat ini!" ucap Yin Xiolong dengan tegas.


Pada saat perdebatan itu sedang berlangsung, " Swhuss..." sosok Yin Gang Tiba-tiba muncul di tempat itu, menatap kehadiran Yin Zhanshi Zhe dengan tenang.


" Tetua Zhanshi Zhe, pergilah. Puncak Nan Yin tidak menerima siapa pun. Jadi pahami hal itu. Jika dalam hitungan ketiga kalian tidak pergi, maka jangan salahkan kami," ucapnya dengan tenang.


" Tapi pangeran, kami-"


" Satu..." ucap Yin Gang mulai menghitung.


" Pangeran, aku hanya-"


" Dua..." ucapnya kembali melanjutkan hitungannya, membuat wajah Yin Zhanshi Zhe begitu masam.


" Tunggu patriark berhasil naik tingkat, kalian semua akan menanggung akibatnya..." sambil bergegas meninggalkan tempat itu.


" Jika ingin mati, datanglah. Tapi jika ingin hidup,  menjauh dari tempat ini. Zhanshi Zhe, mulai hari ini tujuh kilometer dari puncak Zhu Yin dan Xi Yin  akan menjadi wilayah terlarang. Siapapun yang memasuki batas wilayah yang telah kami tentukan, maka konsekuensinya adalah mati!" ucap Yin Gang dengan keras, membuat Yin Zhanshi Zhe dan Yin Lin mempercepat pergerakannya.


" Bad***n! Mereka semakin berani..." ucap Yin Lin dengan kesal.


" Saudara, terus bergerak mereka ada di belakangnya..." ucap Yin Zhanshi Zhe dengan wajah khwatir saat merasakan ratusan aura prajurit puncak Nan Yin bergerak di belakang mereka.


" Swhuss... swhus...." Ratusan tombak hitam melesat meyerang mereka.


" Badj***n!" Teriak Yin Zhanshi Zhe dengan kesal sambil membuat perisai pertahanan.


" Dhuar.... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, saat ratusan tombak hitam itu menghantam perisai besi es hitam yang melindungi tubuhnya.


" Saudara Lin, biarkan serangan tombak mereka mendorong kita..." ucap Yin Zhanshi Zhe sambil memperbaiki perisai pertahanannya yang langsung rusak oleh serangan tombak besi hitam tersebut.


" Baik..," ucap Yin Lin.


" Dhuar... dhuar..." Ledakan keras itu terus mendorong mereka menjauh dari wilayah terlarang yang telah ditentukan oleh Yin Gang sebelumnya.


" Argh.. Yin Gang Kepa***t." teriak Yin Zhanshi Zhe dengan kesal. 


🙏🙏1bab🙏

__ADS_1


__ADS_2