
Di atas panggung.
Hong Tianmi lalu memberikan kotak pertama pada raja kota, Ying Xu.
" Yang Mulia," ucapnya dengan hormat.
" Baik nona, terima kasih." Sambil memberikan cincin penyimpanan yang berisi dua puluh juta kristal jiwa abadi.
" Terima kasih Yang Mulia."
Setelah menerima kotak giok tersebut, Ying Xu lalu bergerak meninggalkan panggung lelang, kembali ke dalam ruangannya.
Setelah suasana tenang. Hong Tianmi lalu memulai acara lelang tersebut. Namun sebelum acara lelang itu di mulai, tiba-tiba tetua dari kamar nomor satu berbicara.
" Saudara yang berada di ruangan nomor sembilan, mohon untuk tidak menawar."
" Benar. Beri kami wajah. Bagian yang ini, berikan pada kami," ucap tetua dari kamar nomor empat belas.
" Jika demikian, mari kita ambil keputusan," ucap tetua dari kamar nomor dua, yang langsung tanggapi oleh semua tamu di ruangan khusus.
Satu per satu mereka mengajukan keberatan, dan meminta Qing Ruo untuk tidak ikut dalam sesi lelang yang terakhir tersesebut.
Tindakan para tamu yang ada di dalam ruangan khusus itu membuat Hong Dou yang berada di dalam ruangannya hanya menggelengkan kepalanya.
****
Di dalam ruangannya.
Qing Ruo dan Long Chen masih terdiam, dan belum memberikan tanggapan.
" Penguasa, ada apa?" tanya Long Chen menatap Qing Ruo yang tampak sedang tersenyum.
" Long Chen, buah ini ternyata sangat berharga dan diminati. Aku ingin kamu menuruti keinginan para tuan muda itu, tapi katakan sesuatu agar kita untung banyak," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik penguasa." Dengan penuh semangat.
Di atas panggung.
" Tuan, bagaimana tanggapan Anda?" tanya Hong Tianmi, sambil mengarahkan pandangannya pada kamar nomor sembilan.
" Nona, kami sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Kami dipaksa untuk tidak ikut serta dalam sesi ini. Sebenarnya jika kami diperbolehkan, mungkin kami hanya akan mampu mengajukan penawaran hingga empat puluh lima juta lagi," jawab Long Chen, membuat suasana menjadi gaduh.
" Benar-benar kaya," ucap para tamu yang berada di kursi biasa dengan ternganga.
" Baik tuan. Terima kasih atas pengertiannya," ucap Hong Tianmi dengan hormat, lalu memulai acara lelang tersebut.
Setelah memastikan suasana di dalam ruangan itu telah tenang. Hong Tianmi mulai melelang keempat buah Bodhi yang tersisa.
" Baik, buah yang pertama, kami buka dengan harga satu juta lima ratus ribu," ucapnya dengan lantang, yang langsung ditanggapi oleh tamu yang berada di ruangan khusus, bahkan tamu yang berada di kursi biasa juga ikut melakukan penawaran.
***
Di dalam ruangannya.
__ADS_1
Hong Dou hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Mengingat pernyataan Long Chen sebelumnya yang masih bisa melakukan penawaran hingga di harga empat puluh lima juta.
" Benar-benar tidak ingin rugi," ucapnya pelan.
" Nona, mereka benar-benqr bisa memanfaatkan peluang," ucap tetua yang berad di sisinya.
" Tetua benar, namu aku menyesal karena dari awal tidak membeli satu dari buah-buahan itu."
" Nona benar. Semoga saja tuan Na Ruo masih memiliki buahan itu."
" Aku yakin dia masih memiliki buah tersebut, namun aku ragu."
" Nona, mengapa bisa demikian?"
" Karena setelah melihat hasil lelang ini, apakah tetua yakin dia akan memberikan harga murah?"
" Nona benar."
***
Di dalam ruangannya.
Qing Ruo dan Long Chen duduk dengan tenang, mengawasi jalannya lelang tersebut.
" Penguasa, apakah kita akan menunggu lelang ini sampai akhir?"
" Tentu saja, karena kita harus memastikan jumlah harga buah Bodhi ini dengan pasti," jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Baik penguasa, tapi mengapa harus demikian?"
" Hamba mengerti penguasa," sambil tersenyum penuh arti.
Di atas panggung.
Lelang buah pertama dari keempat buah yang tersisa itu akhirnya dimenangkan oleh pemuda dari ruangan nomor empat, dengan harga tiga puluh juta.
" Baik, kita lanjutkan buah yang kedua. Harga lelang kami buka dengan harga satu juta lima ratus ribu," ucap Hong Tianmi, yang langsung ditanggapi oleh pemuda dari kamar nomor tujuh belas.
" Tiga puluh lima juta," ucapnya dengan lantang, membuat tempat itu tiba-tiba menjadi riuh.
" Empat puluh lima," ucap pemuda dari kamar nomor satu, membuat tempat itu itu menjadi senyap.
" Empat puluh lima juta pertama...." ucap Hong Tianmi mulai menghitung.
" Empat puluh lima juta kedua...."
" Empat puluh lima juta ketiga. Tuan muda dari kamar nomor satu, selamat," ucap Hong Tianmi.
Lelang itu terus berlanjut. Harga buah bodhi ke tiga di menangkan oleh pemuda dari kamar nomor lima dengan harga empat puluh juta. Dan buah keempat dimenangkan oleh pemuda dari kamar nomor dua belas dengan harga lima puluh juta, membuat Long Chen yang terus menghitung jumlah harga buah Bodhi itu benar-benar gembira.
" Penguasa, totalnya seratus delapan puluh lima juta," ucap Long Chen dengan gembira, yang ditanggapi anggukan santai Qing Ruo.
Di atas panggung.
__ADS_1
" Tuan-tuan, dengan ini kami nyatakan lelang sesi puncak telah berakhir. Setelah ini akan ada lelang terbuka. Silakan tuan-tuan maju menawarkan sumberdaya yang ingin tuan miliki," Ucap Hong Tianmi menutup acara tersebut, sambil memanggil pemandu lain untuk mengarahkan kegiatan tersebut.
*****
Di dalam ruangannya.
" Penguasa, apakah kita akan ikut sesi lelang terbuka ini?
Qing Ruo dengan tenang menggelengkan kepalanya.
" Aku rasa itu terlalu berisiko. Lagipula kita sudah mendapatkan keuntungan yang luar biasa."
" Baik Penguasa."
" Baik, mari kita pergi," ucapnya sambil berdiri dari kursinya, membawa Long Chen meninggalkan ruangan itu, bergerak menuju ruang pengambilan barang.
" Penguasa, kali ini kita untung besar, terutama pada buah bodhi," ucap Long Chen sekali lagi, yang benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan keuntungan yang sangat luar biasa tersebut.
" Benar," ucap Qing Ruo menanggapi ambil merasakan beberapa sosok mengamati pergerakanya.
" Penguasa, ini..." Long Chen terkejut, saat merasakan beberapa kesadaran dewa begerak mengawasi pergerakan mereka.
" Biarkan saja. Aku yakin mereka tidak akan berani bertindak macam-macam," ucap Qing Ruo menenangkan Long Chen, sambil terus melangkahkan kakinya.
" Baik penguasa."
Qing Ruo dan Long Chen terus berjalan melewati lorong lantai dua rumah lelang itu dengan santai, hingga akhirnya mereka tiba di ruangan khusus yang di jaga oleh empat penjaga, yang merupakan pendekar semi abadi tingkat dua.
" Tuan, kami ingin mengambil barang," ucap Qing Ruo sambil menunjukkan lencana emas rumah lelang yang dimilikinya.
" Silakan tuan." Membukakan pintu, sambil mempersilahkan Qing Ruo dan Long Chen memasuki ruangan itu dengan hormat.
" Terima kasih tuan, " ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya, lalu memasuki ruangan itu.
Di dalam ruangan, ternyata telah menunggu seorang pelayan, yang langsung mengarahkan Qing Ruo menuju ruangan yang di maksud.
" Tuan Na Ruo," ucap Hong Dou, menyambut kedatangan Qing Ruo dan Long Chen dengan ramah.
" Silakan duduk tuan," ucap Hong Tianmi yang ternyata juga berada di dalam ruangan itu, mempersilakan Qing Ruo dan Long Chen dengan hormat.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil menempati kursi yang tersedia.
" Apakah tuan tidak ikut lelang sesi terbuka?" tanya Hong Dou, berbasa-basi membuka percakapan mereka.
Qing Ruo tersenyum ramah, sambil menggelengkan kepalanya.
" Aku rasa sudah cukup. Lagi pula, aku juga sudah mendapatkan keuntungan yang luar biasa."
Hong Dou menganggukan kepalanya.
" Apakah tuan akan segera pergi?"
" Benar." jawab Qing Ruo dengan tenang.
__ADS_1
" Baik tuan, mohon untuk bersabar, pekerja kami sedang menghitungnya," ucap Hong Dou sambil menuangkan minuman, dan memberikan pada Qing Ruo dan Long Chen.
" Baik nona, terima kasih.' Sambil meraih minuman itu, dan menyesapnya dengan santai.