Sang Penguasa

Sang Penguasa
77. Membuka Peti Emas.


__ADS_3

Di luar Gua.


Beberapa kelompok pemuda dari klan dewa yang ada di kawasan perbatasan utara , yang sedang mencari sumber daya di kawasan gunung Bunga Es,  keluar dari tempat perlindungan mereka.


" Sepertinya pertempuran telah usai. Sebaiknya kita segera pergi..."


" Baik..."


" Pertempuran yang sangat mengerikan.  Aku yakin mereka adalah semi abadi tingkat tinggi."


" Benar, Karena kita bahkan tidak mengetahui letak pertempuran itu dengan pasti."


" Sudahlah, sebaiknya kita harus segera menjauh dari tempat ini." Bergegas meninggalkan tempat itu.


***


Di dalam perut gunung Bunga Es.


Qing Ruo dan rombongannya memulihkan diri di dalam kolam langit,  menyerap kekuatan emas gunung dengan ekstrem.


Satu jam kemudian, Qing Ruo lalu membuka matanya saat merasakan kekuatan spiritual kolam langit menghilang.


" Saudara," ucap Heian Bai dan Dalu Rong yang juga telah membuka matanya menatap Qing Ruo yang tampak bingung.


Tiba-tiba mereka tertawa, mengejutkan Hua Zhen, Hua Zun, Hua Thong dan Murong Jianyu yang sedang berkonsentrasi memulihkan dirinya.


" Saudara Bai, ada apa?" tanya Murong Jianyu penasaran.


" Saudara Jianyu, kekuatan spiritual kolam langit ini telah habis terserap, apa saudara tidak menyadarinya?" Sambil menahan tawa.


Tiba-tiba Hua Zun dan rombongannya tertawa, menyadari  kebodohan mereka, membuat ruangan itu penuh dengan telak tawa.


" Kolam langit ini telah kehilangan banyak kekuatannya setelah digunakan oleh Dong He, dan kedua naga  kembar perak itu. Apalagi setelah diserap oleh kita semua," ucap Heian Bai.


" Baiklah, sepertinya kita sudah tidak bisa menyerap kekuatan murni langit dan bumi," ucap Hua Thong, sambil meninggalkan kolam langit itu dan duduk di atas bongkahan batu yang ada di dalam gua, lalu di ikuti yang lain.


Setelah semua orang keluar dari kolam langit , Qing Ruo dengan tenang mengeluarkan barang jarahan dari dalam cincin penyimpanannya, yang dia dapatkan  dari dalam makam sebelumnya.

__ADS_1


" Swhus..." sebuah peti mati emas, tongkat hitam pengendali roh, rantai api, dan cakram kabut yang merupakan senjata semi abadi tingkat empat, muncul di hadapan mereka.


" Ini adalah sumber daya yang ada di dalam makam pasir sebelumnya," ucap Qing Ruo menjelaskan.


Hua Zun dan Hua Zhen saling berpandangan.


" Penguasa muda, ini adalah senjata utama, Yin Sha, putra pertama patriark Shen Guoshi Yin Du," ucap Hua Zun, membuat Qing Ruo dan rombongannya terdiam.


" Mari kita periksa," ucap Hua Zhen.


" Baik," Jawab Qing Ruo sambil membuat segel tangan, menyelimuti  peti emas yang cukup lebar itu dengan perisai transparan, membuat Hua Zhen begitu heran.


" Sosok yang ada di dalam peti emas ini  adalah orang penting klan Yin, pengendali kekuatan gelap dan racun. Tindakan penguasa muda adalah untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan,"ucap Hua Thong menjelaskan.


Di hadapan mereka, Qing Ruo dengan tenang terus bekerja, melepas segel yang mengunci peti emas tersebut.


Tidak lama kemudian.


" Srark..." Penutup peti itu dengan perlahan terbuka. Melepaskan kabut hitam kebiruan.


" Kabut hitam,  racun tingkat logam," ucap Hua Zun dengan tubuh bergidik.


" Itu adalah pisau yang digunakan oleh penguasa muda sebelumnya." Murong Jianyu membatin. Bahkan membuat Hua Zhen bergidik.


" Tunggu hingga semua kekuatan racun tersebut dihilangkan," ucapnya, juga sambil menunggu.


" Baik," jawab Hua Zhen dan Murong Jianyu, sambil mengeluarkan semua permata jiwa hewan buas yang mereka dapatkan di dalam makam.


" Sebenarnya apa yang ingin  dicari  oleh klan Yin dari sosok ini..." ucap Dalu Rong penasaran.


" Benar. Mereka bahkan berani   membuat masalah dengan pihak kekaisaran," ucap Heian Bai.


" Aku yakin sosok  Yin Sha  ini pasti menyimpan rahasia klan mereka," ucap Hua Zun.


" Tetua benar," ucap Qing Ruo.


Tidak lama kemudian, semua kekuatan racun hitam yang keluar dari dalam peti  terserap.

__ADS_1


" Swhus..." Pisau hitam tersebut keluar dari perisai transparan, menghampiri Qing Ruo.


" Baik, mari kita periksa," ucap Qing Ruo setelah menyimpan pisau hitam ke dalam cincin penyimpanannya.


" Swhus..." Perisai transparan yang menyelimuti peti mati emas itu lenyap,  perlahan, menebarkan bau busuk yang begitu menyengat.


Dengan segera Qing Ruo dan rombongannya mengedarkan kekuatannya masing-masing, melindungi diri dari bau yang sangat menyengat tersebut.


" Ternyata bau busuk yang kita cium di dalam lorong makam sebelumnya berasal dari peti ini," ucap Heian Bai.


" Benar, tapi yang menjadi pertanyaan. Siapa yang membuat makam Itu..." ucap Dalu Rong, membuat mereka terkesiap.


" Tentu saja sosok yang ada di dalam peti mati ini," ucap Qing Ruo, sambil mengeluarkan gasing tembaga dari dalam cincin penyimpanannya, dan mulai mengisap bau busuk yang ada di seluruh ruangan itu. 


" Bahkan hal aneh seperti ini ada padanya..." Heian Bai menggelengkan kepalanya, menantap Qing Ruo yang sedang mengendalikan gasing tembaga menyerap aroma busuk tersebut.


Dua menit kemudian, setelah bau busuk yang ada di dalam ruangan itu lenyap, mereka lalu mendekati peti mati emas tersebut bersama-sama. 


" Swhus...." Tiga bola emas sebesar jempol tangan orang dewasa muncul, mengambang  di  atas peti emas itu, mengejutkan mereka semua.


" Ini!" ucap Qing Ruo sambil meraih ketiga bola emas itu, dan menyerahkannya pada Murong Jianyu, lalu memeriksa sosok yang ada di dalam peti.


" Tetua," ucap Qing Ruo meminta Hua Zun dan Hua Thong memeriksa sosok yang ada di dalam peti mati emas tersebut.


" Benar ini adalah Yin Sha, Yin Huo, dan Yin Wu," ucap Hua Zun dengan wajah heran, menatap ketiga sosok yang masih belum mengalami pembusukan tersebut.


" Tetua mohon penjelasannya," ucap Heian Bai dengan wajah serius.


" Ketiga sosok ini adalah orang-orang  penting yang menjadi pilar kekuatan Shen Guoshi Yin. Yin Sha putra pertama, Yin Huo putra ke tiga, dan Yin Wu putra ke delapan. Berdasarkan aura mutiara  jiwa dewa mereka, ketiga sosok ini sudah berada di tingkat semi abadi tingkat enam  tahap akhir." Hua Zun menjelaskan, membuat Qing Ruo dan rombongannya terkejut.


" Sungguh kerugian yang begitu luar biasa. Tidak heran ada banyak hewan pelindung yang menjaganya," ucap Dalu Rong.


Qing Ruo yang telah mendapat sedikit informasi dari kelabang perak beracun yang mengatakan bahwa sosok yang ada di dalam peti itu telah dibunuh oleh anggota klan mereka,   tidak terlalu memperhatikan tanggapan Dalu Rong,  karena dirinya lebih fokus dengan alasan tindakan klan Yin yang menghilangkan pilar klan mereka.


" Tetua, mereka pasti membawa sesuatu penting pada tubuhnya," ucap Qing Ruo meminta Hua Zun mengambil cincin penyimpanan yang masih terpasang di jari  ketiga sosok itu.


" Baik," jawab Hua Zun sambil meraih cincin tersebut dan menyerahkan kepada Murong Jianyu.

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada hal lain  yang tersisa di dalam peti emas tersebut, Qing Ruo lalu  menutup peti tersebut dan menyegelnya.


" Baik, mari kita periksa..." ucap Hua Zun sambi membuka segel cincin penyimpanan dan mengeluarkan isinya.


__ADS_2