
Walaupun dengan wajah ragu, Long Chen terus bergerak mengikuti Qing Ruo.
" Long Chen, bicaralah," ucap Qing Ruo.
" Penguasa, gerbang es hitam adalah kawasan terlarang. Dirumorkan sebagai tempat yang sangat kacau di mana para pelatih kultivasi aliran hitam di tempat itu sangat membenci para pelatih kultivasi aliran putih."
" Benar atau tidak hal yang dirumorkan tersebut, kita akan mengetahuinya setelah tiba," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Penguasa benar," ucap Long Chen yang tidak ingin berdebat dengan Qing Ruo mengenai hal itu, karena dari penjelasan Youlin Sha, Yuan Bai dan Yuan Hei, tuannya tersesebut adalah orang yang berpendirian tetap.
" Long Chen, apakah kamu sudah bertemu dengan Jine Xun dan saudaranya?"
" Belum Penguasa, karena mereka masih dalam latihan tertutup," jawabnya dengan hormat.
" Kepergian ke Gerbang Es Hitam, itu ada hubungannya dengan mereka."
" Baik penguasa."
" Swhuss..." Huo Mingzhi muncul di sisi mereka.
" Penguasa, saudara Chen," ucapnya menyapa Qing Ruo dan Long Chen dengan hormat.
" Mingzhi terus bergerak ke utara," ucap Qing Ruo sambil membawa Long Chen naik ke atas punggungnya.
" Baik penguasa..."
Di atas punggung Huo Mingzhi.
Qing Ruo dan Long Chen terus berbincang-bincang santai yang sesekali di timpali Huo Mingzhi.
" Penguasa, sebelumnya aku telah berbicara dengan saudara Youlin Sha, Yuan Bai dan Yuan Hei mengenai latar belakang Anda. Apakah ....?" dengan ragu.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku sudah tahu," ucap Qing Ruo santai.
" Penguasa, jika aku boleh tahu, dari leluhur mana Anda berasal?"
" Long Chen, maksudmu?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Penguasa, jujur saja aku tidak tahu dengan pasti mengenal hal itu, tetapi aku yakin bahwa leluhur Qing yang ada di Benua Teratai Biru berasal dari daratan ilahi."
" Shen Guoshi Qing Fengbao," ucap Qing Ruo.
" Benar dugaanku. Ternyata memang Dia," ucapnya pelan.
" Tapi Long Chen, aku tidak tahu alasan leluhur Fengbao meninggalkan daratan ilahi. Apalah kamu tahu hal itu?"
Long Chen menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak tahu Penguasa," jawabnya dengan jujur.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya dan memahami hal tersebut.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Qing Ruo lalu meminta Long Chen untuk berjaga dan memandu arah pergerakan mereka.
" Mingzhi, Long Chen, aku ingin mengurus sesuatu di dalam dunia jiwa. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera kabari aku."
__ADS_1
" Baik Penguasa..." Jawab mereka berdua dengan hormat.
Setelah memberi arahan pada Huo Mingzhi dan Long Chen, Qing Ruo lalu memasuki dunia jiwa.
***
Di dalam dunia jiwa.
Qing Ruo muncul di wilayah selatan, tepatnya di tepi danau biru.
Di tempat itu, Qing Ruo mendapati Luo Feng sedang memulihkan diri, berendam di tengah danau dengan tenang. Tidak ingin mengganggu Luo Feng, Qing Ruo lalu bergerak menuju kawasan kebun buah-buahan abadi.
Di kebun buah-buahan Abadi.
" Sepertinya tempat ini cukup bagus," ucapnya berdiri di bagian yang lapang, sambil membuat tangan, membuat segel mantra formasi penumbuh kehidupan emas, lalu menanam anakan rumput emas di tempat itu.
Setelah selesai menanam rumput Emas Penguat Jiwa, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu, menuju Vila bambu emas.
Di tempat itu.
Qing Ruo mulai mengeluarkan bejana bumi, serta berbagai jenis sumber daya, lalu mulai membuat pil tingkat tinggi.
***
Di luar Dunia jiwa.
Long Chen dan Huo Mingzhi berbincang-bincang santai, sambil bertukar pendapat, berbagi pengetahuan dan pengalaman serta keterampilan.
" Saudara Mingzhi, terima kasih. Walaupun aku dapat menyesuaikan kecepatan saudara Mingzhi, tapi aku merasa sedikit pusing," ucap Long Chen
" Saudara Chen hanya merendah." Ucap Huo Mingzhi sambil tertawa yang tidak menyangka jika Naga Perak itu juga merasa pusing saat berada di atas punggungnya.
Tanpa terasa, malam pun berlalu. Dari ufuk timur mereka dapat melihat sang surya dengan perlahan menyeruak, memancarkan sinarnya yang mulai menerangi dunia para dewa tersesebut.
" Swhuss... swhus..." Huo Mingzhi terus bergerak dengan tenang dan waspada.
Hari yang cerah itu pun berlalu, kembali menjadi malam, membuat Long Chen menjadi gelisah.
" Saudara Chen, ada apa?"
" Saudara Mingzhi, perjalanan seperti ini sangat berbaya, tapi Penguasa....." ucapnya ragu.
" Saudara Chen, tenanglah. Bukankah penguasa meminta kita untuk mengabarinya jika ada sesuatu yang mencurigakan. Saat ini aku yakin penguasa sedang sibuk dengan pekerjaannya..." Huo Mingzhi menjelaskan.
" Maksud saudara?"
" Jika seperti ini, biasanya ada dua kesibukan yang dilakukan oleh penguasa. Membuat pil dan membuat senjata," ucap Huo Mingzhi menjelaskan, membuat Long Chen terdiam.
" Apakah saudara berpikir kalau penguasa akan berleha-leha saja?"
" Bukan itu maksudku. Berada terlalu lama di dalam dunia jiwa dengan situasi seperti ini benar-benar sangat berbahaya, karena serangan kecil dapat membahayakan nyawanya..."
" Aku mengerti, itulah alasan mengapa penguasa meminta kita agar tetap waspada."
" Jika seperti ini, kita tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena ini terlalu berisiko. Sebaiknya kita mencari tempat yang aman untuk beristirahat, sambil menunggu penguasa keluar dari dunia jiwa," ucap Long Chen.
" Baik," jawab Huo Mingzhi sambil bergerak dengan waspada.
__ADS_1
***
Di dalam dunia jiwa.
Halaman vila bambu emas.
Qing Ruo duduk di kursi taman, beristirahat, sambil menyeka keringat setelah seharian membuat pil dan senjata tingkat tinggi.
Setelah memulihkan diri dan beristirahat cukup lama di tempat itu, Qing Ruo lalu membersihkan diri, dan keluar dari dalam dunia jiwa.
Pada saat keluar dari dalam dunia jiwa, Qing Ruo mendapati Huo Mingzhi sedang duduk di bawah pohon raksasa yang berada di puncak gunung batu, sedangkan Long Chen duduk dengan tenang, berjaga mengawasi tempat itu dengan waspada.
" Penguasa..." ucap mereka berdua dengan hormat, menyambut kemunculan Qing Ruo dari dalam dunia jiwa yang menatap mereka dengan heran.
Qing Ruo menganggukan kepalanya, mengitari pandangannya mengawasi tempat itu dengan seksama.
" Long Chen, sudah berada di mana kita?"
" Penguasa, saat ini kita berada di Gunung batu terpencil. Dari tempat ini tiga hari perjalanan lagi, kita akan tiba di kota Bei Shan, yiatu kota gunung utara." Sambil menjelaskan alasan mereka yang berhenti di tempat itu.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Terima kasih. Maaf telah membuat kalian khawatir," ucapnya pelan.
" Penguasa, apakah kita akan melanjutkan perjalanan?" Tanya Huo Mingzhi.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Pulihkan dirimumu. Satu jam lagi kita akan berangkat..."
" Baik penguasa." lalu dengan tenang mulai memulihkan kekuatannya.
Sambil menunggui Huo Mingzhi memulihkan diri. Qing Ruo dan Long Chen duduk dengan tenang, berbincang-bincang santai mengenai gambaran umum wialyah utara.
" Penguasa, mungkin saat ini wilayah utara sudah berbeda. Tapi kita dapat mencari informasi penting itu di kota-kota yang akan kita singgahi."
" Benar," ucap Qing Ruo menganggukkan kepalanya, sambil menatap langit malam yang begitu tenang.
" Penguasa, aku ada ide," ucap Long Chen tiba-tiba.
" Oh apa itu?"
" Perjalan menuju Gerbang Es Hitam akan memerlukan waktu berbulan-bulan. Bagaimana jika kita menggunakan gerbang teleportasi."
" Long Chen, sebenarnya aku juga sangat menginginkan hal itu, tapi apakah itu akan aman?"
" Penguasa, setiap kota besar memiliki gerbang teleportasi. untuk mengurangi resiko, agar lebih aman, kita bisa menggunakan gerbang teleportasi jarak pendek saja."
" Baik," ucap Qing Ruo, sambil berbincang-bincang santai.
Tanpa terasa, satu jam pun berlalu.
" Penguasa," ucap Huo Mingzhi yang telah selesai memulihkan kekuatannya, melapor.
" Baik, mari kita lanjutkan perjalanan," ucap Qing Ruo sambil membawa Long Chen naik ke atas punggung Qilin Api Hitam tersebut.
Setelah memastikan Qing Ruo dan Long Chen telah berada di atas punggungnya, Huo Mingzhi lalu bergerak meninggalkan puncak gunung itu dengan perlahan.
__ADS_1