Sang Penguasa

Sang Penguasa
172. Semi Abadi Tingkat Empat.


__ADS_3

Dengan tenang, Qing Ruo dan Long Chen terus melangkahkan kakinya hingga tiba di kamarnya.


Di dalam ruangannya. Qing Ruo lalu mengeluarkan Mutiara jiwa Naga dan Inti api gelap, lalu memberikannya pada Long Chen.


" Berikan pada Huo Mingzhi," ucapnya sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik Penguasa. Terima kasih." Dengan penuh semangat, lalu memasuki dunia jiwa.


Tidak lama kemudian setelah Long Chen memasuki dunia jiwa. Long Fu dan dan Long Qe muncul di dalam ruangan.


" Long Fu, Long Qe, aku akan memasuki dunia jiwa untuk segera naik tingkat. Jaga dan awasi tempat ini. Jika ada sesuatu, kabari aku."


" Baik penguasa." Dengan hormat.


Setelah menguatkan segel mantra formasi perlindungan di dalam ruangan itu, Qing Ruo lalu memasuki dunia jiwa.


" Swhuss...." sosoknya muncul di aula kultivasi.


Di tempat itu, Qing Ruo lalu mengeluarkan rumput emas penguat jiwa dan Mutiara air tak berbentuk dari dalam cincin penyimpanamnya.


Setelah mengambil empat lembar daun rumput emas penguat jiwa itu, Qing Ruo mulai  menyerap kedua sumber daya itu secara bersamaan.


****


Di tempat lain.


Beberapa sosok yang sebelumnya menghadang Qing Ruo dan Long Chen, tiba di penginapan Bunga Xi, dan berkumpul di restoran penginapan yang berada di lantai dasar.


" Saudara, bagaimana persiapan yang lain," sambil memesan minuman pada pelayan.


" Kita akan bergerak setelah semua orang datang. Selain itu, aku juga ingin salah satu dari kita menyewakan kamar yang tidak jauh dari sosok itu."


" Jika demikian, kami saja," ucap dua sosok tetua menawarkan diri, lalu menemui pelayan yang berada di meja kasir. 


" Nona," ucap salah satu sosok Itu dengan ramah.


" Apakah ada yang bisa kami bantu, tuan?" tersenyum ramah.


" Nona, kami ingin menyewa kamar untuk beberapa malam, tetapi kami ingin  kamar yang kami tempati tidak jauh dengan tuan muda kami."


"Maksud tuan?" tanya sang pelayan dengan penasaran.


Dengan tenang sosok itu menjelaskan ciri-ciri Qing Ruo dan Long Chen yang beberapa waktu yang lalu memasuki penginapan tersebut.


" Oh kami mengerti tuan. Orang yang tuan maksud ada di lantai tiga, kamar nomor dua belas. Di lantai tersebut, kebetulan tidak ada yang kosong, tapi di lantai dua ada dua kamar yang kosong." sang pelayan menjelaskan.


" Tidak masalah."


" Baik tuan."

__ADS_1


Setelah kedua tetua itu membayar biaya sewa,  sang pelayan lalu membawa mereka menuju lantai dua.


****


Di dalam dunia jiwa.


Qing Ruo dengan tenang terus menyerap Mutiara air tak berbentuk dan rumput emas penguat jiwa.


Di tempat lain.


Di istana naga emas, di dalam ruangannya masing-masing. Long Chen dan Huo Mingzhi juga sedang menyerap sumberdaya yang telah diberikan oleh Qing Ruo. Long Chen  yang saat ini merupakan semi abadi tingkat enam tahap akhir, berusaha untuk naik tingkat menjadi semi abadi tingkat tujuh dan Huo Mingzhi yang berada di tingkat empat tahap menengah berusaha berada di puncak tahap empat.


****


Lantai dua penginapan.


Kedua sosok itu akhirnya tiba di dalam ruangan mereka.


" Tuan-tuan, silakan," ucap pelayan itu dengan ramah.


" Baik nona. Terima kasih."


Setelah gadis pelayan itu pergi. Kedua sosok itu lalu memasuki ruangan, sambil memanggil rombongannya untuk berkumpul di tempat itu, untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya.


****


Di dalam dunia jiwa  ( Aula kultivasi).


" Trark...trark...." Ledakan petir yang dapat mengubah pendekar semi abadi tingkat dasar menjadi abu itu, kini semakin menggila.


" Swhus...." Sosoknya bertransformasi menjadi Phoenix Emas bermata biru, memekik mengguncang dunia jiwa, mengejutkan semua penghuni yang ada di dalamnya.


" Swhuss... Swhus...." Sosok Long Yu Wei, Yuan Bai dan Yuan Hei tiba di tempat itu, dan segera menyegel seluruh kawasan aula kultivasi.


" Ba-bagaimana bisa," ucap Long Yu Wei sambil menjaga jarak, menatap sosok Qing Ruo yang sedang menyerap mutiara air tak berbentuk dengan tubuh transformasinya.


" Saudara Yu Wei,  apakah ada yang salah?" Tanya Yuan Bai.


" Mutiara air tak berbentuk,"  ucapnya tercekat saat melihat kristal transparan yang melepaskan kekuatan air itu, kini hampir habis terserap.


" Apakah ada yang salah dengan mutiara air tak berbentuk itu?" Tanya Yuan Bai semakin heran.


" Saudara, mutiara air tak berbentuk yang kita lihat sekarang adalah inti dari kekuatan elemen air yang sesungguhnya. Sangat kuat dan rentan. Dan aku sendiri bahkan tidak berani menyerap kekuatan itu secara langsung." Dengan wajah serius menatap Qing Ruo dengan tubuh bergidik.


" Saudara Yu Wei, Penguasa adalah sosok yang penuh dengan perhitungan. Aku yakin  sebelum menyerap kekuatan sejati elemen air itu, penguasa pasti  sudah mempelajarinya," ucap Yuan Bai menjelaskan.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tidak lama kemudian, Qing Ling muncul di tempat itu.


" Penguasa Putri," ucap rombongan itu berlutut dengan hormat.

__ADS_1


" Bangunlah," ucap Qing Ling dengan ramah sambil menatap sosok transformasi Qing Ruo yang berusaha naik tingkat.


" Trark...." Ledakan petir yang begitu luar biasa tiba-tiba menghancurkan perisai  es yang diciptakan oleh Long Yu Wei.


" Penguasa putri, mundur," ucap Long Yu Wei panik saat sambaran petir itu  mengenai Qing Ling, yang justru tindakannya langsung di tahan oleh Yuan Hei.


" Saudara, tenanglah." Sambil menunjuk  Qing Ling tidak terpengaruh oleh kekuatan petir itu, membuat Long Yu Wei merasa heran.


" Saudara, di dalam tubuh penguasa putri, ada inti kekuatan petir yang berasal dari penguasa muda, jadi kekuatan petir itu tidak akan melukainya." Yuan Hei menjelaskan.


" Yu Wei, tenanglah," ucap Qing Ling dengan ramah, sambil membuat segel tangan, memunculkan sulur-sulur hijau keemasan lalu membentuk kubah raksasa dan menutup kawasan aula kultivasi.


" Kembalilah, serahkan padaku," ucapnya sekali lagi.


" Baik penguasa putri."


Setelah Long Yu Wei, Yuan Bai dan Yuan Hei pergi, Qing Ling lalu menguatkan segel tersebut dan berjaga di tempat itu.


Di dalam kubah sulur raksasa.


Qing Ruo dengan tenang terus menyerap mutiara air tak berbentuk dan rumput emas penguasa jiwa yang kini mulai habis terserap.


Lima menit kemudian.


" Swhus...swhus...." Ledakan aura semi abadi tingkat empat tahap dasar mengedar dari tubuhnya, yang tidak lama kemudian disusul dengan tahap menengah dan tahap akhir.


" Swhus...." kubah sulur hijau keemasan itu lenyap, menampilkan sosok Qing Ruo yang kini sedang memperbaiki pondasi kultivasinya. Dengan tenang, Qing Ling  bergerak menghampiri sosok itu dan menaburkan kristal jiwa abadi di sekitar tempat duduknya.


" Ling er, terima kasih," ucapnya lembut sambil membuka matanya,  menatap Qing Ling yang tersenyum padanya dengan penuh kehangatan.


***


Di tempat lain.


Long Chen dan Huo Mingzhi juga telah naik tingkat dan kini  juga sedang memperbaiki pondasi kultivasinya.


***


Lantai dua penginpan


Beberapa sosok paruh baya yang merupakan pendekar semi abadi tingkat tiga, hingga tingkat lima terus  berdatangan,  memasuki kamar nomor lima itu, hingga jumlah mereka menjadi lima belas orang.


" Saudara sekalian, karena kita telah berkumpul maka kita kan sekarang bagi tugas," ucap  sesorang tetua memulai pembicaraan.


" Baik," jawab semua sosok itu bersamaan.


Di dalam ruangan itu, mereka lalu membagi rombongannya ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengamankan tempat tempat itu, kelompok kedua mengalihkan penjaga keamanan penginapan dan kelompok tiga adalah mereka yang bertugas menangani Qing dan Long Chen di dalam ruangannya.


" Saudara sebentar lagi tengah malam,  sebaiknya kita segera bergerak."

__ADS_1


" Baik," jawab rombongan itu lalu membubarkan diri, sesuai dengan kelompok mereka masing-masing.


__ADS_2