Sang Penguasa

Sang Penguasa
109. Penjelasan Qing Ruo.


__ADS_3

Di atas permukaan danau.


Liu Whang dan rombonganya keluar dari tempat persembunyiannya, menatap permukaan danau yang begitu bergejolak, dengan khawatir dan penasaran.


" Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?"


" Jangan gegabah. Mereka adalah para pendekar tingkat tinggi, jika kita bergerak tanpa perintah, itu hanya akan menjadi beban, karena mengganggu konsentrasi tuan muda Qing Ruo," ucap Liu Whang menjelaskan.


Pada saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba permukaan danau menjadi tenang.


" Yang mulia," ucap Liu Heng menunjuk permukaan danau itu.


" Menjauh," ucap Liu Whang memberi perintah, sambil bergerak mundur.


" Yang mulia, ada apa?" tanya Liu Ninglong.


" Untuk di ingat, setelah pertarungan sengit selalu ada kemungkinan, yang akan terjadi setelah itu. Hal baik dan buruk, dan kita mengantisipasi hal terburuk itu." sambil menjauh dari tempat itu dan menjaga jarak.


***


Di Dalam Danau.


" Swhus..." sosok Liu Loalo dan harimau gigi pedang yang membeku tertembak cahaya putih dari tongkat emas Shen Guoshi Yisheng , bergerak menuju dasar sungai.


" Sepertinya aku tidak bisa memiliki kedua patahan tongkat emas ini," ucap Qing Ruo sambil meraih sosok harimau gigi pedang yang telah membeku dan menyimpannya ke dalam jiwa, lalu meninggalkan dasar danau bersama sosok Liu Lao.


" Swhuss..." Qing Ruo muncul di atas permukaan danau, sambil  membawa sosok Liu Lao yang telah mematung di tangannya.


" Yang Mulia, lihat..." ucap Liu Ninglong, sambil bergerak mendekati Qing Ruo.


" Tuan muda," ucap Liu Whang menghampiri Qing Ruo dengan hormat.


" Yang mulia, para jenderal," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Tuan muda, apa yang terjadi? Lalu dimana sosok harimau gigi pedang?"


" Aku menyegel leluhur Liu Lao kembali. Adapun harimau gigi pedang, dia sudah mati..." Sambil menyerahkan sosok Liu Lao pada Liu Whang.

__ADS_1


" Tuan muda, bagaimana bisa leluhur Lao tiba-tiba ada di tempat ini. Mohon penjelasannya..." ucap Liu Heng.


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu menjelaskan penemuannya.


" Jenderal Liu Heng, pada  saat aku sedang berlatih di danau emas ini, aku  secara tidak sengaja menemukan sosok leluhur Liu Lao, berada di dasar danau. Aku tahu bahwa dia telah hilang kewarasannya, namun aku berusaha menyadarkannya, tetapi gagal."


Penjelasan Qing Ruo benar-benar mengejutkan Liu Whang dan rombonganya. Mereka tidak menyangka  jika sosok Liu Lao yang mereka kira telah hilang selama ratusan tahun itu, ternyata berada di dasar danau emas milik klan mereka sendiri.


" Tuan Muda, sebenarnya, apa yang terjadi? lalu bagaimana bisa leluhur Lao ada di dasar danau ini?" tanya Liu Heng meminta penjelasan, menatap Danau Emas yang kini begitu tenang.


Qing Ruo terdiam sesaat, lalu menatap Liu Whang dan rombonganya.


" Apakah kalian tahu rahasia dasar danau ini?"


Liu Whang dan rombonganya terdiam. Menatap Qing Ruo dengan lekat,  lalu menggelengkan kepalanya.


" Tuan muda hingga saat ini, kami bahkan tidak mengetahui rahasia yang ada di dasar danau ini," ucap Liu Whang dengan jujur.


" Tapi apakah kalian tahu orang  yang membuat dunia kecil ini?"


Liu Whang dan rombonganya menganggukan kepalanya. 


" Apakah itu berarti kalian juga tidak tahu bahwa leluhur  Liu Tian juga mati danau ini?"


" Apa!" Liu Whang dan rombongannya benar-benar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, menatap Qing Ruo yang ada dihadapannya dengan rasa sedih dan penasaran.


" Sungguh menyedihkan. Danau emas yang kalian anggap sebagai  tempat suci Klan Liu adalah tempat yang telah membunuh leluhur pertama kalian. Aku yakin puluhan hingga ratusan dari orang-orang klan Liu juga terbunuh dari dunia di dalam dunia kecil ini, apakah benar demikian?"


" Be-benar, tuan muda," ucap Liu Heng membenarkan pernyataan Qing Ruo  dengan wajah serius.


" Itu semua karena kalian telah menyimpan benda yang ternyata bukan milik kalian. Jika pun kalian memilikinya,  setidaknya kalian harus mengetahui rahasia benda itu, supaya kalian dapat menaklukannya dengan benar."  ucap Qing Ruo datar, membuat Liu Whang dan rombongannya semakin sedih.


" Tuan muda, kami semakin tidak mengerti," ucap Liu Ninglong dengan wajah serius.


" Yang Mulia, para jenderal. Di dasar danau ini, ada patahan tongkat emas langit, yang merupakan senjata utama Shen Guoshi Yisheng, yang terbunuh oleh leluhur utama Qing Tian. Apakah kalian pernah mendengar kisah itu?"


Liu Whang dan rombonganya yang  terdiam mematung, menganggukan kepalanya dengan pelan..

__ADS_1


" Kami pernah mendengar kisah kuno itu, tetapi kami tidak tahu bahwa benda yang ada di dasar danau itu adalah patahan tongkat emas Shen Guoshi Yisheng."


" Kekuatan spiritual emas yang ada pada danau ini, itu berasal dari patahan tongkat emas Shen Guoshi Yisheng tersebut. Namun selain dapat menyembuhkan, tongkat itu  juga dapat membunuh. Pada  jarak dua ratus hingga tiga ratus meter,  patahan tongkat itu akan melepaskan segel formasi jiwa darah,  yang dapat membunuh siapapun."


Penjelasan Qing Ruo membuat Liu Whang dan rombonganya terdiam, dan  menemukan alasan para murid Klan yang tewas ketika sedang berlatih di dalam danau tersebut.


" Tuan Muda, jadi apa yang harus kami lakukan?" tanya Liu Whang.


" Yang mulia tetap bisa menggunakan Danau Emas ini sebagai tempat  latihan, namun jangan sampai mendekati dasar danau, karena patahan tongkat itu sangat membenci keturunan Liu Tian."


" Tapi apakah ini tidak berbahaya? lalu mengapa bisa demikian?"


" Selama yang mulia tidak mendekati patahan tongkat emas itu, danau ini aman. Dan selamanya bisa digunakan untuk tempat berlatih dan memulihkan diri. Alasan patahan tongkat emas itu membenci Klan Liu, itu karena patahan tongkat emas  telah memiliki setengah kesadarannya,  dan mengetahui bahwa Liu Tian adalah orang yang telah menyegelnya di dalam dunia kecil ini."


" Tuan muda, lalu apa hubungannya dengan hal itu?" 


" Jenderal, pusaka  yang telah memiliki kesadaran, tentu mencari orang yang memiliki garis darah dari tuannya. Jika mereka dipisahkan, bukankah mereka akan marah.  Bahkan patahan tongkat itu juga telah menyerap leluhur Liu Tian tanpa sisa," ucap Qing Ruo, membuat rahang Liu Whang membeku.


" Tuan muda Qing Ruo, bagaimana anda bisa tahu?" Tanya Liu Whang.


" Aku telah memeriksa patahan tongkat emas itu, dan menemukan darah kuno yang sama dengan kekuatan darah leluhur Liu Lao."


Tiba-tiba tempat itu menjadi hening. Penjelasan Qing Ruo akhirnya menyingkapkan rahasia Danau Emas yang selama ini terus mereka. Namun dari jawaban yang mereka temukan, ada duka dan kesedihan, dimana dua leluhur mereka terbunuh di tempat itu.


" Yang mulia, sesuatu yang berharga adalah  benda yang  berbahaya. Dan kalian telah membayar harga yang mahal untuk itu. Setidaknya keberadaan patahan tongkat Emas Shen Guoshi Yisheng ini, walaupun membunuh leluhur Klan Liu, namun juga telah membantu kalian," ucap Qing Ruo.


" Tuan muda benar, tapi Kami benar-benar tidak menyangka hal itu." ucap Liu Heng dengan sedih.


" Tuan muda, apakah boleh kami melihat benda itu?" tanya Liu Whang, yang ingin membuktikan pernyataan Qing Ruo, mengenai pusaka yang ada di dasar danau.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Untung saja aku meninggalkan satu patahan lainnya." membatin.


" Yang mulia, lalu bagaimana dengan leluhur Liu Lao?" menatap sosok yang mematung tersebut.


" Tinggalkan saja dulu," jawabnya pelan.

__ADS_1


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Mari," ucap Qing Ruo membawa mereka bergerak menuju permukaan danau.


__ADS_2