Sang Penguasa

Sang Penguasa
298. Penjelasan Yin Gan.


__ADS_3

Di dalam ruang tamu.


Yin Gan, Yin Rongyou dan Yin Xie kembali melanjutkan perbincangan setelah gelak tawa mereka reda.


" Yin Gan, sebagai pelayan tuan muda Qing Ruo, bukankah menceritakan latar belakangnya adalah sesuatu yang melanggar aturan," ucap Yin Xie dengan wajah serius.


Yin Gan menganggukan kepalanya.


" Benar, ini adalah rahasia, tapi apakah leluhur akan menceritakan rahasia ini ada orang lain?"


Yin Xie menggelengkan kepalanya.


" Mendapat pertolongan dari penguasa muda Qing Ruo adalah budi yang tidak akan mampu ku balas, lalu bagaimana bisa aku melakukan hal yang jahat seperti itu," ucap Yin Xie dengan wajah serius.


" Leluhur benar," ucap Yin Rongyou menimpali.


" Itulah yang aku maksud, aku percaya pada Leluhur dan saudari tidak akan menceritakan masalah ini ada orang. Selain itu, aku bahkan tidak akan berani berkata sepatah katapun jika tanpa izinnya, itu artinya penguasa muda telah percaya pada saudari dan tetua," ucap Yin Gan dengan serius, membuat Yin Rongyou dan Yi Xie terdiam.


" Ini adalah kehormatan yang luar biasa," ucap Yin Xie dengan wajah serius.


Yin Gan menganggukan kepalanya.


" Leluhur benar, aku bahkan juga tidak menyangka hal itu, termasuk diriku yang mendapat kehormatan itu."


" Maksud saudara?" tanya Yin Rongyou.


Yin Gan tersenyum kecut.


" Saudari, pada awalnya aku adalah musuh dan tawannya, jika saudari berada di posisi penguasa muda, apakah saudari akan mempercayaiku?"


" Itu adalah hal yang luar biasa, kita yang ada di puncak Dong Yin dan puncak lainnya, yang merupakan sesama darah Yin saling membunuh satu dengan yang lainnya, tetapi tuan muda Qing Ruo, dia bahkan berani memeprcayai musuhnya," ucap Yin Rongyou dengan hormat.


" Selain itu, kita juga benar-benar mendapat kehormatan yang luar, karena penguasa muda bahkan bersedia membagun ulang kekuatan klan Yin," ucap Yin Gan dengan serius.


" Maksud saudara?" tanya Yi Rongyou.


" Apakah saudari ingat penjelasanku mengenai tujuan kedatangan Penguasa muda ke gunung langit Yin ini sebelumnya?"


" Membalas dendam kematian Yin Sha, dan saudaranya, serta membangun membagun kekuatan klan Yin untuk menghancur trah kedua Shen Luo," jawab Yin Rongyou.


Yin Gan menganggukan kepalanya.


" Mengenai masalah itu, penguasa muda sudah memutuskan untuk menjadikan leluhur sebagai pemimpin klan Yin selanjutnya," ucap Yin Gan dengan serius.


" Tapi bagaimana caranya?" tanya Yin Xie dengan wajah ragu.


" Leluhur, penguasa muda sudah memikirkan hal itu, jadi tenanglah," ucap Yin Gan membuat tempat itu menjadi hening.


Yin Rongyou dan Yin Xie saling berpandangan, lalu menatap Yin Gan dengan serius.


" Saudara, apa ini serius?" tanya Yin Rongyou dengan penasaran.


" Saudari, penguasa muda adalah orang yang tidak pernah bercanda dengan kata-katanya. Segala sesuatu yang sudah direncanakanya, sudah dia pikirkan dengan penuh pertimbangan."


" Tapi bagaimana dengan pangeran Zuo dan pangeran Bei yang sudah berada di tingkat abadi, lalu bagaimana cara mengalahkan mereka?" tanya Yin Rongyou.


" Saudari, hal itu juga sudah dipikirkan oleh penguasa muda, namun secara garis besar, penguasa muda akan bekerja sama dengan kubu selatan dan menjadikan leluhur sebagai pemimpin klan selanjutnya, " jawab Yin Gan.


" Tapi kekuataan kubu timur bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan," ucap Yin Xie.


" Leluhur, hal itu juga sudah ada di dalam perhitungan penguasa muda, yang perlu leluhur lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh," ucap Yin Gan.

__ADS_1


" Baik," jawab Yin Xie dengan serius.


Setelah membicarakan banyak hal di tempat itu, Yin Gan lalu meminta Yin Rongyou dan Yin Xie untuk beristirahat, sambil memberikan mereka masing-masing cincin penyimpanan yang berisi sumber daya tingkat tinggi yang diberikan secara khusus oleh Qing Ruo pada mereka.


" Saudari, leluhur, beristirahatlah. Besok malam penguasa muda akan membawa kita bergerak menuju kubu selatan."


" Baik," jawab Yin Rongyou dan Yin Xie bersamaan, lalu menuju ruangan kosong yang ada di dalam kediamanan elit itu.


Setelah Yin Rongyou dan Yin Xie pergi, Yin Gan lalu beristirahat sambil berjaga di tempat itu.


****


Di tempat lain.


Yin Rongyou meninggalkan ruangan tamu kediaman Yin Hen Fen dengan gembira. Rencana besar Qing Ruo untuk membangun kekuatan klan Yin membuatnya bersemangat kembali, terlebih lagi dengan sumber daya yang diberikan oleh Yin Gan sebelumnya membuatnya sudah tidak sabar untuk memulihkan diri dan meningkatkan kekuatan.


" Semoga penguasa muda benar-benar dapat membantu memulihkan klan Yin dari kekacauan ini," ucap Yin Rongyou dengan penuh harap.


****


Di tempat lain.


Yin Xie juga meninggalkan ruangan itu dengan penuh semangat.


" Semoga ini bukan mimpi, tetapi perjuangan nyata." Batinnya.


****


Di tempat lain.


Yin Jue terus bergerak memasuki penjara Terlarang Es Hitam.


" Tetua," ucap pemimpin hewan penjaga itu menyambut kedatangannya dengan hormat.


" Mengenai laporan kalian sebelumnnya, aku ingin melakukan pemeriksaan," ucapnya menjelaskan tujuan kedatangannya.


" Baik tetua..." lalu bergerak menuju penjara yang berada di dasar lubang.


Dalam waktu singkat, sosok Yin Jue tiba di depan pintu penjara yang di tempati Yin Hen Fen. Dengan sigap kera es raksasa yang berada di sisinya membuka pintu penjara tersebut.


" Te-tetua..." ucap Yin Hen Fen dengan tubuh babak belur dalam keadaan masih terbalik di dalam kerangkeng besi hitam.


" Oh, ternyata kamu juga bisa ramah," ucapnya Yin Jue tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, menatap kondisi Yin Hen Fen yang sangat menyedihkan itu dengan bahagia.


" Te-tetua, ini...." Kata-kata Yin Hen Fen tercekat saat dirinya akan menceritakan dirinya.


" Yin Gan, apakah kamu menyesal sekarang?" Dengan tatapan tajam, memeriksa kondisi Yin Hen Fen yang ada dihadapannya dengan seksama.


" Sepertinya hanya luka fisik dan ini masih kurang," batinnya setelah memastikan kondisi Yin Gan yang masih mampu bertahan di tempat dingin yang menusuk jantung itu.


" Te-tetua...." ucap Yin Hen Fen dengan suara tercekat.


" Sudahlah, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kalian pukul dia seratus kali, namun tetap sisakan nyawanya." Berbicara pada kera penjaga.


" Tidak.... Tidak..." Teriak Yin Hen Fen panik.


" Baik tetua," ucap kera itu dengan gembira.


" Tidak... tidak...." Teriak Yin Hen Fen, saat melihat kera raksasa itu mengeluarkan tongkat es dan mendekati kerangkeng besi hitam yang ditempatinya.


Di hadapannya, Yin Jue bahkan terlihat sangat senang, sambil berbincang-bincang dengan pemimpin kera.

__ADS_1


" Sebelumnya, apa saja yang telah dilakukan oleh Hen Fen di tempat ini?"


" Dari jejak auranya, Hen Fen juga mengunjungi tetua Xie, tetua," jawab pemimpin kera itu.


Yin Jue mengangggukan kepalanya.


" Aku juga sudah lama tidak mengunjunginya. Baik, aku akan memeriksa keadaannya." Lalu meninggalkan tempat itu.


" Bhuk... bhuk..." hantaman tongkat es mulai bergema, memenuhi ruangan yang disertai raungan keras Yin Hen Fen yang menangis menahan rasa sakit di tubuhnya.


****


Di tempat.


" Swhus...." Sosok Yin Jue tiba di depan pintu penjara yang di tempati Yin Di Lu.


Dengan langkah santai, sosoknya lalu memasuki ruangan penjara yang temaram tersebut.


" Swhus ...." Kristal cahaya muncul, menerangi ruangan itu, menampakan sosok Yin Di Lu yang menatap kemunculannya dengan kegirangan.


" Ka..." Dengan suara tercekat.


" Plak..." Tamparan keras Yin Jue mengejutkan Yin Di Lu, membuatnya menangis kesal.


" Kamu sudah tidak memiliki hak untuk berbicara, apalagi untu menangis. Jadi diam!" ucap Yin Jue dengan tatapan dingin, membuat Yin Di Lu semakin sedih.


" Argh...." Teriaknya kesal, karena ditampar oleh orang yang sangat diharapkan kedatangannya.


" Xie... Xie..., Tingkahmu seperti anak kecil saja," ucap Yin Jue dengan kesal, lalu menampar sosok yang ada dihadapannya dengan keras.


" Dhuar..." tamparan keras itu meremukan wajah Yin Du Li dan langsung menewaskannya.


" Apa! Bagaimana bisa..." menatap sosok yang ada di hadapannya dengan bingung.


" Swhus... swhus..." kera penjaga memasuki ruangan.


" Tetua, apakah ada yang salah?" Menatap Yin Jue dengan heran.


" Lihatlah! Aku hanya menamparnya tapi...." ucap ragu saat melihat sosok Yin Di Lu yang disamarkan oleh Qing Ruo itu telah tewas dengan wajah remuk.


Kera es raksasa yang juga begitu kebingungan tersebut lalu memeriksa sosok Yin Di Lu yang benar-benar telah kehilangan nyawanya itu.


" Tetua, dia benar-benar sudah mati, tapi ini sangat aneh, karena aku juga tidak menemukan hal yang mencurigakan. Apakah sebelumnya dia telah kehilangan kultivasi?" tanya kera penjaga itu dengan heran.


" Itu tidak mungkin, karena sebelumnya aku dengan jelas dapat merasakan kekuataannya," jawab Yin Jue dengan serius.


Tiba-tiba cincin penyimpanannya bergetar.


" Tetua...." ucap kera es itu mengejutkan lamunannya yang tiba-tiba terdiam dengan wajah pucat pasi.


" Oh tidak," ucapnya dengan wajah sedih.


" Tetua, apa yang terjadi?" tanya kera penjaga dengan penasaran.


" Di Lu er telah tewas," ucapnya pelan.


" Tetua, jika demikian kembalilah. Masalah di dalam ruangan ini serahkan pada kami," ucap kera penjaga itu dengan hormat.


" Baik," ucapnya lalu bergegas meninggalkan tempat itu.


👉 info dll, chek di Ig @yudhistira5406

__ADS_1


__ADS_2