Sang Penguasa

Sang Penguasa
120. Bersama Luo Xing.


__ADS_3

Lencana Phoenix Emas dan pedang Langit Biru mengambang, berdengung dengan lembut, seirama dengan tangisan Luo Xing yang kini bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.


" Bangunlah," ucap Qing Ruo dengan ramah dan hangat.


" Penguasa muda, apakah hamba bermimpi?" Menatap Qing Ruo dengan lekat.


" Periksalah," ucap Qing Ruo memintanya menyentuh lencana Phoenix emas, dan pedang langit biru tersebut.


Luo Xing menggelengkan kepalanya, menatap Qing Ruo dengan hormat.


" Tidak perlu penguasa, hamba sudah yakin." Dengan mata berbinar-binar.


Qing Ruo menanggukkan kepalanya, lalu memberikan setetes kekuatan darahnya.


" Terima kasih penguasa..." lalu menyerap kekuatan darah tersebut.


Tidak lama kemudian, " Swhus..." sebilah  pedang berwarna biru keemasan muncul di hadapannya.


" Pedang Xue Luo," ucap Qing Ruo menjelaskan pedang tersebut, lalu memberikan tersebut.


" Terima kasih Penguasa." Dengan senyum yang tidak henti-henti mengembang dari wajahnya.


" Luo Xing, aku ingin kamu merahasiakan hal ini," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Baik Penguasa, sesuai dengan janjiku sebelumnya. Aku akan menjaga rahasia ini dengan nyawaku." Dengan wajah serius.


" Baik," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Penguasa muda...." ucap Luo Xing ragu.


" Bicaralah..."


" Penguasa muda, selama ini kami tidak pernah tahu jika kami memiliki pewaris takhta selatan. Bahkan setelah kejatuhan penguasa agung, kami..." Dengan wajah sedih.


"  Wajar saja kalian tidak mengetahui keberadaanku, karena selama ini aku memang tidak berada di daratan ilahi."


" Maksud penguasa muda?"


" Luo Xing, Aku lahir dan besar di  benua Teratai Biruiru," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Penguasa mohon penjelasannya..." dengan wajah yang begitu penasaran.


" Qing Ruo. Itu adalah nama asliku, sedang ayah Feng adalah ayah angkatku."


" Maksud penguasa?"


Qing Ruo lalu menjelaskan bagaimana dia bisa mendapatkan pedang langit biru dan lencana Phoenix emas tersebut dengan rinci.

__ADS_1


" Penguasa muda, itu tidak masalah. Anda tetaplah pewaris tunggal takhta selatan. Lagi pula, darah Shen Guoshi Qing, yang ada di tubuh Anda adalah darah yang sama dengan leluhur utama Shen Qing Shandian Luo," ucap Luo Xing dengan yakin.


" Luo Xing, maksudmu?"


" Penguasa muda, alasan mengapa ritual pemurnian darah itu berhasil, itu karena kekuatan darah yang ada di tubuh anda miliki akar yang sama. Lagi pula aku yakin bahwa klan Qing yang ada di Benua Teratai Biru, berasal dari  salah satu dari Klan utama Qing yang ada di daratan ilahi."


Penjelasan Luo Xing membuat Qing semakin penasaran.


" Luo Xing, Ayah Feng bahkan tidak tahu hal itu. Mohon penjelasannya..."


" Penguasa muda, walaupun informasi yang aku dapatkan ini hanyalah sebatas isu, tapi aku meyakininya sebagai kebenaran, dikatakan bahwa salah satu  dari tiga putra Shen Guoshi Qing Kongque, Qing Fengbao atau yang disebut dengan petir angin meninggalkan daratan ilahi."


" Apa..." ucap Qing Ruo terkejut.


" Penguasa muda, ada apa?"


Dengan tenang Qing Ruo lalu menunjukkan lencana giok putih dengan lambang petir angin dari dalam cincin penyimpanamnya, lalu menunjukkan lencana itu, membuat Luo Xing ternganga.


" Penguasa muda, ini adalah lambang petir angin. Dan itu pastilah leluhur  Shen Guoshi Qing Fengbao," ucap Luo Xing dengan wajah gembira.


Qing Ruo terdiam dengan pikirannya.


" Luo Xing, kami bahkan tidak tahu jika leluhur kami ternyata seorang dari dewa kuno. Tapi mengapa mereka merahasiakannya?"


" Aku yakin leluhur Qing Fengbao memiliki alasan tersendiri."


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, dan merasa cukup senang, karena akhirnya mengetahui latar belakang  leluhur Klan Qing yang selama ini menjadi rahasia.


" Penguasa muda, lalu bagaimana dengan Penguasa agung?"


" Saat ini ayah Feng sedang memulihkan diri. Luo Xing, tenanglah, suatu saat kita akan bersama kembali."


" Maksud penguasa..."


" Luo Xing, aku sedang menyusun kekuatan untuk merebut takhta selatan.  Dan aku ingin kamu tetap mengawasi saudara yang lain. Ingat, jangan melakukan pergerakan yang dapat menarik kecurigaan Luo Liang," ucap Qing Ruo menjelaskan tujuanya.


" Baik Penguasa, ini benar-benar luar biasa." Dengan semangat yang berapi-api.


Di dalam ruangan itu, sepanjang waktu mereka berdua membicarakan banyak hal, temasuk membicara tindakan Li Han yang berada di lantai dasar penginapan, hingga Qing Ruo mengakhiri pembicaraan.


" Luo Xing, aku akan segera pergi dan melanjutkan perjalanan. Tetap berhati-hati, terutama pada Baoyang Ran dan Kongqi Chu."


" Baik penguasa. Hamba mengerti." sambil berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat.


Sebelum meninggalkan tempat itu, tidak lupa Qing Ruo memberikan lencana giok jiwa, dan cincin penyimpanan yang berisi sumber daya tingkat tinggi dan buah-buahan abadi dalam jumlah yang cukup banyak.


" Penguasa, jaga diri Anda baik-baik. Jika ada kesulitan, segera kabari aku..." dengan wajah serius.

__ADS_1


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Kamu juga," ucapnya pelan,  lalu meninggalkan ruangan itu.


Setelah Qing Ruo benar-benar pergi. Luo Xing yang masih merasa pertemuan itu seperti mimpi, melepaskan  nafas panjang. Di dalam hatinya, ada kelegaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata. Terlebih lagi dengan rencana besar Qing Ruo yang ingin membangun kembali kekuatan trah pertama.


" Akhirnya kebangkitan Shen Luo akan tiba." Membatin dengan semangat membara, lalu memeriksa isi cincin  penyimpanan yang diberikan oleh Qing Ruo sebelumnya.


" Apa. Ini...!" Dengan tatapan tidak percaya, saat melihat beberapa   Pil tingkat tinggi, dan jumlah buah-buahan abadi yang telah berevolusi teronggok di dalam cincin ruang tersebut.


" Terima kasih Penguasa muda. Akhirnya aku dapat segera naik tingkat," ucapnya kegirangan. Melihat sumberdaya yang ada di dalam cincin penyimpanan itu, membuat Luo Xing semakin yakin jika  Qing Ruo mampu membangun kekuatan trah pertam menjadi lebih kuat lagi.


" Luo Liang, pada saatnya sang pewaris sah tiba. Kamu hanya akan menjadi umpan api..." ucapnya dengan kemarahan yang menyala, lalu menyimpan cincin penyimpanan tersebut.


Setelah menghapus jejak aura di dalam ruangan, Luo Xing lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menuju lantai dasar penginapan menemui manager penginapan, lalu kembali ke alun-alun kota Bei Shi.


****


Di tempat lain.


Qing Ruo muncul dua ratus meter di luar penginapan, lalu melangkahkan kakinya menuju Gerbang Utara Kota dengan tenang.


Di sepanjang jalan itu, Qing Ruo masih memikirkan penjelasan Luo Xing mengenai leluhur Qing Fengbao yang merupakan putra leluhur Qing Kongque.


" Semoga kepergian leluhur Qing Fengbao bukan karena masalah internal klan." Qing Ruo membatin, sambil terus melangkahkan kakinya.


Di jalanan kota,  Qing Ruo terus berpapasan dengan  banyak orang  yang  berlalu-lalang, sehingga tidak menyadari beberapa pasang mata yang terus mengawasi pergerakannya.


" Benar-benar kota yang ramai. Bahkan acara perekrutan prajurit kekaisaran langit tidak membuat jalanan kota menjadi sepi," ucapnya membatin.


Dari jauh.


Beberapa sosok mata yang terus mengamati pergerakannya, ikut bergerak,  mengikuti Qing Ruo yang meninggalkan pusat kota.


" Pemuda kaya itu akhirnya keluar juga," ucap pemimpin kelompok dengan gembira.


" Benar, ternyata informasi yang kita terima benar, ternyata dia hanya pendekar  raja Dewa tingkat dasar, bahkan tanpa pengawalan."


" Kali ini kita akan untung besar...."


" Benar. Aku sudah benar-benar tidak sabar..."ucap yang lain sambil terus bergerak mengikuti Qing Ruo dari jarak jauh.


" Saudara, sepertinya pemuda itu akan meninggalkan kota. ini benar-benar kesempatan yang luar biasa..."


" Benar. Ternyata langitpun ikut membantu..." dengan gembira.


Di depan kelompok penguntit tersebut. Qing Ruo yang tidak menyadari kelompok yang berbaur dengan banyak orang tersebut, terus bergerak dengan santai.

__ADS_1


Setelah bergerak sepanjang waktu, Qing Ruo akhirnya menyadari kehadiran kelompok tersebut.


" Di setiap tempat selalu saja ada orang-orang seperti mereka." Qing Ruo membatin sambil terus bergerak,  berpura-pura tidak menyadari kehadiran kelompok tersebut.


__ADS_2