Sang Penguasa

Sang Penguasa
122. Gunung Bei Tian.


__ADS_3

Tiba-tiba tempat itu menjadi hening. Ke empat pemuda yang tersisa kini mematung, sambil menatap pemimpin kelompoknya yang kini menangis dengan suara tertahan.


" Jika kalian tidak ingin berakhir seperti dirinya, maka lakukan sekarang juga!" ucap Qing Ruo dengan mengejutkan mereka.


" Maksud tu-tuan..."


" Apahkah kalian sudah  lupa dengan kata-kataku sebelumnya?" dengan tatapan tajam.


Dengan segera keempat pemuda tersebut menyerah cincin penyimpanannya.


" I-ini tuan."


" Baik, sekarang hancurkan Kultivasi kalian. Jika kalian menawar, maka aku akan menambah hukuman, termasuk mematahkan kedua tangan dan kaki kalian..." Dengan suara dingin.


Kata-kata Qing Ruo, membuat mereka langsung menangis.


" Jika demikian, lebih baik mati!" ucap salah satu dari mereka memprovokasi rombongannya.


" Swhus...." serangan angin kekacauan, melasat dari ujung jari Qing Ruo menghantam Dantiannya.


" Akh..." Teriaknya roboh dengan kesakitan.


" Kamu, patahkan kedua tangan dan kakinya!"


" Ba-baik tuan..." Bergerak mendekati sosok yang telah kehilangan kultivasinya tersebut.


" Saudara, maaf..."


" Krark...krark..." Suara retakan bergema, saat kedua tangan dan kaki pemuda tersebut di patahkan oleh rombongannya, membuatnya semakin kesakitan.


" Kalian tunggu apalagi. Menunggu aku yang melakukannya?"


" Ba-baik tuan." jawab ketiga pemuda yang tersisa, sambil mengeraskan rahangnya.


" Dhuar... dhuar..." Ledakan kecil bergema, bersamaan dengan robohnya tubuh ketiga pemuda tersebut. .


" Aku tidak mau  tahu kalian berasal dari klan dewa mana. Tindakan kalian yang ingin menindas orang lain benar-benar tidak bisa diampuni. Jika kalian bisa selamat dan keluar dari hutan gunung ini, lalu menyebarkan  berita buruk mengenai keberadaanku, maka aku akan mencari kalian, menguliti kalian satu persatu dan melenyapkan seluruh klan kalian," ucap Qing Ruo melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dengan santai.


Kelima pemuda yang terkulai lemah kehilangan kultivasi itu, menatap kepergian Qing Ruo yang lenyap di dalam kegelapan malam sambil menangis  putus asa, merutuk diri dalam penyesalan di dalam hatinya.


Di tempat lain.


Qing Ruo yang terus bergerak  meninggalkan para  pemuda tersebut, lalu berhenti sejenak, mengeluarkan Thou Thou dari dalam dunia jiwa.


" Penguasa," ucap Thou Thou dengan hormat.


" Thou Thou, kita saat ini ada di gunung Bei Tian. Apakah Kamu merasakan sesuatu?"  tanya  Qing Ruo.


Guaiyi itu menganggukkan kepalanya.


" Penguasa, aku merasakan beberapa aura jewan buas yang sangat kuat. Selain itu, aturan ruang dan waktu dan daya gravitasi gunung juga begitu kacau," ucap Thou Thou menjelaskan.


" Lalu apakah kamu bisa bergerak?"


" Bisa penguasa, tapi tidak bisa dengan kecepatan penuh."


" Baik," ucap Qing Ruo sambil naik ke atas punggung anjing dari neraka kuno tersebut, dan memintanya untuk begerak.


" Thou Thou, pilih rute yang aman, serta menjauh dari keberadaan makhluk tingkat tinggi tersebut,  karena aku tidak ingin berurusan dengan mereka."


" Baik Penguasa, aku mengerti." Sambil bergerak di dalam kegelapan malam dengan tenang.


Thou Thou dan Qing Ling memahami, berhadapan dengan hewan buas tingkat tinggi tersebut akan menempatkan mereka dalam kesulitan besar. Karena selain kekuatan mereka yang di batasi oleh aturan ruang dan waktu tempat itu, mereka juga tidak tahu bahaya apalagi yang menunggu selain hewan buas tersebut.

__ADS_1


" Tidak heran jika komandan penjaga gerbang kota meminta untuk menggunakan pemandu dari klan Yindao, ternyata tempat ini benar-benar berbahaya." Qing Ruo membatin, sambil mengawasi tempat itu.


Sepanjang jalan, Qing Ruo dan Thou Thou merasa tempat itu sangat aneh, karena tidak ada satupun hewan buas yang mereka jumpai.


" Penguasa, boleh dikatakan kawasan luar gunung Bei Tian ini adalah kawasan yang benar-benar aman, hanya tekanan aturan ruang dan waktu Saja yang semakin lama semakin kuat," ucap Thou Thou berbicara melalui telepati.


" Tidak ada yang aneh. Aku rasa smeua hewan buas itu telah berkumpul di kawasan dalam gunung," ucap Qing Ruo.


Menjelang tengah malam. Tiba-tiba Qing Ruo dan Thou Thou dikejutkan dengan raungan keras dari bagian dalam gunung yang menggetarkan seluruh kawasanan tersebut.


" Sangat kuat, semi Abadi tingkat tujuh tahap akhir..." ucap Thou Thou pelan, membuat Qing Ruo segera menghentikan pergerakan mereka.


" Thou Thou, kita tidak bisa melanjutkan perjalanan."


" Lalu penguasa, apa yang akan kita lakukan?"


" Sebaiknya kita mencari tempat yang aman, dan melanjutkan perjalanan besok pagi."


" Baik Penguasa."


Pada saat mereka sedang bergerak mencari tempat untuk beristirahat, tiba-tiba Qing Ruo merasakan beberapa aura bergerak dari belakang, mendekati mereka dengan cepat.


" Penguasa, mereka para pendekar tingkat tinggi," ucap Thou Thou.


" Benar," ucap Qing Ruo sambil meminta Thou Thou kembali ke dalam dunia jiwa.


" Baik penguasa."


Setelah Thou Thou kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu berhenti di tempatnya, menunggu kedatangan sosok tersebut dengan tenang.


Lima menit kemudian, aura tersebut mendekat, menampilkan sosok lima pria paruh baya. Tiga  di antaranya adalah semi abadi tingkat dua dan dua lainnya semi abadi tingkat empat, menatap Qing Ruo yang duduk di bawah pohon besar dengan heran.


" Anak muda, apa yang sedang  kamu lakukan di tempat ini. Apakah kamu sudah gila ?"


" Nak, ini adalah kawasan terlarang. Seharusnya saat  menjelang sore kamu tinggal dulu di kota Bei Shi atau klan Yindao," ucap  salah satu dari mereka dengan ramah.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Seharusnya demikian, tapi aku tidak menyangka akan tersesat di tempat ini. Jika aku boleh tahu, para tetua sendiri hendak kemana? Siapa tahu tujuan kita sama."


" Nak, kami sedang ada urusan penting. Dengan tingkat kultivasimu, maaf  kami tidak bisa membawamu ikut serta." Dengan wajah serius.


" Baik tetua, aku maklum akan hal itu," ucap Qing Ruo ramah.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba sekali lagi terdengar raungan yang  lebih keras.


" Saudara, seperti sudah dimulai," ucap pemimpinan kelompok tersebut, bergegas membawa rombongannya.


" Tetua, suara apa itu?" tanya Qing Ruo sambil ikut bergerak bersama mereka dengan penasaran.


" Harimau putih cakar emas, penguasa pengunungan Bei Tian," jawab salah satu tetua dengan ramah.


" Lalu apa yang ingin para tetua lakukan?"


" Mengambil rumput emas penguat jiwa, yang di jaga oleh makhluk itu. Nak,  sebaiknya kamu jangan ikut. Ini terlalu berisiko."


Qing Ruo terdiam, sambil terus bergerak, lalu memperlambat gerakannya, sambil menatap kelima pria paruh baya itu yang semakin menjauh darinya.


Qing Ruo terdiam ditempatnya cukup lama.


" Swhuss...." Thou Thou muncul di sisinya.


" Penguasa, ada apa?"

__ADS_1


" Thou Thou, di kawasan dalam gunung ini ada rumput emas penguat jiwa. Ini adalah kesempatan yang sangat langka, dan aku sangat memerlukan Rumput emas penguat jiwa itu untuk segera naik tingkat dengan cepat tanpa rasa sakit, serta mencoba untuk membuat pil untuk An er...."


" Tapi penguasa, sumber daya itu dijaga oleh hewan buas tingkat tinggi yang sangat kuat."


" Harimau putih cakar emas," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Penguasa, Harimau putih adalah sosok hewan buas yang sangat keras dan brutal...." dengan tubuh bergidik.


Qing Ruo kembali terdiam dengan pikirannya.


" Kesempatan tidak datang dua kali. Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan sumber daya tersebut." lalu meminta Thou Thou bergerak,  mengikuti jejak aura yang di tinggalkan oleh kelima para tetua sebelumnya.


" Begerak ke depan," ucap Qing Ruo sambil naik ke atas punggungnya.


" Baik penguasa..." Lalu bergerak dengan cepat.


Satu jam kemudian.


Qing Ruo dan Thou Thou tiba-tiba menghentikan pergerakanya saat merasakan beberapa sosok lainnya muncul dari arah yang berbeda.


" Penguasa, ternyata ada banyak orang di depan kita. Apa yang harus kita lakukan?"


" Tetap bergerak, dan hindari keberadaan mereka," ucap Qing Ruo meminta Thou Thou untuk terus bergerak memasuki kawasan dalam gunung tersebut.


" Baik penguasa."


Lima ratus meter kemudian, Qing Ruo menghentikan  Thou Thou.


" Penguasa, ada apa?"


" Sebaiknya kita mencari tempat persembunyian, dan menunggu."


" Maksud Penguasa?"


" Thou Thou, yang akan mereka  hadapi adalah harimau putih cakar emas,  dan itu bukanlah hewan buas yang mudah ditangani. Apalagi aturan ruang dan waktu, serta kekuatan segel mantra yang ada di atas langit gunung. Dalam kasus ini,  yang datang pertama bukanlah orang yang dapat memetik rumput emas tersebut."


" Baik penguasa, hamba mengerti," ucap Thou Thou yang  memahami tindakan Qing Ruo yang ini ingin manfaatkan  kekuatan kelompok tersebut, sambil  bergerak mencari tempat yang aman.


" Thou Thou, di sana," ucap Qing Ruo menunjuk cerug yang berada di tebing  gunung yang cukup curam.


" Baik penguasa." sambil bergerak dengan cepat, lalu melompat mendekati tempat itu dengan hati-hati.


Pada saat Thou Thou melompat memasuki ceruk, tiba-tiba tiga sosok Semi abadi tingkat dua mucul, bergerak memasuki tempat yang sama.


" Swhus.. swhus..." Mereka tiba di dalam ceruk dan saling berpandangan.


" Guaiyi," ucap salah satu dari mereka menatap Thou Thou dan Qing Ruo yang berada di atas punggung hewan itu dengan tajam.


Tatapan yang  tidak bersahabat tersebut, membuat Qing Ruo segera turun dari punggung Thou Thou.


" Tuan-tuan, maaf. Kami ingin bersembunyi dan beristirahat di tempat ini. Mohon tuan-tuan sudi berbagi tempat," ucap Qing Ruo dengan hormat.


Ketiga Pemuda tersebut saling berpandangan, dan terlihat sedang berdiskusi.


" Baik, kami akan mengizinkan kamu bersembunyi di tempat ini, tapi dengan syarat. Serahkan Guaiyi ini pada kami..." Dengan seringai dingin.


" Tapi tuan," ucap Qing Ruo ragu.


" Tidak ada tawaran menawar, jika tidak mau, maka pergi dari tempat ini."


Qing Ruo yang tidak ingin membuat masalah di tempat itu, menganggukkan kepalanya lalu naik ke atas punggung Thou Thou. 


" Thou Thou, mari kita pergi," ucap Qing Ruo, berbicara melalui telepati pada Guaiyi tersebut. Namun pada saat Thou Thou akan bergerak, tiba-tiba salah satu dari mereka menghadang.

__ADS_1


👉 1🙏


__ADS_2