Sang Penguasa

Sang Penguasa
309. Mengambil Trisula Kegelapan.


__ADS_3

Pada saat Yin Gan melakukan pertarungan pengalihan, Qing Ruo yang telah bersiap itu mengerahkan kekuatan puncaknya, menggerakkan pedang Xue Luo untuk memotong lantai Istana tersebut. 


"  Slash...Slash..." Ketujuh bilah pedang itu bergerak secara teratur dengan sangat cepat, memotong lantai Istana dan menebas ikatan mantra formasi yang telah dilemahkan oleh cakram langit Ling.


" Dhuar.... dhuar..." Ledakan dahsyat mengguncang istana tersebut dengan hebat, mengejutkan  seluruh penghuni puncak Zhu Yin.


" Penguasa...." ucap Yin Gan panik saat melihat Qing Ruo terlempar dengan keras hingga mengantam pilar istana dan menghancurkannya.


" Terus buat kekacauan," ucapnya sambil bangkit berdiri dan kembali bergerak melepaskan tebasan pedang Xue Luo. 


" Dhuar...." Ledakan dahsyat kembali bergema saat pedang Xue Luo dengan kekuatan puncaknya itu berhasil memotong ikatan rantai mantra formasi yang mengikat trisula tersebut.


" Masuk!" ucap Qing Ruo sambil membuka dimensi dunia jiwa, dan melepaskan ikatan rantai emas raksasa untuk menarik  trisula Kegelapan ke dalam dunia jiwa.


" Baik penguasa..." ucapnya sambil bergerak mengikuti setengah dari lantai istana yang juga ikut  terhisap ke dalam dunia jiwa.


Di luar gerbang istana.


Ledakan dahsyat yang mengguncang istana gerbang es hitam membuat Yin Zhanshi Zhe berserta rombongannya langsung menyerang pintu istana, namun mereka gagal karena pintu istana tersebut tersegel dari dalam.


" Argh... Badj***n!" teriaknya murka sambil melepaskan serangan pada pintu istana.


***


Di dalam istana.


Setelah Trisula Kegelapan dan Yin Gan memasuki dunia jiwa, Qing Ruo lalu melepaskan serangan tapak pada Yin Lao Weida yang sedang berusaha meninggalkan tanda segel emas, sambil melepaskan tembakan segel mantra penghapus jejak.


" Dhuar..." serangan tapak Qing Ruo langsung menewaskannya.


" Swhus...."  Qing Ruo bergerak menuju lorong rahasia yang berada di balik kursi utama patriark lalu mengembalikan susunan segel mantra formasi pada bentuknya semula.


" Swhus... swhus...." sosok terus bergerak memasuki lorong rahasia itu dengan tenang.


Tiga puluh detik  kemudian.


" Dhuar...." Pintu istana yang tersegel itu  hancur, bersamaan dengan masuknya Yin Baohu dan puluhan tetua tingkat tinggi.


" Oh tidak..." ucap mereka panik saat melihat Trisula Kegelapan telah hilang dari tempatnya.

__ADS_1


" Tetua Agung...." ucap Yin Zhanshi Zhe bergerak menghampiri  Yin Lao Weida yang tergeletak di sudut ruangan dengan dada yang telah remuk.


" Oh tidak...." ucap Yin Zhanshi Zhe sedih.


" Periksa semua tempat!"  ucap Yin Baohu sambil bergerak menuju lorong rahasia yang berada di belakang kursi utama patriark, dan mendapati tempat itu masih tersegel.


" Saudara Baohu, bagaimana?" tanya seorang tetua dengan serius.


" Tidak ada tanda-tanda," ucapnya dengan serius, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam. 


" Itu berarti penyusup itu masih ada di tempat ini, segel tempat ini! Aku akan memasuki lorong ini dan yang lainnya lakukan pemeriksaan, selain itu segel kawasan di luar istana dan kawasan puncak Zhu," ucapnya dengan serius.


" Baik," jawab para tetua itu sambil bergerak.


Pada saat para tetua pelindung klan dan tetua tingkat tinggi bergerak pergi, para tetua dari kubu selatan dan kubu timur tiba di tempat itu.


" Yin Baohu....!" ucap Yin Jue yang datang bersama rombongannya, menatap pemimpin  tetua  pelindung klan itu dengan murka.


" Jika datang hanya untuk marah, sebaiknya pergi saja!" ucapnya gusar, membuat Yin Jue itu terdiam.


" Kamu!" ucap Yin Jue dengan kesal.


" Tenang! Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu? Lihat apa yang  kalian lakukan  sebelumnnya!" ucap Yin Jue dengan kesal.


" Yin Jue, tutup mulutmu! Jika tidak bisa membantu sebaiknya diam!" ucap Yin Baohu dengan suara meninggi.


" Kamu!" ucapnya dengan kesal, menahan geram.


" Tetua Baohu, apa yang terjadi?" tanya Yin Gang yang juga datang bersama rombongannya, berbicara dengan penasaran.


" Pangeran Gang, tetua Baohu akan memeriksa lorong rahasia ini, biar aku saja yang menjelaskan," ucap Yin  Zhanshi Zhe dengan hormat.


" Baik," ucap Yin Gang dengan tenang.


" Pangeran Gang, sebelumnya kami dikejutkan dengan penolakan Trisula Kegelapan pada  saat tetua agung memasuki istana, namun setelah melakukan penyelidikan ulang,  ternyata tidak ada yang salah dengan hal tersebut dan kami menyimpulkan bahwa penyusup sedang  memasuki tempat ini dan kami berusaha untuk melakukan pemeriksaan dengan ketat, namun kami tidak menyangka jika penyusup tersebut telah bersembunyi dan berada di dalam istana," ucap Yin Zhanshi Zhe dengan serius.


" Tapi ini sangat aneh dan sulit untuk dipercaya,"  ucap Yin  Gang sambil mengitari pandangannya.


" Maksud Pangeran?" tanya Yin Zhanshi Zhe.

__ADS_1


" Zhanshi Zhe, apakah kamu merasakan aura asing di dalam ruangan ini?"


" Tidak ada pangeran," jawabnya  dengan heran.


" Itulah yang aku herankan. Di antara  semua yang ada di gunung Langit Yin, menurutmu siapa  yang bisa melakukan hal seperti ini?" tanya Yin Gang dengan serius.


Yin Zhanshi Zhe terdiam, namun belum sempat dirinya akan menjawab pertanyaan  Yin Gang, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan tawa keras Yin Jue.


" Ternyata orang-orang puncak Zhu Yin adalah pencerita hebat," ucapnya dengan keras.


" Tetua Jue!" ucap Yin Zhanshi Zhe dengan kesal.


" Zhanshi Zhe, siapa yang ingin kamu bodohi  di tempat ini!" dengan tatapan sinis.


" Yin Jue, apa maksudmu!"


" Apakah kamu pikir kami ini bodoh? Ceritamu itu mengarahkan tuduhan  pada dua pemimpin kami, karena hanya pangeran  Bei dan pangeran Zuo yang kemungkinan bisa melakukan hal ini, sedangkan mereka bahkan tidak keluar dari pelatihannya," ucap Yin Jue dengan suara meninggi, membuat tempat yang sebelumnya mulai tenang itu, kini memanas kembali.


" Yin Jue, tutup mulutmu! Memang benar tindakan seperti ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berada di tingkat abadi, tapi aku tidak menuduh kalian, apalagi menyebutkan nama pangeran Zuo dan pangeran Bei. Pikiranmu benar-benar busuk!" ucap Yin Zhanshi Zhe dengan sangat kesal. 


Para tetua yang berada di dalam ruangan itu kini saling berpandangan, dan masing-masing kubu mulai berdiri bersama kelompoknya.


" Semoga saja ini bukan muslihat kalian," ucap Yin Jue dengan tatapan dingin, lalu membawa rombongan dari puncak Dong Yin meninggalkan ruangan itu.


Zhanshi Zhe terdiam, dan hanya bisa  menghempaskan nafas panjang.


" Yin Jue... Yin Jue, datang bukan untuk menyelesaikan masalah, justru membuat suasana menjadi runyam." Sambil menatap Yin Gang yang terdiam, menatap tempat yang porak poranda itu dengan tatapan ragu.


" Pangeran," ucapnya membuyarkan lamunan Yin Gang.


" Lakukan pemeriksaan di setiap tempat, khususnya kawasan Zhu Yin ini," jawabnya dengan tenang.


" Baik pangeran,  tapi bagaimana dengan tempat yang lain?"


" Lakukan di puncak Zhu Yin saja, karena kemungkinan besar penyusup itu masih berada di tempat ini. Lagi pula sangat mustahil pihak kami dan pihak timur yang melakukannya,"  jawab Yin Gang dengan serius, membuat Yin Zhanshi Zhe merasa kurang nyaman. Walaupun demikian, Yin Zhanshi Zhe menerima alasan itu, karena yang lebih banyak berinteraksi dan mengenal istana gerbang es hitam adalah mereka yang berada di puncak Zhu Yin. Selain itu, pemeriksasaan di tempat lain juga  akan memantik kekacauan.


" Baik pangeran," ucapnya dengan hormat.


Setelah membicarakan banyak hal dengan Yin Zhanshi Zhe, Yin Gang bersama rombongannya lalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


🙏🙏1 bab 🙏🙏


__ADS_2