
" Swhus...swhus....." sosok Thou Thou membawa Qing Ruo dan Hu Yan Lan bergerak dengan cepat.
" Sepertinya ada yang salah dengan tempat ini," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba meminta Thou Thou berhenti di tempat itu.
" Penguasa, ada apa?" Tanya Hu Yan Lan.
" Kawasan ini tidak memiliki jejak aura hewan buas sedikitpun," Jawab Qing Ruo dengan heran.
" Tapi penguasa, bukankah itu lebih bagus?"
" Hu Yan Lan, bukankah ini sangat mustahil jika kawasan ini tidak dilewati oleh satu pun hewan buas...." Sambil memeriksa tempat itu.
" Penguasa benar," ucap Hu Yan Lan dengan pelan, sambil memeriksa tempat itu.
" Ular kuning raksasa, itu," ucap Qing Ruo tiba-tiba dengan sikap siaga.
" Maksud penguasa?"
" Kita terkecoh. Ular itu adalah sosok ilusi yang dengan sengaja dibuat untuk mengacaukan pikiran," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Tetapi penguasa, hamba tidak yakin dengan hal itu, karena ular tersebut bahkan bisa membunuh."
" Hu Yan Lan, dengan kekuatan tingkat spiritual, apakah yakin para pemuda tersebut masih bisa melarikan diri. Thou Thou apa pendapatmu mengenai hal ini?"
" Hamba rasa, penguasa benar, karena aku bahkan tidak menemukan jejak aura sedikitpun saat kemunculannya," jawab Thou Thou.
" Tapi selama ini tidak ada satupun yang merumorkan adanya sosok ilusi tersebut. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Hu Yan Lan.
" Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah menguji keberadaan sosok yang kita hadapi," jawab Qing Ruo.
" Tapi penguasa, ini sangat berisiko, aku takut yang kita hadapi adalah monster asli," ucap Hu Yan Lan dengan serius.
" Tenanglah, kita bisa mengetahui keberadaan mereka dari teknik radar Thou Thou," ucap Qing Ruo lalu meminta anjing bersisik gelap itu bergerak.
Sepanjang jalan, Qing Ruo dan Hu Yan Lan terus berpikir, terutama dengan kemunculan ular ilusi tersebut yang terlihat begitu nyata, bahkan mampu melepaskan serangan yang sangat mengerikan.
" Tidak heran teknik perisai ilusi dan belerang langit yang penguasa lepaskan, bahkan tidak berpengaruh padanya." Hu Yan Lan membatin, menyadari pernyataan Qing Ruo mengenai sosok ilusi itu.
Di depan Hu Yan Lan. Qing Ruo terus berpikir dengan keras, mencoba memahami maksud kehadiran monster ilusi itu.
" Mengapa harus monster ilusi. Apakah semua hewan buas yang asli telah mati? Apakah kemunculan monter ilusi ini ada kaitannya dengan tanda suci?" Sambil terus berpikir.
" Ilusi sendiri adalah sesuatu yang ada di dalam khayalan, angan-angan. Sesuatu yang tidak sesuai dengan penginderaan, tetapi ini begitu nyata. Tapi ini berbeda dengan perisai ilusi yang muncul dari bias cahaya yang di samarkan, dan hanya mengaburkan penglihatan. Apakah ini adalah salah satu cara yang di ajarkan untuk mempelajari tanda suci." Membatin.
__ADS_1
Pada saat mereka sedang bergerak, tiba-tiba muncul tigas sosok laba-laba hitam raksasa yang merupakan hewan buas tingkat dewa langit tahap puncak.
" Thou Thou, apakah kamu merasakan kehadiran mereka?"
" Tidak penguasa..."
" Itu berarti laba-laba ini adalah ilusi," ucap Qing Ruo mencoba melepaskan serangan pada sosok laba-laba tersebut, sambil meminta Thou Thou membawa Hu Yan Lan menjauh dari tempat itu.
" Dhuar.... Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema saat serangan tapak naga ilahi mengenai tubuh laba- laba tersebut.
" Swhuss...."Qing Ruo terpental hingga puluhan meter, menghantam pohon-pohon raksasa.
" Sangat kuat dan ini benar-benar nyata." Qing Ruo membatin, menatap Laba-laba hitam raksasa yang begitu murka tersebut.
" Penguasa," ucap Hu Yan Lan, melesat mencoba menolong Qing Ruo.
" Swhus...." sosok Thou Thou, muncul di hadapannya.
" Ilusi ini benar-benar nyata." Qing Ruo membatin, sambil melompat ke atas punggung Thou Thou, lalu lalu diikuti Hu Yan Lan.
" Terus bergerak," ucap Qing Ruo yang tidak ingin menghadapi laba-laba raksasa tersebut.
" Penguasa, bagaimana?" Tanya Hu Yan Lan.
" Lalu yang harus kita lakukan?"
" Bergerak menjauh, dan sedapat mungkin menghindari pertempuran dengan mereka...."
" Baik Penguasa."
" Swhus.... swhus...." Thou Thou bergerak memasuki kawasan dalam gunung Ping Xie. Satu jam kemudian mereka mulai merasakan kehadiran aura hewan buas yang begitu kentara.
" Penguasa, kali ini kita akan berhadapan dengan hewan buas yang asli," ucap Hu Yan Lan.
" Benar," ucap Qing Ruo sambil meminta Thou Thou untuk terus bergerak.
Tidak lama kemudian,tiba-tiba dari arah depan muncul belasan sosok serigala taring hitam, yang merupakan hewan buas tingkat dewa langit.
" Mundur," ucap Qing Ruo, meminta Thou Thou bergerak menjauh dari tempat itu.
Tiba-tiba pemimpin kelompok serigala taring hitam itu melolong dengan keras, memangil rombongannya lebih banyak lagi, untuk memburu Qing Ruo dan Hu Yan Lan.
" Penguasa, ini gawat," ucap Hun Yan Lan, saat merasakan puluhan ekor serigala taring hitam muncul dari berbagai arah, bergerak mengepung mereka.
__ADS_1
" Tenanglah, kita masih bisa mengandalkan kecepatan Thou Thou," ucap Qing Ruo, sambil meminta anjing dari neraka itu, bergerak menjauh dari kejaran kelompok serigala taring hitam yang begitu ini membunuh mereka tersebut.
" Baik Penguasa...."
Lolongan serigala itu terus bergema, memenuhi kawasan hutan itu, memanggil kelompoknya yang berada di tempat lain untuk mengejar Qing Ruo dan Hu Yan Lan.
" Sangat mengerikan. Jika mengandalkan kekuatan yang tersegel oleh kekuatan aturan ruang dan waktu gunung ini, mungkin dari awal sudah tertangkap." Hu Yan Lan membatin.
" Semakin cepat Thou Thou bergerak, maka semakin jauh mereka meninggalkan kawanan serigala taring hitam yang kini hampir berjumlah ratusan tersebut.
" Penguasa, kita memasuki kawasan terlarang," ucap Hu Yan Lan, menunjuk pilar batu setinggi lima meter dengan ukiran aneh yang berada dua ratus meter di depan mereka.
" Terus bergerak," ucap Qing Ruo, yang tidak ingin tertangkap oleh ratusan serigala taring hitam yang terus bergerak mengejar mereka.
" Swhus..... swhus...." Ratusan anak panah perak tiba-tiba muncul dari kawasan dalam hutan itu, menghujani Qing Ruo dan Hu Yan Lan yang hendak melewati tanda terlarang tersebut.
" Thou Thou," ucap Qing Ruo meminta Guaiyi tersebut mengubah haluannya menghindari panah-panah perak yang bahkan bisa membunuh mereka.
" Dhuar.... dhuar....." Ledakan keras bergema saat anak panah itu menghantam perisai emas yang dilepaskan oleh Qing Ruo untuk melindungi dirinya.
Setelah menjauh puluhan meter dari tempat itu, tiba-tiba anak panah tersebut berhenti.
" Penguasa, panah perak telah berhenti," ucap Hu Yan Lan.
" Benar, tapi serigala taring hitam itu kini semakin dekat," ucap Qing Ruo, sambil melepaskan mantra formasi ilusi, yang kini mulai merasakan kehadiran ratusan serigala taring hitam yang terus bergerak di belakang mereka.
" Swhus...swhus...." Kilatan cahaya membentuk kabut tipis transparan, yang secara perlahan terlihat memisahkan mereka dari dunia nyata.
" Semoga saja mantra formasi ilusi ini bekerja," ucap Hu Yan Lan, tanpa gentar sedikitpun.
" Aku juga berharap demikian," ucap Qing Ruo, sambil mengeluarkan empat Guaiyi lainnya.
" Penguasa," ucap keempat guaiyi itu dengan hormat.
" Thou Thou dan kalian semua, bersiaplah. Saat ini aku benar-benar mengandalkan kalian," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Baik penguasa, lalu apa rencana kita?" tanya Thou Thou.
" Bunuh pemimpinnya dan ceraikan pasukan mereka," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Baik penguasa....."
🙏🙏***masih 1 bab***🙏🙏
__ADS_1