
Informasi yang sampaikan oleh Yin Gang mengenai membuat para tetua yang ada di dalam ruangan itu benar-benar tidak bisa menahan diri dari rasa penasaran.
" Pangeran Gang, jika kami boleh tahu, dari mana saudara seperguruan pangeran Bei tersebut?" tanya Yin Xiolong dengan wajah penasaran. Namun belum sempat Yin Gang menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba udara di dalam ruangan itu bergetar.
" Swhuss... swhus...." sosok Yin Bei dan Qing Ruo muncul di hadapan mereka.
" Pangeran," ucap semua orang, sambil berlutut dengan hormat, menatap sosok Qing Ruo yang berada di sisi Yin Bei dengan penasaran.
" Tetua sekalian, bangunlah," ucap Yin Bei dengan ramah dan hormat.
" Terima kasih, pangeran..." Sambil berdiri dan menempati kursinya masing-masing, dengan mata yang tertuju pada Qing Ruo.
" Saudara Bei, tuan Ruo," ucap Yin Gang mempersilakan mereka menempati kursi utama dan kursi kehormatan.
" Terima kasih, pangeran," ucap Qing Ruo dengan ramah dan hormat.
Kehadiran Yin Bei dan Qing Ruo membuat ruangan itu menjadi senyap. Namun kebahagiaan tampak terpancar dari wajah mereka, terutama setelah mereka memastikan bahwa Yin Bei ternyata benar-benar ternyata telah pulih, terlebih lagi dengan kehadiran Qing Ruo yang sebelumnya begitu membuat mereka penasaran.
" Para tetua, kebetulan sekali saudara Bei, dan tuan Ruo sudah datang, maka pembicaraan ini sudah dapat kita mulai," ucap Yin Gang, membuka pembicaraan itu dengan tenang.
" Baik pangeran," ucap semua orang dengan hormat.
" Baik, saudara Bei," ucap Yin Gang mempersilakan Yin Bei untuk membuka pertemuan itu.
" Para tetua, kita langsung saja membahas pertemuan penting ini, namun sebelum itu, aku ingin memperkenalkan suadara seperguruanku. Saudara Ruo," ucap Yin Bei mempersilakan Qing Ruo memperkenalkan diri.
" Terima kasih, saudara." Sambil berdiri, lalu memperkenalkan dirinya.
" Para tetua, aku Qing Ruo, saudara seperguruan Yin Bei," ucapnya sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Beberapa tetua tampak begitu bersemangat, namun sebagian dari mereka juga menujukan wajah tidak suka, termasuk Yin Xiolong, membuat Yin Bei dan Yin Gang tampak tidak senang.
Setelah memperkenalkan dirinya, Qing Ruo lalu duduk kembali, sambil memperhatikan reaksi dari para tetua yang menolak kehadirannya.
" Saudara Ruo," ucap Yin Bei dengan perasaan tidak nyaman.
" Saudara Bei, aku maklum, karena bukan kali ini saja kehadiran ku ditolak, tetapi hampir di setiap tempat di kawasan gerbang Es Hitam ini," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Tapi saudara Ruo, tindakan mereka ini sama saja menolak kehadiran ku," Ucapnya sambil menatap para tetua yang ada di dalam ruangan itu dengan tajam.
__ADS_1
" Saudara Bei, aku yakin mereka tidak bermaksud demikian," ucap Qing Ruo menanggapi.
Yin Bei yang terlanjur kesal itu, menggelengkan kepalanya berkali-kali, menatap para tetua yang kini terdiam menundukkan kepalanya.
" Aku ingin tahu alasan kalian yang tidak senang dengan kehadiran saudaraku, namun perlu kalian ketahui, tanpa bantuannya mungkin aku sudah membusuk dan mati," ucapnya dengan keras, membuat para tetua itu terdiam tanpa berani mengangkat kepalanya.
" Pa-pangeran, kami tidak bermaksud demikian, tapi bukankah menerima seseorang dari klan Qing adalah hal yang terlarang," ucap Yin Xiolong berbicara.
Yin Bei menggelengkan kepala.
" Apakah kalian masih mau mematuhi dan memegang aturan yang tidak masuk akal itu? Shen Guoshi Yisheng mati karena kekonyolannya, lalu kalian memupuk kebencian dalam hati untuk membenci mereka yang bahkan tidak memiliki hubungan langsung dengan kematian konyol itu. Pertanyaan sederhana, apakah suadara Ruo memilih dilahirkan di klan Qing? Sepertinya para tetua harus banyak-banyak melakukan misi di luar, supaya lebih mengerti bagaimana rumitnya aturan kehidupan," ucapnya membuat Yin Xiolong seperti tertampar.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi dengan aura kebahagiaan dan semangat, kini menjadi tegang dan hening, karena nama yang di sandang oleh Qing Ruo ternyata menjadi masalah.
Qing Ruo yang merasa kehadirannya menjadi masalah, mencoba meluruskan masalah itu, namun tiba-tiba Suara Qing Ling memintanya untuk kembali ke dalam dunia jiwa.
Qing Ruo menghembus nafas panjang, lalu berdiri dari kursinya.
" Saudara Bei, silakan bicarakan hal ini dengan baik-baik dan aku akan menunggu konfirmasi dari saudara. Jika saudara memang perlu bantuan, kabari saja aku, dan apabila tidak, beri aku kepastian, karena aku juga tidak ingin berlama-lama di wilayah gerbang Es Hitam," ucapnya berbicara melalui telepati dengan tenang.
" Lalu apa yang akan saudara lakukan?" tanya Yin Bei dengan serius, menatap Qing Ruo yang ingin pergi dari tempat itu.
" Tapi saudara..." ucapnya ragu dengan wajah bersalah.
" Saudara Bei, segala sesuatu harus dibicarakan, apalagi ini menyangkut keputusan orang banyak. Selesaikan saja masalah ini, aku akan menunggu kabar saudara," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik saudara, terima kasih," ucapnya sambil menatap Qing Ruo dengan hormat.
Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhuss...." sosoknya lenyap dari dalam ruangan tanpa meninggalkan jejak aura sedikitpun.
" Kalian telah mempermalukannya dan mempermalukan diriku. Sungguh keterlaluan! Jika kalian tidak menerima keberadaannya, tidak bisakah kalian menghormatiku!"
Tindakan Qing Ruo dan kata-kata Yin Bei, membuat Yin Xiolong dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu salah tingkah.
Tiba-tiba ruangan itu menjadi hening, karena Yin Bei juga ikut terdiam tanpa berbicara sepatah katapun.
" Saudara Xiolong, bicaralah. Kita harus memberi alasan. Jangan membuat pangeran semakin kesal," ucap seorang tetua berbicara melalui telepati.
__ADS_1
" Tapi saudara, aku juga tidak berani..." ucap Yin Xiolong menanggapi.
" Pangeran, tindakan kami benar-benar sudah diluar batas dan kami mohon maaf. Bukannya kami tidak bersyukur atas apa yang telah dilakukan oleh tuan Qing Ruo, tapi ini murni demi kebaikan kita, karena kami tidak ingin urusan klan kita ini melibatkan orang lain, terlebih lagi dari klan Qing, karena kami yakin hal ini akan membawa masalah yang lebih besar lagi, terutama klan kuno lainnya yang tidak menyukai keberadaan mereka," ucap Yin Xiolong berbicara, memecah keheningan itu.
Yin Bei menghempaskan nafas panjang, menatap para tetua yang ada di dalam ruangan itu dengan sedih.
" Para tetua, aku juga minta maaf karena telah membawa orang lain ke istana terlarang ini, tetapi bagiku, saudara Qing Ruo adalah saudaraku. Dia adalah saudara seperguruanku yang bahkan dengan rela memberikan kekuatan darahnya untuk menolongku. Sama seperti aku menghormati kalian, demikian juga aku menghormatinya. Dia adalah orang yang berjasa dalam hidupku, yang membuatku sekarang bisa berdiri di tempat ini. Namun aku begitu heran, bagaimana kalian yang sudah berada di ujung tanduk masih memegang hal yang begitu prinsip, padahal orang luar sana, satupun tidak ada yang peduli dengan nasib kalian," ucap Yin Bei pelan.
Yin Xiolong dan rombongannya yang tidak memiliki alasan untuk dapat menyanggah pernyataan tersebut hanya bisa terdiam.
" Pangeran Bei, benar. Kami terlalu gegabah," ucap seorang tetua berbicara.
" Tetua Shenkai, kita harus dapat melihat situasi ini dengan jelas. Jangankan orang luar, puncak Zhu Yin dan puncak Dong Yin yang masih satu darah dengan kita saja saat ini sedang mencari cara dan kesempatan untuk membinasakan kita. Perlu para tetua ketahui, saudara Ruo datang ke tempat ini bukan atas nama klan Qing, tetapi sebagai tuan muda gunung suci Ping Xie, saudara seperguruan ku," ucap Yin Bei menjelaskan, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terngaga.
" Tuan Muda gunung suci Ping Xie, tapi bagaimana mungkin..." ucap para tetua tersebut bergumam dan saling berpandangan, seolah meragukan penjelasan Yin Bei.
" Shen Guoshi Shenghuo dikabarkan telah lama menghilang, tetapi bukan berarti mereka lenyap. Di puncak utama gunung Langit Ping Xie, masih ada anggota klan yang tersisa dan saudara Qing Ruo adalah satu-satunya murid mereka. Apakah para tetua tahu bagaimana aku mendapatkan keabadian ini? Itu semua karena jasa gunung langit Ping Xie," ucap Yin Bei dengan serius.
Yin Shenkai, Yin Xiolong dan rombongannya terdiam, menggelengkan kepalanya pelan.
" Jika dia adalah satu-satunya murid klan Shen Guoshi Shenghuo, lalu bagaimana dengan pasukan bantuan..." ucap Yin Xiolong, sambil mengarahkan pandangannya pada Yin Gang.
" Para tetua, pasukan bantuan yang datang itu tidak berasal gunung suci Ping Xie, tetapi dari klan Jin atas nama penguasa muda Hutan Gelap," ucap Yin Gang, membuat tempat itu menjadi gempar.
" Pangeran Bei, ini..."ucap para tetua itu keberatan karena tidak mengerti dengan penjelasan tersebut.
" Tetua, pasukan bantuan yang dimaksud memang berasal dari klan Jin, tetapi mereka datang atas permintaan saudara Qing Ruo dengan statusnya sebagai penguasa muda Hutan Gelap," ucap Yin Bei menjelaskan membuat ruangan yang sebelumnya hening kini menjadi hidup kembali, terutama para tetua yang begitu khawatir dengan penjelasan tersebut.
" Klan Qing, tetapi memiliki status Penguasa Muda Hutan Gelap, bahkan bekerja sama dengan klan Jin..."
" Tetua, usia mengajarkan kita untuk menjadi bijak, terutama untuk bersikap pada siapapun. Saudara Qing Ruo sebenarnya adalah orang yang begitu menakutkan dengan latar belakang yang bergitu mengerikan. Jika bukan karena statusnya sebagai saudara seperguruanku, mungkin aku berlutut dihadapannya. Mengenai Klan Jin, apakah kalian pikir Jin Kong adalah orang yang lemah? Dia juga sudah berada di tahap abadi tetapi patuh dan hormat pada saudara Qing Ruo." ucapnya dengan tegas, membuat suasana di dalam ruangan itu kembali menjadi hening.
" Pangeran, kami minta maaf. Kami benar-benar bodoh," ucap Yin Xiolong dengan perasaan bersalah.
" Kalian telah menolak bantuannya," ucap Yin Bei pelan.
" Aku harap tuan Qing Ruo dapat memahami hal ini dan tidak menarik bantuannya," ucap Yi Gang, menimpali.
" Semoga saja demikian," ucap Yin Bei pelan, membuat tempat itu kembali hening.
__ADS_1
🙏1 bab 🙏