
Aula istana kota.
Di dalam ruangan itu, berkumpul para Jenderal, serta tetua tingkat tinggi dengan wajah khawatir, menunggu kabar dari Liu Whang dan rombongan yang masih berada di dalam dunia kecil emas.
" Putri, tenanglah," ucap Liu Ming, sang Komandan pasukan menenangkan Liu Ye, yang terus mondar-mandir.
" Ini sudah cukup lama, tapi Ayahanda dan paman Heng, masih juga belum kembali," ucapnya dengan wajah khawatir.
" Putri tenanglah. Jika terjadi sesuatu yang benar-benar bahaya, aku rasa yang mulia tidak akan tinggal diam."
" Komandan Ming benar. Paling tidak, Yang mulia akan meminta bantuan."
" Paman, apakah sebaiknya kita memeriksa?"
" Putri, kita semua juga cemas, tapi jika tidak bergerak tanpa perintah itu akan membuat masalah lainnya." Seorang jenderal menasehati.
" Tapi paman..."
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Liu Whang, Qing Ruo, Liu Heng dan rombongan memasuki ruangan.
" Ayah," ucap Liu Ye, menghampiri Liu Whang dengan tatapan khawatir.
" Tenanglah, ada tuan muda Qing Ruo yang melindungi," ucap Liu Whang menenangkan semua orang, yang menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja.
" Baik, ayah..." lalu mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo, yang tersenyum ramah padanya.
" Tuan muda. terima kasih." dengan hormat, yang dibalas anggukan dan senyum ramah Qing Ruo.
Kehadiran Liu Whang dan rombongannya yang terlihat baik-baik saja, membuat semua orang di tempat itu akhirnya merasa tenang, dan bernafas dengan lega. Bahkan kini mereka mulai terlihat sangat penasaran dengan hal yang terjadi di dalam dunia kecil tersebut.
Setelah Liu Whang dan rombongan duduk pada kursi, para petinggi klan mulai memberondong mereka dengan pertanyaan, namun dengan segera ditanggapi oleh Liu Ninglong, yang meminta mereka untuk tetap tenang.
" Para tetua, para jenderal. Maaf telah membuat kalian khawatir. Sebelumnya memang telah terjadi sebuah fenomena di dalam dunia kecil, terutama di dalam danau emas, tetapi itu adalah sebuah peristiwa yang luar biasa. Tapi sebelum itu, izinkan tuan muda Qing Ruo untuk berbicara," ucap Liu Ninglong dengan penuh semangat, sambil mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo dengan hormat, membuat mereka semakin penasaran.
__ADS_1
" Tuan Muda," ucap Liu Whang mempersilahkan.
Qing Ruo menganggukan kepalanya, menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan ramah.
" Para tetua, jenderal , putri. Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih, karena telah diberi kesempatan untuk berada di kota ini, dan beristirahat di dalam dunia kecil danau Emas. Dan aku juga mohon maaf karena telah membuat kekacauan di dalam dunia kecil dan membuat semua orang khawatir-"
Belum sempat Qing Ruo menuntaskan kata-katanya, tempat itu tiba-tiba menjadi riuh, dan tampak kekecewaan di wajah mereka.
Tindakan semua orang yang ada di dalam ruangan itu, langsung membuat Liu Whang, Liu Heng dan Liu Ninglong, serta dua jenderal lainnya yang ikut ke dalam dunia kecil Sebelumnya, turun dari kursi mereka, lalu berlutut di hadapan Qing Ruo, menundukkan kepalanya dengan hormat, tanpa berani berkata sepatah kata pun.
Tindakan Liu Whang dan rombongannya itu membuat semua orang kembali terdiam. Bahkan wajah pucat pasi dan keringat dingin yang keluar dari tubuh Liu Whang dan rombongannya, membuat tempat itu menjadi senyap.
" Yang mulia, jenderal, bangunlah. ini hanya salah paham saja," ucap Qing Ruo dengan santai.
" Ta-tapi tuan muda, tindakan mereka benar-benar keterlaluan," jawab Liu Whang terbata.
" Jika mereka yang keterlaluan, lalu mengapa Yang Mulia, yang meminta maaf? Bangunlah."
" Tapi tuan muda..."
" Ba-baik. Terima kasih tuan muda..." berdiri, lalu kembali duduk pada kursinya.
Liu Whang duduk pada kursi utama, menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan wajah masam.
" Benar-benar kurang ajar. Dimana sopan santun kalian! Jika tuan muda Qing Ruo tersinggung dan marah. Apakah kalian pikir kita semua yang ada di dalam ruangan ini mampu melawannya? Cukup satu tamparannya itu sudah bisa membunuh kita semua yang ada di dalam ruangan ini! benar-benar tidak tahu berterima kasih. Sudah di tolong dan dilindungi, apakah seperti ini cara kalian memperlakukan orang lain!" Liu Whang mengoceh murka, berbicara di dalam pikiran semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Tiba-tiba semua orang yang ada di dalam ruangan itu berdiri, dan hendak berlutut memohon maaf, namun dengan segera di hentikan oleh Qing Ruo.
" Jangan lakukan hal itu!" suaranya tegas, membuat mereka kembali terdiam.
" Yang Mulia, sepertinya tidak ada lagi yang perlu aku jelaskan. Karena urusanku telah selesai, maka akan pergi." Sambil menyerahkan lencana emas klan Liu yang dia gunakan memasuki dunia kecil Sebelumnya, membuat Liu Ye dan orang semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam dengan lidah kelu. Tindakan Qing Ruo yang mengembalikan pemberian itu, membuat mereka begitu ketakutan.
" Tu-tuan muda, ini? Apakah Anda akan segera pergi?" Tanya Liu Ming, memberanikan diri.
__ADS_1
Qing Ruo menganggukan kepalanya. Menatap komandan itu dengan ramah.
" Yang Mulia, putri, para tetua, silakan lanjutkan perbincangan kalian. Aku undur diri." Menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu meninggalkan ruangan itu tanpa ingin mendapat pengawalan dari mereka.
Liu Whang dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap kepergian Qing Ruo dengan rasa bersalah.
Tiba-tiba Liu Heng dan Liu Ninglong berdiri dari kursinya, lalu berlutut, menatap punggung Qing Ruo yang terus melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Namun tiba-tiba Qing Ruo menghentikan langkahnya.
" Jenderal Heng, Jenderal Ninglong, bangunlah. Tidak perlu kalian melakukan hal seperti itu," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Tuan muda, terima kasih. Aku Liu Heng akan mengingat budi baik Anda." Menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu di ikuti Liu Ninglong, Liu Whang, Liu Ye dan kedua Jenderal yang ikut serta ke dalam dunia kecil emas sebelumnya.
" Aku juga akan mengingat kota ini," ucap Qing Ruo, lalu lenyap dari pandangan semua orang.
" Paman Heng, Paman Ninglong..." ucap Liu Ye,
membuyarkan lamunan semua orang.
" Baik, mari kita melanjutkan pertemuan ini. Saudara Heng," ucap Liu Whang dengan wajah kesal.
" Baik Yang Mulia," jawab Liu Heng, sambil mengedarkan pandangannya pada semua orang yang masih terdiam..
" Ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, kami telah mengetahui rahasia Danau Emas. Kabar buruknya, kalian telah menyinggung orang yang telah menyingkapkan rahasia itu. Perlu kalian ketahui. Kekacauan yang terjadi sebelumnya, itu karena tuan muda Qing Ruo sedang bertempur untuk menyadarkan leluhur Liu Lao yang telah kehilangan kewarasannya," ucap Liu Heng dengan wajah kesal, mulai menjelaskan situasi yang terjadi di dalam dunia kecil serta peristiwa penting yang terjadi di dalam dunia kecil tersebut. Membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu ternganga.
" Swhus...." tiba-tiba dua puluh buah persik abadi yang telah berevolusi, muncul dari dalam cincin penyimpanan Liu Whang, mengejutkan semua orang.
" Buah terlarang ini juga diberikan oleh orang yang telah kalian singgung sebelumnya," ucap Liu, Heng menjelaskan, sambil meminta Liu Whang menyimpan buah itu kembali.
" Jadi aku harap kalian dapat belajar dari situasi yang baru saja terjadi. Belajar untuk menjaga sikap, terutama saat berbicara pada orang lain. Bahkan pada saat berbicara pada anak kecil sekalipun. Sebelum berbicara, jadilah pendengar yang baik agar dapat menyimpulkan segala sesuatu dengan benar. Kalian beruntung karena telah menyinggung tuan muda Qing Ruo yang tidak mudah marah, tapi itu akan berbeda ceritanya jika kalian menyinggung orang lain," ucap Liu Whang dengan tegas, membuat membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu berlutut dengan hormat.
" Baik yang mulia, kami akan belajar untuk menjadi lebih baik lagi..."
" Baik, pertemuan ini aku akhiri..." ucap Liu Whang, berdiri dari kursinya, lalu meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
👉 1 chp... 🙏