Sang Penguasa

Sang Penguasa
Menanti


__ADS_3

‘Hm.’ Sang penguasa gelap lebih tenang dari yang dikira.


Max pikir makhluk itu akan menyerangnya brutal secara langsung.


Namun pada akhirnya tak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.


Max penasaran dengan wajah sosok sang penguasa gelap ini.


Namun ia sayang sekali ia masih belum bisa melihatnya dengan jelas .


Kenapa dia berpakaian tertutup begitu?


Bukankah makhluk kuat dan berpengaruh biasanya percaya diri dan berpenampilan mewah?


Namun sang penguasa gelap hanya memakai jubah hitam misterius yang tidak terlihat menarik.


Namun bisa jadi dia menyembunyikan penampilan sebenarnya dibalik jubahnya juga.


Aura kemisteriusan terasa dari sang pimpinan makhluk gelap itu.


Lebih misterius dibanding semua makhluk gelap yang pernah ditemuinya.


Yah jelas wajar juga sih mengingat dia pimpinan mereka semua.


Max berusaha tenang.


Tak perlu terburu-buru.


Kesempatan seperti ini sulit datang dua kali.


Sekali saja salah langkah bisa membuat semuanya jadi sulit.


Bahkan sebelum pertarungan dimulai, lawannya sudah membuatnya over thingking.


Memang wajar untuk seorang pendiam sepertinya banyak berpikir begini.


Namun ada kalanya mikir berlebihan tak benar-benar membantu.


Energi mentalnya tersedot cepat, dan itu jelas tak bagus.


Max kembali lagi ke awal, membiarkan pikirannya tenang dulu.


Di sisi lain sang penguasa gelap juga masih diam di posisinya.


Ia pikir pemuda itu akan menyerangnya dan mengakhiri semua ini dengan cepat.


Namun ternyata tidak begitu.


Ia menghormati lawan yang selama ini ia tunggu.


Pertarungan satu lawan satu ini akan menentukan siapa yang terkuat diantara mereka.


Shhh….


Perlahan namun pasti kekuatan gelap mulai menyebar ke seluruh area gelap ini.


Max bisa merasakannya, sang penguasa gelap sudah mengambil langkah pertamanya.


‘Kekuatan ini.’ Max terdiam, merasakan aura kekuatannya seolah membawanya kembali dengan pertemuan pertama mereka.


“….” Max terdiam, untuk pertama kali setelah sekian lama raut wajahnya terlihat pucat.


Bukan tanpa alasan raut wajahnya seperti itu.


Aura kekuatan lawannya makin lama makin mengerikan, itulah sebabnya ekspresinya berubah.


Bahkan aura kekuatan lawannya bisa mempengaruhinya sampai seperti ini.


Itu berarti kekuatannya memang tak main-main.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Tak bisa dipungkiri sang penguasa gelap suka main-main dengan lawannya sendiri.


Ia tak punya pilihan lain selain bermain-main dengan lawannya lebih dulu demi menikmati pertarungan.


Meski pada akhirnya ia menang juga sih.


Yah, setidaknya ia tak langsung bosan dengan kemenangannya itu.

__ADS_1


Namun kini berbeda.


Ia tak main-main dan langsung menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya.


Inilah caranya untuk menghormati musuh utamanya.


Max terdiam dan perlahan namun pasti kekuatan suci mulai menyelimutinya.


“….” Entah kenapa kekuatannya rasanya tertahan.


Kekuatan aura gelap terlalu kuat dan menekan kekuatannya sendiri.


Yah wajar juga sih mengingat di sini adalah wilayah lawannya.


HUSH!


Dan tanpa pikir panjang sang penguasa langsung maju!


BUAAAGH!!!


Satu pukulan keras mendarat di wajahnya dan menghempaskannya!


SWWUSHSH!


“UGH!” Tubuh pemuda ini terhempas kencang ditengah gelapnya tempat ini.


Serangannya nggak kelihatan!


Padahal biasanya ia bisa melihat serangan musuh bahkan dari niat awalnya sekalipun.


Namun kemampuan prediksinya benar-benar tak aktif.


Max tak bisa mengantisipasi serangan lawannya dan terserang telak.


SHHH…


Max berusaha menghentikan dirinya agar tidak terhempas.


Namun pada akhirnya lebih sulit dari dugaannya.


Alasannya sama, kekuatan aura gelap terlalu kuat.


Memaksakan diri di situasi begini kedengarannya keren, namun sayang sekali ia tak bisa melakukannya.


Sementara itu di sisi lain.


Terlihatlah sang penguas gelap terdiam dan menatap lawannya yang sudah tak ada lagi dalam pandangannya.


Ia memag tak menahan dirinya.


Tak bisa dipungkiri menyembunyikan kekuatan sebenarnya di awal adalah hal yang umum.


Namun tidak dengan sang penguasa gelap.


Tanpa basa-basi ia langsung mengeluarkan semuanya


Dan ternyata membuahkan hasil yang memuaskan.


Akhirnya untuk setelah sekian lama menunggu ia bisa serius juga dalam pertarungan.


Pertarungan ini akan jauh lebih serius dari yang ia bayangkan.


Ia sedang berhadapan dengan musuh utamanya dan tentu ini lebih serius dari yang bisa dibayangkan.


Keputusannya untuk serius dari awal sangatlah tepat.


Kalau tak begitu ia pasti tidak bisa melancarkan serangannya dengan telak begitu.


Kini sang penguasa gelap masih diam saja.


Ia belum terlihat mengejar lawannya.


Pada akhirnya sang penguasa gelap satu ini tak mau buru-buru.


Ia sudah mengawali pertarungan dengan baik dan harus mempertahankan momentumnya ini.


SRING!!!


Seketika itu juga sinar terang muncul begitu saja.

__ADS_1


Sang penguasa gelap terdiam, kini musuh utamanya sudah kembali lagi dihadapannya.


Atmosfer suasana serius langsung tercipta seketika itu juga.


Raut wajah sangat serius sang pemuda ini terukir jelas.


Jauh lebih serius dibanding sebelum-sebelumnya.


“Bagaimana seranganku?” Sang penguasa gelap ingin tahu komentar lawannya.


Max terdiam, ia bukan tipe orang yang suka bicara ditengah pertarungan.


Dan nggak mood juga menceritakan pengalamannya terhempas jauh begitu.


Sebenarnya apa yang ia alami barusan bisa diceritakan dengan dramatis, namun kalau gitu rasanya kelamaan deh ya.


“Lumayan.” Max akhirnya mengatakan pendapatnya juga.


“!” Sang penguasa gelap tak menyangka dapat jawaban seperti itu.


Ia pikir serangannya bakal diremehkan, namun ternyata tidak begitu ya.


Mendengar hal itu dari musuh utamanya benar-benar mood booster sih.


Kini sang penguasa gelap makin semangat untuk mengalahkan musuh utamanya.


Shhh….


Sementara itu terlihatlah asap perlahan keluar dari tubuh sang pemuda ini.


Sebagai tanda kekuatan sudah banyak keluar dari tubuhnya.


Benar, butuh energi tak sedikit untuk menghentikan dirinya dari hempasan tadi.


‘Wah.’ Dibalik wajah seriusnya, Max tak menyangka juga sih.


Tak disangka satu pukulan sang penguasa gelap langsung membuatnya terdesak begini.


Namun apa daya, memang beginilah kenyataanya.


Max berusaha menstabilkan kekuatannya lagi sekaligus waspada dengan gerak-gerik musuhnya.


Tak bisa dipungkiri inilah saat yang ditunggu lawannya.


Sang penguasa gelap bisa langsung menyerangnya kapanpun di saat lengahnya.


Waktu terus berlalu dan lawannya belum melancarkan serangan apapun.


Lagi-lagi pertanyaan yang sama: apa yang sedang ditunggunya?


Max yakin lawannya tahu ini adalah saat tepat untuk menyerang.


Namun kenapa?


Max terdiam, yah terkadang makhluk kuat memang suka bermain-main dengan yang lemah.


Bisa juga demikian di kasus sekarang.


Namun nyatanya dugaannya itu meleset.


Alasan kuat kenapa sang penguasa gelap itu belum juga menyerangnya tak lain tak bukan adalah karena memang ia menghormati lawannya.


Ia menghentikan dulu serangannya dan menunggu lawannya siap kembali.


Keputusannya ini lumayan mengundang pertanyaan.


Kenapa tak ia manfaatkan saja momen ini untuk terus menyerang?


Bukankah dengan begitu ia bisa lebih mengamankan posisinya dan terus berada di atas awan?


Kenapa peduli soal penghormatan dan ***** bengek lainnya?


Padahal kesempatan emas ini jarang terjadi.


“….” Namun keputusan sang penguasa gelap sudah buklat.


Ia tetap pada pendiriannya sendiri.


Dibalik kemisteriusannya ini, tersimpanlah rasa waspada yang besar.

__ADS_1


Benar, bukan tak mungkin musuh utamanya itu sedang mempersiapkan sesuatu demi membalasnya.


__ADS_2