Sang Penguasa

Sang Penguasa
113. Kota Bei Shi


__ADS_3

Dengan menggunakan aura pendekar tingkat raja dewa, Qing Ruo  terus bergerak menuju wilayah  utara, meninggalkan kota Danau Emas yang semakin jauh di belakangnya. 


" Semoga Hu Shan dan yang lainnya dapat segera tiba di wilayah selatan tanpa rintangan," batinnya, yang masih memikirkan para pelayannya tersebut.


Walaupun menggunakan kekuatan pendekar raja Dewa, tetapi di tempat yang sepi, Qing Ruo  menggunakan kekuatan semi abadi tingkat tiga.


Setelah bergerak selama tujuh hari, menjelang sore Qing Ruo akhinya tiba di kawasan  rantai pengunungan Tian Bei, yang merupakan wilayah perbatasan wilayah tengah dengan daratan ilahi dengan wilayah utara.


Lima belas kilo meter kemudian, Qing Ruo melihat sebuah kota besar berbenteng, berdiri  di lembah  gunung Tian Bei, dan hampir menutupi seluruh kawasan itu. Sambil menurunkan tingkat kecepatannya.


Dalam waktu singkat, Qing Ruo akhirnya tiba di depan gerbang kota itu.


" Swhus... swhus..." Beberapa prajurit yang merupakan para pendekar tingkat raja Dewa, menghampiri Qing Ruo untuk melakukan pemeriksaan. 


" Tuan, selamat datang di kota  Bei Shi. Mohon tunjukkan indentitasnya," ucap prajurit tersebut dengan ramah.


Dengan tenang, Qing Ruo lalu menunjukkan lencana emas Klan Hua, dan memperkenalkan diri dengan nama Hua Ruo, serta menjelaskan tujuannya yang ingin beristirahat di kota itu sebelum melanjutkan perjalanannya menuju wilayah utara.


" Baik tuan muda, silakan menuju Gerbang dan melakukan pembayaran," ucap prajurit itu sekali lagi.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil bergerak menuju gerbang kota.


Setelah membayar biaya masuk sebesar lima puluh kristal jiwa abadi, Qing Ruo lalu memasuki kota tersebut dengan tenang.


Di dalam kota Qing Ruo dibuat tercengang, karena tempat itu begitu ramai dan terlihat begitu  berbeda ketika berada di luar benteng yang terlihat  begitu hening.


Di sepanjang jalan kota, Qing Ruo berpapasan dengan banyak orang, baik itu dari ras manusia dan ras dewa, yang berlalu lalang di kota itu dengan santai.


" Sungguh kota yang hidup," batinnya sambil menikmati pemandangan kota  yang begitu luar biasa tersebut. Terus bergerak memasuki pusat kota.


Setelah terus berjalan, Qing Ruo akhirnya menemukan sebuah penginapan sederhana, namun kamar di tempat itu telah terisi, membuat Qing Ruo  harus mencari tempat penginapan lain.


Dua ratus meter dari tempat penginapan pertama yang dia jumpai, Qing Ruo akhirnya menemukan penginapan sederhana lainnya, namun belum sempat dirinya memasuki halaman penginapan,, prajurit yang  berjaga di depan  gerbang penginapan menghentikan langkahnya.


" Maaf tuan, penginapan ini telah terisi," ucap prajurit tersebut dengan ramah, membuat  Qing Ruo begitu heran. Di penginapan pertama sebelumnya, Qing Ruo bahkan tidak sempat menanyakan alasan tersebut namun tidak kali ini.


" Tuan, mohon penjelasannya..." ucap Qing Ruo dengan ramah, membuat para penjaga itu begitu kebingungan.


" Tuan muda, apakah anda baru datang di kota ini?" Penjaga itu balik bertanya.


" Benar, aku bahkan baru datang beberapa saat yang lalu," jawab Qing Ruo dengan jujur.


Penjaga tersebut mendesah panjang.


" Tuan muda, apakah anda tidak tahu bahwa Kekaisaran Langit sedang merekrut prajurit di kota ini?" Menatap Qing Ruo dengan heran.

__ADS_1


Qing Ruo, yang memang sudah mengetahui hal itu, menganggukan kepalanya, namun dia tidak menyangka, jika pihak Kekaisaran  akan melakukan perekrutan  secepat itu.


" Jika perekrutan itu,  aku sudah tahu, Namun aku tidak menyangka jika akan secepat ini," ucap Qing Ruo jujur.


" Sekali lagi maaf atas ketidaknyamanannya," ucap penjaga itu dengan ramah.


" Tidak masalah tuan, lagi pula aku masih bisa mencari penginapan lain," ucap Qing Ruo mengakhiri perbincangannya, lalu melanjutkan perjalanannya..


" Jika dua penginapan sederhana ini sudah penuh, itu berarti penginapan sederhana lainnya juga akan sama. Satu-satunya tempat yang kemungkinan  masih memiliki kamar kosong adalah penginapan mewah, karena dengan jumlah orang yang semakin banyak, mereka pasti menaikkan harga, sehingga tempat yang berkelas itu semakin tidak terjangkau,"   membatin, sambil melangkahkan kakinya.


Setelah terus berjalan dan tiba di pusat kota, Qing Ruo akhirnya menemui sebuah penginapan mewah, namun tempat itu juga telah terisi, sehingga mau tidak mau Qing Ruo lalu mencari penginapan mewah lainnya.


" Ternyata perekrutan prajurit kekaisaran langit begitu diminati," Qing Ruo membatin, sambil meninggalkan halaman penginapan mewah tersebut.


Qing Ruo yang di tolak oleh pihak penginapan mewah itu, menarik perhatian beberapa pasang mata yang mengawasi pergerakannya.


" Sepertinya dia adalah orang baru, ini adalah waktu kita." sambil bergerak mendekati Qing Ruo.


Dari jauh, Qing Ruo tiba-tiba merasa tiga aura yang berbeda bergerak mendekatinya, lalu memperlambat langkahnya.


Dan benar saja, tiga pemuda dengan wajah ramah menghampirinya.


" Tuan muda, apakah anda mencari penginapan?" Dengan wajah ramah.


" Benar," jawab Qing Ruo santai.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo.


" Agak sedikit lebih mahal dari tempat yang lain, tuan."


" Tidak masalah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Jika demikian, mari tuan." Sambil membawa Qing Ruo menuju penginapan mewah yang tidak jauh dari tempat itu.


Ketiga pemuda itu tampak bersemangat, karena tidak menyangka jika sosok Qing Ruo tiba-tiba yang terlihat seperti orang biasa saja, menyanggupi tawaran mereka.


" Saudara, akhirnya kita mendapatkan pelanggan." berbicara pada rombongannya melalui telepati.


" Dari tindakannya, aku yakin dia pasti orang kaya."


" Benar. Kalia ini kita untung banyak...."


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di sebuah penginapan yang sangat mewah dari penginapan lainnya. Dari arah jalan saja, Qing Ruo dapat merasakan lima semi abadi tingkat tiga   berjaga di tempat itu.


" Mari tuan muda," ucap ketiga pemuda tersebut, mengarahkan Qing Ruo memasuki halaman penginapan dengan ramah.

__ADS_1


Di tempat itu, Qing Ruo lalu di arahkan  menuju ruangan, yang langsung disambut oleh dua  gadis pelayan.


" Selamat datang di penginapan Fuyou, tuan," ucapnya dengan ramah.


" Nona, aku perlu kamar untuk beristirahat. Apakah masih ada?"


" Tentu tuan, tapi kamar yang tersedia hanya kamar khusus, karena kamar lain telah terisi. Jadi bagaimana?"


" Tidak masalah," ucap Qing Ruo santai.


" Baik, tuan muda perlu untuk berapa malam?" dengan senyum sumringah.


" Satu malam saja..." jawab Qing Ruo santai.


" Baik, untuk biayanya, dua puluh lima  ribu kristal jiwa abadi, tuan. Silakan lakukan pembayaran terlebih dahulu." ucapnya dengan ramah.


" Baik," jawab Qing Ruo.


Qing Ruo yang sudah tahu harga penginapan di tempat itu akan naik dengan tinggi, bersikap tenang seperti biasa.  Menurut perhitungannya untuk harga normal ada di kisaran dua ribu hingga lima kristal jiwa abadi.


Setelah melakukan pembayaran,  pelayan wanita tersebut lalu membawa  Qing Ruo menuju kamar penginapan  yang berada  di lantai tiga.


Dari jauh. Tiga pemuda yanh membawa Qing Ruo ke tempat itu sebelumnya,  terlihat begitu  bahagia.


" Benar-benar tuan muda yang kaya," ucapnya senang, lalu menuju meja kasir, dan meminta bayaran mereka.


" Aku akan tetap mengawasi, saudara kembalilah ke markas untuk melaporkan hal ini. Karena dia hanyalah pendekar tingkat raja dewa, jadi cukup panggil beberapa senior  tingkat kaisar dewa."


" Baik saudara, aku mengerti..." lalu meninggalkan tempat itu.


***


Di tempat lain.


Qing Ruo dengan tenang terus bergerak mengikuti pelayan yang memandunya.


Tidak lama kemudian, mereka pun akhirnya tiba. 


" Silakan tuan. Jika Anda perlu sesuatu, Anda dapat memanggilku."


" Baik, terima kasih nona," ucap Qing Ruo sambil memasuki kamarnya.


Setelah memastikan pelayan itu benar-benar telah pergi, Qing Ruo lalu menyegel ruangan. 


Sambil menghembuskan nafas panjang, Qing Ruo lalu mengambil sikap duduk dan mulai meyerap kristal jiwa abadi,  memulihkan tenaga dan kekuatannya setelah melakukan perjalanan selama tujuh hari tanpa henti tersebut.

__ADS_1


Di luar kamar.


Dua pendekar semi abadi tingkat dasar muncul,   lalu berjaga di depan kamar itu, untuk memastikan keamanan Qing Ruo.


__ADS_2