
" Penguasa, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Hu Yan Lan.
" Sambil mengulur waktu untuk memulihkan diri, buat ular-ular itu percaya bahwa kita berada di bawah pengaruh racunnya."
" Maksud penguasa, berpura-pura kesakitan?"
" Benar," jawab Qing Ruo, sambil mengaduh kesakitan.
" Tapi penguasa, bagaimana melakukannya?" Tanya Hu Yan Lan bingung, karena tidak terbiasa berpura-pura.
" Ikut aku," ucap Qing Ruo mengaduh kesakitan dan berguling-guling.
" Ba-baik, penguasa." Dengan kikuk hingga terjatuh dan terguling-guling, membuat Qing Ruo menahan tawa.
" Hu Yan Lan, buat mereka benar-benar percaya," ucap Qing Ruo yang bergerak kesana-kemari, sambil memulihkan diri.
Walaupun dirinya kebal dengan kekuatan racun tingkat tinggi tersebut, namun Qing Ruo tidak ingin mengambil resiko, terlebih lagi dengan kekuatannya yang berada di tingkat pendekar spiritual, membuat racun itu ternyata berpengaruh padanya.
****
Dari jauh.
Ke tiga sosok ular hijau mata emas itu tampak begitu gembira.
" Saudara, mari kita taruhan, berapa lama mereka akan bertahan," ucap salah satu dari mereka, menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan yang berguling-guling kesakitan.
" Saudara, ini tidak benar...." ucap salah satu dari mereka dengan serius, menyadari keanehan dari situasi tersebut.
" Maksud Saudara?"
" Dengan tingkat kekuatan yang mereka miliki, apakah mungkin mereka masih mampu berguling-guling?" Menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan tajam.
" Saudara benar. Satu menit adalah batas normal, tapi mereka-" menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan serius.
" Itu berarti mereka berpura-pura...." ucap mereka bersamaan, namun belum sempat ketiga sosok ular hijau bergerak, tiba-tiba Qing Ruo dan Hu Yan Lan berdiri, lalu bergerak menghampiri mereka.
" Swhus... swhus...." sosoknya tiba di hadapan ular raksasa tersebut, sambil menunjukkan lencana giok hijau.
" Lencana giok hijau," ucap ular tersebut tiba-tiba bergerak mundur.
" Berhenti! Jangan bergerak," ucap Qing Ruo berusaha menenangkan ketiga ular tersebut yang bahkan tidak digubris oleh mereka.
" Swhus... swhus...." Ketiga sosok ular raksasa itu lari seperti angin, menghilang dari pandangan Qing Ruo dan Hu Yan Lan.
" Penguasa, ada apa?" Hu Yan Lan dengan heran.
" Aku ingin menanyakan alasan, mengapa mereka begitu takut melihat lencana giok hijau ini," jawab Qing Ruo dengan penasaran.
" Penguasa benar, tapi mereka bahkan tidak ingin melihat lencana giok hijau ini," ucap Hu Yan Lan yang juga begitu heran.
" Biarkan saja," ucap Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Ke tiga ular hijau raksasa itu berhenti tiga kilo meter dari tempatnya meninggalkan Qing Ruo dan Hu Yan Lan.
" Swhus... swhus...." Ketiga sosok itu mengubah tampilannya menjadi manusia.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan? Kita bahkan hampir membunuhnya...." dengan wajah serius.
" Saudara, aku juga tidak tahu," jawab sosok lainnya dengan wajah pucat pasi.
" Seharusnya aku yang bertanya pada kalian, karena aku yang hampir membunuhnya, lalu apa yang harus kita lakukan?" ucap sosok lainnya menimpali dengan tubuh bergidik.
" Pilihannya hanya ada dua, kembali dan bertanggung jawab, atau pergi meninggalkan tempat ini." Sambil melanjutkan pembicaraan mereka dengan serius.
****
Di tempat lain.
__ADS_1
Qing Ruo dan Hu Yan Lan akhirnya tiba di kawasan puncak gunung Ping Xie.
" Penguasa, istana kuno...." ucap Hu Yan Lan, menatap istana kecil yang berada di atas puncak gunung tersebut dengan takjub.
" Ini tidak mudah," ucap Qing Ruo pelan, menatap tangga emas sepanjang lima ratus meter yang ada di hadapannya.
Pada saat Qing Ruo akan mendekati tangga, tiba-tiba muncul lima warna yang berbeda di setiap seratus meter tangga tersebut, yang dimulai dengan warna hitam, warna hijau, merah dan warna kuning.
" Hu Yan Lan, apa yang kamu ketahui dari lima warna ini?" tanya Qing Ruo.
" Lima warna yang berbeda ini sepertinya mewakili lima elemen dasar. Penguasa, untuk dapat tiba di istana kecil itu, kita harus bisa melewati rintangan ini," ucap Hu Yan Lan dengan serius.
" Baik," ucap Qing Ruo sambil bergerak menuju tangga tersebut.
" Penguasa, tunggu," ucap Hu Yan Lan sambil mebgedarkan kekuatannya, bergerak, mencoba menapaki kakinya pada tangga itu.
" Swhuss...." sosoknya tiba-tiba terhisap dan lenyap dari pandangan Qing Ruo.
" Apa!" Qing Ruo terkejut sambil bergerak mundur, menatap tangga tersebut dengan heran.
" Hu Yan Lan, apakah kamu ada di dalam?" Teriaknya Qing Ruo mencoba berkomunikasi dengan pelayannya tersebut namun gagal.
Qing Ruo lalu melempar sebilah pedang perak pada cahaya berwarna hitam tersebut, namun pedang perak itu juga tiba-tiba lenyap.
" Apa yang harus aku lakukan?" Batinnya, menatap tangga istana yang tampak tenang tersebut dengan bingung.
" Oh, lencana giok hijau," ucapnya pelan, lalu mengeluarkan lencana giok tersebut dari dalam cincin penyimpanan.
" Semoga ini berhasil." Batinnya.
" Swhuss...." Lencana Giok hijau itu bereaksi, melepaskan cahaya putih, lalu menyelimuti tubuh Qing Ruo.
" Apakah lencana giok ini ada berhubungan dengan tangga istana ini...." sambil menapaki kakinya pada tangga tersebut.
" Swhuss...." Lencana giok hijau itu kembali memunculkan perisai berwarna hijau transparan, lalu secara perlahan menyelimuti tubuh Qing Ruo.
" Ini, ini berhasil..." ucap Qing Ruo senang.
" Untuk bisa melewati seratus tangga ini, pelajari aturan air dan kuasai," suara asing berbicara dalam pikirannya.
*****
Di tempat lain.
Hu Yan Lan, yang sebelumnya terhisap oleh cahaya hitam, tiba-tiba muncul di luar gunung Ping Xie, tempat mereka memasuki gunung itu sebelumnya.
" Ternyata aku di tolak." Hu Yan Lan membatin, menatap beberapa pemuda yang masih berada di tempat itu.
" Tetua, sepertinya Anda juga gagal," ucap seorang pemuda dengan ramah.
" Benar, lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Hu Yan Lan dengan ramah.
" Kami terbunuh oleh monster ular tembaga dan muncul di tempat ini," jawab pemuda tersebut dengan hormat.
Hu Yan Lan menganggukan kepalanya.
" Itu artinya kita belum beruntung," ucapnya pelan.
" Sepertinya demikian, tetua."
Hu Yan Lan menanggukkan kepalanya, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Semoga, penguasa berhasil." Batinnya, sambil mencari tempat untuk menunggu Qing Ruo.
****
Di tempat lain.
Di atas tangga yang melepaskan tekanan elemen air. Qing Ruo terus melangkahkan kakinya dengan tenang sambil mempelajari elemen air itu.
" Swhus..... Swhuss...." Serangan air itu mencoba mengurai tubuhnya.
__ADS_1
" Argh...." raungnya kesakitan, dengan tubuh yang kini mulai tercabik, namun kekuatan cahaya lencana giok hijau menjaga kekuatan jiwanya.
***
Di dalam istana kecil yang berada di ujung tangga.
" Saudara, sepertinya ada dua darah dewa kuno dari tubuhnya...."
" Benar, bahkan kemampuannya memahami sifat dasar air sepertinya cukup baik."
" Tekatnya juga luar biasa...." Menatap Qing Ruo yang melawan rasa sakit, bertahan di dalam penindasan elemen air.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba elemen air itu menjadi tenang.
" Saudara, lihat. Dia berhasil mempelajari aturan elemen air." Menatap Qing Ruo yang kini terus bergerak sambil mulai memulihkan tubuhnya yang luka.
" Dapat mempelajari aturan air, maka mempelajari aturan lainnya akan menjadi lebih mudah."
" Saudara, nenar...."
Dalam waktu dua jam, mereka akhirnya melihat Qing Ruo berhasil melewati seratus tangga pertama dan melawan tekanan yang luar biasa dari tangga tersebut, lalu menapaki tangga dengan warna hijau yang melepaskan penindasan dari elemen kayu.
" Setelah ribuan tahun, sejak tragedi itu, akhirnya ada juga yang dapat datang kemari," ucap pria paruh tersebut dengan tatapan menerawang.
" Semoga saja dia bukan orang yang jahat," ucap sosok lainnya.
*****
Di atas tangga yang melepaskan cahaya hijau.
Qing Ruo terus bergerak menapaki tangga tersebut sambil melawan sulur-sulur hijau yang mencoba untuk meremukan tubuh dan menghentikan langkahnya.
" Elemen kayu pada dasarnya melambangkan kehidupan yang kompleks, sebagai penyembuh, Sebagai tempat perlindungan, sebagai racun yang membunuh. Hadir dan tumbuh karena kekuatan elemen air, namun mati karena kekuatan elemen api." Batinnya sambil mempelajari aturan elemen murni tersebut.
Karena telah mempelajari dasar elemen dari kitab mantra cakram langit Ling, Qing Ruo akhirnya berhasil mempelajari kekuatan elemen murni tersebut dan menyempurnakan pemahamannya, membuat sulur-sulur raksasa yang melilit tubuhnya berubah menjadi angin hijau yang tenang, dan mulai menyembuhkan tubuh Qing Ruo.
Dengan tenang, Qing Ruo lalu menapaki tangga tersebut, yang kini hanya melawan kekuatan gravitasi bumi di setiap tangga.
Menjelang tengah malam, Qing Ruo akhirnya berhasil melewati empat ratus tangga dan mempelajari masing-masing kekuatan elemen murni yang diakhiri dengan elemen tanah yang diwakili dengan warna kuning.
***
Di dalam istana kecil.
" Ini adalah seratus tangga terakhir. Benar-benar jenius," ucap sosok itu, mengamati Qing Ruo yang telah basah kuyup karena keringat dingin, yang sedang menapaki tangga dan mempelajari elemen murni tanah.
" Sangat menarik," ucap sosok lainnya, menatap Qing Ruo dengan takjub.
Tidak lama kemudian tiba-tiba warna kuning yang begitu kacau tersebut tiba-tiba menjadi tenang.
" Saudara, lihatlah. Dia berhasil..." Mengamati sosok Qing Ruo yang sedang melawan tekanan gravitasi bumi, sambil menapaki tangga tersebut.
" Argh...." teriak Qing Ruo, menyemangati diri, sambil melawan tekanan yang semakin lama semakin kuat.
Pada saat mendekati sepuluh tangga terakhir, Qing Ruo benar-benar tidak mampu lagi berdiri.
" Bhuk...." tubuhnya roboh.
" Argh....." teriaknya berdiri, namun gagal. Selain kekuatannya benar-benar terkuras, penglihatannya kini bahkan mulai kabur.
" Argh...." teriaknya sambil merayap.
Dengan tertatih, Qing Ruo terus bergerak, menyeret tubuhnya hingga tiba di ujung tangga terakhir.
" Swhuss....." bias cahaya itu lenyap, membebaskannya dari aturan ruang dan waktu yang mengikat kekuatannya di tempat itu, lalu memulihkan diri di halaman istana kecil tersebut.
Setelah kekuatannya benar-benar pulih, Qing Ruo lalu bergerak dengan perlahan, mendekati tangga istana kecil tersebut.
" Tetua, hamba Qing Ruo, datang ingin berguru," ucapnya sambil berlutut dengan hormat.
" Beri kami alasan...." Suara dari dalam istana berbicara lantang dengan aura membunuh yang sangat kuat.
__ADS_1
🙏🙏1 bab 🙏🙏