Sang Penguasa

Sang Penguasa
233. Lencana Giok Putih Bambu Ungu Langit.


__ADS_3

Pada saat hari benar-benar telah terang. Qing Ruo dan rombongannya yang terus bergerak meninggalkan kawasan hutan terlarang tersebut akhirnya dapat merasakan kekuatan aura yang mengajar mereka dengan jelas. Tidak lama kemudian, Yanshi Gong yang terus mengawasi pergerakan musuh dari belakang dapat melihat Mayi Gui dan rombongannya.


" Tuan muda, ada lima sosok semi abadi tingkat sembilan," ucapnya dengan panik.


" Ying Yin, perlambat pergerakan," ucap Qing Ruo dengan tenang, membuat Yanshi Gong terngaga.


" Tuan muda, ini...."


" Tenanglah. Kita lihat saja. Apakah mereka berani membuat kekacauan di tempat ini," ucap Qing Ruo yang berdiri di atas punggungnya Ying Yin dengan tenang.


" Oh tidak. Apakah dia ingin menggertak mereka lagi?" Yanshi Gong membantin panik.


" Swhuss....." sosok Ying Yin yang membawa mereka dengan kecepatan puncaknya kini memperlambat pergerakannya, sehingga Mayi Gui dan rombongannya semakin dekat.


" Berhenti," ucap Qing Ruo meminta Ying Yin, berhenti pada dahan pohon raksasa, menunggu kedatangan Mayi Gui dan rombongannya, membuat Mayi Gui  dan rombongannya juga memperlambat  pergerakannya.


Tidak lama kemudian.


" Swhus...swhus...." Sosok Mayi Gui dan rombongannya berheti dua ratus meter dari hadapan Qing Ruo.


" Mao Bing," ucap Qing Ruo bergerak dari atas punggung Ying Yin, mendekati mereka.


" Tuan muda," ucap Yanshi Gong yang ingin bergerak mengikuti Qing Ruo, namun segera dihentikan oleh Long Chen.


" Tuan, jangan bergerak tanpa perintah..."


" Tapi tuan Long Chen...."


" Tuan, aku adalah pelayannya, dan aku  yakin tuan muda  sudah memikirkan masalah ini dengan matang. Jika tuan pergi ke sana, maka itu hanya akan mengganggu urusan tuan muda," ucap Long Chen dengan serius.


Di hadapan mereka.


Qing Ruo yang bergerak mendekati Mao Bing dan rombongannya, lalu berhenti dua puluh meter di depan mereka.


" Kalian sepertinya dengan sengaja mengejar kami. Apakah kalian tidak mengindahkan kata-kata ku sebelumnya? Apakah kalian menantangku!" Dengan tatapan tajam.


" Jenderal, ternyata dia sangat berani. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Mayi Xian pada Mao Bing melalui telepati  dengan begitu heran.


" Apakah ada yang bisa menjelaskan tindakan kalian ini!" Ucap Qing Ruo meninggikan suaranya.


" Benar-benar arogan," ucap Mayi Cao membatin, menatap Qing Ruo dengan kesal.


" Tuan muda, kali ini kami akan memaksa anda untuk ikut ke istana Besi Hitam," ucap Mao Bing.

__ADS_1


" Silakan jika kalian mampu. Mari kita lakukan," ucap Qing Ruo melepaskan kekuatan semi abadi tingkat enam tahap menengah dengan ledakan aura semi abadi tingkat delapan milik Yin Gan.


" Trark...." Rantai petir abadi muncul dan mengitari  tubuhnya.


" Petir abadi," ucap Mao Bing dan rombongannya, saling berpandangan menatap Qing Ruo yang bersiap menyerang mereka.


" Swhuss... Swhus...." Hu Yan Lan beserta pasukannya muncul, menatap Qing Ruo yang siap melepas serangannya untuk membuat kekacauan di tempat itu.


" Tuan muda, anda tidak diperbolehkan untuk melakukan pertempuran sekecil apapun di kawasan ini," ucapnya dengan hormat.


" Tuan, dengan siapa aku berbicara?" tanya Qing Ruo yang telah membentuk tombak petir di tangan kanannya.


" Tuan muda, Aku Hu Yan Lan, Jenderal pelindung kawasan ini. Jika aku boleh tahu dengan siapa aku berbicara?"


Belum sempat Qing Ruo menjawab,  Xiong Mao Zhu, Xiong Mao Meide dan Xiong Mao Shanliang muncul  di tempat itu, menatap semua orang yang ada di tempat itu dengan sikap mendominasi lalu menyegel kawasan itu.


" Ruo er, ada apa?" tanya Xiong Mao Shanliang.


" Mereka terus mengejar dan ingin membunuhku," jawab Qing Ruo dengan tenang.


Jawaban Qing Ruo membuat wajah Xiong Mao Shanliang dan rombongannya memerah, bersamaan dengan ledakan aura kemarahan yang begitu luar biasa.


" Jenderal Hu Yan Lan, bagaimana bisa kamu membiarkan mereka berada di tempat kalian ini dengan bebas!"


" Mao Bing, apakah benar demikian?"


" Benar Jenderal, itu karena dia telah membunuh Jenderal kembar Mao Teng dan Mao Cheng," jawab Mao Bing dengan serius.


" Ruo er, apakah benar demikian?" tanya Xiong Mao Shanliang pada Qing Ruo.


" Benar, itu karena mereka terus mengejar dan ingin membunuhku."


" Baik. Mao Tang dan kalian semua, serahkan cincin penyimpanan kalian pada Ruo er dan  hancurkan kultivasi kalian sekarang juga!" Dengan serius.


" Jenderal Xiong Mao Shanliang, ini-"


" Mao Bing, jangan banyak bicara. Lakukan sekarang juga!" ucap Xiong Mao Zhu dengan tatpan tajam.


" Tapi Jenderal, dia telah membuat kekacauan sepanjang waktu di-" 


" Mayi Gui. Jika dia terluka sedikit saja. Seluruh klan kalian akan hilang. Lakukan sekarang juga atau patriark Agung sendiri yang akan  turun tangan."


Kata-kata Xiong Mao Shanliang membuat suasana di tempat itu menjadi semakin tegang. Bahkan Hu Yan Lan dan rombongannya kini mulia berkeringat dingin.

__ADS_1


" Benar dugaanku. Ternyata dia bukan orang sembarangan. Bad****n Moa Bing. Dia benar-benar ingin menjebakku" Membatin, menatap Qing Ruo dengan penasaran.


" Jenderal, jangan bercanda. Bagaimana bisa anda membela-"


" Kepa**t. Tutup mulu!" Ucap Xiong Mao Zhu tiba-tiba murka dan menampar  Mao Bing, dan melempar sosoknya hingga menghantam perisai segel yang mengurung mereka.


" Dhuar....." ledakan keras bergema, mengetarkan tempat itu, membuat Long Chen dan rombongannya yang berada di luar perisai ilusi itu begitu khawatir..


" Seharusnya kalian berlutut dihadapannya," ucap Xiong Mao Meide dengan tatapan dingin.


" Apa!" Ucap Mayi Gui dan semua orang yang ada di tempat itu terkejut.


" Ruo er, mereka mempertanyakan kedudukanmu. Tunjukan Lencana klan yang kamu miliki. Biar mereka tahu, bahwa nyawa mereka ada di tanganmu," ucap Xiong Mao Shanliang.


" Tapi tetua, Apakah itu perlu...?"


" Lakukan saja. Aku ingin melihat bagaimana  mereka bertindak  di hadapanmu," ucap  Xiong Mao Zhu.


Kata-kata Xiong Mao Zhu membuat tempat itu menjadi semakin tegang, bahkan Mao Bing yang masih berada di tempatnya terlempar, terdiam menahan wajahnya yang masih memerah kesemutan. 


Qing  Ruo menganggukkan kepalanya, lalu menunjukan lencana giok putih bergambar bambu ungu langit.


" Siapa diantara kalian yang berani mempertanyakan kedudukannya. Dia adalah Qing Ruo, pemimpin muda klan Shen Guoshi Xiong Mao, cucu  kesayangan patriark agung, yang abadi Xiong Mao Tian," ucap Xiong Mao Zhu, membuat Mao Bing dan semua orang yang ada di tempat itu langsung berlutut.


" Oh tidak, ternyata dia adalah tuan muda Shen Guoshi Xiong Mao," ucap Mao Bing membatin dengan lutut bergetar, bahkan Hu Yan Lan dan rombongannya terdiam dengan keringat dingin yang telah membasahi tubuh mereka.


Kata-kata Xiong Mao Zhu mengenai lencana giok putih dengan lambang bambu ungu itu akhirnya membuat Qing Ruo mengerti.


" Kakek guru, terima kasih." Membatin haru.


" Mao Bing, apakah kalian tidak ingat dengan perintahku sebelumnya!" ucap Xiong Mao Shanliang mengejutkan mereka.


" Jenderal, mohon pengampunannya. Kami benar-benar tidak tahu bahwa kami telah mengusik penguasa muda hutan gelap ini..." ucap Mao Bing dengan wajah pucat pasi, memohon pada Xiong Mao Shanliang.


" Kalian meminta pengampunan pada orang yang salah. Jika kalian berani, bicara pada Ruo er," ucap Xiong Mao Shanliang, membuat Mao Bing dan rombongannya yang bahkan tidak berani mengangkat kepalanya itu terdiam.


" Mengapa bisa seperti ini. Mengapa yang abadi tidak memberitahu kita mengenai tuan muda Qing Ruo ini," ucap Mao Tang berbicara pada rombongannya melalui telepati dengan wajah pucat pasi


" Hais, kita benar-benar sial," ucap Mayi Gui.


" Jendral Mayi Xian, tolong bantu kami berbicara," ucap Mao Tang, memohon dengan sangat.


" Tapi jenderal, aku juga tidak berani. Aku takut kata-kataku akan menyinggung tuan muda," ucap Mayi Xian yang juga begitu ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2