
Dari jauh.
Liuyuan yang hendak bergerak bersama Lan Heng menghentikan niatnya, meminta pasukannya untuk menunggu Qing Ruo yang ternyata tidak ikut bergerak bersama mereka.
" komandan Na Mu, ada apa?" tanya Liuyuan, bergerak mendekati Qing Ruo yang berdiri di depan gerbang teleportasi hitam tersebut.
" Jenderal, menggunakan gerbang teleportasi hitam untuk melarikan diri, bukankah itu adalah sesuatu yang sangat gila. Apakah mereka ingin keluar dari daratan ilahi? Ini tidak mungkin, terlebih lagi bagaimana cara mereka menerobos pertahanan segel Pagoda langit.." ucap Qing Ruo penasaran.
" Aku juga merasakan ini tidak wajar, karena selama ini memang tidak ada yang mampu melewati pertahanan segel Pagoda emas."
" Apa yang sebenarnya mereka lakukan?"
" Komandan Na Mu, apa yang Anda lakukan?" Tanya Liuyuan dengan wajah panik saat melihat Qing Ruo semakin mendekati gerbang teleportasi tersebut.
" Jenderal, Aku yakin kemunculan dan tindakan mereka di wilayah perbatasan utara ini pasti karena suatu alasan. Dan aku juga yakin jika tujuan mereka masih belum tercapai, lalu bagaimana mungkin mereka akan pergi begitu saja."
" Tuan Qing Ruo, jangan!" teriak Liuyuan saat melihat Qing Ruo memasuki gerbang teleportasi tersebut.
" Dhuar...." ledakan keras bergema melempar sosok Qing Ruo.
" Komandan..." Teriak Liuyuan panik.
" Segel!" Teriak Qing Ruo, sambil memulihkan dirinya.
" Swhus... swhus..." ratusan prajurit jubah emas yang masih menunggu Qing Ruo sebelumnya, bergerak mengelilingi gerbang teleportasi hitam tersebut, dan melepaskan segel langit.
" Swhus..." rantai emas raksasa muncul dari kehampaan, lalu berubah menjadi jaring emas menutup kedua pilar hitam yang masih berdengung tersebut.
" Komandan, apa yang terjadi?" tanya Liuyuan, menghampiri Qing Ruo.
" Itu bukanlah gerbang teleportasi hitam, tetapi sebuah ruang ilusi perisai hitam."
" Apa! lalu suara ledakan yang kita dengar di utara dan selatan itu?" Tanya Liuyuan heran.
" Pasukan mereka tidak sepenuhnya berada di tempat ini. Aku yakin itu adalah pengalihan yang di lakukan oleh anggota klan Yin lainnya." Qing Ruo menjelaskan.
" Itu berarti mereka ada di dalam?"
" Benar," jawab Qing Ruo, sambil mengedarkan kekuatan untuk memulihkan dirinya.
" Oh tidak..." ucap Liuyuan segera memanggil Lan Heng untuk kembali.
" Tuan Qing Ruo, apa yang harus kita lakukan?" Berbicara melalui telepati, menatap Qing Ruo dengan hormat.
" Segel dulu. Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan mereka."
Baru saja Qing Ruo selesai berbicara, tiba-tiba pilar hitam itu meledak.
" Swhus... swhus..." ribuan murid klan Yin yang berada di dalam ruang ilusi perisai hitam keluar, sambil melepaskan serangan pada segel jaring emas yang mengunci tempat itu.
__ADS_1
" Dhuar... dhuar..." Ledakan keras bergema saat segel jaring emas yang di buat oleh prajurit itu hancur seketika.
" Mundur!" Teriaknya Qing Ruo dan Liuyuan bersamaan, saat melihat tiga sosok berwajah tengkorak dengan mata api biru, muncul bersama pasukan itu.
" Ternyata mereka memanggil leluhur klan Yin." ucap Liuyuan dengan tubuh bergidik.
" Sangat kuat," ucap Qing Ruo saat merasakan ledakan aura semi abadi tingkat tujuh keluar dari tubuh ketiga sosok manusia berwajah tengkorak tersebut.
" Swhus... swhus..." Tapak api hitam muncul, menyerang pasukan jubah emas yang langsung dihadang serangan tapak emas.
" Dhuar...." ledakan dahsyat bergema, mengguncang seluruh kawasan lembah gunung serigala es.
" Swhus..." Liuyuan terlempar hingga ratusan meter, menghantam gunung serigala es dan meledakannya.
" Mundur!" Teriak Qing Ruo, sambil bergerak menolong Liuyuan yang terluka.
Gelak tawa tiga sosok bertopeng perak tiba-tiba bergema, saat melihat ribuan prajurit jubah emas bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhus...." dua sosok bermata api biru itu bergerak, menyerang Qing Ruo dan Liuyuan, sedangkan satu sosok lainnya memimpin ketiga sosok bertopeng perak, serta seluruh pasukan klan Yin yang tersisa bergerak meninggalkan tempat itu.
" Dhuar....dhuar...." serangan kedua leluhur klan Yin itu mengenai gunung serigala es dan menghancurkannya.
" Pergi! Bawa pasukan tinggalkan tempat ini!" Teriak Qing Ruo pada Yang Fei dan Yang Rang yang hendak bergerak membantu mereka berdua.
" Baik," jawab Yang Rang dengan ragu, memimpin sisa pasukannya bergerak meninggalkan tempat itu.
" Dhuar.... dhuar...." Serangan tapak api hitam yang sangat kuat, terus muncul menyerang mereka berdua.
****
Lan Heng yang memimpin ribuan pasukan jubah emas, beserta pasukan bantuan dari Klan Bing, Huo dan Shui tiba di tempat tujuan dengan wajah kecewa.
" Jenderal, tidak ada apapun di tempat ini..." ucap seorang komandan dengan wajah kesal. Namun tiba-tiba mereka mendengar suara ledakan dahsyat bergema di lembah gunung serigala es.
" Kita tertipu," ucap Lan Heng terkejut saat memeriksa cincin penyimpanannya, lalu meminta pasukan itu untuk kembali.
" Jenderal, ada apa?"
" jenderal Liuyuan dan komandan Na Mu dalam masalah. Sebaiknya kita segera kembali dulu untuk menolong mereka."
Namun baru saja mereka akan bergerak, tiba-tiba mereka melihat Yang Fei dan Yang Rang bergerak membawa pasukannya pergi dengan kecepatan ekstrem.
" Komandan Yang Fei, Yang Rang, apa yang terjadi?" Tanya Lan Heng penasaran.
" Jenderal, cepat pergi. Tiga leluhur klan Yin muncul..." Ucap Yang Fei dengan wajah panik.
" Ada apa dengan leluhur klan Yin? Lalu dimana jenderal Liuyuan?"
" Jenderal, mereka adalah semi abadi tingkat tujuh. Kita bukanlah lawan mereka. Saat ini jenderal Liuyuan dan komandan Na Mu sedang mengalihkan serangan mereka."
__ADS_1
" Apa! Semi abadi tingkat tujuh?"
" Benar jenderal..."
" Yang Rang, Yang Fei, bawa pasukan kembali ke markas. Dan laporkan hal ini pada jenderal utama."
" Maksud jenderal?" tanya Yang Rang dengan bingung.
" Aku akan membantu jenderal Liuyuan. Cepat pergi sekarang juga atau kita semua akan mati di tempat ini!"ucap Lan Heng sambil bergegas pergi.
" Baik..." jawab Yang Rang. Namun baru saja mereka akan bergerak pergi, Prajurit Choi tiba-tiba meminta Izin untuk membawa sedikit murid klan Bing membawa tawanan Yi Long dan rombongannya.
" Baik." ucap Yang Fei lalu bergerak beserta seluruh pasukan bantuan dari klan Bing, Shui dan Huo, bergegas meninggalkan tempat itu.
Setelah rombongan itu pergi, Prajurit Choi bersama beberapa murid klan Bing, juga bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Lembah gunung serigala es.
Qing Ruo dan Liuyuan menjadi bulan-bulanan kedua leluhur klan Yin. Perbedaan tingkat kultivasi yang begitu lebar, membuat mereka berdua benar-benar tidak berdaya.
" Dhuar.... dhuar..." serangan tapak hitam muncul dan terus menghantam Liuyuan dan Qing Ruo. Bahkan sesekali melempar mereka berdua hingga ratusan meter, namun saat mereka akan melarikan diri, dengan cepat sosok bermata api biru itu melepaskan medan serangan dewa mereka.
" Tuan Qing Ruo, berpikirlah. Jika seperti ini, kita akan mati..." ucap Liuyuan dengan tubuh berlumuran darah, sambil melepaskan serangan tapak emas, menghadang pukulan tapak hitam dari sosok bermata api biru tersebut.
" Jenderal, aku juga sedang berusaha..." jawab Qing Ruo sambil bergerak menghindari pukul tapak hitam yang diarahkan padanya.
" Ini aneh, walaupun aura kekuatan mereka berada di tingkat tujuh, tetapi kekuatan mereka tidak begitu stabil dan terarah. Apakah ini hanya terknik transformasi..." Qing Ruo membatin.
" Dhuar... Dhuar...." Ledakan dahsyat terus bergema, mengguncang seluruh kawasan, dan meluluhkan lantakan kawasan lembah gunung serigala es.
Tiba-tiba Qing Ruo melihat Lan Heng muncul seperti kilatan cahaya bergerak, melesat ke arah mereka.
" Swhus... swhus..." Pedang emas raksasa muncul, menyerang formasi medan serangan dewa leluhur klan Yin tersebut.
" Dhuar....dhuar..." Pedang emas itu menghancurkan formasi medan dewa, dan beradu dengan tapak hitam yang dilepaskan untuk menghalau pedang emas tersebut.
" Dhuar..." ledakan dahsyat yang sangat mengerikan itu melempar Qing Ruo dan Liuyuan.
" Sekarang!" Teriak Qing Ruo, bergerak meraih tubuh Liuyuan yang telah terluka parah karena terus melindunginya, dan melempar tubuh itu keluar dari medan serangan dewa.
" Tuan Qing Ruo...!" Teriak Liuyuan panik.
" Jenderal Lan Heng, bawa jenderal Liuyuan pergi sekarang juga!" teriak Qing Ruo mengabaikan kekhawatiran Liuyuan.
Lan Heng yang begitu heran dan terkejut dengan cara Liuyuan memanggil Qing Ruo hanya bisa menganggukkan kepala, meraih tubuh Liuyuan yang terlempar dan membawanya pergi.
" Tidak!" Teriak Liuyuan berusaha melepaskan diri dari pelukan Lan Heng.
__ADS_1
" Dhuar...." Serangan tapak penghapus langit muncul, menghentikan pergerakannya leluhur klan Yin yang akan mengejar Lan Heng dan Liuyuan.
" Argh...." Dua sosok itu meraung murka. Menatap Qing Ruo dengan aura pembunuhan yang sangat kuat.