
Kata-kata Qing Ruo membuat sosok Kongqi Duyun ingin murka tetapi dirinya juga tidak memiliki keberanian.
" Tuan...." ucap Yu Bai Xu dan Yu Bai Ming, memohon pada Kongqi Duyun dengan sangat.
" Yu Bai Xu, Yu Bai Ming, aku juga tidak memiliki pilihan," ucapnya pelan.
" Tuan, apakah ini tidak-"
" Serahkan mutiara jiwa mereka, itu sudah cukup," ucap Qing Ruo dengan tegas, membuatnya begitu murka. Tiba-tiba sorot matanya memerah dengan urat-urat biru muncul dari keningnya.
" Tidak pernah aku dipermalukan seperti ini. Bagaimana bisa aku membunuh kedua pelayanku begitu saja." Membatin, menatap Qing Ruo dengan kemarahan menyala.
" Kongqi Duyun," ucap Qing Ruo dengan tatapan tidak senang.
" Yu Bai Xu, Yu Bai Ming, kalian tetap menjadi pelayanku, dan kali ini aku yang akan melindungi kalian." Sambil meminta kedua naga putih itu menyerahkan mutiara jiwanya pada Qing Ruo.
Yu Bai Xu dan Yu Bai Ming yang juga tidak memiliki pilihan, hanya bisa mengangguk sedih. Jika pun mereka tidak mau, Kongqi Duyun pasti akan melakukannya dengan paksa.
" Saudara Bei, tanpa mutiara jiwa, kita hanyalah naga ringkih yang menunggu waktu untuk mati."
" Saudara Ming benar. Tetapi kita benar-benar tidak memiliki pilihan." Sambil mengeluarkan mutiara jiwa dari dalam tubuhnya.
" Swhus....swhus...." Dua bola transparan, sebesar kepalan tangan orang dewasa keluar dari mulut
Yu Bai Xu, Yu Bai Ming.
" Tuan," ucapnya pada Kongqi Duyun lalu terjatuh.
Kongqi Duyun yang tidak bisa bertindak sembarangan di hadapan Qing Ruo, hanya bisa menganggukan kepala, menatap kedua sosok naga yang telah kehilangan kekuatannya itu terjatuh bebas, hingga menghantam dasar makam.
" Tenanglah, aku akan menjaga kalian," ucapnya pelan, lalu meraih kedua butir mutiara jiwa naga berlian tersebut, dan menyerahkannya pada Qing Ruo.
" Tuan muda," ucapnya dengan perasaan dongkol.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil meraih mutiara jiwa naga tersebut dan menyimpannya.
" Tuan Muda, apakah ada lagi?"
" Aku ingin istirahatlah dan memulihkan diri di tempat ini. Apakah boleh?"
" Tentu saja tuan muda."
" Baik, silakan urus kedua naga tersebut. Aku juga ingin memulihkan diri. Selain itu, aku juga tidak ingin ada gangguan sedikitpun," ucap Qing Ruo sambil melepaskan cakram Emas dan duduk di atasnya, membuat Kongqi Duyun tanpa sengja bergerak mundur hingga beberapa meter dari hadapan Qing Ruo.
" Shen Guoshi Ling," ucapnya pelan, menatap Qing Ruo dengan tubuh bergidik.
" Dia adalah putra pertama Shen Guoshi Ling Yun, dan sekaligus cucu pertama patriark Shen Guoshi Ling Zhong," ucap Long Chen dengan tatapan tajam, membuat Kongqi Duyun bergidik.
" Jika aku tidak dapat menahan diri, mungkin pemusnahan benar-benar akan terjadi...." Membatin dengan pikiran yang mulai tidak menentu.
" Tetua, silakan menjauh," ucap Long Yu Wei, lalu bertransformasi menjadi naga es, dan melingkari kawasan yang di tempati Qing Ruo yang berada di atas cakram Langit Ling.
" Ba-baik...." ucapnya terbata, menjauh dari sosok Qing Ruo dan rombongannya, lalu bergerak menghampiri Yu Bai Xu, Yu Bai Ming yang kini berada di dalam air.
" Penguasa pulihkan diri dan beristirahatlah. Kami akan berjaga," ucap Long Chen sambil memulihkan dirinya.
" Baik," jawab Qing Ruo yang memang sudah begitu kelelahan, dan mulai memulihkan diri dan menyembuhkan lukanya untuk segera naik tingkat.
*****
Di dalam ceruk.
Yanshi Gong terdiam. Pikirannya benar-benar buntu setelah suara pertempuran itu berakhir.
__ADS_1
" Apakah tuan Long Chen dan tuan muda Qing Ruo...." ucapnya lirih, yang mengira kedua sosok itu telah tewas.
Pada saat pikirannya sedang kacau, tiba-tiba Yanshi Gong mendapat pesan jiwa dari Long Chen yang mengatakan mereka baik-baik saja.
Setelah mendapat kepastian bahwa Qing Ruo dan Long Chen yang berada di dalam makam baik-baik saja, Yanshi Gong akhirnya dapat berkultivasi dengan tenang.
****
Di dalam makam.
Tiga jam kemudian, Qing Ruo akhirnya selesai memulihkan diri.
" Long Chen, aku akan memasuki dunia jiwa, untuk segera naik tingkat."
" Tapi penguasa, apakah ini tidak berbahaya?"
" Tenanglah. Aku yakin Kongqi Duyun tidak akan berani mengusik kita lagi. Jiak dia ingin membuat ulah, hancurkan saja lencana giok jiwa ini."
" Baik penguasa."
Setelah menyerahkan lencana giok merah pada Long Chen, Qing Ruo lalu membuat segel tangan, menciptakan perisai pelindung ilusi dan melindungi dirinya.
" Swhuss...." sosoknya lenyap ke dalam dunia jiwa dengan meninggalkankan cahaya biru kemasan, yang mengambang di tengah bola segel perisai ilusi tersebut.
" Swhuss.... swhus...." Long Chen membuat perisai pelindung segel perak dan diikuti Long Yu Wei yang menciptakan bola perisai es.
****
Di dalam dunia jiwa.
" Swhus...." Sosok Qing Ruo muncul di aula kultivasi.
" Akhirnya," ucapnya senang, sambil mengeluarkan mutiara jiwa Yu Bai Xu, Yu Bai Ming, dua butir mutiara jiwa kadal raksasa dan tiga butir mutiara jiwa semut hitam yang berada di tingkat delapan.
" Swhus...." rumput emas penguat jiwa muncul di hadapannya.
****
Di dalam makam.
Dua puluh meter di dalam air yang menggenangi dasar makam raksasa tersebut. Di dalam perisai udara. Kongqi Duyun duduk di hadapannya kedua naga putih yang sedang memulihkan diri dengan tatapan menerawang.
" Tuan, semuanya telah terjadi. Dan kami tidak menyalahkan siapapun," ucap Yu Bai Xu.
Kongqi Duyun menganggukkan kepalanya.
" Ini semua salahku, tapi tenanglah. aku akan menjaga kalian."
" Terima kasih, tuan," ucapnya Yu Bai Xu dan Yu Bai Ming dengan hormat.
" Tuan, apakah mereka sudah pergi?"
Kongqi Duyun menggelengkan kepalanya, dan menjelaskan bahwa Qing Ruo dan rombongannya sedang beristirahat di atas mereka.
" Lalu apa yang tuan khawatirkan?" tanya Yu Bai Xu yang melihat Konqqi Duyun yang begitu gelisah.
" Bocah itu benar-benar memiliki latar belakang yang sangat mengerikan."
" Maksud tuan...."
" Ada dua darah kuno dalam tubuhnya. Selain sebagai tuan muda dari Shen Guoshi Qing, dia juga cucu pertama dari Shen Guoshi Ling Zhong," ucapnya menjelaskan, membuat kedua naga putih itu terdiam.
" Tuan, lalu apa yang harus kita lakukan?"
__ADS_1
" Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu mereka pergi dari tempat ini," ucapnya lirih.
****
Di dalam dunia jiwa.
Empat jam kemudian, Qing Ruo akhirnya selesai menyerap tujuh mutiara jiwa hewan buas tingkat delapan, bersamaan dengan ledakan energi yang luar biasa dari tubuhnya.
" Trark...." Petir hitam keemasan dengan warna pekat yang mengitari tubuhnya, berevolusi menjadi hitam keemasan transparan dengan daya ledak yang sangat luar biasa.
" Swhus......." Qing Ling muncul tidak jauh dari tempat ini, mengawasi Qing Ruo dengan tenang.
" Shuiit ....." Lengkingan Phoenix bergema memenuhi dunia jiwa, bersamaan dengan munculnya ledakan aura Semi abadi tingkat lima tahap puncak, namun ledakan energi yang luar biasa itu masih belum juga lenyap.
" Akhirnya Gege naik tingkat lagi," ucap Qing Ling dengan gembira.
Tidak lama kemudian, ledakan aura semi abadi tingkat enam tahap dasar mengedar dari tubuh Qing Ruo, lalu bergerak menjadi tahap dua.
" Ini .. ini ...luar biasa," ucap Qing Ling dengan gembira, bersamaan dengan lenyapnya ledakan energi yang luar biasa itu, membuat tempat tersebut menjadi tenang. Namun tidak lama kemudian, kegembiraan Qing Ling berubah menjadi kepanikan saat Qing Ruo tiba-tiba memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Gege..." ucap bergerak, menghampiri tubuh Qing Ruo dan menopangnya.
" Tenanglah, aku baik-baik saja," ucapnya pelan.
" Jangan banyak bergerak," ucapnya sambil melepaskan kekuatan penyembuhan dari tubuhnya.
" Swhuss.... swhus...." sulur berwarna hijau keemasan muncul, melilit tubuh Qing Ruo.
" Apa yang telah gege lakukan. Mengapa bisa terluka parah seperti ini?" Membatin sambil terus mengirim kekuatan penyembuhan pada Qing Ruo. Sedangkan Qing Ruo, selain menerima kekuatan penyembuhan, dirinya juga menyerap pil Fuyuan dan pil penyembuh luka dari Zhiliao Gu.
Satu jam kemudian.
" Ling er, maaf," ucapnya pelan.
" Tenanglah. Pulihkan diri dulu. Ada dua luka yang berbeda, jika dibiarkan akan menjadi semakin buruk," ucapnya meminta Qing Ruo menyerap kekuatan penyembuhan dari tubuhnya.
Dua jam kemudian, menjelang pagi, Qing Ruo akhirnya merasakan delapan puluh persen kekuatannya kini telah pulih.
" Ling er, seperti sudah cukup."
" Tapi Gege...." Dengan wajah tidak senang.
" Long Chen dan rombongannya ada di luar dunia jiwa, dan aku harus mengabari mereka."
" Tapi gege belum pulih."
" Benar, tapi aku bisa melanjutkannya nanti. Karena saat ini kita berada di dalam makam Kongqi Duyun, Leluhur ketiga Shen Kongqi, Semi abadi tingkat sembilan tahap puncak."
" Jadi luka pertama itu?"
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku tanpa sengaja terkena serangan angin abadi."
Qing Ling hanya bisa menggelengkan kepala.
" Lalu luka yang kedua?"
" Itu karena aku menyerap tujuh mutiara jiwa hewan buas ditingkat delapan, dan aku kekurangan rumput emas penguat jiwa," jawabnya sambil berusaha tetap tersenyum.
Qing Ling sebenarnya sangat kesal dengan penjelasan tersebut, namun melihat senyum Qing Ruo membuat hatinya luluh.
" Berhati-hatilah," ucapnya, memeluk Qing Ruo dengan hangat dan mesra.
__ADS_1
" Maaf membuatmu khawatir." Sambil mengecup ubun kepala Qing Ling dengan lembut.
" Ling er, aku pergi dulu." Lalu keluar dari dalam dunia jiwa.