Sang Penguasa

Sang Penguasa
106. Danau Emas, Dunia Kecil Klan Liu II.


__ADS_3

Qing Ruo muncul di atas permukaan danau, lalu bergerak mendekati Qing Yong Jun, Youlin Sha, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau kini sudah berada di tepi sungai, berkultivasi dengan tenang.


" Ayah," ucap Qing Yong Jun, membuka matanya, menatap Qing Ruo dengan penuh semangat.


" Jun er," ucap Qing Ruo dengan hangat, menatap Youlin Sha yang tampak begitu bahagia.


" Youlin Sha,  Selamat," ucap Qing Ruo dengan gembira. Menatap sosok yang ada di hadapannya itu kini benar-benar telah sembuh.


" Terima kasih Penguasa..." dengan gembira.


" Perjalanan ke kota Danau Emas, benar-benar membawa keberuntungan." Qing Ruo membatin sambil memeriksa kekuatan Qing Yong Jun dan yang lainnya dengan perasaan senang.


" Jun er, kita akan segera pergi, tetapi ayah ingin kamu kembali ke dalam dunia jiwa." Menjelaskan tujuan, serta alasannya yang seharusnya tidak boleh membawa banyak orang di dalam dunia kecil itu.


" Baik ayah, aku mengerti," ucapnya dengan penuh semangat.


Qing Ruo menganggukan kepalanya,  menatap sang putra dengan hangat,  lalu membuka dimensi dunia Jiwa.


Setelah Qing Yong Jun, Youlin Sha, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu membersihkan jejak aura mereka di tempat itu.


Setelah memastikan bahwa tidak ada jejak aura yang tertinggal, Qing Ruo lalu kembali lagi ke dasar Danau, menemui Long Chen dan kedua saudaranya.


****


Dasar Danau Emas.


Long Chen dan kedua saudaranya, Long Fu dan Long Qe terus bergerak dengan cepat, mengambil mutiara jiwa hewan buas yang memating, dan mengumpulkan berbagai jenis sumberdaya yang dapat mereka ambil.


" Ini benar-benar keberuntungan yang luar biasa," ucap Long Qe dengan penuh semangat.


" Benar, dengan sumber daya ini, kita dapat segera naik tingkat..." ucap Long Fu dengan gembira.


Pada saat mereka terus bergerak, tiba-tiba Long Chen memanggil mereka.


" Saudara, ada apa?"


" Lihat," ucap Long Chen, menunjukkan sosok pria paruh baya yang juga mematung, tertimpa tubuh monster ikan langit  yang telah mati.


" Saudara Chen, lihat..." ucap Long Qe menatap sosok pria paruh baya dengan mata terpejam tersebut.


" Nyawa dan kekuatannya masih ada," ucap Long Fu.


" Benar, Semi abadi tingkat enam tahap akhir. Sangat kuat," ucap Long Chen, menatap kedua saudaranya.


" Saudara Chen, apa yang harus kita lakukan?" tanya long Fu.


" Kita tidak bisa bertindak sembarangan. Sebaiknya kita tunggu tuan muda Qing Ruo saja," ucap Long Chen dengan serius.


" Baik..."


Sambil menunggu kedatangan Qing Ruo, Long Chen dan keduanya saudaranya melanjutkan pekerjaan mereka.


" Swhus..."  Qing Ruo muncul di dasar danau, menemui mereka.


" Tuan muda," ucap Long Chen menghampirinya.


" Tetua, ada apa? "


" Lihatlah..." Membawa Qing Ruo melihat sosok pria paruh baya yang masih mematung.

__ADS_1


" Semi abadi tingkat enam tahap akhir," ucap Qing Ruo, memeriksa sosok patung tersebut dengan seksama.


" Apakah tetua Chen, mengenalinya?"


Long Chen menggelengkan kepalanya.


" Tuan muda, aku baru tahu jika ada sosok dewa lainnya, karena yang terkubur di tempat ini adalah sosok hewan buas semua."


" Maksud tetua?"


" Tuan muda, pada awalnya tempat ini hanya diketahui oleh para hewan buas, dan tujuan kami mendatangi tempat ini adalah untuk menyembuhkan diri."


Qing Ruo tmengerutkan keningnya.


" Tuan muda, dari awal hingga saat ini pun, hewan buas selalu diburu oleh para dewa, sehingga banyak dari kami yang terluka mendatangi tempat ini. Sehingga tidak heran jika rata-rata yang terkubur di tempat ini adalah hewan buas." Long Chen menjelaskan.


Qing Ruo menganggukan kepalanya, mendekati sosok patung tersebut dan mengajaknya berbicara.


" Tetua, apakah anda dapat mendengar kata-kataku..."  berbicara melalui telepati pada sosok patung tersebut, namun tidak ada reaksi atau jawaban.


" Tetua Chen, sosok ini masih hidup dan kekuatan jiwanya juga masih utuh, namun aku tidak tahu apakah dia masih waras atau tidak, karena sosok ini tidak menjawab pertanyaanku.


" Tuan muda,  jika demikian apa yang harus  kita lakukan padanya?"


Aku akan membawanya  ke permukaan, tetua tuntas saja pekerjaan yang lain, karena kita harus segera meninggalkan tempat ini.


" Baik tuan muda, tapi bagaimana dengan mereka..." Mengarahkan pandangannya pada sosok dua harimau gigi pedang yang mereka pisahkan dari kelompok yang  lain.


" Maksud tetua?" Tanya Qing Ruo dengan heran.


" Tuan muda, diantara sosok yang ada di tempat ini,  hanya mereka berdua yang masih memiliki kesadaran."


Setelah Qing Ruo meninggalkan tempat itu, Long Chen lalu melanjutkan pekerjaannya, dan meminta kedua saudaranya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat.


" Saudara Fu, saudara Qe, tuan muda  mengatakan kita harus segera meninggalkan tempat ini," ucap Long Chen.


"Baik..." Jawab Long Fu dan Long Qe  dengan penuh semangat.


****


Tepi Danau.


Qing Ruo muncul sambil membawa patung pria paruh baya, dan dua sosok patung harimau gigi pedang,  yang merupakan sosok hewan buas semi abadi tingkat lima.


Dengan tenang Qing Ruo lalu meletakkan ketiga sosok patung tersebut, dan memeriksanya sekali lagi.


" Karena Hu Shan dan yang lainnya akan pergi ke selatan, setidaknya aku memerlukan pasukan untuk  berjaga-jaga..." Qing Ruo membatin, menatap kedua sosok harimau gigi pedang yang ada dihadapannya.


" Swhuss... swhus..." Rantai keemasan dengan kekuatan petir muncul dari telapak tangan Qing Ruo, lalu bergerak dengan perlahan, memasuki tubuh kedua hewan buas tersebut, dan langsung menyegel kekuatan Jiwanya. Selain itu,  Qing Ruo juga melepaskan segel tanda Dewa, dan menandai  tubuh kedua hewan buas tersebut.


Setelah menyegel kedua hewan buas itu, Qing Ruo lalu melepaskan segel formasi jiwa darah dari tubuhnya.


" Swhus...." cahaya putih melesat keluar dari tubuh kedua hewan buas tersebut,  lalu hancur di udara.


" Groar...." Kedua harimau gigi pedang tersebut meraung, menggerakkan tubuhnya dengan kegirangan, menghirup udara di tempat itu dengan dalam lalu menghempaskannya.


Saking senangnya, kedua Monster pemburu itu bahkan tidak menyadari kehadiran Qing Ruo yang berdiri di belakang mereka.


" Ehm...," Qing Ruo mendeham, mengejutkan kedua sosok hewan buas tingkat tinggi tersebut.

__ADS_1


" Swhuss... swhus..." Kedua harimau gigi pedang itu menjaga jarak, menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Saudara, aku bahkan tidak merasakan kehadirannya, lalu bagaimana pemuda ini bisa muncul di belakang kita...."


" Saudara, aku juga tidak tahu. Aku bahkan tidak dapat melihat tingkat kekuatannya..." menatap Qing Ruo yang tersenyum ramah padanya.


Namun pada saat Qing Ruo akan berbicara, tiba-tiba permukaan danau bergetar.


" Swhus.. swhus..." ketiga sosok naga perak yang mengubah diri menjadi manusia itu muncul, lalu bergerak mendekati Qing Ruo, mengejutkan kedua sosok harimau gigi pedang.


" Tetua Chen, bagaimana?"


" Ini tuan muda..." sambil memberikan  cincin penyimpanan pada Qing Ruo.


" Tetua, ini?"


" Tuan muda, semuanya milik Anda," ucap Long Chen dengan serius.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Kalian yang bekerja, lalu bagaimana mungkin aku yang mengambil hasilnya begitu saja. Kita harus membagi sumber daya ini dengan adil," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Tuan muda," ucap Long Chen dengan ragu.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah, sambil mengamati harimau gigi pedang yang masih berdiri pada tempatnya.


" Tuan muda, aku dan kedua saudaraku telah memutuskan untuk  mengikuti dan melayani anda," ucap Long Chen dengan serius, sambil berlutut dengan hormat, membuat Qing Ruo begitu terkejut.


" Tetua..." ucap Qing Ruo dengan cepat, sambil meminta mereka untuk segera berdiri.


" Kami akan berdiri, jika tuan muda, bersedia menerima kami," ucap Long Fu dengan serius.


" Walaupun mereka bukan naga ilahi, tetapi dengan tingkat kultivasi ini, setidaknya mereka sangat membantu," Qing Ruo membatin.


Qing Ruo terdiam sesaat, menatap sosok ketiga naga perak yang ada di hadapannya itu dengan perasaan gembira, karena dirinya benar-benar memerlukan kekuatan tambahan untuk mendatangi Klan Yin di utara, namun dia juga tidak serta merta menerima orang lain begitu saja.


" Tetua jelaskan alasannya..."


" Tuan muda, selama ini kami benar-benar telah kehilangan harapan, dan di dalam keputusasaan itu,  kami berjanji bahwa siapapun yang dapat menolong kami, dan  membebaskan kami dari segel terkutuk itu, maka kami  akan melayani orang tersebut bahkan   memberikan nyawa kami padanya. Selain itu, melayani seorang tuan muda dari klan Qing  adalah kehormatan kami." Long Chen menjelaskan, membuat  kedua harimau bergigi pedang yang bearda tidak jauh dari tempat begitu terkejut.


" Saudara, jadi yang menolong kita sebelumnya adalah pemuda tersebut..."   menatap Qing Ruo yang sedang berdiri di hadapan Long Chen dan keduanya saudaranya. Tanpa menyadari kekuatan jiwa mereka yang telah di segel dan di tandai.


" Saudara, aku juga tidak tahu. Tapi ketiga naga perak itu tidak mungkin berbohong..."


" Saudara benar, bahkan pemuda ini juga berasal dari latar belakang yang sangat mengerikan."


" Saudara Apa yang harus kita lakukan?"


" Tunggu dan kita perhatikan saja dulu..."


" Tapi apakah saudara juga ingin mengabdi padanya?"


" Aku tidak yakin.Tapi kita lihat dulu..."


Di hadapan kedua harimau gigi pedang,  dan ketiga sosok naga perak, Qing Ruo masih tidak bergeming dari tempatnya, dengan tatapan ragu.


" Para tetua," ucap Qing Ruo ragu.


" Tuan muda, bicaralah..."

__ADS_1


" Tetua, namaku memang Qing Ruo, tapi aku tidak berasal dari klan kuno itu," ucap Qing Ruo pelan, membuat ketiga naga perak begitu terkejut, bahkan kedua harimau gigi pedang yang sebelumnya begitu bersiaga, menurunkan kewaspadaannya.


__ADS_2