
Di dalam ceruk.
Yanshi Gong duduk dengan tenang, namun tidak dengan pikirannya.
" Ini sudah hampir lima jam, tetapi masih belum ada tanda-tanda. Bisa selamat dari Semi abadi tingkat sembilan tahap puncak ini sungguh luar biasa, semoga saja tuan Qing Ruo juga bisa melewatinya tempat ini." Batinnya.
***
Di dalam pusaran angin hitam.
Qing Ruo dan Long Chen masing-masing sibuk dengan caranya agar bisa keluar dari pusaran angin hitam itu.
" Kekuatan angin ini tidak memiliki aturan. Itu berarti angin ini adalah elemen murni," Ucap Qing Ruo yang terus gagal mempelajari kekuatan angin tersebut.
" Penguasa, aku pernah mendengar istilah Angin langit, jadi besar kemungkinannya ini adalah transformasinya."
" Angin Langit?"
" Itu sama seperti petir abadi yang ada di tubuh Penguasa yang tidak bisa kami pelajari," jawab Long Chen.
" Itu berarti makam ini milik orang-orang dari Shen Kongqi?"
" Sepertinya demikian, tapi kita juga belum bisa memastikan hal itu," jawab Long Chen.
" Swhuss....." Long Chen bertransformasi menjadi naga perak raksasa, namun angin itu juga ikut membesar dan justru membuat tekanannya menjadi semakin ekstrem, hingga membentuk bilah-bilah pedang, menindas Qing Ruo yang sedangkan mempelajari fenomena tersebut.
" Dhuar.... dhuar....." ledakan keras bergema saat bilah-bilah pedang itu beradu dengan tubuh Qing Ruo dan Long Chen, mengombang-ambingkan mereka seperti daun kering.
" Angin kekacauan pun tidak bisa menyerap kekuatan angin," ucap Qing Ruo, sambil membuat perisai perlindungan.
" Long Chen," ucap Qing Ruo memintanya untuk tidak menggunakan transformasi tubuh anga.
" Baik Penguasa...." Lalu segera menjadi manusia.
" Aku mengerti," ucap Qing Ruo sambil menarik kekuatan dari tubuhnya. " Long Chen, tarik kekuatan dari tubuhmu."
" Swhuss....swhus...." bilah-bilah pedang yang terbentuk dari tekanan pusaran angin hitam itu mulai menghilang secara perlahan.
" Seperti ini berhasil," ucap Qing Ruo saat pusaran angin hitam tersebut kini mulai tenang.
" Penguasa, apakah kita akan tetap seperti ini," ucap Long Chen dengan tubuh terombang ambing dan terlempar ke berbagai arah.
" Tidak ada pilihan," ucap Qing Ruo saat merasakan pusaran angin hitam itu mulai mendorong mereka menepi, menjauh dari pusat pusaran.
" Penguasa, aku sudah hampir tidak mampu...." Menahan kepalanya yang terasa begitu pusing.
" Long Chen, aku juga. Bertahanlah. Sedikit lagi...." ucap Qing Ruo yang juga sudah hampir muntah karena mual.
Tidak lama kemudian.
" Swhuss... Swhus...." sosok mereka yang saling terikat rantai perak itu, terlempar keluar dari pusaran angin hitam.
__ADS_1
" Tahan dulu," ucap Qing Ruo yang tidak ingin Long Chen menggunakan kekuatannya.
" Tapi penguasa...."
" Long Chen, pusaran angin hitam itu bereaksi dengan kekuatan asing yang berada di sekitarnya. Jika kita menggunakan kekuatan, aku takut kita akan terhisap lagi," ucap Qing Ruo membiarkan diri terjatuh bebas.
" Ba-baik, penguasa." Sambil menutup mulutnya yang hampir memuntahkan isi dalam perutnya.
" Swhuss...swhus....." tubuh mereka terus terjatuh, hingga menghantam air.
" Akh...." ucap Long Chen kesakitan, mencoba bergerak dengan perlahan.
" Penguasa, apakah sudah boleh?" Sambil mengitari pandangannya di dalam ruangan yang sangat gelap.
" Lakukan dengan perlahan," ucap Qing Ruo sambil mengedarkan mata emas untuk memeriksa tempat itu.
" Baik Penguasa...."
Setelah dapat menggunakan kekuatannya, Qing Ruo dan Long Chen akhirnya dapat melihat sebuah peti giok berlapis emas yang mengambang di atas air. Dari atas peti tersebut, muncul pusaran angin sebesar jempol tangan orang dewasa yang terus bergeputar, dan membesar ke arah atas.
" Penguasa, ternyata sumber angin itu berasal dari peti tersebut," ucap Long Chen, yang mulai terbang secara perlahan perlahan di atas air.
" Benar, tapi ini sangat aneh, karena makam ini..." ucap Qing Ruo menjeda kata-katanya saat merasakan dua aura yang berbeda, bergerak dari dalam air.
" Penguasa, awas..." ucap Long Chen, bergerak menghindari tembakan bilah pedang angin yang muncul dari dalam air yang berada di bawah mereka.
" Dhuar ... dhuar...." Ledakan keras bergema, mengguncang tempat itu bersamaan dengan memunculkan percikan cahaya saat bilah pedang angin itu beradu dengan tapak perak yang di lepaskan oleh Long Chen.
" Pencuri makam. Apakah kalian ingin mati!" Dengan aura semi abadi tingkat delapan tahap akhir.
" Swhus...swhus...." kristal cahaya yang berada di setiap dinding makam itu bersinar, menerangi makam itu menjadi terang benderang.
" Ternyata tempat ini sangat luas." Qing Ruo membatin, tanpa menanggapi kedua naga putih yang sangat murka itu.
" Saudara, aku Long Chen dari klan naga perak. Kami bukan pencuri makam. Dan kami juga tidak ingin mati di tempat ini."
" Lalu apa yang kalian lakukan di tempat ini!" Dengan ketus.
" Saudara, kami tersesat dan terjebak di tempat ini!" ucap Long Chen mencoba menjelaskan, namun tidak dihiraukan oleh kedua naga putih itu, yang mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo yang tampak tenang.
" Semi abadi tingkat empat tahap akhir, tetapi begitu tenang," ucapnya berbicara melalui telepati pada saudaranya.
" Benar, dia bahkan tidak takut sedikitpun pada kita. Saudara, apa yang akan kita lakukan pada mereka berdua?" Mendiskusikan tindakan yang dilakukan pada Qing Ruo dan Long Chen.
Di hadapan kedua Naga putih.
" Long Chen, sepertinya mereka adalah naga asli. Apakah kamu mengenal mereka?" tanya Qing Ruo yang sedikit lega karena kedua sosok naga putih itu bukan berasal dari ras hewan gelap.
" Penguasa, mereka memang naga asli dari klan naga giok puti Bai Yu," jawab Long Chen menjelaskan.
" Apakah kamu bisa mengatasi mereka?"
__ADS_1
Long Chen menggelengkan kepalanya.
" Penguasa, aku tidak yakin dengan hal itu."
" Mengapa bisa demikian?"
" Klan Bai Yu dibuang dari gerbang sembilan naga, karena ketegaran hati, dan sikap mereka yang begitu keras kepala," Jawab Long Chen menjelaskan.
" Tuan-tuan, apakah sekarang kami boleh pergi?" Tanya Qing Ruo.
" Pergi? Apakah kamu pikir ini tempat persinggahan yang dapat kamu singgahi lalu kamu tinggalkan begitu saja!" Dengan tatapan tajam.
" Lalu apa yang harus kami lakukan supaya kami dapat pergi dari tempat ini, tuan?" tanya Qing Ruo sekali lagi.
" Kalian berdua harus menyerahkan semua sumber daya yang kalian miliki. Selain itu, kami hanya dapat melepaskan salah satu dari kalian. Silakan kalian diskusikan!" Jawab sang naga tersebut dengan tegas.
Qing Ruo dan Long Chen saling berpandangan.
" Long Chen, benar kata-katamu. Mereka benar-benar sulit ditangani." Berbicara melalui telepati.
" Penguasa apa yang harus kita lakukan?"
Qing Ruo terdiam sesaat, menatap long Chen dengan serius.
" Long Chen, apakah kamu benar-benar sudah memeriksa tempat ini dengan sungguh-sungguh?"
" Maksud penguasa?"
" Jika hanya ada mereka berdua, mari kita lawan saja," jawab Qing Ruo dengan serius.
" Tapi penguasa, mereka...."
" Long Chen, periksa dulu tempat ini. Serahkan mereka padaku."
" Tapi Penguasa....."
" Long Chen, satu-satunya cara pergi dari tempat ini adalah dengan membunuh mereka. Tenanglah, aku ada ide."
" Baik Penguasa."
Ke dua naga putih tersebut terus mengamati Qing Ruo dari Long Chen yang akan menjadi mangsanya dengan tatapan tajam dan sikap yang mendominasi.
" Saudara, aku sudah tidak sabar ingin melihat tindakan yang akan mereka lakukan."
" Aku juga demikian, tapi bagaimana dengan naga Perak itu. Apakah kita akan memberikan toleransi padanya?"
" Itu tergantung bagaimana sikapnya pada kita."
" Tapi aku tidak yakin mereka akan diam begitu saja. Terutama pemuda ini."
Di hadapan kedua naga putih, tiba-tiba Qing Ruo mengarahkan pandangannya, menatap kedua naga tersebut dengan tajam.
__ADS_1
" Tuan-tuan, permintaan anda berdua sangat tidak masuk akal. Dan kami berdua menolak," ucapnya dengan serius.