Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Sekertaris baru


__ADS_3

Pagi ini Fira dan Jeje mengakhiri bulan madu mereka. Setelah menyeberang pulau, mereka sampai di bandara dan melakukan perjalanan.


Meraka berdua sampai di apartemen pada siang hari. Setelah membersihkan diri dan makan, makanan yang di pesan lewat kurir makanan. Fira dan Jeje memanfaatkan sisa waktu mereka untuk istirahat.


"Apa benar kamu besok sudah mulai berkerja?" Jeje yang menyusul Fira di atas tempat tidur pun memastikan lagi.


"Iya, aku rasa waktu tersisa tadi sudah cukup untuk aku beristirahat, asalkan kamu tidak membuatku lelah kembali."


Jeje hanya tersenyum mendengar penjelasan Fira di sertai dengan sindiran. " Tenanglah, malam ini aku akan membiarkan mu untuk istirahat." Senyum penuh arti terukir dari wajah Jeje.


"Aku hanya akan bebas malam ini."


Mereka berdua pun tidur tanpa kegiatan yang sudah menjadi rutinitas mereka beberapa hari ini.


***


Setelah kemarin Jeje dan Fira melakukan bulan madu. Hari ini mereka berdua sudah melakukan melaksanakan rutinitasnya


Jeje mengantarkan Fira ke kantornya terlebih dahulu seperi biasa. Sesuai permintaan Fira, Jeje menyerahkan sendiri oleh-oleh pada Adhi. Jeje harus menunggu adhi di kantornya, karena Adhi belum datang.


"Pagi fir," sapa Adhi pada Fira saat mau masuk ke ruangannya.


"Pagi dhi."


"Kenapa di sini Bang?" tanya Adhi yang melihat Jeje di kantornya.


"Aku menunggumu," jawab ketus.


"Mau jadi pemimpin perusahaan tapi baru datang " batin Jeje.


Adhi yang mendengar kalau jeje menunggunya kaget,."Untuk apa?"


"Ini." Jeje menyerahkan paper bag yang berisi oleh-oleh, dengan malas.


Adhi mengerutkan dahinya, "Apa ini?" Adhi tidak mengerti, maksud dari apa yang di beri Jeje.


"Ini oleh-oleh dari aku," jawab Jeje malas.


Seketika adhi tergelak, "Abang beliin oleh-oleh buat aku, wah ada angin apa ini," ucap Adhi seraya menerima paper bag yang di serahkan Jeje. Adhi tidak menyangka kalau Jeje akan memberinya oleh-oleh.


"Jangan kurang ajar kamu, sudah baik aku memberi oleh-oleh malah tertawa," kesal Jeje saat melihat Adhi yang tertawa.


"Oke..oke Bang maaf, aku hanya tidak menyangka seorang Ganjedra memberikan oleh-oleh untukku," ucap Adhi. "Terimakasih, suatu kehormatan untukku mendapatkan oleh-oleh dari Pak Gajendra." Adhi sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


"Kalau bukan karena Fira aku malas sekali memberi bocah ini " batin Jeje.


"Itu untuk ucapan terimakasih karena sudah membantuku sebelum pernikahan."


"Oh untuk itu, kalau tahu ada hadiahnya begini, aku akan dengan senang hati kalau Abang membutuhkan aku untuk berdrama lagi." Adhi pun tak hentinya mengoda Jeje.


"Enak saja, tidak akan ada drama lagi" ketus Jeje.


"Sudah..sudah.." Fira mengakhiri drama pertengkaran Adhi dan Jeje.

__ADS_1


Fira beralih pada Jeje, "Kamu berangkat ke kantor ya sayang takut terlambat."


"Ya sudah aku ke kantor dulu," ucap Jeje mencium kening Fira. "Kamu jangan dekat-dekat dengan dia," ucap Jeje berbisik dan melirik Adhi


"Iya...iya.." Fira tak mau memperpanjang urusan dengan kecemburan terhadap Adhi.


**


Jeje kembali melajukan mobilnya ke kantornya sendiri. Setelah memarkirkan mobilnya dia berlalu ke ruanganya.


"Pagi." sapa sekertaris baru Jeje


"Pagi." ucap Jeje. "Masuk dan bacakan jadwalku." Perintah Jeje.


Mendengar perintah Jeje, sekertaris barunya pun menuju pantry, dan masuk dengan secangkir teh. Dia langsung membacakan jadwal Jeje hari ini.


"Baikalah kamu boleh keluar," ucap Jeje setelah mendengakan jadwalnya hari ini.


"Emm..saya ingin berterimakasih karena sudah diterima disini," ucap sekertaris Jeje.


"Ya sama-sama berkerjalah dengan giat untuk keluargamu," ucap Jeje.


"Aku juga ingin berterimakasih untuk waktu itu"


"Ya aku hanya membantu sesama teman, silahkan keluar."


Jeje mengingat waktu itu yang di maksud sekertarisnya


Flasback


"Aku harus cari kamu kemana fir," gumam Jeje di kebisingan bar seraya menenggak minumannya.


"Aku belum mabuk, jadi berikan aku minuman lagi," teriak wanita pada pelayan di bar.


"Tapi Nona, anda sudah terlalu mabuk, sebaiknya anda menghubungi keluarga anda untuk menjemput." Pelayan bar memberitahu dengan baik.


Jeje menoleh ke kekacauan yang jaraknya tidak terlalu jauh. Awalnya di tidak ingin terlibat, tapi sepertinya Jeje mengenal suara wanita itu dan mulai mendekat.


"Valeria," gumam Jeje.


"Kenapa ini?" tanya Jeje yang mendekat untuk mencari tahu dari pelayan.


"Nona ini sudah terlalu banyak minum, dan dia marah karena kami tidak memberikan minuman lagi," jelas pelayan


"Baiklah, dia temanku biar aku urus." Jeje melihat Valeria yang begitu kacau


"Val," panggil Jeje. Valeria yang menoleh mendapati Jeje di.depannya langsung berhambur kepelukan J eje


"Je." Valeria terisak dalam pelukan Jeje, Valeria seolah menumpahkan kesedihannya dalam air matanya.


"Kamu sepertinya mabuk, ayo aku antar pulang," ucap Jeje seraya membawa Valeria pulang.


Jeje mendudukan Valeria di kursi depan dan memasangkan seatbelt. Saat memasangkan seatbelt Valeria tak berhenti mengoceh

__ADS_1


"Hai je kamu sekarang tampan sekali sekarang," ucap Valeria tanpa sadar karena pengaruh minuman.


Jeje tak menangapi ocehan Valeria sama sekali, Jeje menutup pintu mobil dan berjalan ke arah kursi kemudi


Saat hendak melajukan mobilnya jeje sedikit berfikir mau dia antar kemana valeria


"Val, katakan dimana rumah suamimu," ucap Jeje pada Valeria.


Valeria yang mendengar tiba-tiba tertawa


"Suami??"


"Iya." kata Jeje sudah mulai geram Valeria sudah tidak bisa di ajak komunikasi dengan benar.


"Suamiku sudah mati je, aku benci padanya," oceh Valaeria.


"Itu bukan urusanku, sekarang aku harus antar kamu kemana?"


Valaria tidak menjawab sama sekali dan malah tertidur pulas. Akhirnya Jeje mengantarkan Valeria ke rumah orang tuannya.


Sesempainya Jeje di rumah orang tua Valeria, Jeje mengetuk pintu. Karena sudah larut malam cukup lama Jeje mengetuk hingga akhirnya ada yang membukakan pintu.


"Jeje" ayah Valeria begitu kaget mendapati Jeje tengah malam kerumahnya.


"Ada apa kemari je," tanya ayah Valeria.


"Maaf Om saya hanya mengantar Valeria, tadi saya menemukan dia mabuk di bar, saya bingung mau mengantar kemana," jelas Jeje.


"Anak itu melampiaskan dengan minum lagi," kesal ayah Valeria.


Ayah Valeria langsung berlalu menuju mobil Jeje, di bantu oleh Jeje mereka membawa Valeria ke kamarnya.


"Terimakasih je sudah mengantar Valeria, maaf dia merepotkan mu."


"Tidak om saya tidak merasa repot."


"Kasihan dia je, mungkin dia tertekan dan memilih minum sebagai pelampiasan"


Jeje hanya diam tidak terlalu menangapi karena tidak mau ikut campur terlalu dalam


"Kami bangkrut je, laki-laki yang menikahi val membawa lari uang ku, dia meninggalkan val begitu saja." ucap ayah Valeria.


Jeje yang tadinya tidak mau ikut campur merasa iba, melihat pria paruh baya itu dengan guratan kesedihan.


"Kalau Om butuh bantuan, Om bisa menghubungi saya."


"Tidak perlu je, aku tak mau merepotkanmu. Aku akan meminta val berkerja saja, untuk memenuhi kehidupan kami"


"Kalau val mau berkerja, biarkan dia berkerja di kantor saya Om."


"Terimakasih je, setelah val mulai lebih baik aku akan menyuruhnya melamar kerja di tempatmu."


Flasback off

__ADS_1


__ADS_2