Terjebak Cinta Majikan

Terjebak Cinta Majikan
Kita sama


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Fira hanya diam mengingat pertemuannya tadi dengan Valeria.


Setelah dari toilet Fira bertemu Zara sewaktu masuk kedalam lift.


"Kamu lagi disini fir?" Tanya Zara.


"Iya, Adhi sedang mau meeting dengan Jeje ra."


"Kamu nanti makan siang disini juga nggak?, kalau iya ayo bareng, aku kangen makan bareng sama kamu," ucap Zara yang sudah lama tidak makan siang bersama Fira.


"Ya, aku mau, nanti aku mau makan soto," kata Fira. "Emm...pasti enak." Fira berkata seolah sedang membayangkan makanan yang akan dia makan.


"Oke , aku duluan ya, nanti ketemu di kantin," ucap Zara seraya keluar dari lift.


"Oke."


Pintu lift tertutup setelah Zara keluar, dan Fira menunggu hingga lift sampai ruangan Jeje.


Saat sudah sampai, Fira keluar dari lift. Fira berjalan menuju ruangan Jeje. Sebelum sampai di ruangan Jeje, Fira melihat seorang wanita yang kemarin dia lihat di loby kantor Jeje.


"Selamat pagi Nona," sapa wanita itu.


Fira masih memandang lekat wajah wanita yang di depannya itu, dan memikirkan dimana dia pernah melihatnya.


"Pagi juga, apa kamu sekertaris Pak Gajendra?" Tanya Fira memastikan.


"Iya Nona."


"Aku seperti pernah melihatnya," batin Valeria.

__ADS_1


"Apa kita pernah bertemu?, aku serasa tidak asing saat melihatmu," ucap Fira masih dengan berfikir.


Valeria pun sama memikirkan siapa wanita yang di depannya ini. Seketika Valeria teringat. "Kamu wanita yang datang ke acara pernikahanku dengan Jeje bukan?" Tanya Valeria saat dia mengingat Fira.


"Ini mantan Jeje, aku baru ingat. Waktu itu aku melihatnya di pernikahan," batin Fira.


"Iya aku yang bersama dengan Jeje waktu pernikahan kamu," jelas Fira.


"Kamu waktu itu pacarnya Jeje ya?"


"Waktu itu?" Batin Fira merasa tergelitik, mengingat kalau dulu dia hanya pacar pura-pura saja.


"Iya," jawab Fira dengan senyum terpaksa.


"Wah berarti kita sama ya."


"Iya, sama-sama mantan Jeje," ucap Valeria seraya tertawa.


"Mantan?" Batin Fira.


"Karena Jeje sudah bertunangan, jadi kita sama-sama jadi mantan Jeje." Valeria mengucap dengan masih tertawa.


Fira baru mengerti apa yang di maksud oleh Valeria. Valeria mengira Fira adalah mantan Jeje karena di mata Valeria, Jeje sudah bertunangan dengan Ana.


"Kalau aku jelaskan aku istrinya, sepertinya akan aneh?" Batin Fira bertanya-tanya.


"Iya." Akhirnya Fira mengiyakan saja ucapan Valeria.


"Aku turut sedih kamu di tinggal Jeje bertunangan." Valeria memandang Fira, seoalah mengerti kesedihan Fira yang di tinggal bertunangan oleh Jeje.

__ADS_1


"Kenapa aku terlihat menyedihkan," batin Fira.


"Iya," ucap Fira dengan senyum terpaksa.


"Kita belum sempat berkenalan waktu pernikahanku, aku Valeria." Valeria mengulurkan tanganya.


"Aku Zhafira." Fira menerima uluran tangan Valeria.


"Apa kamu sudah lama kerja disini?" Tanya Fira yang mengalihkan pembicaraan.


"Baru minggu ini, aku beruntung walaupun Jeje mantan kekasihku, dia masih berbaik hati memberiku perkerjaan"


Fira melihat betapa Valeria bersyukur akan perkerjaan yang dia dapat. Tadinya Fira berfikir begitu jahatnya Jeje menerima mantan kekasihnya sebagai sekertarisnya.


"Sepertinya dia begitu butuh perkerjaan," batin Fira.


"Semoga kamu betah kerja disini."


"Iya," ucap Valeria.


"Kamu mau bertemu Jeje?" Tanya Valaria yang mengingat kedatang Fira keruangan Jeje.


"Iya, aku sekertaris Adhi, dan kami ada meeting."


"Adhi sudah didalam, mari aku antar"


"Tidak perlu, biar aku masuk sendiri saja, lanjutkan saja perkerjaanmu."


"Baiklah."

__ADS_1


__ADS_2