
"Apa kamu lelah hari ini?" tanya Jeje seraya membelai rambut Fira.
"Iya," jawab Fira yang sedang asik menikmati dekapan suaminya.
"Apa kamu mencoba semua gaun di boutique sampai lelah?" goda Jeje pada Fira.
"Iya aku mencoba semua gaun di boutique, permintaanmu untuk mencari gaun yang tidak terlalu terbuka, membuat aku dan mama kesulitan. Semua pelayan mengeluarkan gaunnya untuk aku coba." Fira meluapkan kekesalannya.
Memang kenyatannya di boutique tadi, Fira harus mencoba beberapa gaun yang sesuai dengan keinginan Jeje.
Jeje terkekeh dengan ucapan Fira. "Aku hanya tidak mau orang melihat tubuhmu sayang," jelas Jeje.
"Hanya aku yang boleh melihatnya" Jeje berucap seraya mengeratkan pelukannya.
Fira memaklumi apa yang di katakan Jeje, sebagai suami wajar kalau dia tak mau istrinya memakai pakaian terbuka.
"Iya aku tahu," jawab Fira singkat.
Saat sedang asik bercerita Fira teringat pertemuan dengan mama dari Ana di boutique.
"Sayang, tadi kami bertemu mamanya Ana," ucap Fira menceritakan pada Jeje.
__ADS_1
"Apa mama bertengkar dengannya?" tanya Jeje pada Fira.
"Kenapa kamu bisa tahu?" Fira merasa heran, kenapa Jeje bisa tahu kalau mamanya sempat berdebat dengan mamanya Ana di boutique.
"Aku anaknya, jadi aku tahu bagaimana mama ku." Jeje berucap seraya tertawa.
"Apa yang mama perdebatkan disana?" lanjut Jeje bertanya.
"Mamanya Ana melihat ku waktu sedang memilih gaun, dia bertanya apa aku calon menantunya, dan mama menjawab aku menantunya bukan calon, lalu.." Saat menceritakan tentang kejadian di boutique
Fira berhenti sejenak.
"Lalu apa ?" tanya Jeje yang heran kenapa Fira berhenti saat menceritakannya kejadian di boutique.
Jeje memahami perasaan Fira, walau Fira merasa tidak tersinggung tapi pasti Fira merasa sedih.
"Apa mama membelamu?" tanya Jeje memastikan.
"Mama membelaku, tapi aku merasa tidak enak dengan mama, mama bertengkar dengan orang lain hanya untuk membelaku"
"Jangan merasa tidak enak, sudah jadi kewajiban mama membela menantunya, lagi pula sekarang kamu istriku, jadi tidak ada status itu lagi. Kamu bagian dari keluarga Nareswara," ucap Jeje menenangkan Fira.
__ADS_1
Fira sedikit berfikir, rasanya tidak di pungkiri kenyataan status membuat dirinya merasa tidak pantas dengan Jeje. Tapi perlakuan mertuanya dan Jeje cukup membuatnya kuat, untuk tidak terpengaruh pada omongan orang yang merendahkannya.
**
"Mama dari mana?" tanya Ana yang melihat mamanya pulang.
"Mama dari boutique," jawab mamanya ketus.
"Mama kenapa?" tanya Ana, yang heran mamanya pulang terlihat kesal.
"Apa kamu tahu mama bertemu dengan mamanya Jeje?" kesal mamanya menceritakan pada Ana.
"Tante Inan maksud mama?" ucap Ana memastikan.
"Iya."
"Lalu kenapa ?" tanya Ana dengan santai.
"Apa kamu bodoh, dia ke boutique untuk memesan gaun pernikahan Jeje, dan ternyata Jeje sudah menikah, dan akan melangsungkan pesta minggu depan," jelas mamanya dengan kekesalan.
"Apa!" deru Ana yang kaget saat tahu Jeje sudah menikah dan akan melangsungkan pesta pernikahan.
__ADS_1
"Iya, dan itu semua karena kesalahan bodohmu. Andai kamu tidak bertindak bodoh dengan bermesraan dengan laki-laki di bar, pasti sekarang kamu yang akan menikah!" Seru mamanya kesal mengingat kesalahan Ana.
"Jadi ini salah satu alasanmu juga meninggalkanku, selain karena aku bersama pria lain.Ternyata kamu juga bermain di belakangku. Lalu apa bedanya," geram Ana dalam hati.